Ketika Media Sosial Menjadi Ruang untuk Berbagi Kebaikan
Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat untuk mencari hiburan. TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk membagikan informasi, cerita inspiratif, hingga mengajak masyarakat melakukan kegiatan positif selain ngikutin isi rumah tangga para artis dan selebritis.
Salah satu bentuknya adalah konten yang mengangkat aktivitas berbagi kepada masyarakat. Melalui media sosial, kegiatan sederhana seperti memberikan bantuan dalam bentuk challenge belanja di dalam waktu 2 menit di supermaket, jawab soal random yang benar dapat hadiah, sampai yang langsung berbagi bantuan kepada pekerja harian, pedagang kecil, maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini dapat menjadi pesan positif bagi orang lain dan meningkatkan empati kita sendiri.
Hal tersebut salah satunya terlihat dalam konten yang dibagikan oleh Irham Qumaini seorang pengusaha lulusan farmasi yang kini bergerak di industri maklom kosmetik. Lelaki yang lebih dikenal hangat dengan sapaan bos irham ini sering mengunggah momen ketika sedang berinteraksi langsung dengan masyarakat dari beragam latar, yang mana hal ini bisa menjadi inpirasi untuk banyak orang lagi.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Mampu
Kegiatan sosial yang ditampilkan melalui media sosial tersebut membawa pesan yang cukup sederhana: kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari hal-hal kecil. Berbagi tidak selalu harus dilakukan dalam jumlah besar. Setiap orang dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Mulai dari memberikan makanan, membantu kebutuhan sehari-hari, hingga sekadar memberikan perhatian kepada orang yang membutuhkan.
Pesan seperti ini menjadi semakin relevan ketika media sosial tidak hanya digunakan untuk menampilkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang untuk menyebarkan pengalaman yang dapat memberikan inspirasi kepada orang lain.
Media Sosial sebagai Ruang Menyebarkan Kebaikan
Konten mengenai kegiatan sosial memiliki karakter yang berbeda dari konten hiburan pada umumnya. Di dalamnya terdapat cerita tentang interaksi dengan masyarakat dan pengalaman ketika memberikan bantuan secara langsung. Bagi sebagian pengguna media sosial, konten semacam ini dapat menjadi pengingat bahwa masih banyak cara sederhana untuk berbuat baik di lingkungan sekitar.
Kehadiran konten berbagi juga menunjukkan bahwa media sosial memiliki fungsi yang cukup luas. Platform digital dapat digunakan bukan hanya untuk membangun personal branding atau mempromosikan pekerjaan, tetapi juga untuk menyampaikan nilai dan pesan sosial.
Aktivitas Sosial di Tengah Kesibukan sebagai Pengusaha
Di luar kegiatan sosial yang dibagikan melalui media sosial, Bos Irham dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di industri maklon kosmetik. Latar belakangnya sebagai Sarjana Farmasi juga berkaitan dengan bidang usaha yang dijalankannya.
Kesibukan menjalankan bisnis tentu membuat sebagian besar aktivitasnya berkaitan dengan dunia usaha. Namun, melalui unggahan di media sosial, terlihat pula aktivitas lain yang berhubungan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas bisnis dan kepedulian sosial tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang berbeda. Seseorang tetap dapat menjalankan pekerjaan dan usaha sekaligus menyisihkan waktu maupun rezekinya untuk membantu orang lain.
Kesuksesan dan Rasa Syukur
Bagi sebagian orang, berbagi juga dapat menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas apa yang telah diperoleh dalam perjalanan hidup. Kesuksesan tidak selalu diukur dari perkembangan bisnis atau pencapaian materi. Ada pula kepuasan ketika seseorang dapat menggunakan sebagian dari apa yang dimilikinya untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Nilai tersebut menjadi salah satu pesan yang muncul dari aktivitas berbagi yang ditampilkan di media sosial Bos Irham. Kontennya tidak hanya memperlihatkan sisi kehidupan seorang pengusaha, tetapi juga momen ketika berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Konten Positif yang Bisa Menjadi Inspirasi
Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang mendapatkan dan membagikan informasi. Karena itu, keberadaan konten positif dapat menjadi bagian kecil dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih bermanfaat. Cerita tentang berbagi kepada masyarakat tidak harus selalu dikemas secara besar-besaran. Justru kegiatan sederhana dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian bisa dimulai dari lingkungan terdekat.
Pada akhirnya, aktivitas berbagi yang ditampilkan melalui media sosial bukan sekadar tentang siapa yang memberikan bantuan. Hal yang lebih penting adalah pesan yang dapat diteruskan kepada orang lain: bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuannya. Dengan begitu, media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk melihat berbagai aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama.

















