Showing posts with label kawasan review. Show all posts
Showing posts with label kawasan review. Show all posts

Review Film Bad Genius Menjamurnya Orang jenius di jalan yang tidak lurus.

November 16, 2023 23

Seperti judulnya Bad Genius ini adalah sebuah film yang menceritakan tentang kecerdasaan orang jenius yang disalahgunakan, saking menariknya kalau misal kalian lihat di profil user blog saya  film kesukaan saya salah satunya ialah ini "Bad Genius" 

        Film berlatar negara Thailand ini mengambil konsep yang cukup menarik itu tentang problematika dunia pendidikan yang kebanyakan dipenuhi oleh orang-orang jenius yang disalahgunakan, film berdurasi kisaran 140 menit ini mempunyai cerita yang menegangkan sekalipun bukan jenis film pembunuhan artinya film ini mengusung kasus yang bikin dag dig dug gitu karena kecurangan yang mereka lakukan yang bisa berdampak kepada mereka sendiri.

    Diperankan oleh Chutimon Chuengcharoensukying sebagai lynn  selaku siswa baru yg cukup jenius serta bank yang diperankan oleh Chanon Santinatornkul yg mana keduanya masuk sekolah taraf tinggi berkat beasiswa yang diraihnya, Lyiin berkenalan dan dengan Grace yang merupakan siswa baru juga namun dengan kemampuan yang di bawah rata-rata. Perkenalan mereka membuat Lyiin Dan Grace cukup akrab sehingga Lyiin membantu Grace dalam belajar pelajaran yang tidak dipahaminya.  Suatu ketika Eisaya Hosuwan yang berperan sebagai Grace mengalami kebuntuan ketika sedang dalam ujian dan betul-betul tidak bisa mengatasi soal ujiannya melihat temannya dalam keadaan terdesak lyiin akhirnya mencoba memberi contekan dengan modal penghapus di saat ujian demi menyelamatkan temannya kondisi ini cukup menegangkan sehingga membuat para penonton pasti merasa atmosfer nostalgia sendiri sekiranya pernah mencontek hihi..

  Film  ini cukup bikin dag dig dug karena proses filmnya iyalah tentang kecurangan dalam dunia pendidikan terlepas dari kasus pencontekan film ini juga merupakan kritik sosial terhadap pendidikan yang mana para pendidik “bermain” demi kepentingan pribadi baik korupsi atau kasus yang lebih rumit lagi.  Saat itu Lyiin akhirnya membisniskan kecerdasannya kepada para siswa lainnya karena banyak yang tertarik terutama setelah melihat bagaimana bobroknya para pendidik atau guru-guru di sekolahnya. Lyiin mencari opsi lain untuk memberi contekan tanpa disadari para petugas, kali ini ia bermain lebih jeli dan jenius dengan target lebih dari sekedar memberi contekan ke Grace. Ia mulai bermain dengan isyarat dari not piano yang telah di beri aba-aba sebelumnya. Kasus ini semakin menarik sampai Bank yang masih berstatus siswa polos merasa ada yang ganjal dan melaporkan karena merasa ada indikasi kecurangan. Namun beruntungnya bisa diatasi.     

Proses bisnis ini tidak berhenti disini,  merasa lebih mudah mendapatkan uang daripada berharap beasiswa yang dipersulit oleh gurunya.  Lyiin akhirnya menjadi tangan kanan kepada para calon mahasiswa lain dengan taraf internasional, kondisi kini telah berubah membuat lyinn memerlukan partner baru yang bisa membantu mengatasi kondisi yang berbeda seperti sebelumnya, iya menargetkan bank sebagai partnert nya.

Kini Lin berpikir untuk berpikir menjual kunci jawaban untuk ujian internasional (SAT) yang mana mempunyai perbedaan waktu antara Thailand dengan Australia ia berniat mengikutinya dan menjual kepada para siswa di Thailand namun dia memerlukan bantuan untuk bentuk melancarkan aksinya. Perencanaan pembobolan ujian SAT Ini tak kalah menegangkan, terutama setelah drama yang dilewati dalam merekrut bank untuk di ajak bermain curang. Film Semakin lama semakin menarik pokoknya, terutama ketika kasus yang di hadapin semakin tinggi, tidak heran jikalau film ini mendapat penghargaan.
       Ini bukan satu-satunya yang bikin saya deg-degan karena ternyata bad Genius melahirkan versi seriesnya juga yang cukup luar biasa kerennya, sekalipun berperan kan orang yang berbeda nyatanya Bad Genius series tidak kalah keren karena setiap episode mempunyai tema-tema yang berbeda mulai membongkar kebobrokan gurunya yang menjual kunci jawaban, nepotisme sampai mencoba menjual kunci jawaban ujian nasional dan ini yang cukup bikin menengangkan. Mereka mencoba untuk menyelinap ke pabrik pembuatan soal ujian, dan sumpah bikin yang nonton ikutan cemas, mereka menyelinap dengan waktu terbatas sekaligus menyelesaikan soal dan berlanjut menghafal semua kunci jawaban dalam semua paket, deg-degan banget.                 
Saya sampai kepikiran kok bisa orang Ini buat film sampai ke kunci jawaban di jadiin barcode di pensil ya, ? contekannya betul-betul menunjukkan orang jenius pokoknya. Kalau bisa kita sebatas nyontek nulis di meja  dan sejenis di papan tulis kalau ini beda mereka sampai nulis kunci jawaban di pensil dalam bentuk barcode keren banget pokoknya. Cuma sayangnya di salah gunakan kecerdasan orang jenius saat ini.         

Krisis yang sama juga menjadi PR negara sendiri

Terlepas dari film  Bad genius ini, kisah tersebut juga cukup familiar di negeri kita sendiri, dengan ragam kasus yang hampir mirip. Mulai dari menjual kunci jawaban biasanya di BUMN atau UN tingkat SMA, sampai menjadi joki CPNS yang mana Baru saja beberapa hari atau Minggu kemarin, kabar uniknya ialah dia meraih nilai tertinggi ke-3 di daerah dan masih kuliah, pertanyaannya lah kok mau, ternyata bayarannya sampai 35 juta dan ini sesuai banget kayak kasus dari film bad genius, wow kasian banget sebenarnya menjamurnya orang-genius yang tidak lurus.

Nyatanya kasus seperti ini memang ramai dan ini sudah menjadi rahasia publik layaknya para tutor mencoba menyelesaikan soal yang dibeli entah dari para siswa ketika UN hingga para calon pekerja, wkwk kasus kebocoran sudah sering banget muncul di televisi dan berita istilahnya sudah jadi rahasia publik lah,  kok bisa ya tapi emang dari era saya sekolah pun sudah ada yang kasus begini untungnya waktu itu pak Anis sudah bikin sistem nilai UN bukan lagi syarat kelulusan lagi jadi gak terlalu terpaku ke Ujian Nasional lagi Kala itu.


#review #sinopsis movie #film #badgenius #badgeniusseries



Review film children of heaven, Surganya anak-anak ambisi yang tak pernah padam

November 06, 2023 28

Film berkiblatkan Timur Tengah memang terkesan cukup langka di telinga saya tapi untuk film ini saya yakin sangat tidak asing pada kita semua, sederhananya kita nggak tahu judul filmnya tapi kita tahu film ini minimal pernah nonton untuk angkatan 90-an. 

    Children of heaven adalah salah satu film dari negara Iran yang mendapat nominasi pada akademi award untuk film berbahasa asing terbaik yang dikemas cukup menarik alurnya. Film ini pertama kali rilis pada tahun 2000 Nyatanya Majid majidi mampu membuat film ini menjadi salah satu representasi dari kreativitas orang-orang Timur Tengah dalam bentuk kritik terhadap kemiskinan sekaligus pendidikan moral dan budaya yang sangat stabil, tantangan yang dihadapi serta berbagai cara atau solusi yang coba di lalui cukup bagus untuk dijadikan sebagai referensi film pendidikan terutama pada anak-anak. Film berdurasi 1 :30 menit Ini juga cukup mudah dicerna karena tidak adanya dramatisasi yang berlebihan atau yang bikin pusing. Tapi herannya saya setiap nonton ini bikin nangis ( termasuk salah satu film yang masih saya nonton berulang kali) .

    Ali selaku anak pertama mengalami kebingungan setelah menghilangkan sepatu untuk adiknya zahra yang baru saja diperbaiki kasus ini membuat ia merasa bersalah dan bertanggung jawab untuk mencarikan solusi terhadap pengganti dari sepatu yang hilang. Ia mengalami kesulitan ketika menyadari ternyata sepatu adiknya yang hilangnya berakhir pada seorang anak kecil yang kehidupan nya lebih sulit ketimbang kehidupan mereka yang sudah cukup sederhana, kasus ini membuat mereka akhirnya memilih metode lain dalam mengakali keperluan sepatu yang dipakai untuk sekolah, yaitu dengan cara memakainya secara bergantian. Kendati demikian banyak hal yang membuat mereka bergerak untuk mencari solusi hingga suatu ketika sebuah perlombaan yang muncul menarik perhatian ali, kala itu akhirnya ia berjuang untuk mendapatkan kesempatan memenangkan lomba ini yang mana mempunyai hadiah salah satunya. yaitu sepatu. Perjuangan Ali cukup bikin tersentuh mengingat mereka betul- betul mencoba memahami situasi orang tuanya. Mereka memilih balapan dengan setiap hari ke sekolah bergantian sepatu hingga kakinya terluka daripada membebankan cita-cita sepatu baru pada orang tuanya.

      Ranting filmnya sangat bagus yaitu 4,9 Berapa bagian dari film ini bahkan di shoot dengan kondisi secara tak sadar dalam masyarakatnya sehingga menambah kemurnian dari kondisi masyarakat saat itu yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran jikalau perhargaan dan nominasi bermunculan untuk mengapresiasi kesuksesan film ini selayaknya Silver Condor Award for Best Fictional Film, AFI grand Jury Prize.


Film-film Iran yang menakjubkan.


Negara ini memang tidak sepopuler Bollywood atau Hollywood namun nyatanya banyak karya-karya menakjubkan lahir di sini terlepas dari beragam isu yang dialami negara ini, nyatanya karya Majid majidi cukup banyak yang menyentuh terkhusus untuk film dengan genre jenis ini, saya baru sadar setelah mencoba menelusuri lebih tentang film-film karya nya yang lain, sama seperti film-film India cukup menarik cuma perbedaan disini ialah film Iran tidak sepopuler film India. The song of sparrow, the color of paradise, the Father,  dan beberapa lain yg masih jadi list antrian yg ingin saya nonton tapi belum kesampaian yaitu Baran, the pillow tree, dan yang terupdate 2020 kemarin yaitu sun children. Ada beberapa film Iran lagi yang sudah saya nonton tapi saya tidak tahu siapa produsennya dan judulnya lagi. Saya pikir negara ini penghasil film-film history dan sejenis humanity yang cukup bagus terutama peradaban mereka yang cukup unik.

 

 Beberapa karya majid majidi yang cukup terkenal yang sudah saya nonton
                        

Film dari negara iran umumnya mempunyai konflik yang unik ketimbang menjadi superhero layaknya amerika, atau film hantu layaknya indonesia. Mereka punya banyak topik untuk di bungkus karena faktor sejarah dan geometrinya di kawasan yang sering berkonflik. Film yang mengangkat isu kemanusian adalah yang terbaik, sehingga mereka selalu punya tempat khusus untuk mendapat penghargaan oscar. Banyak sekali isu yang bisa di angkat disana selayaknya di india, Bahkan beritanya iran menjadi salah satu negara terbanyak dalam mengantongi piala oscar di asia setelah jepang, memang beritanya sang pemimpinya juga menggemari industri perfilmnya sehingga sangat mendorong perkembangannya, info lain di katakan jikalau ada 160 bioskop di hancurkan guna mengurangi impor perfilman barat, dan menata tampilan yang lebih islami untuk bisa jadi tontonan, kalian paham maksutnya pasti kemana kan? Yups yaitu film yang tidak mengandung unsur vulgar, atau beberapa konsep yang bertabrakan pondasi negara ini seperti nyanyi dance dalam film layaknya india itu mustahil yak, gk kan lulus tayang untuk negara yang pakai hukum syariat ini, ya walau bukan mayoritas sunni nyatanya pendidikan dalam bentuk film di daerah ini cukup baik sehingga membuat saya mulai suka berburu film dari daerah ini.

#movie #film #sinopsis #review

Review Sinopsis Film Plump Revolution :ketika Langsing menjadi standar cantik yang di paksakan

October 23, 2023 9
Plump revoluttion, ketika cantik menjadi standar kecantikan yang dipaksakan.
Ada  streotip lama yang telah berkembang kepada masyarakat luas, yaitu definisi dari cantik  bermakna seorang yang putih tinggi dan langsing. Dan ketika berbicara putih, timbul pertanyaan. kala orang bule malah “membakar diri” dalam artian membuat diri menjadi kecoklatan. Apa artinya putih terlihat tak cantik bagi mereka? dan akhirnya saya menyimpulkan tak selama nya putih menjadi syarat cantik karena terkadang coklat lebih menarik. entah karena terlihat manis, maskulin, dan tak tawar. Alhasil pelabelan orang putih cantik tak selamanya benar, karena orang dengan kulit putih pun kadang bermetamorfosis menjadi kecoklatan. Kemudian untuk  kondisi yang tinggi, tidak semua wanita  suka dengan tinggi model, umumnya wanita lebih tertarik dengan tinggi standar yaitu dari 150 sampai 160 . alasanya beragam salah satunya lebih terlihat imut dan  lebih cocok pakai high heels dengan segala tete bengeknya.  Hingga persoalan yang ketiga yaitu langsing, Nah film ini adalah jawaban komplitnya.

                Plump Revolution, adalah sebuah film asal negeri gingseng dengan  genre komedi romantic, film ini bisa dikatakan sebagai salah satu film rekomendasi untuk mewujudkan kepercayaan diri, bagi kalian yang berisi, jadi bisa dikatakan film ini adalah jenis campaign kepada orang-orang yang menjadikan langsing sebagai standar kecantikan dengan menitik rendahkan orang gemuk. Pada alur certa Do Ah-Ra (Lee So Jeong) yang merupakan seorang model, sangat membenci orang gendut terutama adiknya sendiri yang menurutnya sangat doyan makan.











Hingga suatu hari ketertarikan nya pada seorang photographer bernama Kang Do Gyeong (Lee Hyeon Jin),  membuatnya menjadi gemuk. Kerenya dalam perannya kali ini Lee so Jeong betul betul menaikan berat badannya untuk film ini lho. Dan cukup membuat perubahan yang drastis untuk seorang model dengan postur yang  langsing berubah menjadi buncit. Ckckck. Lantas timbul pertanyaan, bagiamana dengan profesinya sebagai model yang notabennya tinggi dan langsing? apakah dia dipecat karena berat badannya tersebut? Hmm Film dengan durasi 1 jam 24 menit ini memberikan pemahaman jikalau cantik tak selamanya harus kurus, kondisi lain juga berdampak bagaimana definisi cantik yang selalu digambarkan pada seorang model itu ialah tinggi dan langsing, sehingga orang berlomba lomba memilik tubuh demikian bahkan kadang tanpa sadar menyakiti diri yaitu dengan kasus terparah bisa mengidap Anoreksia yang merupakan sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan makan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. jadi film ini Bahasa lainnya tamparan buat yang minder dengan tubuh yang gemuk. Etss tapi ingat gemuk ya bukan obesitas, ok.


#reviewfilm #movie #korea #sinopsis #plumprevolution

Review “The great kitchen” Bobroknya india dalam memperlakukan Wanita.

August 08, 2023 2

Terkenal dengan sistem kasta, ternyata negara ini masih punya banyak PR dan salah satunya berkiblat kepada perempuan. Sungguh sesuatu yang menyedihkan sehingga tidak heran india melahirkan banyak film yang berupa kritik sosial terlepas dari romancenya yang menguasai Bollywood.  

the great kitchen salah satu film yang mempersentasikan bagaimana rumitnya wanita rumah tangga di india

         The great Kitchen adalah sebuah film yang cukup sederhana, alur yang mudah di nalar sehingga membuat kita serasa sedang menonton daily life seorang vlogger ala ibu rumah tangga yang begitu padat sampai kusut ketika di dapur, film ini bisa dikatakan sebagai salah satu film yang memperjelas karakter india terhadap patriarki yang sangat tinggi disana. Film terbitan tahun 2021 cukup berhasil menggemparkan emosi walau dalam durasi 1 jam 40 (untuk film india ini termasuk film tersingkat yang pernah saya tonton) fokusnya 80% adalah di dapur tapi sang sutradara Joey baby nyatanya berhasil membuat emosi berkecamuk sehingga saya tidak merasa sedikitpun bosan terhadap alur cerita yang menyenggol dapur melulu.

         Bercerita tentang seorang pengantin baru yang nyatanya diluar ekspetasi. Sang istri yang masih berstatus pengantin baru Nimisha sanjaya harus bergelut seorang diri ketika memilih menjadi ibu rumah tangga. Statusnya yang nyata sebagai rumah tangga membuatnya lebih diperlakukan sebagai pembantu ketimbang istri atau menantu. Dengan karakter suaminya, Suraj venjaramoodu yang lumayan handal menjadi manipulator, sang wanita benar-benar terperangkap dan setengah sadar bertahan, ketika kondisi ibu mertua yang kala itu harus pergi meninggalkannya sewaktu-waktu untuk mengunjungi anak perempuannya yang sedang hamil tua, dengan dua lelaki yang ingin diperlakukan secara layaknya seorang raja, saya tidak mengenal pemeran film ini tapi jujur ​​​​​​​film ini cukup berhasil menurut saya.

         Nyatanya film ini membuat saya berkerut kening, menyebalkan sekaligus membuat saya berpikir keras terhadap kehidupan seorang vlogger indonesia yang menikah dengan seorang berkebanggsaan india (saya lupa nama akun channelnya) tapi dari aktivitas hariannya memang sangat padat merapat, semoga di belakang kamera tidak seperti film ini. Karena melihat budaya yang sangat kental terhadap kasta membuat posisi wanita menjadi sangat rendah.

Patriarki yang berakar subuh di negeri Sungai gangga ini.

         Ada banyak film yang sudah saya tonton mengenai patriarki namun ini yang paling emosi, mulai dari gangga, padman, hingga toilet love story, film ini semua bahkan didominasi oleh kisah nyata. Sebagai contoh Padman, film ini mengisahkah tentang seorang lelaki yang berusaha keras menciptakan pembalut karena kasian melihat istrinya yang diasingkan ketika sedang datang bulan, film ini sendiri menunjukkan seberapa hinanya wanita ketika sedang datang bulan, bukan sekadar tidak bisa keluar rumah namun juga dilihat kotor sehingga tidak bisa disentuh, duh pecah sekali, mana dari kisah nyata lagi.

Padman adalah film yang mengisahkan perjuangan seorang suami yang menciptakan pembalut untuk sang istri 

         Memang pada beberapa kasus seperti pekerjaan, indonesia juga masih merasakan kesamaan nasib dengan india, tapi tidak sebobrok ini, india terlalu barbar dalam kasus wanita, tingkat patriarki disana terbilang cukup tinggi. Sehingga kesejahteraan wanita sungguh terancam. Belum lagi tingkat pelecehan yang sangat tinggi sehingga cukup emosi kalau kita coba teliti, contoh mudahnya ialah negara ini sangat rentan terhadap turis wanita mengapa setiap ada berita dengan judul top worst country for women maka india selalu masuk . Bukan sekedar untuk wanita bangsanya, tapi juga pendatang yang ingin memperbaiki visa bisa jadi korban, contoh video yang sempat heboh ketika turis jepang yang datang mencoba menikmati perayaan diwali yang mendapatkan banyak kekacauan kekerasan dan pelecehan yang secara sadar para pelaku mengetahui sang wanita sedang posisi membuat vlog saat itu. ,

               Saya juga sempat berburu artikel mengenai wanita di sana dan menemukan berapa jurnal hingga pengalaman dari turis yang tidak menyenangkan perdana kali kesana. Beberapa tidak saya lanjutkan karena menambah beban pikiran, seperti postingan berita ini. kalau misal kalian tertarik mungkin bisa coba baca tulisa ini " Why india bad for women"

 Berita dari media guardian mengulik beragam kekerasan yang diterima wanita india 

         Bahkan sang ikonik india sendiri mempunyai skandal yang mengejutkan terhadap wanita, entah apapun penyebabnya tapi terlihat konyol seperti ketika dia berhubungan keponakannya atau ketika sembelit harus ditemani oleh 2 wanita, apakah harus ada yang membasuh pupnya baru mau keluar? bahkan ada bukunya sisi gelap sang gadhi, mungkin ada yang berpikir kalau membicarakan skandal bapak proklamator kita juga punya sampai salah satu istrinya dari jepang bunuh diri (fyi kalau kalian belum tahu sokarno punya 2 istri dari jepang dan salah satunya memilih bunuh diri setelah melihat sokarno nikah lagi dengan nakiko yang kita tahu sekarang dan merasa diabaikan) faktanya memang semua para tokoh punya skandal cuma untuk kasus yang terjadi pada mahadma seakan mempertegas kalau memang akar patriarkinya india sudah kuat banget tertancap, Ah Sebenarnya itu bukan review film tapi mengulas bagaimana buruknya india memperlakukan wanita tepatnya. 

Review Sinopsis Chicago Typewriter :Dari perjuangan melalui senjata hingga dengan tulisan

February 23, 2020 8
Selain jalan-jalan, menonton adalah Salah satu obat kala liburan panjang tiba. Dan yeah! Kumpulan film pun memenuhi beranda list, dan kali ini pilihan saya jatuh pada sebuah drama yang cukup unik untuk dinikmati, Sebut saja namanya  Chicago Tyrpewriter


       Jadi kisahnya begini : Han See Jo (Yoo Ah In ) Seorang penulis yang sedang berada pada masa keemasan dalam karir nya harus mengalami beberapa kesialan setelah bertemu dengan salah satu pengemar fanatiknya yang dianggap membawa sial. Pertemuan dengan sang pengemar tersebut Eon Seol ( Im Soo Jung ) terbilang tak terduga melalui sebuah mesin ketik yang bernama Chicago Typewriter. dan ternyata hal ini mampu menguak tabir lama yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Kehidupannya kini dihantui oleh ingatan yang tidak bisa dijelaskan terutama ketika sesosok penulis asing Yoon Jin-O (Goo Kyung Pyo) yang secara tiba tiba berada dalam kehidupannya dan memaksa Han See Jo untuk melakukan kontrak kesepakatan untuk tetap bersama dalam merampungkan buku terbarunya. 

        Drama ini menarik alur maju mundur sehingga cukup cocok bagi para penikmat film "tak santai" Dan dengan tema yang cukup unik yaitu penulis dimasa depan dan penembak jitu kala perang dimasa lalu. Film ini menceritakan tentang sebuah mesin ketik dimasa lalu yang dikenal dengan nama Chicago Typewriter, dapun penamaannya disebabkan karena bunyi ketikan mesin ini seperti suara pistol. Hemat saya kisahnya tentang Perjuangan dalam perperangan dimasa lalu yang menggunakan sebuah pistol hingga pena atau mesin ketik tepatnya. 

Dan terakhir... drama yang berjumlah 16 episode mengangkat genre Halu alias fantasi hoho. Dan walaupun bukan film baru alias tayangan tahun 2017, film ini cukup imajinasi eh Btw kisahnya romance dan cukup sedih di endingnya.


#reviewmovie #film #koreadrama #drama #ChicagoWriter #Sinopsis






Review Drama korea "He is Psychometric belajar ilmu psikologi melalui drama keginian

December 08, 2019 4
Istilan Psychometric bagi saya adalah suatu yang sangat asing sehingga memaksa saya untuk stalking lebih perihal Kosakata ini. Dan setelah saya mencari tahupun ternyata masih cukup membingungkan, kecuali sekedar tahu gambaran jikalau ini bukanlah sihir. Dan jikalau melihat dari penjelasan pembukan film akhirnya saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk menontonnya saja hehe.

            Drama ini pertama kali tayang di channel tvN pada bulan 11 maret 2019, berkisahkan tentang sebuah kasus yang berbuntut panjang setelah seorang anak bernama Yi Ahn (Jinyoung GOT7) yang menggunakan kemampuan uniknya untuk membaca ingatan dari sebuah kejadian yang telah terjadi pada seseorang hingga suatu benda dengan menyentuhnya dalam beberapa detik saja. Hal ini ternyata membuka tabir tentang sekelilingnya yaitu orang terdekat dan berlanjut dengan masa lalunya yang membuat dia bisa menjadi seorang psikomentri. Keahlian membaca sesuatu dari sentuhan inilah yang  dinamakan psikometri.

            Film dengan gendre Misteri, Komedi, Romantis, hingga Fantasi, cukup membuat kita Terpukau dengan alur yang dibuat cukup rumit, Yoon Jae In (Shin Ye Eun) adalah yang selalu ingin mengungkapkan masa lalu sangat berharap dengan kemampuan Yi Ahn untuk melihat kebenaran di masa lalu. Terkait sebuah insiden yang melibatkan ayahnya. kasus yang membingungkan sehingga cukup penasaran hingga akhirnya berhasil menamatkan 16 episode.
           
           #korea #drakor 


Review Sinopsis Film Gold : Harga mahal untuk sebuah Kemenangan

October 25, 2019 2


“Kau tidak belajar sejarah, kapanpun kita berselisih orang luar mengalahkan kita.” Kutipan dari manager hoki yang diperankan oleh Akshay Kumar menjadi salah salah satu scene favorit saya kala geram dengan perselisihan yang terjadi antara para peserta hoki. Film ini cukup membuat emosi saya teraduk dengan sikap keras kepala tim dan wakil, hingga manager dadakan Chubby dengan segala tingkah gemesnya, iya sampai di juluki kodok inggris karena menunjukan sikap apatis pada tim sendiri, (gemes jadi pengen cubit jantungnya :D



Film dengan genre olahrga dan sejarahnya ini memberikan gambaran tentang bagaimana perjuangan Tim Hoki dari India yang berlaga di Ajang Olimpiade dengan status negara yang baru merdeka. hingga dengan segala konflik internal yang masih terjadi. Salah satunya kala konflik dua bangsa yang melalui dua agama melahirkan banyaknya islamphoia / kericuhan di india kala itu, dan memaksa para tim pecah. karena mulanya para peserta dari lintas agama. pokoknya banyak banget tantangan Badas  / manager : ( Akshay Kumar) dalam memperjuangkan tim hoki ini, ia harus sabar melawan sikap "Kodok Inggris" yang sempat, menfitnahnya, hingga persilisihan tim yang berulang kali membuat kacau kondisi. Intinya harga sebuah kemenangan itu mahal ya...


Disegi perlombaan, ini bukan sekedar ajang persaingan dalam merebutkan emas, tapi juga salah satu kesempatan india dalam memperkenalkan bangsa kembali dengan perspektif yang baru yaitu mengangkat derajat dan martabat negara. secara mulanya, 20 tahun sebelumnya mereka berjuang atas nama India inggris karena kala itu berstatus negara dijajah bukan sebagai negara merdeka (India) Jadi bisa dikatakan sebagai ajang untuk unjuk diri setelah 3 kali menang sebagai Tim India Inggris adalah usaha india, dan juga gak mau berjuang dibawa jajahan untuk negara orang. maunya menang dengan status negara sendiri gitu.  (Simple nya, mereka ingin menunjukan jikalau, tiga kali menang disaat berstatus India Inggris dulu adalah perjuangan india bukan karena Inggris dan ingin membuktikan mereka bisa menang lagi untuk India, bukan india Inggris. Gituhh) 



Menariknya film ini menjadi film India pertama yang diputar di Arab Saudi.secara kita tahu bioskop baru ada di sana kan, dan menjadi sebuah film terlaris tahun 2018 dengan pendapatan 1,4 M Rupee. Memang film ini keren banget bisa memunculkan sikap patriotism penonton walau saya bukan orang india alurnya dibuat sedramatis mungkin sehingga kita dengan mudah terlarut dalam film yang berdurasi 150 Menit ini.



#reviewfilm #movie #rekomendasifilm #sejarah #histori #Sinopsis

Review Buku Keliling Sumatera Luar Dalam : Modal Tekad dan Nekad untuk Jalan-Jalan

September 15, 2019 0

Hobi jalan-jalan akhirnya membuat saya kepo banyak  buku yang membahas tentang perjalanan, terutama versi hemat layaknya anak rantau hehe. Dan kali ini kesempatan saya menyelesaikan bacaan baru yaitu berupa sebuah catatan perjalanan ala backapacker yang berjudul “Keliling Sumatera Luar Dalam.” Yang tulis oleh seorang jurnalis bernama Muhammad Iqbal.

         
 Sinopsis : Buku dengan ketebalan 211 ini mengambarkan Perjalanan sang penulis terhadap banyaknya keinginan dalam pikiran yang belum terpenuhi. Hal inilah yang menampar mimpinya ditengah malam untuk meraihnya. Dan akhirnya keinginan mengelilingi sumatera telah diputusklan. Perjalanan dilakukan ala tekad & modal nekad. gaya perjalanan backapacker membuatnya harus berpikir ekstra untuk menghemat uang, sebisa mungkin terutama mengingat targetnya yaitu mengililingi sumatera. Ia mulai mencari kenalan disetiap kota, berubah menjadi emak-emak yang pinter nawar (alias pelit) hingga berjalan belasan km (Mungkin puluhan tapi saya pikun hehe) Intinya pantang nyerah deh.

Kelebihan buku ini ialah berhasil menyajikan kondisi sumatera dengan gaya bahasa jurnalis banget, alia detail. Hal inilah yang membuat saya sebagai pembaca dengan mudah mendapat bayangan terhadap daerah yang ditapaki. Terutama penulis menjelaskan unsur lokal didaerah sumatera yang masih cukup jarang ditampilan sehingga para pembaca dibuat berimajinasi setingg-tingginya terhadapat bayangan asli daerah tersebut, Buku ini juga dilengkapi info penting selayaknya tempat wisata, info rute dan tiket jadi cukup membantu sebagai pengingat.


Kekurangan :  terlepas dari kelebihan buku ini kurang menyajikan banyak photo, sehingga saya betul-betul dipaksa untuk berimasjinas daerah terpencil dikawasan yang dijelajahi, disisi lain gaya bahasa yang cukup jurnalis hingga  rapi membuat saya serius kala membacanya. (Faktanya memang begitu karena bukan genre komedi, maklum selera orang berbeda) Soalnya saya lebih suka kisah yang agak kacau tulisannya alias yang banyak lawaknya. Maklum sedang mencari bahan tertawa setelah ia menyakiti saya, akwkowkwo (mohon maaf lagi hoyong)

Buku ini cocok banget bagi kalian yang ingin berpergian ala backapacker terutama belajar hematnya. Hal yang paling saya ingat dari bagian buku ini ialah Teori Law of Attraction “Semakin kita berkeinginan dan mengucapkannya maka sesuatu itu semakin mungkin terjadi.” Akhir kata buku ini cukup memotivasi untuk memcintai Indonesia dengan konsep mengenal secara lebih setiap keragaman di daerahnya.    

#Review  #Reviewbuku #books #rekomendasi #booklovers

Review Sinopsis Battleship Island : "Alasan Penjajahan harus dihapuskan"

September 13, 2019 2


Bercerita dengan sejarah, ia adalah salah satu kegemaran saya yang masih bertahan sampai saat ini, terlepas sejarah Indonesia, saya juga tertarik dengan sejarah luar negeri yaitu selayaknya tokoh penting, hingga hari bersejarah. Dan kali ini beruntungnya saya mendapatkan sebuah film yang mengisahkan tentang perjuangan dalam membebaskan diri dari penjajahan. Sebut Saja “Battleship Island.”

Sinopsis : Film dengan genre history ini menggambarkan kisah kelam orang korea yang kala itu dijajah oleh jepang. Dalam film ini Jepang melakukan kerja paksa terhadap rakyat korea yang diangkut dari antah berantah asalnya dan dibawa ke pulau Hashima untuk menjadi tukang tambang dengan embel-embel gaji yang tidak sesuai dan berimbas ternyata ditipu alias tidak digaji dan untuk kondisi perempuan dipaksa menjadi wanita penghibur. Menariknya Film ini tidak sekedar menceritakan sudut patriotisme rakyat terhadap kebebesan dari penderitaan, tapi juga perjuangan ayah (Hwang Jung-Min berperan sebagai Lee Gang-Ok) untuk melindungi anaknya (Kim Su-An sebagai Sohee). Selain cinta seorang ayah, ada juga bumbu pelengkap mafia yang diperankan So Ji Sub dengan alur kisah percintaan yang tragis.

       Sungguh film ini berhasil membuat saya secara emosional tersentuh, karena sistem kerja tersebut mengingatkan saya pada kerja paksa rodi yang terjadi di Indonesia sendiri terkhusus pada masa penjajahan Belanda. Beda kondisi yang berada di dalam pulau terpencil sehingga terlihat mustahil untuk melarikan diri dari tempat tersebut terutama karena faktor adanya penghianat dari dalam. 


Permasalahan tidak berhenti disini, berlanjut kala jepang diambang kekalahan melawan sekutu hingga berniat menghabisi semua tawanan yang bisa menjadi saksi kejahatan mereka di dalam pulau itu. mendengar berita tersebut Song Jong Ki yang berperan sebagai Tentara dengan menyamar menjadi salah satu pekerja tambang mencoba membebaskan mereka semua yang terjebak dipulau tersebut sebelum dilenyapkan. Perpecahan berlanjut sengit, pertempuran pun tidak bisa dielakan. 


Film dengan durasi waktu 135 menit ini sangat direkomedasi untuk kita semua, terutama sebagai pengingat hingga belajar menghargai sejarah perjuangan dan pasti nya untuk mempertegaskan betapa kejamnya penjajahan, Akhir cerita film ini menggambarkan kepada kita, mengapa penjajahan harus dihapuskan!!










#Reviewfilm #rekomendasifilm #koreamovie #movie #review