Wisata Alam ke Data Luah, Bukti Aceh surganya wisata alami .

Sebenarnya wisata ini bukanlah tempat yang baru, konon saya mencari referensi berdasarkan tagar terbaru di instagram ia mulai lahir di media social 2019, dalam referensi lain saya mencoba mencari di youtube yang paling mendekati angka setahun yang lalu. Ya sepertinya ini menjadi tantangan baru, karena kurangnya akses informasi dengan trek yang akan saya lewati kesini jadi saya harus siap dengan beragam kemungkinan layaknya nyasar atau jalanan yang tak sehati, namun sisi positifnya saya bisa jadi salah satu yang tercepat nulis dalam bentuk artikel haha ( semoga tribun gak tahu)
Data luah sendiri merupakan sebuah bukit yang cukup menawan indahnya, ia berada di Lamtanjong, Suka Makmur, Aceh Besar Regency, Aceh 23764, dengan rute perjalanan searah layaknya perjalanan ke wisata air terjun kuta malaka. Perbedaanya ialah wisata air terjun kuta malaka belok kiri sedangakan ke data Luah belok kanan. Adapun kondisi jalan menuju ke wisata kuta malaka bisa di lalui mobil tapi saya tak dan tak jamin kalau kalian mau coba ke data luah dengan mobil.
Nah, Jika sebelumnya kita ke bukit jalin melewati rute yang ganteng, kali ini kita sedikit menguji nyali untuk bisa sampai ke Bukit Data Luah. Yaps. Pesona alam yang indah selalu dilalui dengan bersusah payah. Sialnya kala itu kami yang berpersonil 14 seorang hanya di temani satu laki sebagai navigator, bayangkan bagaiamana bebannya kami kala melewati jalan gunung berbatu yang terjal dan tajam, kami harus melewati 2 sungai minimalis dengan posisi langsung naik tanjakan,  sudah ban basah terus terus langsung nanjak, beberapa teman harus turun untuk bantu dorong kebanyakan malah harus di ganti posisi karena jalannya lumayan menguji adrenalin, dan of course sebagai seorang laki yang bertindak sebagai navigator beliau selalu naik turun tanjakan untuk menolong beberapa beban yang tak bisa mengotrol motornya. Ckckck akhirnya si laki pitam karena yang bisa urus diri cuma 2 motor dari sekian banyak beban ckckc .
btw dalam perjalanannya saya sempat mampir kesini, sayang kalau dibuang ckckckc
Turunannya cukup banyak tapi dua y  ekstrim . 

Tanjakan dan turunan disinipun juga jauh jadi beberapa kali harus naik turun karena tak mampu mengontrol motor dengan yakin, kami harus turun baik untuk turun mendorong atau untuk menahan semisal turunan tangannya mulai keram, kondisi paling parah kala motor sampai berdiri tegak tanpa cagak saking kacaunya jalan. Hoho sebenarnya rutenya gak jauh tapi karena jalanannya yang cukup kalang kabut jadinya gitu. Kasus terparah ketika salah satu beban dari kami tiba2 bilang gak sangup lagi ketika perjalanan sudah sampai 80% persen dan berkata “pulang aja yok”, huhu ingin ku menampol, walau itu hanya gemas sesaat. aku juga mulai capek karena harus turun mendorong, tapi tentu sungguh tak mungkin bilang pulang. Faktanya kami yang sebenarnya bertim 4 biasa pergi ke tempat wisata alam yang lumayan ekstrim begini, jadi ketika ada yang minta ngekor dan membayangkan perjalanan layaknya seperti ke bukit siron sungguh sangat tidak singkron. Belum lagi drama mendakinya setelah sampai di pos pemberhentian. huhu sungguh sangat drama pemirsah walau capek tetap lanjut prinsipnya gitu gak boleh gagal, karena besok hunting yang baru lagi, sekiranya sudah capek ya berhenti sejenak istirahat gak minta pulang di tengah jalan apalagi kurang dari 100 meter udah nampak postnya, pada akhirnya dia berhenti di post dengan berapa yang lainya yang ikutan gugur kami lanjut lagi dengan tahap mendaki kini, capek sih tapi gak mungkin tiba2 minta pulang pada akhirnya yang sampai ke puncak adalah harga diri.


sesi mendakinya gais 
Akhirnya beberapa berhenti di post karena sudah lelah dalam mendaki. Kami yang siap santap makanan langsung bergegas mendaki tepat disiang terik, serasa ayam panggang yang sedang mendidih, menurut saya perjalannya dalam mendaki tidak terlalu melelahkan karena tingkat kemiringannya cuma sedikit namun panasnya terik matahari tepat jam 12 siang nauzubillah menzalimi, saran saya sekiranya kalian berniat kesini perbanyak bawa muatan manis seperti air sirup merah atau buahan karena kala makanan layaknya nasi itu paling demennya beberapa suap doang kalau kesini. Jangan lupa bawa sandal cadangan karna kasus sandal copot, dan kalau mau sedikit rempong bawa kipas mini sama topi kalau, oya Air sebanyak mungkin karena disini tak ada warung layaknya main ke bukit jalin atau siron, dan terakhir bawa mantel hujan,  sekiranya gak hujan bisa jadi tempat buat rebahan buat kalian waktu disana. 




Sedikit gambaran video singaktnya bisa dilihat disini...

traveled #travelled #travelingstuff #wanders #travellist #lppathfinders #travellocal #travellight #wandergram #wanderlove #wandermore #travelingplanet #travelingworld #travelingislife #travelingsoul #travelpicsdaily #travelingfoodie #wanderings #wanderfull #wanderlost #travelplans #wanderlife #wanderlustlife #wanderfar #wanderoften #travelphotograph #wandertheworld #travelnowlifelater #travelpassport #travelpassion #travelphotooftheday #travelwithlove






38 comments:

  1. Kalo jalannya begitu, aku ga berani mbaa bawa motor 🤣🤣. Udah pasti selip rodanya trus jatuh hahahaha. Inget banget jalanan di daerah2 terpencil Aceh memang banyak yg masih berbatu yaaa. Lah di komplek Arun tempat aku tinggal aja msh ada bagian hutan2 kecil yg jalannya sejelek itu. Pernah nekad lewat Ama temen2 naik motor, yg ada selip wkwkkwk. Tapi itu pemandangan di atasnya cakepppp bangetttt yaaa. Untung kalian ga mundur 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. kami juga kemarin beberapa sesi harus tukeran motor karena emang ngeri ngeri sedang rutenya, alhasil jadi beban deh wkk

      Delete
  2. pengalaman yang belum pernah saya rasakan mba, sholat di alam terbuka. hmm gimana sih rasanya mba? apa sama aja kayak sholat indoor ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. seharusnya adem tapi karena lagi siang terik itu panas tapi positifnya kushu kalau di alam terbuka

      Delete
  3. Aduuuh aksesnya masih terjal gitu. Pantesan alamnya masih alami. Ya jarang banget tuh orang ke sana ya kak. Semoga pemerintah setempat lekas membangun akses transportasi yang bagus ke sana supaya destinasinya makin rame dikenal orang. Kalo rame kan bisa menghasilkan pajak bagi daerah.

    Salut buat kakaknya yg masih mau menegakkan sholat, bahkan di tempat dekat tebing seperti itu. Semoga istiqomah ya keislamannnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pemerintah belum melirik padahal tempatnya cakep banget, kalau diproses layaknya bukit jalin pasti maju banget nanti.

      Delete
  4. pemandangan yang luar biasa dengan jalan yang luar biasa juga, butuh effort ini mah mba. tapi wort it ya mba. aku juga kalo jalan-jalan pasti pake motor sih, enak dapet AG alias angin gelebug, hehehehe. btw hasil fotonya bagus banget kak, bisa clear begitu ya. keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak saya kalau pakai mobil malah sering gk ikut efek mabuk perjalanan, tapi kalau motor masuk angin tetap gk kapok untuk part selanjutnya. photnya lumayan karena jam nya pas lagi terik jadi dapat banget viewnya

      Delete
  5. Aceh memang ga diragukan lagi pemandangan nya Mbak. Mantap betul tapi ini sesi mendakinya.
    Data luah keren sih buat self healing bisa nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak di aceh kaya akan wisata alam, walau gak ada dufan tapi tetap betah suasannya masih alami

      Delete
  6. wah rutenya my trip my adventure banget ya mbak, aku baru dua kali ke aceh. tapi cuma ke kotanya saja karena ada kerjaan. jalan-jalan sebentar ke museum tsunami dan kapal saja. duh kalau ke data luah harus ramai2 nih sama teman2 biar kerasan hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau posis pelancong dari luar jarang mampir kesini kecuali memang anak trip dan hunting wisata sejenis ini.

      Delete
  7. Menantang banget nih jalan -jalan ke wisata alam Data Luah pake motor. Tracknya ya ampun, luar biasa deh. Tapi pasti jadi pengalaman tersendiri yang tak terlupakan apalagi kalo perginya rame-rame bareng teman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya perginya setim sepak bola walau lebih mrip beban tapi muncul banyak cerita karena banyak orang banyak hal baru yang bisa di bingkai

      Delete
  8. Masya Allah indah nian pemandangan bukit-bukitnya mbak. Perjalanan yang tak mudah pastinya buat ke sana ya, tapi hasilnya sebanding bahkan bisa lebih, bagi mata dan jiwa. Saya dulu kuat jalan jauh naik turun bukit, entah kalau sekarang, rasanya kok berat. Tapi liat foto-fotonya saya jadi kepingiin berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. faktor U mungkin saya lihat kakak saya juga dulu gemar naik gunung ketika di luar pulau, tapi setelah pulang kampung mampunya sampai bukit aja katanya hihi

      Delete
  9. Masya Allah.. bisa sholat di tempat seperti itu sungguh merupakan perjalanan wisata yang mewah banget, kak!.

    Walaupun melalui jalur terjal, tapi terbayar kontan saat sampai, ya? View pegunungannya keren, seperti di film-film!

    Hmm.. jadi kepingin mencoba kesana juga, kapan ya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya cakep banget apalagi kalau lihat mata telanjang, soon bakal ada versi sendiri disini

      Delete
  10. Wah jalannya lumayan terjal buat motoran mbak
    Kudu punya skill yg baik motorannya
    Tapi emang tempatnya bagus banget ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya syukurnya indahnya tempat terbalas walau jalannya gk mendukung untuk mereka yang gk terlalu mahir dengan motor

      Delete
  11. Duh tempatnya enak banget buat ngadem... refresh... terus nyari ide pulak... mantap..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener buat nulis cocok banget anginnya waktu sore mulai sepo malalh bisa ketidran kalau posisinya sndirian

      Delete
  12. Ya ampun...itu jalurnya ekstrim sekali. Tp pemandangan yg menanti bisa mengobati lelah. Coba kalau jalurnya lebih bersahabat, bisa ramai dikunjungi banyak orang tuh. Btw salut buat yg berhasil sampai puncak dgn jalur ekstrim gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener merasa puas banget bisa sampai dengan jalur yang dramatis, mendaki kepuncak gk capek tapi mengendari motor yang bikin capek rem tangan sampai keram, dorong morot, tahan beban ini yang bikin bangga ketika sampai, ternayta saya kuat juga ya dalam hati

      Delete
  13. Jalanannya kok ngeri sekali Mba, bener-bener menguji nyali itu. Tapi setelah bersusah payah, dapet pemandangan yang epic ya. Bagus bangeeettt, hijau-hijau... segerrrr di mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pemandanganya ademin mata jadi betah berleha leha disini

      Delete
  14. Walaupun jalanannya terjal, tapi pemandangan alamnya cakep kak.
    Makanya saya setuju banget sama kakak yg tetap memanfaatkan momen jepret di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi walau capek tetap cekrek karena gimanapun kalau gk poto sayang, mungkin nanti kalau aksesnya udah bagus gk ada lagi kenangan atas perjuangan meraih tempat nya

      Delete
  15. Pemandangannya indah banget, apalagi panorama bukit dan keindahan langitnya sungguh menenangkan sekali. bisa menjadi tempat untuk rekreasi sekaligus melepaskan kepenatan ya. Lokasinya jg sangat instagramable

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener cocok buat instagagramble tapi sayang jalannya kurang cocok untuk para isntgramble. sayang baju, make up sayang motor hihi

      Delete
  16. Aku orang padang yang belum pernah ke sumatra. Baca ini jadi mengobati rasa kangenn ksana huhu

    ReplyDelete
  17. Wow tempatnya lumayan ekstrim juga ya. Kalau kuliah dulu, aku suka bareng-bareng temen mengunjungi wisata seperti ini. Banyak jalan tanjakan dan menurun tapi terbayar sama view-nya yang cakep

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya saya mulainya sejak kuliah juga karena tubuh masih kuat ntar kalau udah 30an mungkin berburu tempat ke kota2 aja kali ya hehe

      Delete
  18. Tempat liburan yang menantang nih. Aslinya Aceh memang masih menyimpan begitu banyak keindahan alam.

    Jalannya masih wow banget, ya. Cocok buat yang cinta petualangan nih. Tapi tetep kudu ekstra hati-hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya di aceh kaya banget dengan wisata alam, saking banyaknya tiap minggu ada list baru temapt wisata hihi jalannya yang jadi PR karena tempat wisata alam aksesnya terbatas

      Delete
  19. Jalannya lumayan menantang ya mbak tapi sesuai dengan view yang didapat setelah sampai. Jadi kepengen ke Aceh, jauh banget tapi saya di Madura.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kesampaian mas Emang jalannya membuktikan kalau tempatnya itu masih benar-benar asri belum banyak campur tangan mesin berat

      Delete