Wednesday, 7 January 2026

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

Saya dan Mei Kembali melaju cepat kala menyadari rintik air membasahi bumi, gerimis pelan tanpa mantel membuat kami tak kuyup tapi tetap tak nyaman kalau tak sampai terus ke tempat yang dituju, sialnya sebagai si perdana ke tempat tersebut kami hampir kelewatan dengan klakson berulang dari Kawan yang memperingatkan, dan taraa sebuah gerbang tinggi menutup setengah penampakan dalam yang membuat kami tak sadar inilah tempat yang dimaksut. Seperti nama cafenya Aceh Heritage Vintage, perjalanan kedatanganpun disambut dengan rumah panggung yang di hias ornamen khas simobolik aceh dengan bendera merah putih berdiri kuyup di depanya, gerimis semakin keras menampar helm yang membuat saya langsung bergegas membuyar lamunan untuk mencari parkiran di tempat yang super padat merapat dengan mobil dan motor. Feeling saya tempat ini pasti dimeriahkan oleh turis luar daerah seperti Jakarta atau sekalian bule mancanegara.

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

     Berkelana seharian dalam misi berburu spot mewah dan alami di sabang membuat saya dan teman kelaparan kala perjalan pulang. Setelah sekian kalkulasi dana dan waktu ternyata kita masih bisa berburu tempat makan sebelum sapa pamit undur dari kota yang mega dengan penampakan safa tersebut. Ya akhirnya kami menuju ke destinasi terakhir yang terkenal selain kulinernya tapi juga alamnya yang bikin candu. dan benar saja, penampakan pertama kala memasuki keruangan adalah sepasang bule dengan celana pendek yang duduk santuy, mata saya langsung berburu spot nyaman untuk regu yang berjumlah enam orang, agak kesulitan melihat tempat penuh hura hara manusia diliburan di akhir pekan, sesosok Wanita dengan baju penganti terlihat di bilik seberang sedang berpose postwedding, view mendukung sekalipun hujan terlihat bagus dengan konsep indoor maupun outdoor ditempat sini. Pantesan semua merekom tempat ini terlepas dari makanan yang belum dirasakan yang pasti untuk penampakan sudah tidak diragukan.

            Akhirnya kami menepati spot pojokan yang menjadi tempat paling aman untuk kursi 6 orang. Posisi tepat disamping ruang dapur membuat aroma beragam hidangan tercium semerbak, penampakan hujan yang perlahan membudar membuat suasana Kembali membaik, sekalipun terlihat banyak turis luar negeri namun pelayanan bergerak gesit tanpa melihat penampakan orang kami yang bakal terlihat patungan nantinya ckckc, Benar-benar membuat nyaman untuk service dengan harga yang dihitung masih aman untuk kawasan café yang cukup mewah penampakan.

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

            Pada akhirnya setelah berkutat diskusi singkat, kiblat makanan kami jatuh ke pizza lagi. Dengan harga 70an dan beragam menu tambahan layaknya kentang goreng untuk makan jamaah akhirnya sajian makanan terhidang pada meja berbentuk tak bundar tersebut. Pesanan siap kala matahari Kembali riang , seakan mendukup mood perjalanan kami yang bakal berakhir setelah ini, potongan pizza yang lumer tak pelit toping benar-benar bikin kenyang untuk satu potongan saja tanpa menyentuh kentang lagi, entahlah untuk teman saya yang lain, tapi memang lambung saya seakan sangat membatasi setiap sisi untuk menerima banyak energi.

            Kenyang makan waktu berburu spot berlanjut, beragam penamakan dan hiasan membuat mewah pengambilan gambar, ayunan yang bisa digunakan untuk berswapoto kadang terlihat penuh sampai harus ditungguin, sembari menungu teman berselfie riang di didepan cermin yang tertata tepat disamping ayunan, pegambailan video dan gambar benar terlihat tak melelahkan dengan beragam spot posisi yang diusahakan.

            Aceh heritage vintage sendiri merupakan sebuah café yang terletak di Jl. H, Agus Salim No.2, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Tempat ini bukan sekedar kaya akan view alamnya yang mempesona tapi juga kayak akan kearifan local dari beragam segi, mulai dari kulinernya yang cukup bervariasi sampai ornament pelengkap khas aceh yang cukup bikin tempat jadi terlihat autentik. Untuk menu sendiri juga tidak dibatasi pada khas kuliner khas aceh sebagai bentuk memperkenalkan aceh, tapi juga beragam makanan fastfood familiar seperti pizza spaghetti, capcay, sampa tomyam untuk para turis dari local aceh yang sudah familiar dengan kuliner aceh  dengan pengen coba menu lain. Baca juga wisata alam bagi pecinta buku dan laut

            Untuk konsep rumah aceh yang terlihat di aceh pada gerbang masuk sendiri faktanya juga bisa di masukin dengan Beragam sajiah khas penampakan aceh, infonya itu adalah tempat shalat yang diluar ekspetasi saya sendiri. Tempat parkirpun gratis dengan posisi café tersebut yang juga masih berada pada Kawasan yang sama dengan resort, memang benar-benar hoki menemukan tempat dengan paket lengkap seperti ini, terkhusus tempat cukup popular hingga kini dan rame didatangi turis asing tapi tidak tebang pilih pada turis local yang pesan makanan patugan lagi wkwk  Akhirnya kami pulang dengan kenyang perut, photo di galeri yang menimbun.

 #travelkuliner #wisataaceh #sabang #resort#acehheritagevintage

 

 


 

No comments:

Post a Comment