Kuliner yang tidak punya ranting jelek di Gayo

May 05, 2024 19

Berburu kuliner memang telah menjadi bagian hobi saya tapi sejujurnya untuk membuat review secara langsung di blog ini adalah pertama kalinya. entah bagaimana rindunya akan rasa masakan ini membuat saya wajib mengenangnya  disini dan berharap semoga bisa mampir mencicipinya lagi suatu hari nanti.

    Ketika pertama kalinya saya menapaki  diri di tanah Gayo, banyak pengalaman berkesan yang saya temui. Daerah ini ternyata bukan hanya menyimpan begitu banyak tempat indah selayaknya alamnya yang begitu cantik, tapi juga  makanannya yang tidak kalah menarik sehingga saya rasa wajib memulai ulasan kali ini yang dimula kala mengikuti kegiatan EEJ (Ecofemisim & enviromental journalism ) yang  diselenggarakan oleh @perempuanleuser. Kegiatan ini mengantarkan saya ke salah satu tempat makan di kawasan Kedah, Gayo lues. Tempat ini masuk rundown acara makan siang kami yang ternyata baru bisa di datangi ketika sudah ashar, efek padat kegiatan jadinya jam makan bergeser. Saya tidak punya gambaran sedikitpun ketika mencari tahu tentang tempat ini tidak ada review di blog dan tidak ada akun Instagram yang mendukung sehingga ekspektasi saya tentang tempat ini sangat buram. Siapa sangka ketika saya sampai di sana ini betul-betul menjadi kejutan.


    Pandangan pertama saya ketika melihat tempat makan ini ialah seperti balai pengajian Dayah entah kenapa bayangan saya ini betul-betul jauh sekali diluar ekspektasi kali ini, karena sebelumnya kami makan di sejenis tempat yang cukup ramai di pusat kota dan ala-ala tempat modern yang estetik juga untuk photo tapi ini berbalik dari sebelumnya, tempatnya berada di bukit yang letaknya sangat berjarak dengan pemukiman tidak ada satupun pengunjung lain di sini.     Dihimpit oleh pemandangan alam dan bukit yg meramaikan kediaman yg sangat hening, saya langsung berpikir kenapa lari kesini, karena umumnya ketika masuk bagian dari rundown sebuah acara layaknya tempat wisata atau tempat makan, biasanya ini juga masuk salah satu pertimbangan dalam bentuk promosi daerah tersebut. Sehingga saya berpikir akan dibawa ke tempat yang saya cukup ramai, saya gk berharap restoran mewah tapi sangat iconic dalam artian ramai banget orangnya, selayaknya kalau di Aceh besar di kawasan blang bintang tempatnya biasa saja tapi mobil dan motor kesulitan cari parkir saking iconicnya, tapi ini  malah kami doang jadi agak heran mulanya. Bayangan saya pertama ialah ini tempat hidup segan mati juga enggan. Cuma karena lapar lamunan itu langsung hilang dalam sekejap. 

    Ketika masuk kedalam saya disambut oleh banyaknya gambar berjejer memenuhi dinding ruangan yang cukup bervariasi, saya mulai memperhatikan setiap pojok dengan seksama yang ternyata setiap photo menunjukan indikasi orang penting, barulah saya mulai ngeh jikalau banyak juga orang penting yang sudah mencicipi hidangan disini. Hal ini membuat saya semakin penasaran terutama ada tokoh nasional layaknya mantan menteri agama juga sudah sampai ke sini.


Makanan terhidang dengan jamuan yang cukup beragam jenis, ada  nasi yang dibungkus daun pisang, sop bebek, telur ayam tapi versi di dadar dalam daun pisang, kemudian ayam kampung dan terasi sebagai teman celupnya selain kerupuk khas disana. Saya terlalu pikun untuk mengingat nama hidangan dan satu-satunya ingatan saya hanya Kero Tum - Kurik jeret karena sempat saya abadikan dalam bentuk photo yang di pampang di dinding. Semua makanan membuat kami yang mula berisik karena kelaparan menjadi senyap hening dalam jamuan, rasanya juga benar-benar diluar ekspektasinya terkhusus bagian sop bebeknya, rasanya sangat nikmat dan pas, warna sop yang sangat cantik di barengi rasa pedas kuah dan lembutnya daging bebek memeriahkan lidah. Sejujurnya saya kurang suka dengan bebek tapi setelah ke tempat ini saya berburu resep sop bebek yang mendekati persamaan rasa dengan yang disini dan hasilnya nihil hehe saya kapok berburu resep berharap bisa kesini lagi untuk mencicipinya walau terbilang sedikit persentase untuk bisa kesini lagi. 

Teman-teman saya juga semua memuji dan menyukai sop bebeknya( kecuali satu orang dia benar-benar tidak menyentuh satu sendok pun seakan punya alergi bebek), sedangkan teman-teman lain setengah kepedasan memuji berulang kali rasa makanan ini sampai tidak sadar ada yang nambah bagian teman yang tidak menyentuh bebeknya. Telur yang di dadar di dalam daun juga sangat pas dinikmati dengan sambal terasi, pedas-pedas gurih. Ini membuat kami melupakan bagian ayam karena sudah jadi pecinta bebek dalam sekejap. Makanannya tidak banyak menu, tapi benar-benar membuat kami terkesan sehingga bisa di sebut tempat kayu tapi perihal rasanya boleh di adu.  

Setelah kekenyangan kami terdiam sejenak sebelum sesi selanjutnya dimulai, ternyata pemilik tempat mengajak photo, disinilah saya sadar sepertinya photo kita juga bakal di print dan di pampang haha. Kami berkumpul untuk mengenang menjadi bagian dari orang yang pernah mencicipi tempat ini. Beberapa wajah yang sudah kembali ke setelan pabrik memperbaiki tampilannya yang mulai kusut, ada yang kembali memakai lipstik ada juga yang memperbaiki tampilan jilbabnya yang mulai gedubrak berantakan.  Akhirnya sesi makan siang pun telah berakhir dengan segala judge by the cover  yang saya lakukan dari pertama kali melihat tempatnya.  hihiks maafkan hamba ya Allah.

Dalam perjalanan pulang saya kembali teringat untuk mencari tempat ini di google maps dan tara akhirnya saya menemukan info tempat ini, kebiasaan mengisi ulasan di tempat kunjungan baru akhirnya membuat saya menemukan informasi lebih tentang tempat yang ternyata tidak punya ranting jelek!. Walau tempatnya yang cukup sederhana dan tidak ramai nyatanya sang pemilik usaha ini berhasil menjual rasa dari kulinernya yang begitu nikmat sehingga orang-orang betul fokus ke makanannya. Tempat ini juga ternyata hanya di buka jikalau ada yang memesan terlebih dahulu jadi alasan kenapa saya tidak melihat pengunjung lain satupun disini akhirnya terjawab juga, mereka juga tidak punya cabang dan hanya ada di gayo. Sayangnya untuk harga tidak tertera karena kami makan dalam  keadaan yang sudah di pesan jadinya tidak ada detail informasi lagi yang bisa temukan. #food #foodblogger #kuliner #mukbang #makanan #rekomendasitempatmakanan




















Review film a Great journey ( Le Grand Voyage ) Perjuangan muslim mengejar rukun islam ke 5

May 03, 2024 15
Kegemaran dan kesukaan dengan film bertemakan perjalanan akhirnya mempertemukan saya dengan film ini, namun siapa sangka jikalau hal ini ternyata berceritakan tentang perjalanan orang yang ingin melakukan ibadah haji. Film bertemakan perjalanan haji sebenarnya sudah pernah juga saya temukan versi Indonesia yaitu Haji backpacker. Namun film ini mempunyai konsep yang berbeda.
     Film Haji Backpacker berceritakan tentang orang yang melakukan perjalanan solo, layaknya backpacker yang bermodalkan nekat dan tekad secara umum, seperti yang kita temukan saat ini (Sampai-sampai  keluar edaran baru  dari kemenag perihal larangan haji dan umrah backpacker atau mandiri “Heeh shik shak shok”) Dalam segi solo travel atau backpacker haji  memang sangatlah mudah ditemukan di indonesia, sehingga kisah-kisah unik orang yang melakukan perjalanan dengan destinasi utama ke tanah suci cukup familiar di  tayangkan di tv seperti pasutri  viral backpacker dengan motor, ada juga versi yang mengayuh sepeda atau yang paling wah dan shoknya yang pergi ala kadar fasilitasnya sampai hanya bermodalkan terpal kala wukuf di arafah. salut sekaligus takut juga kondisinya,  Mungkin hal inilah yang dikhawatirkan oleh kemenag dengan dalih kesehatan dan juga keamanan karna pernah juga ada kejadian yang di tipu (tapi kalau potensi ditipu gk mesti backpacker haji sih semua traveller berpeluang) oya untuk alasan lainnya yaitu menghindari imigran ilegal yang masuk menetap ke arab saudi, hmm memang hal ini belum khatam-khatam kalau dibahas. Tapi terlepas dari pro tidaknya haji mandiri versi demikian, yang tidak bisa dibantah ialah semangat para muslim yang sangat gigih memperjuangkan segala cara untuk bisa menginjakkan kaki di baitullah sangat luar biasa besarnya. Bahkan diluar negeri ada versi yang umrah dengan mendorong gerobaknya lagi . Masya Allah, hal ini tentunya membuat semakin menarik dan inspiratif dengan berbagai cara yang diusahakan layaknya haji backpacker atau umrah mandiri. Sehingga film-film sejenis ini cukup diminati terutama target mereka yang belum pernah sekalipun umrah dengan batasan cuan seperti SAYA wkwk .Begitupun film kali ini, sekalipun bukan dari kisah nyata tapi cukup menarik semangat untuk mengintip ka'bah secara langsung.
     Kembali ke judul. Film Le grand Voyage yang diadopsi dari bahasa prancis dengan makna  a great journey. Jadi film ini  menceritakan tentang  “Mohamed Majd seorang lelaki tua yang mempunyai keinginan melakukan haji dengan dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan orang umumnya. Mengadopsi hadis yang mengutamakan setiap langkah yang semakin jauh dalam perjuangan dalam meraih ridha Allah akan menambah lebih banyak pahala sehingga ia menarik anak laki-lakinya Reda (Nicolas Cazale) untuk menemaninya melakukan perjalanan haji melalui darat dengan bermodalkan sebuah mobil butut yang usang.   Hal ini pastinya mengalami banyak momen dramatis dimana semula sang anak Reda tidak mau akhirnya berangkat juga dengan kondisi setengah mengomel, drama berlalu meriah menemani perjalanan mereka mulai dari penipuan, mobil yang mogok hingga segala kondisi yang diluar praduga ini cukup membuat Reda semakin mengomel namun disinilah cerita yang menariknya. Hubungan mereka yang biasa tidak rukun menjadi karib ketika melakukan perjalanan bersama dalam waktu yang tidak singkat. Akhir cerita Redo pasti sangat menyesal jikalau tidak menuruti keinginan ayahnya untuk haji dengan mobil dan alasanya kaliah harus nonton sendiri film ini hehe. 

     Film ini terhitung sangat berhasil untuk film bertemakan islam yang diangkat dari benua biru. Apresiasi positif film ini bisa dilihat di IMDb yang laris. Maka tidak heran kalau film Ini mendapat banyak award mulai dari 4 penghargaan dan 3 nominasi seperti film terbaik dalam kategori bahasa asing ( bukan bahasa inggris ),  Aktor terbaik (Mohammad majd) dan masih banyak lainnya. Film terbitan tahun 2004 mengambil latar utama prancis dan juga beberapa negera berbeda lainnya yaitu Italia, Slovenia Kroasia Yugoslavia, bulgaria Turki Suriah hingga Yordania.  Film ini bukan sekedar menceritakan tentang keluarga yang tidak seidealis namun cuma menunjukan warna warni budaya dan visual negara-negara Asia hingga eropa tempo dulu dan ini cukup berkesan untuk di tonton saat ini. Dengan cerita  ringan film ini tidak akan membuat bosan sekalipun alur datar. 

. #traveller #haji #umrah #hajimandiri #backpacker #travel #muslim #review #muslim #muslima 
 


  


Mengintip Masjid Tuha Indrapuri, saksi peralihan Hindu ke Islam di sini

May 01, 2024 0

Saya masih teringat ketika pertama kali mengetahui masjid ini kala Mtsn. Ada teman-teman saya yang mengatakan sebuah kuburan naga tepat di belakang masjid ini yang masih berada dalam kawasan masjid, dan saya langsung mendatangi tempat yang dimaksud dan menemukan gundukan tak rata di belakang masjid yang cukup besar setengah takjub saya menceritakannya ke orang dirumah, kalau diingat -ingat sampai sekarang masih menjadi misteri perihal siapa yang pertama kali menyebarkan isu ini wkwkkw. 

Lokasi gundukan yang sempat dirumorkan kuburan naga.
Masjid tua indrapuri ini merupakan salah satu bagian dari cagar budaya yang berada di kawasan desa pasar tuha indrapuri, Aceh besar. Tempat ini menjadi saksi bisu peradaban yang panjang di kawasan Indrapuri dan sekitarnya, belum lagi beritanya ia merupakan salah satu bagian dari sisa dari Candi pada abad ke-12 yang beralih fungsi menjadi masjid. Uniknya lagi tempat ini juga menjadi salah satu saksi bisu tempat penobatan Sultan Muhammad Daud Syah pada tahun 1878 dan saya baru mengetahuinya sekarang. Hehe
    Kesempatan saya mampir kesini kala menunggu kebab selesai dibuat menjadikan saya nostalgia akan 10 tahun lalu ketika masih berstatus siswa Mtsn. Masjid ini menjadi salah satu tempat kunjungan rutin kala dulu karena sekolah kami belum punya masjid atau mushola sendiri. Dengan jarak tempuh 150 M menyeberangi jalan, saya selalu mampir ke toko sebelum shalat hmm kalau diingat terlalu tua namun tempat ini tidak banyak mengalami perubahan hingga kini. Masih antik dan unik dalam pandangan saya. ini membuat saya ingin menelusurinya lebih dalam lagi.
    Tempat ini mempunyai pondasi yang masih sangat terawat baik, beberapa orang bahkan mengatakan proses pembuatan tempat ini menggunakan kerak telur yang dicampur pasir untuk memperkokoh. Saya tidak tahu kerak telor atau kuning telur, yang pasti dulu saya hanya memikirkan berapa banyak telur yang dihabiskan untuk membangun bangunan ini melihat bentuknya yang memang langka kalau itu benar. Sampai sekarang tempat ini tidak ada banyak polesan baru kecuali di luar pagar yang cukup indah di tata hari ini dengan taman hijau yang rimbun, dulunya taman ini menjadi destinasi kami melepas sepatu ketika akan menyelenggarakan shalat zuhur yang mana ketika azan tiba murid sd dan juga mtsn secara bersamaan berkumpul. Ini membuat masjid ini selalu penuh kala zuhur sehingga para siswa mencari spot meletakan sepatu di berbagai tempat, tidak hanya pada kondisi membuka sepatu, tapi juga kala shafnya sampai ke belakang karena didominasi para siswa SD dan mtsn.
Lokasi luar pagar utama masjid yang dulunya menjadi spot tempat siswa menaruh sepatu. 
    Sebelum menjadi masjid, beritanya kawasan ini menjadi salah satu bagian dari kerajaan hindu yg bernama Indrapura yang mana lokasinya sampai ke kawasan benteng Indra Patra kawasan ujong batee. Tak heran jika tampilan masjid ini masih mempertahankan arsitek kuno dengan kayu-kayu tua yang mempunyai 36 batang tiang kayu dan pondasi benteng yang masih berdiri kokoh dengan luas sampai 33 meter kubik uniknya sistem bangunannya tidak dipaku melainkan di kait dengan cara di pasak. Lokasinya juga berdekatan dengan sungai sehingga dulunya era kesultanan ini menjadi jalur perdagangan yang menjadi salah satu kawasan jalur rempah beritanya. lagi-lagi saya baru mengetahuinya ketika menulis artikel ini hehe.

Lokasi wudhu dulu disini kala saya Mtsn ini jadi tempat cuci kaki.

    Menjadi kawasan cagar budaya membuat tempat ini cukup menarik karena selain sebagai tempat wisata religi juga menjadi sarana edukasi sejarah hingga budaya karena dari sini sisa peninggalan pra islam yang telah mengalami akulturasi perombakan menjadi masjid. ini bisa dilihat dari bentuk atapnya yang masih mempertahankan sistem lalu atau tradisional tempo dulu yaitu atap bertingkat. Kata indra saja sudah sangat identik dengan agama hindu dan budha sehingga kawasan ini banyak juga ditemukan makam kuno peninggalan agama hindu atau budha. pastinya proses pemindahan ini tidak mengalami konflik karena kondisi kedatangan islam dalam keadaan damai. yaitu melalui perdagangani hingga perkawinan.


#wisatareligi #wisatasejarah #jalurrempah #cagarbudaya



         










   







Review Film "Welcome To Waikiki" Cara Terbaik Hindari Depresi

April 16, 2024 2
Kalian pasti tidak asing dengan sound gwenchana, yaps salah satu Sound yang sempat viral akhir tahun lalu di platform Tik Tok yang menjadi ikonik dari salah satu pemeran film welcome to waikiki. Kata-kata ini menjadi salah satu sound yang paling ramai digunakan menyemangati sekaligus menghibur di tiktok, Sound viral di tiktok tentunya  membuat film ini kembali ke blow up.  Beragam scene lucu yang bertebaran di platform tiktok. Film Welcome to Waikiki adalah series drama korea yang pertama kali tayang di tahun 2018 dengan 16 episode. Film ini diperankan oleh 3 sahabat yang mempunyai usaha, guesthouse dengan beragam tingkah konyolnya. Perjuangan mereka dalam membangun bisnis sukup dramatis terutama setiap saat datang ujian yang bertubi-tubi dalam meraih mimpi masing-masing. Film ini sangat menginspirasi karena sadar atau tidak sebenarnya ini seperti praktik kehidupan kita sehari-hari yang di komedikan
Lee Yi-kyung yang berperan sebagai Jun-gi adalah duta gwenchana yang mempunyai positif vibes di setiap saat. Keinginan menjadi aktor benar-benar sebuah perjuangan yang luar biasa yang membuat suasana sial menjadi suatu yang termaafkan, Dong-gu yang diperankan oleh Kim Jung-hyun bercita-cita menjadi sutradara, sedangkan Du-sik (Son Seung- won) yang ingin menjadi seorang penulis naskah. Cita-cita mereka selalu tidak berjalan mulus terutama bisnis penginapan yang menurun menyebabkan kesulitan dalam segi finansial untuk membayar listrik dan pretelan nya, hal ini memaksa mereka untuk memeras diri lebih dengan segala cara mendapatkan uang, kejutan tidak berakhir disini, dimana tiba-tiba tamu tidak terduga (jung in-sun yang berperan sebagai Han Yoon- ah dan Lee Joo Woo   dengan peran sebagai Min soo-ah muncul disaat kondisi 3 sekawan yang sedang kacau balaunya, kesulitan semakin blak- blakan kini. Mulai dari proses membangun bisnis olshop, sampai drama çari kerjanya yang non stop absen, Film dengan genre komedi ini di balut dengan cerita yang cukup sederhana untuk dicerna tapi tidak mengurangi bumbu romansanya dalam bentuk komedi. Setiap scene penuh lawak tawa yang yang sebenarnya dalam dunia nyata kalau diposisikan ke kita, sangat keras perjuangannya. Sehingga sangat cocok untuk menghilangkan stress "Bayangkan ketika belum jelas  kerja atau baru dipecat tapi ibu kos minta uang kos dalam 2 minggu kalau tidak suruh minggat" pasti frustasi kan? Nah beginilah cara menghibur diri jikalau diolah dalam bentuk film. sehingga saking bagusnya film ini sangat berhasil dan berlanjut rilis season 2 nya.   
     Season 2 pun masih berlanjut dengan 16 episode yang tayang pada tahun 2019. konsepnya masih mengusung usaha penginapannya namun dengan pergantian beberapa aktor dan dengan sedikit perubahan konsep, kali Jun-gi yang masih diperankan oleh Lee Yi- Kyunh beradu akting dengan dengan actor ternama lain yaitu  Kim Seon-ho dan Shin Hyun-soo, dengan lawan mainnya yaitu Moon Ga-young, Ahn so-hee dan Kim Ye-Won. Drama lanjutan tak kalah serunya dari season satu. Perjuangannya masih sama dalam drama membangun usaha yang kali ini usaha makanan, cita-cita menjadi seorang pemain Softball profesional atau pencipta musik yang gak laris-laris. Kisahnya sangat realistis aplikasikan bagi kita yang sedang merintis. Namun sama hal seperti season pertama film ini tak sekedar menawarkan tawa gelak dan romansa untuk kondisi mereka yang menyedihkan tapi juga ada pesan tersirat untuk kita, yaitu dengan kondisi yang sama tentunya dengan season satu yaitu "gwenchananya". 
     Kata gwenchana di sini betul-betul seperti ungkapan penolong yang khas dari film ini, posisinya sama seperti kata "All is well" dalam film india 3 idiot. hal ini bisa dikatakan menjadi salah satu  obat penyemangat ketika kita dalam kondisi terburuk, walau kata orang "disemangati bagaimana pun ketika lagi capek tetap aja capek dan sulit". Entah bagaimana cobaan menjadi sarapan mereka setiap waktu tapi tetap lee joo-ki imbarat kartu emas dengan mantranya yang telah mengajarkan banyak hal. Bukan sebatas  menghibur tapi juga menjadi pengingat bagi penonton untuk tetap berpikir positif, yang mana mungkin bagi kita dengan kondisi sulit supaya tetap bertahan dengan kondisi pahit. semisal satu scene sangat membekas bagi saya ketika sebuah meteor menimpa tempat mereka sehingga duta gwenchana kembali menyemangatinya "justru karena itu kita tidak perlu takut, kita sudah pada posisi terendah dalam hidup kita, tidak mungkin ada yang lebih buruk lagi terjadi kepada kita". Sehingga  bisa saya katakan kalau misal orang lagi stress, menonton film welcome to waikiki  adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi depresi.

#review #movie #koreadrama #drakor #film #sinopsis #film

Tips Glowing di Bulan Ramadan. Berikut Skincare Wajibnya.

April 09, 2024 0

 Ketika berpuasa umumnya kita mengalami perombakan waktu dan kebiasaan, jam tidur jadi berantakan dan masalahnya kadang bukan karena tadarus sampai pagi tapi memang ada semacam sugesti kalau lebih baik tidur setelah Subuh seperti hasutan jahat memang. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini sebenarnya sangat tidak baik karena bisa berdampak langsung kepada fisik kita baik secara kesehatan maupun kecantikan, pada beberapa kasus ketika berpuasa,  membuat kita menjadi acuh tak acuh tentang skincare dan body care padahal ini menjadi hal yang lebih sensitif ketika puasa, sebagai contoh bibir kita ketika berpuasa bakal lebih kering dan lebih mudah terkelopek hingga bisa menyebabkan terluka atau berdarah karena kekurangan air, jadinya saat inilah, harusnya kita mengoptimalkan skin Care dan body care agar kulit tetap kinclong dan glowing kalau kata orang sekarang. 

     Perawatan kulit adalah salah satu hal yang perlu kita optimalkan lagi ketika berpuasa tidak sekedar konsumsi makanan yang sehat yang dibumbuhi protein karbohidrat kompleks hingga vitamin tapi juga konsumsi kebutuhan produk untuk wajah dan kulit. skincare adalah salah satu komponen pendukung dari luar, Saya menyadari ketika berpuasa kulit saya mengalami perubahan yang signifikan mulai terlihat lebih kusam, lebih banyak penumpukan minyak sampai komedo yang lebih blak-blakan penampakannya sehingga lahirlalah tulisan ini untuk mengurangi dan mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk penampakannya ketika lebaran nanti. 
    nah berikut tips-tips muka tetap glowing kala ramadhan.

  • Eksfoliasi secara teratur
    Penumpukan sel kulit mati nyatanya bukan sekedar membuat wajah terlihat aura magribnya tapi juga berefek pada kondisi kulit yang membuat penyerapan produk perawatan kulit menjadi lebih sulit, dengan melakukan eksfoliasi kita telah membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat sehingga bisa merangsang regenerasi sel kulit baru, yang dapat membuat kulit kita terlihat tampak lebih muda dan fresh. eksfoliasi aman dilakukan seminggu 2 kali sesuai kebutuhan kulit dan sepadat apa aktifitas outdoor.

  • Pelembab Bibir
    Seperti yang saya katakan di awal , bibir ketika puasa mengalami kondisi yang kering karena kondisi yang bisa membuatnya pecah-pecah dan terluka dan parahnya sampai berdarah juga, namun sayangnya tidak semua orang menggunakan lipbalm dan memilih menyiasati dengan cara menjilati bibir, padahal itu malah memperburuk kondisi bibir. kondisi lip balm sangat berpengaruh besar layaknya moisturizer. ia membuat bibir tetap lembab sehingga tidak terlihat seperti orang sedang sekarat.

  • Pelembab wajah
    Kondisi puasa umumnya membuat kita dehidrasi yang mana bisa berefek sangat besar untuk kulit kita seperti kering, kasar, dan kusam. kulit kering umumnya memperjelas kerutan di wajah sehingga penggunaan moisturizer sangat lah penting ketika puasa terkhususnya untuk mereka yang berjenis kulit kering. Ironisnya lagi ternyata, kulit yang kekurangan air juga bisa menyebabkan peningkatan produksi minyak. karena Kulit mencoba mengkompensasi kekurangan air dengan menghasilkan lebih banyak minyak, yang dapat menyebabkan masalah kulit lainnya seperti jerawat dan komedo. sehingga kebutuhan air untuk menutrisi kulit sangatlah besar peranannya, jadi harus dipastikan menggunakan moisturizer untuk membuat kulit sehat dan aman dari kondisi tersebut.

  • Reapply sunscreen
    Kebiasaan kita kita yang jarang reapply sunscreen membuat sunscreen terlihat tidak maksimal dalam penggunaannya. sunscreen bisa dikatakan sebagai komponen inti untuk menjaga kulit ketika terkhusus ketika beraktifitas diluar ruang, ia melindungi kita dari segala resiko kulit, layaknya flek, hipermentasi dan juga kanker kulit.

    Kondisi perawatan kulit agar tetap glowing tidak hanya berlaku ketika puasa, namun puasa memperjelas jikalau bulan ramadhan kita memerlukan pengoptimalan karena peyesuaian kondisi lingkungan baru. Terlepas dari puasa skincare adalah kebutuhan wajib kulit yang tidak bisa di negoisasi jika ingin kulit sehat dan cantik, namun kita harus memastika pengunaan scinkarea tersebut sudah memenuhi standar BPOM jadi aman sehingga terjamin dalam pengunaannya, salah satu produk yang bisa kalian intip ialah Theraskin selain halal dan BPOM harganya sangat terjangkau untuk mahasiswa dan semua kalangan, ya intinya cocok untuk kaum yang mendang-mending yang mau murah tapi gak murahan untuk kulitnya.
sumber ig  @theraskin
     kulit ketika berpuasa sangat berpengaruh ketika lebaran, sekarang bayangkan ketika puasa kulit kusam dan berminyak parah yang berefek puncaknya ketika lebaran apak kalian siap?  tiba-tiba  di spam jerawat batu sebesar kamera boba, tentu baju lebaran  semua planing liburanya jadi buyar kan?

#skincare #glowing #beauty 


Takjil khas Aceh kala puasa yang asing di meja dapur

April 08, 2024 0
Sejujurnya walaupun suka berburu kuliner baru, ada beberapa jenis makanan yang jarang banget saya makan, terkhusus ketika bulan Ramadan, padahal ini sejenis sejenis takjil yang menjadi ciri khas ketika puasa di aceh tapi tidak pernah memeriahkan meja dapur saya,  alasannya bisa beragam entah karena susah ditemukan atau memang Ramadan menurut saya nggak cocok untuk kudapan jenis ini. 
Sumber : Ig @Acehramadhanfestival 
 
    Berikut jenis-jenis takjil khas aceh tapi tidak pernah saya cicipin atau tidak saya temui di dapur mejaa rumah ketika Ramadan tahun ini : 

1. Leumang
Leumang sendiri sangat terkenal terlepas dari Aceh,  Daerah luar  pun juga cukup familiar dengan makanan satu ini, layaknya padang yang bahkan menjadi tradisi memasukin ramadhan dengan cara di masak berjamaah. ini namun secara pribadi tidak tahu bagaimana makanan atu ini menjadi salah satu makanan khas aceh kala ramadhan karena  hampir tidak pernah saya cicipi ketika puasa bahkan di luar puasa.

2. Rujak khas Aceh
Sejujurnya rujak paling mudah ditemukan tapi selama puasa tahun ini, Saya bahkan tidak menemukan di meja dapur, kecuali hari terakhir dan itupun alasannya karena kakak saya pulang ke rumah Jadi dibeliin dan itu juga saya tetap tidak nyicip walaupun sudah ada di meja dapur, entah kenapa selera saya hilang dalam dunia perujakan ketika puasa. tpadahal ibu saya sangat suka rujak tapi tidak pernah membelinya ketika bulan puasa dan lebih memilih gado-gado dan pecal setiap hari

3. Timphan
kasus ini sama seperti rujak, ia menjadi asing di meja dapur padahal ini adalah khas aceh sejuta umat yang bisa di temui pada setiap acara di aceh ,terlepas dari bulan puasa bahkan lebaran. makanan ini cukup terbilang manis, saya menyukainna namun entah karena efek cuci mata ketika bulan ramadhan saya malah tidak mencicipinya  padahal lebaran makanan ini juga tak kalah hits sampai-sampai ada ungkapan yang mengatakan ìUroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasaî atau artinya yaitu Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan.

4. Mie caluk
Ini adalah salah satu makanan khas yang beralamatkan lokasi kampung halaman  bapak saya, cukup terkenal di hari-hari biasa dan menjadi favorit ketika puasa, sayangnya ketika puasa tidak semudah menemukannya seeprti posisi di kampung halaman bapak, karena kalau di kecamatan daerah mie aceh lebih hits walau sebenarnya kepikiran entah mie aceh atau mie caluk, kok bisa berbuka puasa pakai mie, agak lucu sih kalau dipikir tapi heranya ibu saya sangat suka buat mie aceh ketika puasa tahun ini bahkan melebih jumlah saya masak mie ketika puasa. 

5. Timur suri  
Ini menjadi favorit bapak saya, tapi saya tidak menolak kalau ada. Sama seperti kasus Leumang, timun ini bukan saja menjadi makanan khas daerah aceh tapi sejagat yang populer juga ketika puasa di aceh, padahal ini bukan buah musiman tapi herannya seakan cuma bis ditemukan kala sedang puasa. Namun lucunya saya baru mejadi dk akhir puasa kalau buah timun ini tidak pernah saya cicipi di ramadhan  tahun ini bahkan ketika tulisan saya di hari terakhir puasa pun selalu pelarian saya ke air kelapa.

Nah itulah beberapa jenis makanan khas puasa di aceh tapi langka pada indra pengecap saya. kalau kalian apa ni

Suka Mudik Karena Mampir Ke Sekolah Pelatihan Gajah

April 08, 2024 24
Sejujurnya tempat ini berada bukan di kampung halaman bapak saya, tapi arah menuju kampung halaman bapak saya yang berada tepat di jalan lintas nasional sehingga ketika  melewati tempat ini saya selalu melirik ke arah sana sekalipun kadang kurang berutung karena gajahnya tidak berada di lapangan. Sejenis kebahagian ketika bisa melihatnya lagi walau sekarang terlalu tua untuk menaikinya. yaaa bisa dikatakan ini menjadi salah satu destinasi favorit saya waktu kecil ketika mudik pulang ke kampung halaman bapak. 
Sumber : google maps Adi Darma
     Tempat ini mempunyai kenangan indah untuk saya di masa kecil. Saya yang kecil suka mengintip gajah terutama ada anakannya yang sangat gemes walau ukurannya tidak mungil layaknya kelinci dan kucing. Nama tempatnya adalah pusat latihan gajah atau dikenal dengan kata PLG,  tempat ini berada di kawasan saree, Kabupaten Aceh Besar provinsi Aceh yang mana lokasinya berada di gunung Seulawah.  Adapun perjalanan menempuh kesini kisaran 3 jam atau 75 KM dari Kota Banda Aceh. Infonya tahun 80-90an daerah Seulimun menjadi salah satu tempat yang diganggu oleh gajah yang ternyata merusak tanaman padi dan ladang masyarakat, upaya yang dilakukan untuk mengusirnya pun tidak berhasil hingga akhirnya pemerintah membangun sebuah sekolah untuk pelatihan gajah yang mana gajah- gajah liar tersebut di tangkap yang kemudian disekolahkan, bukan sekedar nurut tapi juga sebagai tangan kanan yang kemudian hari, gajah yang sudah disekolahkan ini menjadi penghubung dengan gajah- gajar liar yang mengamuk diluar sana. Jadi bisa dikatakan mereka bertugas menghalau atau mengusir gajah liar yang mau memasuki kawasan perkebunan dan pemukiman penduduk sehingga konflik satwa liar dengan masyarakat bisa dihindari.
Sumber :  gmaps Ahmad Fauzan
    Sekolah gajah ini adalah salah satu bagian dari memori baik di masa kecil saya. Masih membekas dingatan ketika waktu kecill menaikinya dengan dipandu oleh sang pawangnya, ini adalah salah satu kebahagiaan yang paling murah dengan modal cuma 10k saja. Tempatnya yang berada di kawasan pusat perbelanjaan kripik saree berhasil menjadikan kawasan wisata ini selalu dibanjiri oleh para wisatawan. Sembari menunggu ibu saya berbelanja, saya selalu mengitip kesini di temanin bapak, baik yang sebatas melihat atau yang  menaikinya secara langsung. Tempatnya tidak terbuka setiap waktu karna kadang gajahnya sedang latihan atau terjun ke hutan jadi sejenis keberuntungan jikalau moment kita kala ke tempat ini bisa  berpaspasan, memang sejujurnya kalau pergi khusus sangat memungkinkan kecewa kecuali sambilan seperti dalam perjalanan mudik saya. Sejujurnya Saya sudah lama tidak pulang mudik Jadi saya tidak tahu bagaimana perkembangan tempat pendidikan atau konservasi gajah ini, apa masih meriah seperti dulu atau mulai pasif karena saya tidak pernah update tentang tempat ini lagi kecuali ketika nulis challange yang di adakan oleh Blogger perempuan network tentang  tempat wisata favovit kala mudik. Saya langsung teringat ke tempat wisata ini dan langsung berburu nformasi.
     Gajah di sini bukan saja sekedar nurut tapi bahkan bisa bermain bola,  Saya pernah menonton atraksi mereka bermain bola waktu kecil dengan bola yang lebih besar dari ukuran tubuh saya. Dulu hal itu terlihat sangat luar biasa, tapi kalau mengingatnya sekarang saya punya firasat agak khawatir perihal bagaimana pelatihannya sampai dia bisa bermain bola seperti sekarang. Pasti dia melewati pendidikan yang sangat keras dan disiplin sehingga punya keahlian manusia. Imajinasi saya langsung mengarah ke lumba-lumba dan beruang atau singa yang dilatih layaknya di sirkus. entahlah semoga ini cuma mimpi buruk saya, karena sebagaimana yang telah saya sebutkan di awal asal usul dari pelatihan gajah ini adalah untuk melindungi mereka dari kondisi berbahaya yang kala dulu bisa mengancam keberadaan mereka karena konflik dengan manusia. Jadi pelatihan ini adalah salah satu bentuk untuk melindungi mereka selain juga bertujuan untuk mengusir gajar liar diluar sana yang bisa berkonflik dengan masyarakat. Terkhusus lagi di sana di bawah naungan BKSDA Jadi mereka mendapat tidak sekedar pelatihan tapi juga perawatan ya langsung dipantau oleh para pemerintah. 
     

Suguhan kue khas Aceh kala Lebaran

April 07, 2024 0
Ada sebuah kebingungan dalam tradisi lebaran di rumah saya. Entah mengapa ibu saya menjadikan kue ini imbarat anak emas yang mana ada banyak jenis kue lain yg lebih mahal atau lebih khas sebagai makanan acehnya . Hal ini membuat saya jadi tidak suka dengan kue ini ketika lebaran dan sebaliknya pada hari-hari biasa saya sangat suka ngemil yg tersisa.. ini bisa dikatakan kue yg tidak pernah absen di toples rumah.. Tapi setengah tidak percaya, rekor pertama seumur hidup ibu saya tidak memesan kue ini untuk lebaran tahun ini!
sumber  pic @dapurmakmir_19

     Namanya kue spet, ini menjadi salah satu ciri khas lebaran di Aceh terutama di rumah saya, kata spet ini diambil dari kata seupet dalam bahasa Aceh yang berarti dijepit karena proses pembuatan kuenya yang mengalami tahap yang demikian. namun dalam referensi lain saya menemukan jikalau kue ini dikenal juga dengan kata kue semprong dan disebutkan juga sebagai makanan khas daerah kalimatan barat, entah bagaiamana muasal jadi ciri khas aceh juga.  Dulunya makanan ini hampir bisa saya jumpai di setiap rumah kala saya kecil,  tapi hari ini makanan ini mulai terlihat pilih-pilih rumah, yaaa bisa dikatakan seperti mulai jarang ditemukan kecuali di rumah-rumah di kampung karena beragam inovasi baru membuat makanan semakin aneh-aneh di dalam toples sekarang seperti permen, coklat roka dan sejenis makanan yang tinggal beli siap. Belum lagi untuk jenis kue ini tidak ada yang dijual dalam bentuk siap, jadi prosesnya juga harus dipesan. Akhirnya ini menjadi tugas saya  untuk mengantar telur tepung ke rumah langganan emak saya. untuk di olah dan tak tanggung pesannya bukan satu toples lebaran tapi satu wadah tempat isi kerupuk yang ukuran sedang yang biasa kalian temukan di resepsi pernikahan. 
    Adapun jenis bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kue ini yaitu, tepung beras, santan kental, gula pasri, bawang merah telur dan garam dan porsinya sesuai jumlah yang ingain dibuat. Adonan ini di campur secara kesuluruhan sebelum berada pada tahap di bakar dan untuk proses pembakaran atau pencetakanya ada 2 cara, cara tradisionalnya yaitu dengan memanfaatkan dua lempeng besi yang bermotif yaitu cetakan yang sudah dituang adonan,  berlanjut dibakar dengan tungku arang dengan memanfaatkan batok kelapa, namun cara ini sudah jarang dan tidak pernah saya temukan  secara langsung lagi sampai sekarang, pembakaran dengan memanfaatkan batok kelapa ini membuat kuenya lebih wangi dan rasa lebih enak, sedangkan cara kedua yaitu cara cepat dengan memanfaakan kompor langsung. 
      Jenis kue ini pun bisa dimodifikasi jadi 3 corak yang berbeda, ada yang berbentuk kipas segitiga, (ini adalah corak seribu umat yang paling di gemari dirumah saya) kedua motif  ada seperti gulungan rokok, dan silinder gulungan yang pernampakannya sangat jarang ditemukan karena penataan di dalam toples yang terlihat susah.  dan sungguh tidak cocok untuk orang yang tidak sabaran seperti saya. 
        Namun seperti yang sudah saya sampaikan di awal tahun ini ibu saya tidak meminta mengantarkan bahan pembuatan kue ini sehingga ini cukup mengejutkan saya sebenarrnya. Bagi ibu saya kue spet ini imbarat daging kalau puasa yang tidak terpisah keberadaannya di dapur tapi kali ini kue udah menghilang dari peredaran dan ternyata alasanya ibu saya ingin coba kue khas ceh versi lain, dan tak tanggung-tanggung kali ini memesan kue khas aceh  2 jenis lagi. sebenarnya ada ke khawatiran tradisi kue bukan karena tidak suka siaap yang tidak suka jikalau makanan untuk ngemil jadi semakin bervariasi, namun masalahnya ialah dinamika mengantar bahan pembuatanya jadi doble, saya harus membawa batok kelapa 3 tepung, telur, gula, wadah plastik 15 L untuk pengisian kue dan itu dobel sehingga tentengan saya melebihi orang jualan kue lebaran malahan.