Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Wednesday, 7 January 2026

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

January 07, 2026 1

Saya dan Mei Kembali melaju cepat kala menyadari rintik air membasahi bumi, gerimis pelan tanpa mantel membuat kami tak kuyup tapi tetap tak nyaman kalau tak sampai terus ke tempat yang dituju, sialnya sebagai si perdana ke tempat tersebut kami hampir kelewatan dengan klakson berulang dari Kawan yang memperingatkan, dan taraa sebuah gerbang tinggi menutup setengah penampakan dalam yang membuat kami tak sadar inilah tempat yang dimaksut. Seperti nama cafenya Aceh Heritage Vintage, perjalanan kedatanganpun disambut dengan rumah panggung yang di hias ornamen khas simobolik aceh dengan bendera merah putih berdiri kuyup di depanya, gerimis semakin keras menampar helm yang membuat saya langsung bergegas membuyar lamunan untuk mencari parkiran di tempat yang super padat merapat dengan mobil dan motor. Feeling saya tempat ini pasti dimeriahkan oleh turis luar daerah seperti Jakarta atau sekalian bule mancanegara.

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

     Berkelana seharian dalam misi berburu spot mewah dan alami di sabang membuat saya dan teman kelaparan kala perjalan pulang. Setelah sekian kalkulasi dana dan waktu ternyata kita masih bisa berburu tempat makan sebelum sapa pamit undur dari kota yang mega dengan penampakan safa tersebut. Ya akhirnya kami menuju ke destinasi terakhir yang terkenal selain kulinernya tapi juga alamnya yang bikin candu. dan benar saja, penampakan pertama kala memasuki keruangan adalah sepasang bule dengan celana pendek yang duduk santuy, mata saya langsung berburu spot nyaman untuk regu yang berjumlah enam orang, agak kesulitan melihat tempat penuh hura hara manusia diliburan di akhir pekan, sesosok Wanita dengan baju penganti terlihat di bilik seberang sedang berpose postwedding, view mendukung sekalipun hujan terlihat bagus dengan konsep indoor maupun outdoor ditempat sini. Pantesan semua merekom tempat ini terlepas dari makanan yang belum dirasakan yang pasti untuk penampakan sudah tidak diragukan.

            Akhirnya kami menepati spot pojokan yang menjadi tempat paling aman untuk kursi 6 orang. Posisi tepat disamping ruang dapur membuat aroma beragam hidangan tercium semerbak, penampakan hujan yang perlahan membudar membuat suasana Kembali membaik, sekalipun terlihat banyak turis luar negeri namun pelayanan bergerak gesit tanpa melihat penampakan orang kami yang bakal terlihat patungan nantinya ckckc, Benar-benar membuat nyaman untuk service dengan harga yang dihitung masih aman untuk kawasan café yang cukup mewah penampakan.

Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage

            Pada akhirnya setelah berkutat diskusi singkat, kiblat makanan kami jatuh ke pizza lagi. Dengan harga 70an dan beragam menu tambahan layaknya kentang goreng untuk makan jamaah akhirnya sajian makanan terhidang pada meja berbentuk tak bundar tersebut. Pesanan siap kala matahari Kembali riang , seakan mendukup mood perjalanan kami yang bakal berakhir setelah ini, potongan pizza yang lumer tak pelit toping benar-benar bikin kenyang untuk satu potongan saja tanpa menyentuh kentang lagi, entahlah untuk teman saya yang lain, tapi memang lambung saya seakan sangat membatasi setiap sisi untuk menerima banyak energi.

            Kenyang makan waktu berburu spot berlanjut, beragam penamakan dan hiasan membuat mewah pengambilan gambar, ayunan yang bisa digunakan untuk berswapoto kadang terlihat penuh sampai harus ditungguin, sembari menungu teman berselfie riang di didepan cermin yang tertata tepat disamping ayunan, pegambailan video dan gambar benar terlihat tak melelahkan dengan beragam spot posisi yang diusahakan.

            Aceh heritage vintage sendiri merupakan sebuah café yang terletak di Jl. H, Agus Salim No.2, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Tempat ini bukan sekedar kaya akan view alamnya yang mempesona tapi juga kayak akan kearifan local dari beragam segi, mulai dari kulinernya yang cukup bervariasi sampai ornament pelengkap khas aceh yang cukup bikin tempat jadi terlihat autentik. Untuk menu sendiri juga tidak dibatasi pada khas kuliner khas aceh sebagai bentuk memperkenalkan aceh, tapi juga beragam makanan fastfood familiar seperti pizza spaghetti, capcay, sampa tomyam untuk para turis dari local aceh yang sudah familiar dengan kuliner aceh  dengan pengen coba menu lain. Baca juga wisata alam bagi pecinta buku dan laut

            Untuk konsep rumah aceh yang terlihat di aceh pada gerbang masuk sendiri faktanya juga bisa di masukin dengan Beragam sajiah khas penampakan aceh, infonya itu adalah tempat shalat yang diluar ekspetasi saya sendiri. Tempat parkirpun gratis dengan posisi café tersebut yang juga masih berada pada Kawasan yang sama dengan resort, memang benar-benar hoki menemukan tempat dengan paket lengkap seperti ini, terkhusus tempat cukup popular hingga kini dan rame didatangi turis asing tapi tidak tebang pilih pada turis local yang pesan makanan patugan lagi wkwk  Akhirnya kami pulang dengan kenyang perut, photo di galeri yang menimbun.

 #travelkuliner #wisataaceh #sabang #resort#acehheritagevintage

 

 


 

Tuesday, 30 December 2025

Tempat Makan Praktis di Cowes untuk Keluarga Saat Musim Liburan

December 30, 2025 0

Musim liburan selalu mengubah ritme Cowes. Jalan utama menjadi lebih ramai, stroller dan sepeda anak lalu-lalang di tepi pantai, dan agenda keluarga terasa padat, dari bermain pasir, melihat satwa, hingga menunggu matahari terbenam. Di tengah semua itu, ada satu kebutuhan yang selalu sama: tempat makan yang praktis, nyaman, dan ramah keluarga.

    Di Cowes, menemukan tempat seperti itu bisa jadi penentu apakah hari liburan berakhir dengan senyum atau kelelahan. Karena saat anak mulai lapar dan orang tua butuh jeda, pilihan makan yang tepat membuat segalanya kembali terkendali.

Cowes di Musim Liburan, Seru Tapi Menantang

Cowes adalah jantung aktivitas Phillip Island. Pantai yang landai dan mudah diakses membuatnya ideal untuk keluarga, sementara deretan toko dan kafe di sepanjang jalan utama menambah pilihan hiburan. Namun di musim liburan, kepadatan pengunjung sering berarti antrean lebih panjang dan waktu tunggu yang menguras kesabaran, terutama saat jam makan siang atau makan malam.

Di momen seperti ini, keluarga biasanya mencari tempat yang:

  • mudah dijangkau dari area pantai

  • tidak ribet soal menu

  • penyajiannya cepat

  • nyaman untuk anak

  • tetap menyajikan makanan hangat dan mengenyangkan

Pilihan Praktis di Cowes

Pika sushi kerap menjadi pilihan keluarga yang ingin makan tanpa drama. Dari luar tampil sederhana, namun begitu masuk, suasananya terasa lebih tenang, cukup untuk menurunkan tempo setelah pagi yang aktif.

Restoran ini bekerja baik untuk konteks liburan keluarga karena alur makannya efisien: memilih menu cepat, menunggu tidak lama, dan langsung menikmati hidangan hangat. Tidak perlu menyesuaikan banyak hal; semuanya terasa lurus dan mudah.

Menu yang Memudahkan Keluarga

Saat liburan, keluarga jarang ingin bereksperimen terlalu jauh. Yang dicari adalah menu yang aman, familiar, dan bisa dibagi. Di Salah satu tempat makan praktis di Cowes yang menarik adalah .Cowes, beberapa pilihan ini sering jadi andalan:

  • Bento Box
    Paket lengkap dalam satu sajian, nasi, lauk utama, salad, dan sup miso. Praktis untuk anak dan orang tua.

  • Chicken Katsu Curry
    Kari Jepang yang lembut dan creamy, mudah disukai anak-anak, mengenyangkan tanpa terasa berat.

  • Sushi Pack atau Sushi Platter
    Mudah dibagi dan cepat disantap, pas untuk keluarga yang ingin makan bersama tanpa menunggu lama.

  • Katsu Ramen
    Opsi hangat saat angin laut mulai terasa dingin di sore hari; membantu mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas.

Menu-menu ini membantu keluarga makan dengan tenang, tanpa harus menunggu terlalu lama atau menghadapi pilihan yang membingungkan.

Lokasi yang Mendukung Itinerary

    Letak yang strategis memudahkan keluarga untuk singgah sebelum atau sesudah aktivitas utama, entah setelah bermain di foreshore, sebelum menuju agenda sore, atau sebagai makan malam ringan sebelum kembali ke penginapan.

Tersedia juga versi  untuk para vegetarian

Selesai makan, banyak keluarga melanjutkan hari dengan berjalan santai, membeli es krim, atau kembali ke pantai untuk menikmati sisa cahaya matahari. Ritmenya tetap terjaga, tanpa rasa tergesa.

Musim liburan di Cowes memang penuh energi, dan di tengah keseruan itu, tempat makan praktis menjadi penopang utama hari yang menyenangkan. Dengan suasana yang tenang dan menu yang mudah dinikmati seluruh keluarga,menawarkan jeda yang tepat, hangat, cepat, dan nyaman.

Untuk keluarga yang ingin menjaga alur liburan tetap ringan, memilih tempat makan yang tepat sering kali membuat perbedaan besar. Di Cowes, jeda itu bisa berarti satu meja sederhana, makanan hangat, dan momen tenang sebelum petualangan berikutnya.

#bloggerfood #foodie #mukbang #rekomendasimakanan #vegetarian #vegan #foodslovers #sponsored

Sunday, 23 November 2025

Berburu gua jepang yang berada di Aceh.

November 23, 2025 2

Kolonial jepang meninggalkan banyak jejak di aceh selain troma penjajahan, Adapun salah satu Kawasan yang kaya dengan nilai stories dari negara nipon ini yaitu kota sabang.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

Perjalanan liburan ke kota sabang benar benar membuka insight baru perihal peninggalan jepang yang masih membatu, tujuan utama untuk liburan ke iboeh untuk melirik dolphin membuat penjelajahan berlanjut terus. Rahmat pelatih snorkling saya merekomendasikan gua jepang yang posisinya tidak terlalu jauh dalam perjalanan pulang dari jalan utamanya. Akhirnya list saya bertambah terkhusus jam kami masih cukup banyak untuk berselucur ke beberapa tempat asing lagi.

Baca juga : wisata ke taman safari jantho 

            Perjalanan pulang dengan jam diangka 11 membuat jalanan terlihat kosong melompong, siapa yang tertarik siang Terik di kota tepi berlalu Lalang saat begini? Tentunya hanya turis balapan yang dikejar waktu mau effort segini.  Posisi tempat yang dituju nyatanya masuk kedalam 5 km dari jalan utama, benar-benar diluar ekspetasi karena seperti rute ke kebun paman tapi dengan inovasi jalanan mulus dan sinyal bagus. Sayangnya lalu Lalang orang terlihat lesu. Kami sempat ciut mentalnya kala semakin dalam masuk kedalam. Beberapa kali kami melewati penginapan atau dengan konsep alam yang terlihat milik pribadi, sesekali penampakan laut biru sebelum disapa pohonan rimbun lagi, sangat jarang bertemu orang dan hanya bertemu satu dua orang laki-laki yang baru keluar kebun memotong pakan ternaknya, benar-benar sepi sampai akhirnya kami melewati markas tni yang membuat mulai ada gerakan yang lebih ramai.     

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

            Tiba melewati markas inilah penampakan tempat yang dimaksud mulai terlihat perkirannya. Posisi tempat yang berada di bawa membuat penampakan dari parkir saja sudah sangat indah, rimbun tanaman yang berpadu dengan warna laut menambah kaya akan keindahan tempat ini. Akhirnya kami memarkiran motor pada tanjakan yang cukup miring posisi tempat cukup terbatas untuk parkir tapi mungkin karna posisi tempat wisata di dalam rimbun hutan jadi parkirnya cukup untuk kami masih. Akhirya kami masuk dengan tiket 5000 per orang tanpa bayar parkir lag. Syukur sekali kota ini bersih dari pungli pencurian motor dan tukang parkir.  Inilah bonus leb bertamasya ke kota ini.

Kamipun menuruni tanjakan dengan hati-hati, padangan tak bisa lepas dari laut yang semakin dekat semakin indah dinikmati, sebuah tempat makan yang berada di Kawasan bisa mejadi alternatif jikalau ingin makan siang atau hanya sebatas untuk lihat gua jepang dan photo disini. Ayunan menjadi aksesoris khas yang sering di jadikan tempat memacu adrenalin ada juga yang sebatas bergaya untuk di jadikan memori story, sebuah pohon rumah juga berdiri beriringan yang masih di naiki untuk mengambil selfie. Tempat ini benar-benar membuat saya takjub dengan harga 5k saja. Saya tak menyangka ini lebih cantik dari photo yang saya cari kalau berselencar mencari  tahu tempat ini. Akhrinya saya ikutan antri untuk mencoba adrenalin ini.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

 Wanita yang sedang mengunakan ayunan terlihat turis sekali, dari fashion jelas bukan orang aceh. Sadar sedang mengantri seorang bapak berumur setengah baya yang posisi dekat kursi tiba-tiba berbasa basi, akhirnya ketahuanlah jikalau Wanita tersebut berasal dari Malaysia dengan posisi si bapak sebagai tour guidenya. “Hari ini air pasang, jadi gk bisa turun kebawah kalaupun gk pasang malas kali tangganya banyak banget, saya gk rekon” Saya menganguk bengong menyadari ternyata destinasi aslinya bukan di atas sini tapi terjun menuruni ratusan anak tangga lagi untuk ke guanya, terlihat kurang beruntung jadinya.  Tapi menyimak statement bapak sangat capek juga kalau bisa airnya gk pasang, tentu hal wajar karena beliau tour guide yang pastinya sudah muak bolak balik naik kesana sementara kita yang perdana pasti sangat antusias ketempat baru walaupun tangga ratusan. Kita analogikan Imbarat tembok raksasa china seklipun sudah tahu bikin sendi gemetar tetap saja ada turis yang excited mendakinya kan ?.  Akhirnya kami gagal kebawah dan memilih memperkaya photo di ayunan saja.

wisata di sabang aceh besar

Pohon kayu menjadi target selanjutnya setelah khatam eksisi di ayunan, tangga yang punya jarak cukup jauh membuat saya mengangkat sedikit rok agar tidak terpijak, sesekali saya lebih focus ke bawah ketimbang ke atas karena dibawa pas posisi kakak yang juga sedang menaiki. Jumlah tangga tidak banyak ini akhirnya berhasil membuat saya lega terkhusu penampakan langsung lautnya yang semakin cerah. Kamera Kembali on sembari menunggu kakak diatas saya melepas jacket tas untuk segera berpose. Langit benar benar mendukung kali ini. Warna tosca di himpi biru cerah membuat indah penampakan ini. Namun posisi semakin tinggi tetap tidak menolong banyak untuk menemukan gua yang di maksut. tapi tetap viewnya bikin betah untuk berlama-lama disitu, belum lagi pilihan makanan beraneka ragam untuk teman makan sederhana semua polesan terlihat lengkap dengan posisi yang masih aman dijangkau walau rada sepi sih, btw kalian tertarik setelah melihat spot ini?

#travel #trip #sabang #aceh #destination 

 

 

             

Monday, 6 October 2025

Wajib Masuk Wishlist! Bukan FOMO, Emang Seindah Itu Bromo

October 06, 2025 8

Beberapa hari yang lalu teman saya eksis spam story honeymoon kala berada di bromo. sejujurnya story teman liburan ke bromo bukan ranah asing di beranda saya sehingga saya tidak terlalu fokus walau belum pernah kesana, tapi karena berulang kali dalam seminggu itu dia update dengan beragam sisi dan template video yang berbeda, akhirnya hal itu membuat kepo juga untuk melirik lebih cerita seru dari honeymoon mereka. Disitulah akhirnya saya sadar bromo seindah itu untuk di romantisasikan ternyata.  

         Jujur saja saya belum pernah kesana, tapi mutual di instagram saya cukup ramai yang sudah update story disini, terkhusus teman dekat saya yang notebennya sama-sama berasal dari aceh, bahkan herannya beberapa teman saya memang terniat kesana honeymoon dalam arti bukan lagi jakarta atau tugas kerja jadi mampir kesana sekalian. Padahal, tiket Aceh kesana itu lumayan juga harganya bisa dikatakan setara ke luar negeri jika gk dapat harga hoki, pokoknya salut banget sama effortnya. Mereka berhasil explorer tempat yang sering masuk timeline dan beranda tiktok saya, entah melalui video douyin yang disulap keren atau photo sweet dengan sound lagu "About me". Yang pastinya pernah berita pasangan yang prawed sampai kebakar setengah bromo juga sudah sampai di feed saya. Singkat cerita, akhirnya sekalipun belum pernah kesana. Saya menabung pengalaman teman liburan dalam rangka honeymoon  kesini yang cukup beragam, tinggal nunggu story teman yang lamaran disini aja yang belum.  

 Bromo: Tempat yang Indah untuk Dirindukan, Meski Belum Pernah Didatangi

         Bromo sendiri  adalah salah satu tempat wisata  yang berada Taman nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)  pada diketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Posisinya meliputi empat kabupaten yaitu probolinggo, pasuruan, Lumajang dan malang, Jawa timur. Jadi untuk jarak tempuh kesini bakal berbeda tergantung posisi kita berangkat dari kabupaten mana. Bisa dari probolinggo Atau malang Bahkan juga bisa dari Surabaya. Nah untuk lebih aman mending gunain agent atau tour travel seperti dari awan tour yang sudah cukup berpegalaman menangani tur domestik hingga mancanegara, langsung kalian akses awantour.com mengingat ini jenis trip alam dan juga tempat ini masih berstatus sebagai gunung api aktif yang masih mengeluarkan asap belerang walau kondisi ringan ya. Jadi cari aman saja karna kita pun tak tahun kondisi asli disana gimana.  

          Dulu kala pertama kali  melihat teman update story membuat saya sempat kebingungan karena memakai jaket tebal di kawasan gunung berapi, jujur secetek itu dulu pemahaman saya tentang bromo yang ternyata suhunya bisa mencapi 10 sampai 5 drajat pada kondisi tertentu (Herannya saya pernah lihat  kreator douyin eksis dengan costum yang cukup terbuka untuk ditempat yang cukup tidak hangat tersebut jadi agak membingungkan kalau kita tak pengalaman langsung merasakan cuaca disitu, mungkinkah ia datang dimusim kemarau kah jadi suhu tidak terlalu dingin? hmm sayapun hanya menyisakhkan tanda tanya kala itu).
sumber creator douyin
     Tempat ini nyatanya menawarkan banyak daya tarik dalam sekali trip.  Baik penampakan gunungnya, spot sunrise, lautan pasir, sampai penampakan padang savana dan bukit teletubis pada bulan tertentu yang terlihat cukup cerah seperti golden sunrise di bulan tertentu juga. Tak lupa jasa kuda yang bisa di pakai untuk berswa photo atau untuk mengintip kawah nya langsung jikalau otot kaki tak cukup kuat untuk bergerak dengan jarak tempuh 2 km. Tak heran banyak yang kabur kesini untuk refreshing karena sebanyak itu daya tarik yang di sajikan belum lagi yang prawedding pastinya. Opsi praweding kesini menjadi paket komplit karena bakal dapat beragam spot berbeda dalam sekali jalan siapa yang tidak tertarik coba.?     

#Bromo #bukitteletubis 



   

Sunday, 28 September 2025

Gagal berburu dolphin berakhir snorkling di pulau rubiah

September 28, 2025 24

Saya masih tidak menyangka bisa ke sabang dalam satu bulan dua kali di tahun ini, rasanya benar-benar kejutan. Kondisi berpihak ke saya setelah penantian hampir lima tahun lebih untuk bisa sampai ke tugu Nol KM (wishlist lama berhasil juga saya tunaikan).  Akhirnya kulit yang belum tuntas kebakar terik lanjut part dua lagi huhu.

snorkling di pulau rubiah
            Keberangkatan kali ini memenuhi janji dari kakak untuk mengintip dolphin di laut lepas, target dan pembukuan sudah saya buat dengan denah dana dan list tempat yang bakal kami kunjungin. Chat gpt kembali jadi andalan namun  jadi gagal ketika kakak  bertitah "jangan ngikut gpt, bisa jadi gk relevan karena mereka ngumpulin informasi dari web yang mungkin sumber terbitnya gk ketahuan takut bukan yang terbaru. seperti beberapa kasus yang pernah kejadian" Kata-katanya terdengar make sense  dan akhrinya modal simsalabim saya pindah kiblat ke  igeh dan menemukan info tapi rada terbatas. Berangkatlah kami di jam 7 pagi dengan harapan naik kapal jam 8 pagi seperti perjalanan dengan squad KPI kemarin. sejujurnya kondisi kali ini sedikit beda tipis tapi tetap agak ngosngosan efek gk booking  tiket kapal sebelumnya jadi walau pergi cepat harus antri lagi. 
    Alurnya masih sama kami sewa motor dan setelah turun kapal langsung berburu tempat makan, tempattnya pilihan opsi awal dari kakak yang sudah kesini, makanan dan view sepaket bagus untuk direkom, tempat ini juga masih populer dan jadi spot utama yang sangat ikonik untuk mereka yang main kesabang. sekalipun banyak tipe tempat makan dengan konsep pemandangann yang melimpah ini adalah tempat yang paling ramai di mention di tiktok dan ig. Akhrinya kamii makan dan melepas leha sejenak sebelum ke tempat utama di iboih. 
liburan ke sabang
Tempat ishoma sebelum lanjut ke iboeh, salah satu tempat hits di sabang
    Perjalanan ke iboh terhitung waktu yang lumayan untuk kami mampir ke banyak tempat dulu, karena jaraknya bisa menempah waktu kisaran dua jam atau lebih tergantung banyak bertentinya kala mengendarai motor, melewati kota utama membelah gunung yang begitu berbelok naik turun benar-benar dilaur ekspetasi saya setelah kesini 10 tahun lalu, rasanya seperti beda alur padahal saya dulu sudah sampai kesana. Fyi Iboeh adalah salah satu kawasan di kota sabang yang menjadi destinasi incaran di kota sabang, ciri khas yang dijual di tempat inI ialah air lautnya yang jernih banget sehingga jadi tempat berkumpulnya para penggemar snorkeling & diving yaitu di Pulau Rubiah yang jarak tempuh dari iboeh kisaran lima menit menggunakan speed boat, tempat ini lah yang terkenal sebagai taman laut, kesanalah para turis luar kota umumnya berkiblat selain NOL KM nya, bahkan banyak juga yang kesini untuk berburu dolphin yang menjadi spot (ets disini maksutnya cari keberadaan dolphin yang terbit pagi-pagi  bukan berburu untuk dimakan ya..  tapi ngntip dolphin liar yang kejar-kejaran untuk kasih makan igeh story)  sayangnya untuk trip ini ternyata cukup hokian alias gak selalu ketemu mereka, lantas timbul pertanyaan kalau gk ketemu gimana? Nah pada opsi ini biasanya pemilik boat bakal nyoba sore lagi untuk cari dolphin tapi terkadang memang gk rejeki ketemu aja dan jikalau tidak ketemu uang tetap hangus karena bayar bensin mbok.

    Setelah mendengar penjelasan tersebut kami yang tiba di iboeh jadi puyeng, stengah mikir segala pontesi dan peluang yang paling aman akhrinya kami gk jadi alias skip trip dolphin karena harga boat dihitung perkapan bukan perorang jadi semakin ramai semakin murah sedangkan posisi saya pergi cuma berdua alias tidak bergroup, jadi agak mahal kalau untuk dua orang patuan jika berakhir gk ketemu, beda khusus kalau ada 5 orang patungan kalau gk ketemu dolphin gk nyesek banget keluar uangnya. disini kami langsung berpikir beruntung banget  yang trip rame. Haduh akhrinya list utama kami berubah haluan menjadi snorkling saja berhubung itu yang paling aman dan save kantong. 

    Kala kami sampai di iboeh orang-orang langsung menghampiri menawarkan jasa agent beragam jenis, entah diving, snorkling hingga trip dolphin. seorang kakek terlihat gigih mengejar sampai mengantar kami cari penginapan juga sekalipun kami bilang sudah tahu kemana harus pergi, karena ini bukan perdana untuk kakak saya. Agak nyebelin sebenarnya, karena kami juga paham kemana, dimana dan harus gimana, namun karena capek akhirnya saya ambil no beliau setelah beragam upaya yang dilakukan membuat saya ingin langsung pergi jauh dari berbicara dengan beliau, bukan durhaka ya, baru sampai setelah dua jam perjalanan langsung di tawarin snorkling benar-benar bikin puyeng. Pegal encok belum selesai langsung snorkling? yang benar aja dah. Mending langsung kabur ke penginapan tidur.

penginapan di sabang
Penginapan  di iboeh

      Balik ke si kakek, beliau menawarkan snorkling sore setengah memaksa namun karna lelah kami iyain walau dalam hati ogah orang baru sampai suruh nyemplung, akhirnya kami langsung gercep ke penginapan  tidur dan bangun kala jam lima dimana gk cocok lagi snorkling, ceritanya setelah magrib baru kami keluar untuk cari makan eh langsung kepergok beliau dong, seakan diintai keberadaan kami. Akhirnya lanjut lagi part dua jiwa sales beliau "tadi saya mau ngetok kamar gk sopan, tapi lupa minta no adik karena gk miskol gk jadi deh, padahal sebelumnya anak saya mau berangkat saya tahan suruh tungguin dua orang lagi, tapi karena benar-benar gk kabar langsung lanjut juga si anak karena bawa orang lain juga kan (kasusnya jasa yang di tawarkan snorkling pakai guide dengan sewa peralatan sama beliau dan jasa guide dari anak beliau juga) kami mengangguk setengah kelelahan wajah letih merespon pelan sembari menjawab singkat ia pak capek kali tadi, kebangun bahkan siap ashar itupun gk kuat keluar masih pegal tadi, setengah mengelas kami jawab singkat walau sebenarnya kami gk bohong kalau tidur karena capek perjalanan dari jam 7 pagi udah gerak dari rumah dan  jam 1 siang baru sampai ke penginapan di iboeh. Namun seperti saya kata bapak ini sangat gigih dan sekarang meminta no saya. otak saya berputar cepat "gk kan lolos ni" dalam hati batin saya. tapi tiba-tiba saya jadi pinter bersilat lidah akhirnya entah gmana cara kami lolos lagi dari beliau lagi, sumpah benar nguras energi kasusnya seperti di sergap sama buibu di kampung inggris pare yang maksa beli pensil jadinya, saya langsung ingat kesana waktu berinteraksi dengan beliau.

    Malamnnya kami berdiksusi sebelum pagi bakal disergap bapak itu lagi, sejujurnya tanpa pakai guide aman saja karena ini bukan perdana kami kesini, namun namanya orang cari uang ya, akhirnya kalau besok disergap ambil aja tapi sebatas sewa alat snorkling untuk saya saja, karena kakak bisa berenang tapi tetap gagal alias bapak itu maksa di paginya harus berdua sewa karena udah ambil di bawah agennya bapak ini jadi merasa bertanggung jawab entah tiba-tiba bisa keram beliau kekeh pokoknya kami kalah padahal bisa saja kami sewa alat snorkling lain dipulau rubiah setelah nyebrang sana, memang terlahir sebagai sales. "Pokoknya sewa dua pelampung", akhirnya beliau menang, setengah jengkel sebenarnya kami bukan persoalan uang karena merasa tidak nyaman di atur semua dan tak sampai disitu, kini kembali beliau manawarkan paket guide plus photo di bawah laut dan kali ini kami berhasil kabur alias karena merasa selalu kalah kami iyain aja sampai disana kami cari guide lain. karna beliau bilang nanti setelah nyebrang ke tempat ini terus ya,  Intinya kami diarahin pakai jasa di beliau semua jadinya nyebelin karena kami mau milih tapi di setting semua sama orang. Setelah berhasil pindah ke pulau rubiah yang menjadi destinasi tempat kami snorkling dari pulau iboeh tersebut, akhirnya kami cari tempat diluar perintah bapak tersebut, karena pasti bapak itu banyak banget dapt target dari iboeh saja semua yang datang langsung disambut beliau. Rata-rata yg sewa alat snorkling dan boat lewat beliau karen gigih banget nyamperin setiap muka baru. akhirnya kami menang juga sesi ini.

snorkling di pulau rubiah

     Akhirnya kami menemukan tempat baru untuk sewa jasa guide yang membuat kami lebih tenang karena  menawarkan senormalnya jasa alias gk ngebet jadi lebih nyaman walau trip dolphin nya gagal. Ini benar-benar kondisi yang pas, suasana pagi emang lebih merekah untuk snokling ketimbang siang, hari kemarin kebetulan siangnya keluar penginapan di jam 10 kami sudah langsung ke pulau rubiah dengan kondisi terik dan lupa bawa sunblock. guide saya juga cukup membantu banyak untuk saya yang pemula sampai mengarakan pose yang pas dengan beragam ikan, makhluk laut ini sangat akrab dengan manusia sekan sadar mereka adalah primadona yang membuat orang-orang cus kesini. melihatnya benar-benar pengalaman yang luar biasa karena saya yang pernah punya pengalaman hampir tenggelam rada sedikit was-was syukurnya guide sangat membantu walau sedikit dag dig dig kala saya di ajarin untuk  bercerai dengan pelampung alias modal kacamatan dan alat bentu bernafas saja di kedalaman 4 meter , disini guide memberi  arahan agar bisa mendapatkan moment pengambilan photo yang bagus di dalam air dan tidak terhalang dengan pelampung yang bikin kesulitan dan mode video dan photonya. sisi lain ada sebuah sepeda motr yang seakan sengaja di bumi museumkan di dalam kedalam 4 meter tersebut untuk photo, dengan tawaran photo disana akhirnya saya tahu kedalam asli setelah didorong agar bisa duduk di motor tersebut untuk berpose. telingan saya sakit karena perbedaan tekanan yang jauh, namun dari situ saya menyadari saya di kedalam yang cukup merinding untuk tidak mengunakan pelampung. Tiba-tiba ketika saya kembali naik kepermukaan setelah naik dibantui guide akhirnya saya menemukan kakak saya yang dari tadi ngopi di warkop sembari jaga tas, sedikit terkejut karena dia bilang gantian ternayta malah sudah disini juga, benar-benar diluar bayangan saya karena ia datang untuk ngomong "cincinmu masih adakan? tadi lupa di lepas, kalau jatuh berabe harga emas juga lagi naik"    

    #snorkling #iboeh #wisatabawahlaut #diving #wisataaceh #nolKM #visitaceh

Saturday, 13 September 2025

Kabur ke sabang dengan squad

September 13, 2025 23

Sebenarnya saya niat kesini cuma berdua dengan mei satu hari pulang pergi, namun berakhir satu regu dengan alumni kampus dulu. Bisa disebut diluar prediksi bisa mencocokkan waktu dengan squad kpi yang jam kosongnya sudah berbeda-beda sekarang, syukurnya ada tanggal cantik yang libur bertepatan hari jumat, jadi bisa libur 3 hari berlanjutan bahkan teman saya yang kerja diluar daerahpun bisa ikutan. Target saya ini terbilang cukup awal untuk persiapan jadi jadwalnya bisa pas. Terlihat Hoki sepertinya kali ini, akhrinya berkumpulan kami 5 yang ternyata menjadi 6 kala salah satu teman kami mengajak teman dekatnya juga ikut trip dadakan ini. 

wisata sumur tiga sabang

   H-1 sebelum berangkat saya sudah siaga karena yang paling jauh dari pelabuhan. Mengejar kapal jam 8 pagi membuat saya harus memprediksi sebaik mungkin karena tidak ingin ketinggalan kapal seperti 10 tahun yang lalu dan berakhir sendiri. lucunya setelah prediksi, hari H saya balapan dengan waktu sambil overthinking dimana harus sampai 7:30 ke lokasi. Pikiran saya berputar dengan kata itu itu saja "sudah telat belum" saya memacu kecepatan tanpa berani lagi melirik ke arah jam tangan, belum lagi ternyata pagi juga jalanan tumpah ruah dengan para mahasiswa dan siswa yang tak libur. Benar-benar bikin spot jantung namun Siapa sangka, Akhirnya saya tiba dengan mei dan akmal teman saya yang sudah menunggu dipintu masuk pelabuhan dan e toll baru yang dibeli (syukurnya tidak telat ) namun diluar prediksi karena terakhir saya kesini tidak pakai e toll alias cukup bayar parkir 2000 saja, akhirnya saya harus meronggoh kantong lagi untuk e toll yang di beli teman. kini pengeluaran diluar target, akhirnya target pulang pergi kepulau seberang 200 sudah gagal. syukurnya tiket berangkat sudah beli online jadi aman satu sisi. 

    Akhirnya kami berangkat dengan perangkat helm yang masih memahkotai kepala, memasuki kapal yang sangat berdesakan membuat saya dan mei jadi mageran membuka helm, Kami tidak bawa motor karena posisi kota ini yang cukup menanjak turun naik membuat ragu-ragu apakah motor jompo ini bisa naik dan tak mogok untuk diajak jelajah kota yang kaya penampakan laut tersebut.  Pilihan kami tepat. melihat manusia memenuhi kapal ini sudah cukup membuatkami pusing, entah bagiamana jikalau harus mengkhawatirkan kondisi motor lagi.

    Kamipun naik ke tingkat atas, orang berlalu lalang keluar masuk memenuhi tangga kecil penghubung lantai bawah dan atas, bau mesin mengintari lantai bawah yang bikin tempat sudah sesak dan semakin puyeng, naik ke lantai ataspun juga tak berbuah hoki, tidak ada tempat duduk bahkan untuk berdiri menepi tergangu untuk orang berlalu lalang tiba tiba akmal berkata "sudah kubilang ambil vip saja dari awal"  kata-kata itu terdengar sama saperti "kan" yang biasa familiar di ibu-ibu. hufh jadi kepikiran sampai kesana kami malah duluan kecapean karena berdiri 1 jam stengah. Kondisi berdesakan ini ternyata juga menarik perhatian salah satu petugas yang tiba-tiba berteriak, "yasudah masuklah klean ke VIP bikin macet saja orang lewat sini" bak durian runtuh kami yang girang langsung lari niat rebutan kursi kedalam sambil cekikikan berjalan tepat dibelakang petugas itu, banyak orang yang belum sadar ternyata membuat kami terlihat leluasa. kondisi girang membuat bapak itu mengombel lagi jangan ribut kenak saya nanti. sambil menganguk kami diam sembari meluncur mencari posisi kursi yang bakalan kami pinang. Namun sejujurnya ruang VIP diluar eskpetasi saya. penampakan ruangnya yang dipenuhi stella yang mengeliling ruangnya tersebut malah membuat saya troma duluan entah ide kreatif siapa yang memborong stellah untuk ruang vip vibenya lebih mirip naik angkutan kini duh. kursi-kursi yang cukup berjarak mungkin menjadi ciri khas untuk bisa meluruskan kaki alih-alih yang regular biasa kaki harus dilipat. jendela yang langsung menghadap laut mungkin salah satu keunggulan, namun saya masih tidak terima dengan stellanya yang berjumlah selusin serasa ini terlihat hukuman alih-alih bagian dari VIP. saya mencari posisi dengan jendela untuk mencari view yang lain. namun karena posisi di samping pintu jadi tak nyaman karena orang berlalu lalang keluar masuk. akhirnya tidak ada yang bernar-benar hoki atau saya kurang bersyukur saja kali ini. (memang gak tahu diri wanita satu ini)

Penampakan ruang VIP kapal aceh hebat

     Akhirnya kami tiba ke kota destinasi ungulan laut ini, sambutan hangat dengan penampakan pelabuhan terlihat berbeda sangat dengan era backpackeran saya dulu. orang terlihat makin bertambah, bangunan lebih besar. seketika kami langsung keluar mencari motor yang telah kami sewa sebelum sampai disini. Kami sempat berdoa semoga ketemu motor hoki yang masih ada bensin sisa pengemudi sebelumnya (ngarep). namun kartu as kami benar-benar telah habis. ya syukurnya kota in tidak terlalu besar untuk dikelilingin jadi isi bensin secukupnya karena sehari saja pulang pergi. 

Pelabahan sabang

    Ya akhirnya kami berangkat dengan plan beberapa tempat yang sudah kami list sebelumnya, gambaran pertama menuju ke tempat makan karna ternyata tidak ada yang sarapan kecuali saya, namun tempat pelarian yang menjadi list kami tidak buka yang berakhir membuat kami pindah ke tempat makan seberang, inipun makanan yang sudah tersedia sebatas nasi soto saja untuk porsi makan makan yang cukup berat. dekat dekat posisi spot makan kami ada penampakan view yang indah yang membuat kami akhirnya mendokumentasikan photo dimari. dan setelah itu lanjut berburu tempat yang masuk list lagi.  Adalah sumur tiga, tempat ini menjadi pelarian yang lumayan bikin otak atik gmaps karena ada kesamaan nama tempat, jalanan menunju kesinipun cukup lumayan dekat  namun karena sempat kebingungan kami sampai disini kala siang pas terik, kelebihannya alam terlihat mendukung untuk potret memotret warna bening dan biru lautnya benar-benar memikat mata, namun apes lagi saya tidak bawa kacamatan karena agak kesulitan melihat kala terik yang demikian. Hadeuh akhirnya kebanyakan photo saya dari belakang untuk mengindari photo  dengan mata ketutup. kasus ini jadi pr banget untuk saya.

    Lanjut setelah kesini kami kembali berburu list tempat yang berupa benteng jepang, atau anoi hitam. wisata kali ini bukan sekedar penampakan alam tapi belajar sejarah sekilas tentang keberadaan jepang di pulau sabang, mengunjungi tempat kali ini membuat kami olahraga sendi dengan menaiki anak tangga yang berjumlah puluhan penampanan tempat ini terlihat berbeda dari ekpetasi saya, ada dua ruang yang saya kira terowongan, batuan gunung rapi seakan terpahat menjadi ciri khas tempat ini. belum lagi penampakan peninggalahan meriam semi jadi yang kini menjadi salah satu alasan orang main kesini. viewnya pun tak kalah saing. sebuah pohon dengan rumput jepang menjadi wadah ngonten saya kali ini untuk take photo, ya kami menghabiskan waktu lama karena lokasi yang adem asri. Tiba-tiba cuaca mendung target kami masih ada namun akhirnya kami cari yang searah saja ke jalan ke kapal lagi karena stengah 4 kami harus sudah di kapal untuk berburu tempat. 

    Ya tujuan sebelum balik ialah makan sekali lagi, dengan  target tempat makan plus tempat yang kaya view cantik buat hemat waktu dan budget, kami akhirnya melabukan pilihan pada Aceh Heritage village, sebuah tempat yang mengadopsi konsep kafe plus penginapan dengan view alamnya yang mempesona, tempat ini terlihat cukup mewah untuk kami yang budget paspasan, pada saat kedatangan kami bahkan ada orang yang sedang prawed. bule duduk melokal disni, tempat parkir padat, penantaan aethetic tapi tidak mengensapingkan ciri khas aceh yang mana rumah adat versi panggung berdiri tegak menyambut kami, ya dari sini kami sudah bisa menebak jikalau tempat populer dan hits untuk diburu para turis. Akhirnya kami berkerumun untuk pantungan lagi agar bisa nyicip dan makan banyak opsi,  pizza, kentang, dan beragam snack yang memenuhi beranda kami sebenarnya sebatas alat bisa lihat tempat tersebut. spot dan pelayanannya cukup bagus  membuat  jadi cukup puas, walau rasa kentangnya sama ajasih dengan tempat tongkrongan warkop di banda aceh. untuk ulasan lengkap temapat bakal di kumpas di artikel lain nanti. Menu makanan di aceh heritage village

    Anyways perjalanan kali ini cukup menyenangkan terlepas cuma sehari dengan target mulanya 6 berakhir jadi 4 karena hujan dan waktu, bayangan saya tidak meleset jauh seklipun  target 200 berakhir jadi 300 untuk e toll dan kondisi lain. Syukurnya tempat yang kami datangi free dari tiket masuk bahkan tidak ada tukang parkir disini. benar-benar perjalanan yang seru sebelum sadar ternyata walau sampai disana (pelabuhan) jam yang sesuai target, kami tetap juga tidak keburu dapat kursi dan berakhir duduk tepat di samping kamar mandi disabilitasn dengan posisi lesehan seperti imigran gelap yang terlantung lantang di perahu. agak ngenes penampakan kami. mana ada teman yang ketemu kawan juga lagi. hadeuhh.

#traveling #sabang #aceh #bandaaceh #tourist 


  

 

Thursday, 7 August 2025

Drama bertualang ke Lhok keutapang

August 07, 2025 11

Saya tidak tahu kenapa perjalanan dalam wisata alam selalu ada moment menarik yang bikin berbekas untuk tidak ditulis, dahulu ada teman yang hilang kala pendakian ke glee botak, kala ke air terjun peucari ada yang motor kempes ban plus lampu motor mati dalam kondisi hujan di rimba raya  saat malam  hingga kali ini, drama hiking yang bikin sandal mode minta makan bikin luka kaki dan berdarah.
wisata alam
    Perjalanan kali ini terhitung waktu yang paling lama di pendakian ketimbang hikking sebelumnya, saya langsung menyapa gpt mencari tahu trek waktu dan info yang berkaitan.  Yaa bisa disebut kurang lebih 5 jam perjalanan pp yang membuat saya maju mundur karena sekarang musim hujan, duh mau cancel uang hangus. gak ridho banget in this economy.  Akhirnya dengan segala kesiapan yang dipaksa untuk kuat hikking setelah menahun lama gk olahraga. Saya pun berangkat dengan numpang motor adik pergi kerja sebelum bertemu mei menuju ke lokasi. yang bakal menjadi meeting point
       Kami tiba di posisi menyusul dengan tiket masuk 5.000.  perjalanan menuju keutapang sendiri melewati jalan yang tak mulus dan banyak berbelok juga. Lokasi yang memasuki ke pendalaman tapi bukan pelosok banget, banyak orang pergi kesini menuju ke wisata alami baik untuk ke lhok ketapang atau ke ujong pancu yang menjadi tempat favorit untuk wisata makan mie.  Akhirnya saya dan mei tiba di kerumunan yang berada dalam posisi siap siaga berangkat. Penampakan di meriahkan oleh para wanita yang ternyata ada yang lebih tua dari saya (sempat berpikir kami yang paling tua) ternyata banyak juga wanita di atas 30an yang senang menantang diri untuk leg day lagi. ah ternyata ada juga yang juga yang bapak-bapak siapa sangka.
wisata alami di lhok keutapang
        Seorang wanita keluar dari mobil dengan mengendong bayi yang berumur kisaran 7 bulan, saya pikir beliau mengantar suami, siapa sangka beliau adalah peserta! mungkin diluar daerah kejadian demikian terlihat biasa saja, tapi ini perdana bagi saya mendapatkan penampakan demikian. Wanita ini bukan sekedar mebawa balita tapi seorang anak laki-laki berumur 9 tahun, posisi yang cukup menantang karena ternyata mereka mandiri berdua pergi alias suaminya tidak ikut, tas ransel kecil di bawa oleh anak lakinya sempat membuat saya curiga "apakah beliau sudah tahu rutenya dan hanya modal satu tas anak dan tas bayi untuk 3 orang, nekad sekali kalau benar" siapa yang tega melihat wanita membawa bayi dan tas sekaligus, syukurnya ada seorang bapak yang menawarkan memegang tentengan yang sebelumnya saya pikir peserta juga, oh  ternyata beliau tour dari pihak kampungnya. yang pergi modal air mineral saja. Sekarang saya merasa lega, walau bukan saya disini pahlawannya tapi setidaknya overthinking saya berkurang. 
       Akhirnya group berangkat mendaki di jam 9 pagi. Perjalanan di buka melalui belakang rumah warga sekitar yang disambut dengan kebun para warga. Orang bersuka ria menyambut pendakian yang belum ada gambaran curamnya trek tersebut, sholeh anak lelaki ibu tersebut maju barisan paling depan dengan gagahnya. Adrenalinya terpacu deras dan melihat rute seakan enteng kala ditanya kalau capek berhenti ya, namun harga diri laki-laki seakan kenak jikalau berhenti. ia pantang beristirahat dan dengan lincahnya lanjut maju di saat barisan mulai ngosngosan 5 menit berhenti,. Sebuah kayu tak sakti sangat membantu saya kala pendakian melewati kebun masyarakat, treknya tidak lagi rendah tapi menaiki batu dengan posisi keminggiran yang lumayan. saya mulai lebih cepat capek, (maksudnya eh kemiringan) ketimbang mendaki gunung pinjakan tanah langsung. Berulang x kami berpaspasan dengan orang yang pulang  bajunya hampir basah semua dan itu sudah bisa menjelaskan seberapa nanjak lagi kedepannya. 
Hikking for newbie
     Saya semakin sering berhenti ketika menemukan posisi nyaman, berulang kali para panitia mengingatkan untuk meluruskan kaki karena bisa bikin kram jikallau di bengkok, orang-orang berhenti dengan sesekali berbasa basi, posisi ini membuat perbincangan alih-alih tarik nafas untuk mulai gerak lagi.  Saya mendengar coleteh sang ibu tersebut, "ini gk seberapa saya pernah mendaki yang lebih lagi 20 tahun lalu" responya kala seorang bertanya "apa masih sanggup kak?  Hal ini membuat saya penasaran pasti ibu ini pendaki senior kala muda belum punya anak, iseng akhirnya saya bertanya "pernah naik gunung apa saja kak, yang paling tinggi. Setengah ngosngosan beliau menjawab "gak ada yang lebih tinggi dari gunung penderitaan"   jawabanya ini membuat kami ngakak sekaligus bangun lagi untuk lanjut mendaki.

Friday, 25 July 2025

Menjenguk wisata yang pernah viral di montasik

July 25, 2025 28

Saya masih teringat beranda sosmed diramaikan oleh penampakah sawah montasik di 2023 lalu. Tempat ini tiba-tiba saja viral dan menjadi spot yang dikerumuni orang-orang dari beragam tempat. Orang aceh besar dan banda aceh tiba-tiba memadati sepanjang jalan sawah ini, para penjual siomai dan kacang rebus tiba-tiba pindah haluan, tempatnya berubah menjadi kaya akan turis dan juga kerumunan sampah plastik seketika.
Tempat wisata viral di montasi

         Dua tahun telah berlalu, rasanya pemberitaan tentang tempat itu sudah lama lesu. Faktanya tempat tersebut hanyalan sawah yang terlihat mewah pada moment tertentu, tepatnya pada saat padi mulai remaja dengan musim panas cerah yang membuat penampakan syahdu, mungkin untuk orang kota yang krisis sawah tentu cocok menjadikan tempat ini sebagai  kiblat dari wisata baru. Dan pastinya, sebagai tetangga beda kecamata..  saya tak heran dengan penampakan orang banda yan tiba-tiba berbondong-bodong ke sana, efek  jarang cuci mata akan suatu yang alami selain laut ulee lheuu.

viral and trending tourist spots in Aceh

        Hari ini memasuki musim panas yang membuat pentang di jam stengah 6 masih terlihat terang dan panas, Hal ini membuat saya berinisiatif berburu jus untuk membasahi tenggorokan yang kering. perjalanan ke tempat jus inilah yang tiba-tiba mengingatkan saya ke tempat wisata yang viral tersebut, karna jarak yang dekat diiringi posisi tempat yang searah akhirnya saya berinisiatif pesan dan ambil waktu pulang dengan tujuan mengintip sawah yang pernah blooming di 2023 dulu alih-alih menunggu jus siap.  Akhirnya motor kembali melaju kearah yang hanya menepuh jarak kurang lebih lima menitan. Tempat ini mudah di ingat sekalipun 2 tahun setelah viral tidak saya kunjungi lagi, faktor lain ialah karena jalan belokan untuk masuk kekawasan sana berada di samping  sekolah SD  / MIN jadinya mudah untuk diingat. walau tak sering silaturahmi.

sawah atong

        Pintu utama masuk ke kawasan tersebut langsung saya kenalin. Saya disambut oleh dua lelaki yang sedang joging. Tempat ini langsung tak asing terutama banyaknya sambutan yang masih meriah walau tidak semacet dahulu lagi. Motor berlalu lalang, para penjalan kaki bertebaran tapi tidak bikin padat jalan, becak, dengan beragam temuan meriahkan tempat yang pernah viral tersebut. Ada yang jualan somai dan gorengan  hingga becak petani yang motong rumput untuk sapi dan kerbau. Ternyata tempat ini tidak pernah lesu, tapi tidak ada penampakan turis fomo seperti dahulu. Syukurlah.. tidak ada mobil pajero, crv nyasar kesini lagi. 

wisata viral di aceh

       Memang keindahan milik bersama tapi kalau terlalu berserak fomo, sawah ini jadi korban entah ada yang buang sampah atau seperti kejadian wisata viral jeju aceh yang bikin kapok dan troma lagi. Kawasan sawah ini berada di montasik, aceh besar dan dikenal dengan nama sawah atong. penampakan sawah yang berada posisi bertangga membuat terlihat lebih indah ditambah gunung seulawah agam yang jadi pematik khasnya. Jalanan yang juga telah di aspal baik membuat akses untuk mengambil gambar semakin mudah, tentu daya tarik ini cukup menarik pasang mata terutama wisata gratis modal bensin sahaja. Dulu saya sempat kepikiran kalau viral tiba-tiba lahir tukang parkir dadakan bermunculan tapi beruntunganya firasat saya melesat mampus.

     Dua tahun lalu kala saya kesini hanya sebatas diambang jembatan, penampakan disitu sudah cukup bagus karena spot tepat ditengah untuk membidik gunong seulawah agam, namun rasa kepo saya meluncur kala melihat orang yang joging lurus terus yang ternyata juga kaya akan orang dan motor, di depannya lagi. Rasa penasaran akhirnya membuat saya mengikuti arah jalan yang lebih jauh dengan dari titik keberadaan saya. posisi penampakan pohon dari jauh semakin membuat saya penasaran dan menambah laju, saya memerhatikan posisi jalan dari kejauhan yang menuju arah berbelok dan berlanjut lurus Terlihat seperti jalan utama juga (dalam artianya bukan pematang sawah) akhrinya mengikuti kata hati saya ikut arus.

sawah atong
Akhirnya mengikuti kata hati mencari titik yang lebih jauh dari sebelumnya

   Benar dugaan tampilan yang saya temukan ialah jalan beraspal lagi yang kondisi lurus plus mulus ternyata,  di persimpangan jalan, pohon berjarak tak berjauhan, setiap 10 meter ada pohon yang membuat tempat ini menjadi rindang, kali kecil yang berada di kanan yang terlihat jernih membuat semakin betah berlama-lama disini, memang cocok jadi wisata alami. Sembari melepas penat selesai joging merendam kaki dengan air mengalir tentu menjadi vitamin yang sangat menyegarkan. Hembusan angin yang juga di sapu harum bau somai bakar membuat tempat ini terlihat cukup spesial kini, Pantesan saja tempat ini laku selalu untuk didatangin. memang sangat berbeda atmosfer main kesini. terutama jalannya yang lurus tanpa hambatan.  Sejujurnya saya penasaran terhubung kemana jalan mulus ini, apakah ada perkampungan setelah melewati sawah ini.??


     Saya akhirnya mengikuti aspal tersebut lagi dan berharap menemukan kejutan baru, namun  dalam beberapa meter, perjalanan tersebut harus berhenti kala saya menyadari saya sudah di ujung pentang kini, jikalau tidak bergegas balik maka jus yang saya pesan tiddak bisa saya ambil. karena magrib di Aceh toko disiini tutup semua. Akhirnya saya memutar arah namun sempat berhenti sejenak untuk membidik lensa lagi sebagai kenangan, photo dan video saya kumpulkan sebanyak mungkin karena karena, saya tak yakin besok akan mampir kesini lagi.   

viral spot in aceh
  
              
 

      Sejujurnya semakin telat ujian semakin berat bukan saja sawahnya yang semakin bagus karena matahari mulai menyilinap terlihat indah dengan nuansa keemasannya, namun juga faktor berkurangnya lalu lalang orang yang membuat semakin bagus untuk pengambilan gambarnya, berat untuk memutuskan tapi akhirnya saya memilih mengvidiokan sembari pulang karena sangat sayang untuk melewatkan video di jam keemasan kini, akhirnya saya kembali dan berhasil mengambil jus pesanan sembari pulang. Sayapun tiba dirumah yang 10 menit kemudian disambut azan. 

#wisataviral #montes #montasik #sawahatong #wisatalam #tourist #destination