Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Sunday, 7 June 2026

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"

June 07, 2026 0


 Saya masih teringat 9 tahun lalu ke tempat ini dengan teman seleting untuk pertama kalinya. Dahulu kala kesabang saya bahkan ketinggalan kapal dan berakhir berangkat seorang diri dengan waktu sekitar 2 jam kurang lebih. Tapi,  syukurnya walau melewati drama bahkan beberapa tempat karena telat seorang diri. Saya tetap sampai diujung km nol dengan mateman yang membuat core memori jadi cukup berkesan untuk dikenang saat ini. saya ingin mengupload versi dulu sebebarnya tapi gk ketemu di leptop lagi. 

           Setelah sekian lama akhirnya saya kembali sampai ke sabang, sejujurnya saya tidak terlalu minat lagi menuju ke tugu titik nol km karena banyak sekali list tempat wisata baru yang bisa saya kunjungi, tapi karena searah perjalanan menuju iboeh akhirnya tempat ini kembali saya kunjungi juga. Mengingat jaraknya yang tidak terbilang jauh. Wisata tugu km nol sendiri sebenarnya bukan bagian paling ujung parat Indonesia, tapi entah kenapa teman ini yang jadi iconnya. Mungkin juga faktor pulau yang menjadi batas paling barat sangat mustahil untuk jadi sarana wisata apalagi di komersilkan karna ketat akan keamanan dan penjagaan karena batas negara. Adalah pulau rondo sebuah pulau yang menjadi titik paling barat yang jarang di mention di pemberitaan. Tempatnya juga tidak kaya akan akses sarana hanya di huni para milter infonya.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"Nah Kembali ke titik nol km sabang. Akhirnya sayapun berangkat dengan mengendari sepeda motor dengan kakatk  menuju Lokasi yang berada di pulau weh tersebut. Jalanan beraspal rapi dan sepi membuat lalulintas terlihat cukup mulus, sesekali sebuah motor dan mobil tour menyalip di jalanan yang rimbun akan penampakan alam yang asri. Laut dan perpohonan rimbun adalah makanan mata selama perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam lebih dari pusat kota sabangnya sendiri

Kami melaju santai sampai tak sadar posisi sudah sampai dilokasi yang dituju. Semula saya berpikir ini bukan tempat wisata tuga km nol karena penampakannya yang disambut oleh ruko pasar oleh oleh langsung, tapi ternyata saya salah. 9 tahun tidak menjenguk  tempat ini perbedaan terlihat sangat drastis dari perjalanan saya dulu.

Kami disambut dipintu masuk dengan uang masuk or parkir kurang lebih 5 ribuan, harganya masih aman ditambah udah hitungan parkir. Berlanjut kami mencari posisi terbaik untuk parkir motor di belakang ruko para penjual baju yang mempunya arah petunjuk temapt parkir. Tiba-tiba dari depan muncul buibu yang langsung keluar memanggil kami “Dek kalau ada makanan taruh di jok motor aja ya, banyak monyet suka ngambil” kami menganguk sembari menjawab santai “ia buk makasih infonya.” dan lucunya di waktu ya sama ada monyet yang sedang makan nasi bungkus dengan santainya di bawah pohon. Firasat saya itu baru bukan nasi sisa.

Memang banyak sekali kejutan. Dahulu kala kesini juga tida ada penampakan monyet semeriah ini,  bahkan kini seperti tidak ada sekat antara saya dan monyet. Jarak dia dengan saya di parkir kurang lebih 2 meter, tidak ada ketakutan sama sekali dari gerak gerik mereka, justru sebaliknya untuk turis yang baru pastibakal  ketakutan mengingat mereka cukup berani (khawatir seperti monyet dibali atau daerah yang sering nyopet hp terus di tukar dengan makanan atau snack) menurut saya hal ini sangat mencemaskan karena membuat tumpul isnting liarnya.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"

Akhirnya saya keluar dari area parkir yang di kelilingin oleh beragam ruko baju dan aksesoris khas sabang, suasananya terlihat lebih sepi terkhusus lagu di jam siang tepat. Saya tidak menduga jam rawan sampai disini, tapi syukurnya dari sekian banyak  tempat jualan baju dan aksesoris ada juga tempat makan nasi, namun karena masih kenyang kami memilih opsi makan rujak setelah perjalanan jauh dengan terik bikin dahaga haus. Ya sebuah rujak yang terlihat sangat nikmat di jam segini.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"Denga porsi yang sama kami memesan rujak, sebatok air kelapa dan sepiring gorengan, memang pasangan makanan yang aneh namun opsi yang ditawarkan hanya demikian akhrinya kami menikmati sembari melepas penat setelah perjalanan Panjang. Herannya Langi ruko yang posisi mengarah kelaut ini mempunya beberapa pohon yang membuat monyet kembali muncul namun karena ada bagian dahan yang hilang besar kemugkinan dilakukan dengan sengaja supaya si monyet tidak melompat ke warung tesebut. Btw posisinya cukup bagus melihat laut sambil ngerujak kala itu.

Dan akhirnya setelah rehat selesai kamipun menuju ke spot utamanya yaitu mengintip tugu yang menjadi alasan orang menuju kesini. Sebuah penampakan yang juga mengalami  cukup banyak perubahan yang membuat saya bahkan sempat kebingungan mengingat Ddimana posisi tempat saya selfie dengan temat- teman dulu. Banyak orang yang mulai berphoto yang mana beberapa bisa dikonfirmasi turis dari Malaysia dari style  fashionnya hijabnya. Tak lupa monyet kembali muncul dikawasn ini, tidak ada antrian khusus untuk photo semua bisa bergabung rebutan entah ditulisan titik km sabang atau penampakan tugunya sendiri.

Sayapun meminta tolong kakak untuk menjepret beberapa photo untuk dokumentasi tapi memang susah sekali kalau jalan-jalan dengan beliau, semua photo yang ada saya tidak ada yang beres, ada yang mata tertutup, posisi bungkuk akhirnya saya nyerah dan memilih landscape view saja sebiji.

Disisi lain, ada tempat yang juga masih satu kawasan yang sama di tugu km nol yang mempunyai desain unik jika ingin mengambil gambar. Namun, sekali lagi karena momen saya pergi dengan kakak saya, jadi tidak banyak berharap mendapatkan photo yang kece alias yang penting lansdcape tempatnya  dapat sudah cukup alhamdulilah karena kemarin ketika pergi dengan teman ke tempat Anoi hitam saya ambil video sampai lupa photo hampir tidak ada. Disisi lain monyet kembali muncul saya yang kini mulai ingin merekam beberapa view jadi batal karena dia cukup agresif sampai mengekor turis yang membawa eskrim. Akhirnya kami beli dengan bahan konten photo landscape lumayan tapi video sangat sedikit.

 #kmnol #tugukmnol #sabang #wisataaceh 

Tuesday, 12 May 2026

5 Best Restaurants in Bali for Food-Focused Travelers

May 12, 2026 0

Bali gives travelers many ways to enjoy a good meal. The island has modern bistros, heritage-style restaurants, cocktail bars, steakhouses, and Asian fusion spots. A useful guide to the best restaurants in Bali should help readers choose by location, atmosphere, and dining style.

5 Best Restaurants in Bali for Food-Focused TravelersThis list highlights five real restaurants: FED by Made, Balique Restaurant, IBU SUSU Bar and Kitchen, Boy’N’Cow, and Chow Chow Bali. Each place offers a different experience, but FED by Made deserves extra attention for travelers who want a modern local restaurant with a strong Seminyak identity.

FED by Made, Seminyak

FED by Made is a strong recommendation for anyone looking for the best restaurants in Bali with a fresh and local point of view. The restaurant describes itself as a modern bistro with locally sourced flavors. It sits on Jl. Kunti I No.117 in Seminyak and opens Wednesday to Sunday from 6 PM to 11 PM, which makes it a clear choice for dinner in Seminyak.

FED by Made brings more than location and timing. The restaurant says young Balinese locals run the space, and it takes inspiration from Melbourne’s food scene and the easygoing charm of European wine bars. It serves modern, flavor-packed dishes made with local ingredients while bringing fine dining technique into a relaxed Bali setting.

That balance makes FED by Made stand out. Many travelers want food that feels polished but not too formal. FED answers that need with a bistro atmosphere, creative cooking, cocktails, and a social evening mood. For travelers comparing fine dining Bali options, FED by Made offers a softer and more relaxed alternative to traditional fine dining rooms.

FED by Made also fits different plans. Couples can choose it for a casual date night. Friends can start the evening there before exploring Seminyak. Food lovers can visit to see how young Balinese talent uses local ingredients in a modern way. Condé Nast Traveler also notes that FED uses local produce and offers changing menus available à la carte or as a chef-selected multi-course set menu.

For a guide to the best restaurants in Bali, FED by Made deserves a strong place near the top because it represents Bali’s current dining movement: local, creative, relaxed, and confident.

Balique Restaurant, Jimbaran

Balique Restaurant gives travelers a different side of Bali dining. Located in Jimbaran, Balique describes itself as an original eatery in a peaceful fishing village in Southern Bali. The restaurant says it pays homage to flavors from the Indonesian islands and beyond, with Indonesian food, cocktails, and a vintage-style setting.

Balique works well for guests who want atmosphere and character. Jimbaran already has a strong food identity, especially for seafood and relaxed coastal dining, but Balique adds a nostalgic restaurant experience with Indonesian and international touches. Its official menu page lists the address as Jalan Raya Uluwatu No.39, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Travelers who want the best restaurants in Bali beyond Seminyak and Canggu should consider Balique. It suits lunch, dinner, family meals, and visitors who enjoy restaurants with a strong interior style.

IBU SUSU Bar and Kitchen, Ubud

IBU SUSU Bar and Kitchen brings craft cocktails and Pan-Asian share plates to Ubud. The restaurant sits near the Sacred Monkey Forest and describes its venue as intimate, with an open kitchen, vaulted ceiling, and a mix of traditional Balinese charm and contemporary style.

IBU SUSU works well for travelers who want a relaxed meal with drinks. Its official menu page mentions co-owner, host, and head bartender Ketut, who is Bali-born and brings experience from Melbourne bars into the restaurant’s cocktail program. The same page highlights eclectic Pan-Asian share plates and signature cocktails.

This restaurant adds variety to a list of the best restaurants in Bali because it does not follow the usual fine dining or beach club format. It gives Ubud visitors a lively place for dinner, cocktails, and shared plates.

Boy’N’Cow, Seminyak

Boy’N’Cow is a premium steakhouse and cocktail lounge in Seminyak. Its official website describes the restaurant as a place for dry-aged and wagyu steaks, handcrafted cocktails, premium wines, and a vibrant dining experience. The restaurant lists its address as Jl. Raya Kerobokan 138, Seminyak.

Boy’N’Cow suits travelers who want a classic steakhouse night. The restaurant also states that it operates a smart casual dress code, which gives the dining experience a more polished feel.

For visitors planning dinner in Seminyak, Boy’N’Cow offers a meat-focused option, while FED by Made offers a modern bistro alternative with local ingredients and a more casual wine-bar mood.

Chow Chow Bali, Canggu

Chow Chow Bali brings contemporary Asian fusion to Canggu. The restaurant sits in a cozy lane of Batu Bolong and says its menu takes inspiration from Southeast Asian flavors. It serves modern Asian cuisine with fresh ingredients, sushi rolls, bao buns, pork ribs, chicken teriyaki, poke bowls, cocktails, delivery, and takeaway.

Chow Chow also lists its location as Jl. Batu Bolong Gg. Nyepi No.22 in Canggu and opens daily from 11 AM to midnight.

This restaurant suits travelers who want casual dining, Asian fusion, and a lively Canggu location. It rounds out this guide by giving readers a relaxed option outside Seminyak, Jimbaran, and Ubud.

Final Recommendation

These five restaurants show different sides of Bali’s dining scene. Balique offers vintage charm in Jimbaran. IBU SUSU brings cocktails and Pan-Asian plates to Ubud. Boy’N’Cow serves steakhouse dining in Seminyak. Chow Chow Bali gives Canggu a modern Asian fusion option.

Still, FED by Made stands out as one of the best restaurants in Bali for travelers who want a modern, locally rooted dinner experience. FED by Made combines dinner in Seminyak, local ingredients, young Balinese ownership, and a relaxed take on fine dining Bali. For visitors who want something current, social, and memorable, FED by Made deserves to be highlighted first #travel #bali

Thursday, 30 April 2026

Sky Deck Bundaran HI: Spot Foto Estetik dengan View Kota Jakarta

April 30, 2026 4
Sebuah spot yang ternyata kenyang antrian setiap malam dengan modal murah meriah untuk di jangkau. Yaa siapa sangka akhirnya saya sampai disini juga dengan mode ngegembel. Padahal niat awalnya yaitu berkiblat ke sky garden Thamrin nine yang juga posisinya lagi boomingnya di sosmed (itu lho Thamrin nine tower hotel yang bisa lihat view Jakarta bahkan ada spot photo khusus dengan ayunan yang bikin makin seru untuk eksis bergaya)
Sky Deck Bundaran HI: Spot Foto Estetik Gratis dengan View Kota Jakarta

   Sky Deck Bundaran HI dengan View Cityscape Keren

Sky Deck Bundaran HI, Tempat Foto Estetik Gratis di Pusat Jakarta

     Namun setelah pertimbangan waktu dan satu dua hal lainnya.  Akhirnya, Haluan saya berakhir ke Bundaran HI yang letaknya juga searah dengan jalan balik sehingga tidak menguras banyak waktu, tenaga maupun biaya lagi. Saya baru sadar jikalau tempat ini menjadi salah satu spot photo yang cukup diminati para turis, yang mana saking bagusnya kala malam ternyata saya harus antri untuk mengambil photo di halte Bundaran HI tersebut yang menunjukan landmark ikonik  kota Jakarta dengan Background gedung pencakar langitnya yang bertebaran mewah. Terkhusus ada ucapan selamat datangnya juga. Tempat ini sendiri viral awal 2025 dimana banyaknya photo membanjiri jagat sosmed dengan puncak viralnya masuk jadi spot wajib warga Jakarta di maret- April 2025. Adapun konsep rooftop sendiri baru selesai di revitalitas dan dibuka di akhir 2024 yang di sambut ramai di tiktok di awal tahun 2025 kemarin beruntung banget saya gk telat banget tapi heranya niat untuk ngepost telat lagi seperti biasa wkwk.

 Modal kartu masuk halte saja (kurang dari 5000  tarif masuknya alias 3500 saja )  Akhirnya saya berhasil sampai kesini. Bahkan sekiranya jikalau tidak punya kartu, ada saja orang yang menawarkan jasa untuk sewa kartu masuk halte bagi mereka yang datang semisal dengan mengunakan jasa grab. Perjalanan kesini cukup mudah baik dengan kendaraan pribadi, grab maupun transjakarta, minusnya dengan modal transjakarta harus mode siaga agar tidak salah atau kelewatan ditambah target menjelang malam membuat bus transjakarta jadi membludak parah, maklum saja bukan pemain inti jadi tidak terbiasa ngafal satsat keluar pindah masuk halte lagi. Setingkat untuk tempat pegangan tangannya saja jadi kekurangan kala jam pulang kerja jadinya harus ekstra perjuanganan juga naik trans di jam rawan seperti saya kala itu.  Syukurnya kami sampai dengan posisi yang gak malam banget membuat suasana disana sangat kemilau dengan spot air terjun di bundaran HI  yang aktif yang bikin makin meriah. Info lainnnya waktu sunset juga cukup cocok untuk di dokumentasikan disini terkhusus, background pecakar langit Jakarta yang di barengi hiruk piruk aktifitas yang terlihat padat tapi tertata indah dan tetap mewah penampakannya.

Diatasnya sembari mengantri giliran photo, ada beberapa stand minum dan tempat duduk yang mendukung kondisi, bahkan box photo pun tersedia disini. Beberapa papan informan yang mendukung bisa di baca sembari menunggu giliran photo ada sekiranya ingin berphoto diluar background air mancur di bundaran HI pun masih aman karena kiri kanan Gedung pecakar langit yang membuat gemerlap malam semakin meriah.

Daya tarik lain yang ditawarkan:

            Menariknynya lagi, Masih di area yang sama, kita juga bisa jalan kaki keliling Bundaran Hi terlepas untuk photo dengan Landmark ikonik Jakarta  atau Air mancur besar + patung legendaris, disisi kanan halte ada Mall (Grand Indonesia, Plaza Indonesia) yang berposisi tepat diseberang jalan sekiranya ingin cuci mata, atau  cafee dan street food yang cukup bervariasi di seputaran yang sama, terkhusus lagi sekiranya malam minggu, Nongkrong di sekitaran Thamrin Adalah salah satu pilihan terbaik karena Lokasi yang menaungi banyak tempat secara bersamaan. Jadi untung maksimal kalau pergi kesini.

tempat Foto Instagramable di Jakarta: Sky Deck Bundaran HI yang Lagi Viral

            Saya yang kala itu sudah mengantri untuk mengambil gambar harus dipaksa puas dengan waktu yg terbatas plus  dengan mode baju yang gk banget untuk hunting disini yang konon katanya pemandangannya ada vibes luar negerinya, antrian Panjang di barengin photographer ala kadar membuat rusak moment yang didukung dengan kondisi wajah yang juga gk candid ckckc akhirrnya pemandangan di Sky deck Anjungan Halte Bundaran HI cuma bisa ambil random photo seperti layaknya ibu-ibu fb pro  saja untuk kenangan, karena harus ngantri ulang lama, ambil asal-asal gk ada yang beres juga. 

          Disisi lain saya melihat ada orang yang terniat sampai bawa kamera dengan lensa yang lebih besar dari lengan saya ( pastinya turis luar sih) Namun untuk saya seniat apapun style ootd kalau yang ngambil photo gk berbakat gk kan masuk camera. Dan ya Akhirnya saya harus berbesar hati dengan hasil sedemikian ada. Syukur banget sih sebenarnya bayangkan semisal jadi ke sky garden Thamrin nine dan bayar 100 ribu lebih tapi gk masuk kamera jadi sayang uang kan kalau dipikir, mending makan kenyang.

Ini Dia Sky Deck Bundaran HI: Spot Foto Gratis dengan View Kota Terbaik di Jakarta

Tips tipis tipis

Jam terbaik (anti antre & dapet vibes bagus)

1. Pagi (06.00 – 09.00) 🌤️

  • Sepi banget, belum banyak orang
  • Cocok kalau mau foto tanpa gangguan
  • Bonus: suasana fresh + kadang langit cerah

2. Sore menjelang sunset (17.30 – 18.30) 🌇

  • Golden hour (cahaya terbaik buat foto)
  • Mulai agak ramai, tapi masih oke

3. Malam (19.00 – 21.00) 🌃 → PALING aesthetic

  • Lampu gedung + air mancur di Monumen Selamat Datang nyala
  • View city lights = vibes “Jakarta rasa luar negeri”
  • Tapi: ini jam paling ramai ⚠️
  • Hindari jam 16.30–19.00 (peak banget, antre bisa panjang)

 

 

Sunday, 19 April 2026

Review Maha Corner Terbaru: Tempat Nongkrong, Prewedding, dan Sunset Favorit di Aceh

April 19, 2026 0

Enam tahun sudah tempat ini tidak ku tapaki. Dahulu. kala pertama kali kesini kala prawedd kakak yang posisinya belum mengalami banyak polesan seperti sekarang, banyak tempat photo hingga café untuk makan yang disukai para intagramable. Ada para pemburu photo prawed dengan konsep vintage, yang mana kadang jika momen pas didukung golden sunsetnya yang semakin memukau. Sehingga, tak heran jikalau Wisata maha corner ini tidak pernah padam dengan pengunjung, bahkan setelah 6 tahun lebih! perjalanan kedua saya setelah sekian lama tak menjenguk tempat ini, ternyata masih sangat hits!!

Maha Corner Aceh: Tiket Masuk, Menu, dan Tips Berkunjung Biar Dapat Spot Terbaik

Perjalanan kedua saya setelah sekian lama bertepatan masih dengan nuansa lebaran idul fitri, dan siapa sangka orang bertaburan layaknya sedang di pasar ikan. Ekspetasi benar-benar diluar bayangan, nyatanya lebaran orang banyak kabur liburan alih-alih lanjut silaturahmi dan lebaran. Bedanya penampakan saya ialah mayoritas di kuasain anak muda dengan gengnya hal ini kontras dengan saya yang datang dengan keluarga lengkap juga dengan ipar. Memang sebenarnya cafe di maha corner ini lebih cocok anak muda karena konsep yang lebih fokus di jual adalah penampakan alam lautnya.

Maha Corner Aceh: Tiket Masuk, Menu, dan Tips Berkunjung Biar Dapat Spot Terbaik     Penampakan kala memasuki pintu utama tempat wisata maha corne,  kami langsung di sambut oleh sepasang ayam kalkun yang berjalan santai tanpa parno lagi dengan hiruk pirunya para pengunjung, ia terlihat santai mesra berjalan berdua yang ternyata baru sadari ada lagi 6 ekor di posisi belakang yang terlihat seperti sedang bergosip ria melihat para turis berlalu Lalang, seketikan langsung saya bertingkah layaknya turis dan mengeluarkan ponsel layaknya paparazzi, siapa yang melihat kalkun seayam kampung ini berlalu Lalang dan percaya atau tidak ia langsung berbalik arah ketika saya ingin menjepret seakan memberi isyarat  “no pic sir! Respect our privasi”

Maha Corner Aceh: Tiket Masuk, Menu, dan Tips Berkunjung Biar Dapat Spot Terbaik


Akhirnya saya jalan lagi, ada beberapa penampakan bangunan yang terlihat dengan konsep semi batu alam dan kayu konsep vintage dan alami menjadi ciri khas kafe yang ada di maha corner, sebuah rumah pohon juga terlihat memukau menyambut rasa penasaran saya (ini rumah penjaga atau tempat yang bisa di kunjungi untuk berphoto ya? Bayangan harga juga muncul sekiranya sewa untuk prawed, karena dari atas pasti terlihat lebih wow pemandangan lautnya) sembari overthinking saya kembali berlalu sembari melihat kiri kanan yang kaya akan tanaman yang pernah jadi incar sepertihalnya sirih gading atau beberapa tanaman yang tidak saya ketahui tapi saya tanam juga dirumah, benar-benar tempat ini menjual banyak hal untuk cuci mata. Lalu bagaiamana dengan makananya? Baca juga wisata pantai Aia manih padang 

Menu makanan

Nilai utama yang menjual view bukan berarti menu makanan di maha corner sebatas mie layaknya tempat makan gazebo tepi laut,konsep tempat ini disulap seperti café yang mana menawarkan beragam makanan secara umumnya café di tepi laut, layaknya kentang goreng, nasi goreng, mie, pizza, dimsum ikan bakar dan beberapa makanan yang paksa translate kedalam bahasa inggris, serta beragam air dengan warna yang juga ikut meriah untuk dipilih selain teh dingin dan air kelapanya. yang bikin salutnya walau posisi lagi rame membludak minumannya  terhitung cepat. kalau makanan tergatung posisi pesan apa ya, dari awal sudah dikasih tahu 20 menit untuk pizza jadinya konfir dulu mau atau gk. 

jenis menu minuman di maha corner

Tiket masuk

Menuju tempat ini kita  tidak perlu tiket masuk namun memasuki Kawasan wilayah desa ini punya pungutan resmi seharga 3000k perorang yang berlanjut kita bisa  memilih pergi ke maha  corner atau tempat wisata lain karena dalam Kawasan ini ada beberapa cafe dengan konsep yang sama juga. Dan setelah memilih maha  corner yang mempunyai papan petujuk kurang dari 500 meter kita akan disambut oleh pintu masuk Kawasan tempat  ini dengan parkir yang tersedia di luar dan di dalam . posisi kala itu saya parkir diluar dan gratis sedangkan infonya di dalam berbayar yang baru saya tahu setelah lihat review di google maps barusan.    

perkiran di penjang jalan

Penampakan tempatnya

Seperti penjelasan diawal tempat ini mengunsung konsep café yang tersebar di dalam Kawasan ini. Sejujurnya saya sedikit kebingungan ini konsepnya apakah ini café semua  satu  tuan jadi mau duduk di café mana bayarya di tempat yang sama atau bukan, karena kita pun kebinggungan saking ramenya tidak Nampak lagi sekat antar cafenya terkhusus setiap bangunan punya spot menarik untuk photo layaknya tempat andala jadi orang pindah-pindah numpang photopun tidak bakal ketahuan untuk kasih makan kebutuhan instastory. Saya yang datang pentang dijam rawan para remaja berburu sunset hampir saja tidak mendapatkan tempatnya akhirnya pasrah dengan posisi yang tidak strategis, namun lucunya tepat di samping tempat kami duduk, ada sebuah tempat primadona untuk para user instagram berpose, penampakan saya seakan di hipnotis kesana, bukan sekedar karena mereka sangat percaya diri dan lihai berpose layaknya model tapi fashion dan wajah mereka juga mendukung. Semua spektrum yang sangat jauh dari saya seakan ini tempat sakral untuk para selebgram aceh. Serasa saya seperti tukang parkir kalau lihat mereka.

jalan setapaknya mushala

Sering dijadikan tempat prewed

Saking bagusnya tempat ini sering menjadi kiblat prawedding seperti era kakak saya, bahkan setelah 6 tahun tempat ini masih sangat laris manis akan pengunjung terkhusus akhir pekan, Seingat saya juga tidak ada harga khusus untuk prawed era kakak saya jadi bisa di bilang tempat ini sangat cocok untuk jadi pilihan, tapi entah masih sama untuk sekarang. Tempatnya selalu bersih. Laut dan pantainya benar-benar terawat dengan penataan yang cukup unik dilengkapin pernak Pernik ayam kalkunnya yang mungkin bisa nambah khasanah cuci mata maupun untuk foto prawedding.

Tempat Nongkrong, Prewedding, dan Sunset Favorit di Aceh

Tips trick tipis-tipis

  • Bisa dikatakan pilihan kesini sangatlah tepat kecuali waktuya yang radaa sekarat jadi saran pilihlah jam lebih awal sekiranya berniat untuk berburu sunset.
  • Kalau mau berniat untuk foto buat prawedding sebainya konfirmasi ulang. Mana tahu sekarang berbayar untuk jaga-jaga.





 

 

 











 

Sunday, 29 March 2026

Wisata Benteng Anoi Hitam Sabang: Hidden Gem Gratis dengan View Laut Instagramable

March 29, 2026 18

Ini Adalah perjalanan di 2025 pada september yang baru terealisasikan untuk dituankan di blog pada tahun 2026. Benar diluar ekpetasi saya, niat untuk ditulis sebulan kemudian berakhir 6 bulan setelahnya.  Memang salah satu musuh utama kita adalah penundaan yang berubah menjadi kelupaan.”Anoi Hitam, Destinasi Wisata Alam Aceh yang Instagramable

            Nama tempat ini Adalah Benteng Anoi hitam, sebuah kawasan yang terkenal dengan view dan sejarahnya secara bersamaan, target kesini dibarengi teman adalah pilihan saya dalam trip yang terhitung dadakan, siapa sangka tempatnya tidak mengecewakan sama sekali. Berangkat dalam keadaan terburu dan status turis baru, kami baru sadar tempat ini bersih dari tiket masuk dan bahkan tukang parkir, (memang rata-rata tempat wisata disini tidak ada uang masuk dan parkir) tempatnya juga terawat bersih dengan dua ruko yang tersedia. Tapi gk tahu dua atau tiga tahun lagi bakal berubah atau tidak. Oya posisi  tempatnya juga tersedia tempat beli makanan sekiranya ingin mampir makan sebelum menanjak, tapi bukan resto layaknya  di aceh herigate vintage ya, senormalnya tempat makan pinggir laut dengan mie pelengkap mungkin dan snack yang di jual diruko mini tersebut. Cocok buat berleha sekiranya tak sanggup menanjak untuk milihat Meriam peninggalan yang dimaksut atau untuk orang tua yang pegal encok menunggu anaknya mendaki sekiranya tak kuat. Langkah setapak setapak untuk melihat benteng yang di maksud sebenarnya tidak jauh mungkin kurang dari seratus juga.. menurut saya masih aman sekiranya eyang opa untu mencoba sekiranya sudah disini sayang sudah setengah jalan juga kalau dipikir.

Anoi Hitam, Destinasi Wisata Alam Aceh yang Instagramable
            Sebuah papan informasi petunjuk tertera sebelum menuju tangga, tempat ini adalah salah saksi bisu dari perang dunia ke 2 dimana benteng tersebut di bangun oleh sang nipon kala menduduki aceh pada tahun 1942 sampai 1945 yang bertujuan untuk menyimpan persenjataan dan juga untuk perlindungan atau pertahanan dari musuh, mengingat posisi yang strategis untuk pengintaian, sebuah Meriam sepanjang tiga meter pun masih tertanam di sana kala kami kunjungi, vibes teduh dan sejuk mengiringi setiap anak tangga sehingga tak membuat Lelah pada pendakian puluhan anak tangga tersebut. Terlihat ada tempat pernyimpanan yang masih terlihat kokoh sekalipun hampir hampir seabad umurnya, tentunya coretan alay remaja puber mewarnai tembok yang tidak bersalah itu, “Bocil” sebuah tulisan dengan stip x melekat di pintu luar, Dirly, ria, singkil dan bahkan nama instagram lebih berserak lagi memenuhi lengkap dengan @ nya, “siapa tahu mungkin nambah following” mikir mereka. (Berharap jadi selebgram jalur nama di coret di tempat bersejarah)

            Saya berlanjut mencari spot utama yang paling banyak diburu. Setelah melihat beragam hastag mengarah kesana, saya pun langsung meluncur cepat kala sadar view alam yang paling diminati untuk berpohoto terlihat. Langkah kaki saya sempat terjeda sejenak kala menemukan Meriam yang dimaksut, benda ini memang tertancap masih, namun ada bagian yang tiada, entah dilepas atau hilang dan rusak, ini adalah bagian yang paling startegis untuk menyerang tentunya. Buah jamu yang di beli di ruko bawah tiba - tiba terlihat ranup setelah terik penampakan matahari diantara rerumputan yang terlihat cerah merekah kini. Akhirnya saya turun kebawah menuju spot yang diincar, syukurnya tidak ramai orang kala itu jadi serasa layaknya property milik pribadi. Penampakan alamnya sungguh cantik, laut biru beradu dengan langit cerah dibarengin tanamam rumput rapi yang terpangkas dengan pohon sakti yang berdiri gagah seorang diri. Ya inilah yang dicari. Spot yang paling cantik berseliweran di tiktok kini.

Liburan ke Anoi Hitam Aceh: Daya Tarik, Rute, dan Tips Berkunjung
            Namun apesnya kali ini rasa kegembiraan sampai tak sadar membuat saya lupa mengabadikan photo. Lebih banyak berleha-leha sembari bernafas rileks menikmati pemandangan yang syahdu, dibarengi buah jambu yang dibeli teman kala di bawah sebelum menanjak, rasanya sangat manis diluar ekspetasi karena beli sedikit jadinya kebagian 2 buah saja tapi  rasanya terlihat membekas seakan perjalanan kali ini layaknya proses ngerujak di 8 tahun lalu, no gadget, ngerumpi ketawa sambil nguncyah tak berhenti  terlihat alami sekali perjalanan kali ini. (memang umumnya kalau sudah jalan jalan hp jadi no 2 tapi tidak pernah semiskin galeri wisata tempat ini) ada beberapa video tapi kala di bawa posisi mau mendaki, giliran ditempat utaman destinasi ini malah lupa dokumentasi, sayang sekali tapi momen memang tidak bisa dibeli, untungnya. ada 4  video tapi agak jelek karena rekam nya gk sadar kepanjangan ngerocos sambil ngunyah wkwk.    Anoi Hitam, Destinasi Wisata Alam Aceh yang Instagramable

TIPS TIPIS TIPIS!

  • Datang pagi atau sore untuk pencahayaan terbaik.
  • Bawa air minum sendiri diatas tidak ada penjual air 
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk naik tangga
  • pakai baju warna bertabrakan dengan alam. merah misalnya
  • siapkan sunblock + kipas mini daerah panas dan kulit gosong
  • terakhir Siapkan kamera… jangan sampai lupa seperti saya 😄


#wisataaceh #wisatasabang #anoihitam #wonderfulindonesia


Thursday, 12 March 2026

Wisata komplit dengan menjelajahi Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

March 12, 2026 1

Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungin ke Jakarta, namun sebuah tempat yang bisa memenuhi ekspetasi saya sebagai orang yang suka belajar sejarah dan budaya adalah tempat ini. Wisata ke taman mini Indonesia indah (TMII) akhirnya menjadi destinasi yang kami tuju dengan mengandalkan grab untuk meringkas perjalanan yang terbilang lumayan menguras waktu. ya Akhirnya kami tiba dimuka gerbang dengan sambutan para karyawan yang sudah stand by dengan alat scan qrisnya di harga 35 hari libur. 

wisata komplit ke TMII
     Namun penampakan dari depan terlihat berbeda, sekalipun saya perdana kesini tapi bisa terlihat seperti sebuah acara sedang berlangsung kali ini. Papan bunga berjajar rapi menghiasi setiap penjuru sisi tempat ini, tulisan penuh doa dan ucapan bahagia tertata indah dengan nama tokoh familiar mengiringi  dibawah tulisan, menteri parawisata, menteri agraria, sampai Bahlil lahalia  menteri ESDM juga ada, (Akhirnya saya tahu nama lengkapnya) 

            Menariknya lagi orang berlalu lalang mempunyai sekat alami antara acara tersebut dengan wahana yang dituju, Semua berlalu lalang seperti biasa kecuali kereta keliling yang terlihat agak sedikit jumlahnya kali ini. terlihat sesering itu sepertinya penyelenggaraan acara atau pesta di tempat ini. Akhirnya karena jarak yang terhitung dekat kami memilih dengan berjalan kaki menuju wahana kereta gantung alih alih menunggu angkutan alami penghuni TMII muncul mengingat waktu. Kami Akhirnya mengantri tiket untuk kreta gantung, sialnya tiba-tiba qris bermasalah akhirnya dua kali kami antri untuk bisa menikmati kreta gantung yang menjadi salah satu transportasi yang di buru para pengunjung, penampakan banyak spot seara keseluruhan begitu meriah dari ketinggian, beragam ajungan rumah adat dengan ikon dan seni ukir khasnya tertata mewah dikerumunin para pengunjung. Tiba tiba rumah aceh terlihat  dengan pesawat sebagai pengingat sumbanganya, cukup berkesan selain juga bisa melihat visual museum Indonesia dengan fondasi bangun semi bali yang di sulap cukup besar ukurannya.

rekomendasi tempat wisata di jakarta
Penampakan ajungan dari atas kereta gantung 
            Masih dalam posisi di kreta gantung, tiba-tiba dari arah berlawan seorang gadis remaja menyapa ramah melambai tangan mode sayonara sambil berkata “halo kaka” Suaranya terdengar jelas karena berteriak, sedikit bingung. Apakah seramah itu orang daerah sini atau memang gabut. Curiga takutnya masuk konten mereka kali ini. Saya tersenyum kebingungan membalas sembari berlanjut melihat seksama, penampakan pulau yang di disulap selayaknya peta Indonesia dengan posisi cukup rapi setiap gundukan. Ini belum berakhir dari kejauhan juga terlihat sebuah istana yang sangat indentik, entah apa isinya tapi itu cukup nyentrik untuk tidak di kunjungin akhirnya saya mengutarakan keinginan kesana yang diiyakan oleh sang kakak. “Oke turun dari sini kita kesana”

TMII

rekomendasi tempat wisata di jakarta
Danau yang di desain dengan gambar peta indonesia

            Perjalanan pun berlanjut setelah turun menuju ke tempat yang di maksud, kondisi mendung membuat kami mencoba menempuh jalan kaki alih alih menunggu jemputan lewat, perjalanan cukup jauh dari ekspetasi ternyata “ mengingat kalau naik kreta gantung terlihat cepat dan dekat” akhirnya tenaga mulai di timbun sembari menunggu kreta lewat. Maklum selain umur tiba-tiba teori jalan-jalan 10 ribu Langkah kaki di skip mengingat kretanya gratis juga. Toh selanjutnya perjalanan liburan pindah stasiun halte dan keliling tempat lain di dominasi jalan kaki juga. Saya mencari pembelaan atas kondisi sekarang dalam hati, karena pengalmanan kalau traveling begini sehari bisa sampai 15 ribu Langkah, bahkan pernah 18 ribu Ketika liburan di Malaysia dalam sehari. Tentu habit ini jarang terjadi jadi berharap kalau liburan Adalah momen untuk mendisiplinkan kaki secara tak langsung yang terbiasa manja alias jarang olahraga. Akhirnya yang ditunggu muncul. Kami pun bergegas naik memperhatikan seksama banyak tempat menarik yang di lewati. Banyak sekali museum ternyata seperti museum penerangan, museum tranportasi, museum Komodo, sampai museum Indonesia yang saya kunjungi salah satunya. Kondisinya juga sama untuk taman yang juga terdiri dari beragam jenis penghuninya, mulai dari taman burung TMII, taman apotek, hingga taman Kaktus. Belum lagi tempat atraksi dan wahana layaknya skyworld sampai teater berbentuk rumah keong mas yang selalu laris dengan penghuninya, sayangnya waktu saya terbatas karena banyak ada tempat derah lain yang ingin di kunjungin dalam sehari, jadinya saya memilih beberapa tempat yang paling menarik untuk diintip didalam TMII seperti museum Indonesia, dan taman anak-taman yang terlihat paling menonjol ukurannya dan rumah keong.

wisata ke TMII
Beberap tempat yang memerlukan tiket masuk berbayar lagi untuk dikunjungi.

            Sialnya setelah tiba di taman anak kali ini tidak buka, entah kondisi apa yang membuat tidak buka bisa jadi renovasi atau apapun itu, membuat agak sedikit kecewat setengah masam akhirnya saya hanya memotret sekilas untuk kenangan  dengan seekor meng sebagai modelnya parahnya apes ini belum berakhir,  kini sambutan dengan gerimis hujan tiba-tiba saja menghampiri dalam posisi tidak terduga. Kami berlari mencari perlidungan banyak waktu terkuras di sesi ini. Akhirnya setengah siang telah lalu kamipun tidak bisa menghabiskan waktu terlalu banyak tempat tersebut, namun terasa sayang jikalau hanya langsung penjuru melalui  wahana gantung dan langsung balik, akhirnya perjalanan balik kami pastikan tetap masuk ke museum mengingat ini juga tidak menghabiskan waktu yang banyak sebatas alias melihat penampakan dan langsung keluar. Ya alih-alih rumah keong nonton yng menguras waktu bisa 2 jam ini tentunya ini lebih aman mengingat juga gratisss. Akhirnya pelarian kesini sebagai penutupan mengingat bentukannya juga yang paling besar tentu menambah rasa penasaran dengan harapan tidak berakhir seperti taman anak-anak alias malah tidak buka kala kami kesini. Kami sempat masuk kesini sebelum pulang sehingga merasa rasa kecewa  sediikit tertolong dengan visual museum yang cukup meriah penampakannya, btw khusus penamapakan museum akan di ulas di article khsusus.  

TMII

Thursday, 19 February 2026

How to Travel Sustainably: A Guide for the Modern Explorer

February 19, 2026 0

I remember sitting on a beach a few years ago and seeing plastic bottles floating in the waves. It was a wake up call for me. As we move through 2026, many of us want to see the world without hurting it. We want to explore new places but we also want to keep them beautiful. I get asked all the time about how to travel sustainably without making it feel like hard work. The truth is that it is much easier than you think. It is just about making better choices every day.

How to Travel Sustainably: A Guide for the Modern Explorer
Source : Potato head

When we talk about how to travel sustainably, we are talking about being a good guest. Imagine visiting a friend's house. You wouldn't leave trash on the floor or waste their water. Traveling is the same thing. Whether you are staying in a small village or a fancy resort in Bali, the goal is to leave the place exactly as you found it. Maybe even a little bit better.

Start with Where You Stay

The first step in learning how to travel sustainably is choosing the right place to sleep. Some hotels just talk about being green, but others really do the work. If you are looking for a great example, you should check out Desa Potato Head Bali. This place is amazing because they try to produce zero waste. They turn old plastic into furniture and they don't use things that you just throw away after one use.

Choosing a resort in Bali that cares about the earth makes your trip much more meaningful. You can relax and enjoy your vacation knowing that the hotel is protecting the local nature. This is a big part of how to travel sustainably because your money goes to businesses that do the right thing. It shows other hotels that guests care about the planet.

Slow Down and Enjoy the Moment

A lot of people think they need to see ten cities in ten days. But that is not how to travel sustainably because it uses a lot of fuel and creates a lot of stress. I have learned that "slow travel" is much more fun. When you stay in one place for a longer time, you really get to know it. You find the best local food and you meet the people who live there.

If you spend your whole week at one resort in Bali, you help the local economy more than if you just pass through. You reduce the pollution from planes and cars. Plus, you actually feel rested when you go home. Slowing down is a secret tip for how to travel sustainably while also having a much better time.

Watch What You Eat and Buy

What we eat has a huge impact on the world. If you want to know how to travel sustainably, try to eat food that grows nearby. In tropical places, look for local fruits and fresh fish instead of food that has to be flown in from another country. It tastes better and it is much better for the environment.

How to Travel Sustainably: A Guide for the Modern Explorer
When you go shopping, try to buy things from local artists. This is another way to travel sustainably because it keeps the money in the local community. Instead of buying a cheap plastic toy, buy a hand carved bowl or a piece of art. These things have a story and they last a long time. Supporting local people is a key part of how to travel sustainably because it helps protect their culture.

Respect the Local Life

Every place has its own rules and traditions. Part of how to travel sustainably is being respectful of the local culture. Before you go, read a little bit about the place. Learn how to say hello and thank you in the local language. People will appreciate the effort, and it makes your trip much more special.

When you visit a temple or a sacred place, follow the rules about what to wear. This is a huge part of how to travel sustainably because it keeps the local spirit alive. We are lucky to be able to visit these beautiful places, so we should treat them with kindness.

Pack Smart and Simple

Your bag is a great place to start when learning how to travel sustainably. Every extra pound in your suitcase makes the plane or bus use more fuel. Try to pack light and only take what you really need. I always bring a reusable water bottle and my own shopping bags. This helps me avoid using plastic that will just end up in the ocean.

If you are wondering how to travel sustainably with your skin care, try using solid soap and shampoo bars. They don't leak in your bag and they don't use plastic bottles. These small changes might seem tiny, but when millions of people do them, it makes a huge difference. Learning how to travel sustainably is really about these small, daily habits.

Your Choices Matter

At the end of the day, how to travel sustainably is a journey for all of us. No one is perfect, and that is okay. The important thing is that we are trying. Every time you say no to a plastic straw or choose a green hotel, you are helping. The world is a beautiful place, and we want to keep it that way for a long time.

By learning how to travel sustainably, you become a part of a global community that cares. You can still have a luxury vacation and enjoy every minute of it. You just do it in a way that respects the earth. So the next time you plan a trip, think about these simple steps. You will find that your travels feel much more rewarding. (Cassandra )

#travel #explorer #bali