5 tempat wisata sejarah di Aceh

February 23, 2019 14

Aceh selain terkenal dengan wisata alamnya yang indah, juga terkenal dengan sejarahnya. Faktanya Aceh mempunyai banyak hal bersejarah yang perlu dikenal di khalayak luas. Mulai dari kerajaan aceh sendiri hingga yang berskala nasional seperti halnya Monumen Seulawah RI: 001 yang merupkan cikal bakal berdiri nya Garuda hari ini.  Maka tak heran ada istilah pekan kebudayaan Aceh, yang mana diharapkan dapat  kembali mendongkrak rakyat aceh untuk mengingat dan hingga melirik lagi sejarah bagi para generasi baru sehingga diharapkan bisa memicu sikap patriotism dan respect perjuangan terhadap sejarah yang ada hari ini.
Berikut adalah lima Tempat Wisata sejarah di Aceh yang harus kalian kunjungi.

1.     Rumah Aceh

Rumah aceh memiliki filisofi yang cukup tinggi untuk orang aceh, uniknya rumah aceh merupakan rumah yang terbuat dari kayu tanpa mengunakan paku, yang ternyata bisa bertahan hingga 100 tahun lebih. Untuk lebi jelasnya ulasan ini sudah pernah dibahas di post Mengenal Filosofi Rumah Aceh

2.     Masjid Raya Baiturrahman
Mesjid ini mempunyai nilai sejarah yang paling tinggi untuk rakyat aceh, dibangun pertama kali pada masa Sultan Iskandar alaidin mahmudsyah 1 pada abad ke-13. Bahkan pada satu kondisi tempat ini pernah menjadi pusat pembelajaran agama di aceh yang mempunyai murid bertaraf internasional. Disisi lain tempat ini juga menjadi salah satu bukti perjuangan orang aceh terhadap perang melawan belanda bahkan pada satu lokasi menjadi tempat tewasnya kohler yang berada tepat dibawah pohon kelumpang yang kini telah hilang disulap menjadi bagian komplek peristirahatan. Tempat ini juga menjadi salah satu bukti kemahadasyatan tsunami aceh yang bertahan dengan  utuh. Wow Alias tidak tersentuh air di dalam masjidnya.


3.     Taman Gunongan
Bangunan yang berbentuk selayaknya kelopak bunga ini merupakan bukti cinta sang sultan iskandar muda kepada istrinya putri Kamaliah atau yang lebih dikenal dengan nama putro Phang. Hal ini berawal ketika sang putri rindu akan kampung halamannya di Pahang sehingga membuat sang sultan melakukan sesuatu untuk bisa menghibur sang putri dengan nuasa disana. Untuk post lengkapanya sudah pernah dibahas  Melirik Gunongan Buatan .

4.     Monumen Seulawah RI-001
Pesawat RI-001 adalah jenis DC-3 dakota yang diberi nama seulawah, berasal dari nama gunung yang berada di Aceh yang mana dibeli dari uang rakyat aceh yang dikumpulkan hingga disumbangkan untuk republik Indonesia. Monument ini berada di blang padang banda aceh untuk mengenang pengorbanan rakyat aceh untuk memperjuangkan Indonesia serta menjadi cikal bakal maskapai penerbangan garuda Indonesia airways hari ini.


5.     Museum Tsunami
Tempat ini menjadi salah satu ikon untuk mengenang kembali peristiwa dahsyatnya Tsunami aceh yang terjadi pada tanggal pada 26 desember 2004. Yang mana korban lebih dari 240.000 jiwa. Adapun lokasinya berada di banda aceh yaitu sukaramai, baiturahman . Dan untuk desain dari tempat ini mengambil ide dasar dari rumoh aceh yang berupa rumah panggung dengan mengusung tema “Rumoh Aceh As escape hill.” Selain berfungsi sebagai salah satu tempat refleksi, museum tsunami juga bertujuan sebagai media edukasi hingga evaluasi


Wisata Alam Eky Momong Resort

February 21, 2019 11
Liburan selalu menghasilkan kenangan yang menarik. kesempatan untuk berkreasi tentunya harus dimanfaatkan sedemikian rupa terutama bagi saya pribadi yang mulai lelah dengan rutinitas melihat wajah dosen dikampus hihi, efek ujian kacau balau ya begini deh, Ada aqua…? 


  Dan kesempatan liburan kali ini saya habiskan dengan mencari hiburan alami, yups maknanya wisata alam menjadi pilihan saya saat ini berhubung ada beberapa tempat baru yang sedang naik pangkat dikalangan para pemburu spot dan sunset hiyahiya. Dan salah satunya ialah eng ing eng Eky Momong Resort.

    
  Eky Momong Momong resort merupakan salah satu wisata alam berupa pantai yang sedang naik daun saat ini. Adapun lokasinya berada dikawasan Lampuuk yaitu tepatnya didesa meunasah Balee, Kec. Lhoknga. Nah Lokasi perjalanan dalam meraih tempat ini juga cukup bikin hati dag dig dug selayaknya berjumpa dengan pak pol, bayangkan aja masuk kedalam kawasan yang bikin saya jumpa dengan monyet liar eh belum lagi jalanan yang bikin cenat cenut dengan tarjelnya batu gunung yang bisa bikin kemps ban, (ya walau gk separah ujian perjalanan ke Lamreh sih. ) Syukur perjalanan saya dalam keadaan musim kemarau jadi gk becek selayaknya video di Youtube yang harus servis kereta hihi..
    Akhirnya kami tiba dilokasi, dan tara pemandangan yang disuguhkan pertama kali telah berhasil mengapus lelah perjalanan yang saya alami, memang cukup indah, dengan warna laut yang biru memukau disiang terik. Dan senyap dari keriuhan suara manusia selayaknya pantai umum yang saya datangi, maklum tempat ini masih terbilang sepi dengan mempunyai satu tempat berteduh jadi tidak seramai selayaknya dipantai lhoknga yang lain. Oya Kala itu kami malah berjumpa dengan orang yang sedang pengambilan photo prawedding lagi, memang suasananya cukup cocok karena gak ramai, jadi viewnya bebas dan masih bersih tempatnya hmm. btw Kalau kamu kapan nikah??



Yuhuuu serasa ini tempat milik pribadi.. s 
kami sampai ditempat lokasi, kisaran jam 13.11 dan langsung shalat biar gk kepikiran nanti main air, hihi oya disini tempatnya cukup nyaman lho sudah bersih, tempat mushala hingga peristirahatan cukup sepoi sepoi selain viewnya yang sangat memukau. makananya pun juga punya banyak pilihan tapi kala itu kami beli nasi diluar karena kirain gak jual apa-apa Cuma air pesan wkwkw. Untung wajah setebal tapak sepatu jadi gpp walau semisal gak boleh bawa makanan diluar, tapi ternyata boleh kok. Disini aneka jajanan selayaknya air kelapa muda, mie dan sejenis mamam yang lainya tersedia. Dan juga sinyal cukup bagus jadi gak usah takut gk bisa update stori disini hiyahiya
http://inialutarfus521.blogspot.com/2019/02/wisata-alam-ke-eky-momong-resort.html


    Setelah cukup bosen berleha leha, akhirnya saya bersama teman saya milih ke pantai berhubung cuaca tak sepanas tadi... dan kembali kami tertakjub melihat keindahan tempat ini, bayangkan saja lihat birunya laut yang dikemas dengan gunung yang menjuntai hijau kami juga bias melihat langsung ikan dengan warna yang kerlap kerlib dibalik terubung karang bermain lincah, beragam ikan kami jumpai selayaknya kami sedang berada di tengah laut yang dalam. terumbu karang dengan warna pelangi hingga ikan dan kepiting, semua kami temukan dan bahkan seakan tak takut dengan kedatangan kami mereka memutari kaki kami selayakknya anak kucing mengikuti saya wkwwkw. Puas banget main airnya deh….


Penampakan beragam ikan hias warna warni di laut 



Selain kondisi laut yang indah sunset kalau sore juga cukup menarik bedanya kami tidak sampai sore karena perjalanan pulang yang cukup jauh jadinya jam sudah berkemas balek tapi gak jelas sudah sampai kesini walau gak dapat sunset karena ikannya sudah membuat saya nyaman eh. 

#Wisataaceh #wisataindonesia #visitindonesia #wonderfullindonesia #Aceh #travel #travelblogger # instablogger #rekomenadasiwisataaceh #wisatacehbesar



















Waduk Kelliling Sekarang Layaknya Bunga Tanpa Kembang

February 17, 2019 2

Indrapuri merupakan tempat dengan ragam julukan. selain terkenal dengan wisata kuliner selayaknya rujak rujak u groeh dan rambutan. Daerah ini juga terkenal dengan wisata sejarah dan alam yang cukup menyihir setiap pasang mata. Dan juga cukup menarik minat para pemburu spot mulai dari Mesjid Tuha, hingga krueng jreu namun yang menjadi persoalan ialah faktor destinasi wisata ditetangga yang tidak cukup berkembang selayaknya pada rumput seberang.
Katakanlah Waduk keliling tempat yang pernah famous pada tahun 2008 Bahkan pada satu kondisi ia termasuk waduk pertama di Provinsi Aceh. Waduk keliling sendiri merupakan sebuah destinasi wisata yang tujuan utamanya untuk mengairi air dalam area persawahan sekitar hingga keamanaan, dengan lokasi berada di Desa Baksukon Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Adapun pembangunan dimulai tahun 2002 dan selesai tahun 2008. Saat itu tempat ini cukup menarik untuk dilirik selain faktor pemandangan yang indah, pembangunan disana sanapun sudah cukup memadai maknanya tempat makan, kamar mandi, mushala hingga tempat parkir dapat ditemukan. Bahkan kita bisa menyebrangi ke tengah pulau yang didalamnya banyak hal lain bisa didapati Kita juga bisa mengelilingi Waduk yang memiliki luas genangan 220 hektar ini dengan menggunakan  jasa boat. Tempat ini memang tidak bisa digunakan untuk mandi selayaknya waterboom Tapi pada sisi lain kita bisa memancing dengan tangkapan yang bervariasi dan pastinya tidak dipungut biaya alias gratis.
Sayangnya hal tersebut adalah kisah tempo dulu. Hari ini waduk keliling lebih terlihat seram seperti halnya penampakan tempat syuting film hantu, dan ini bukan tidak beralasan. Kita bisa melihat segala sarana yang pernah dibangun kini telah rusak dimakan usia, hingga para turis yang tidak bertanggung jawab, padahal dulu tempat ini mendapat penghargaan dalam kategori “Teknologi Konstruksi dan Karya Ilmiah Internal Kementrian Pekerjaan Umum”. Maka timbul pertanyaan apakah hanya sebatas gelar? Disana juga bisa kita dapatin makam ulama yang terletak tepat berada di kaki tangga mushala, sungguh menyedihkan jika hari ini kita dapati tempat ini terabaikan. Dan yang lebih memprihantikan ialah kala tempat yang sudah sepi dan tidak terawat menjadi salah satu tempat muda mudi untuk menghabiskan sore, dengan berduaan tanpa ada kontrol secara pasti selayakanya tempat wisata yang biasa dilewati wiliyatul hisbah atau minimal banyak orang. Tentunya ketakutan akan potensi mobil atau rumput bergoyang semakin besar pada tempat ini.
Pada kondisi lain, kita bisa melihat kearah para tetangga yang cukup berjaya dengan keragaman asetnya. Selayakanya Indrapuri, yaitu dengan wisata sejarah mesjid tuha, wisata kuliner rujak rujak u groeh dan rambutanya, atau sibreh dengan taman rusa yang sedang gemilangnya, hingga Semahani yang terkenal dengan kuta malaka dan air terjun yang bertingkat. Bahkan konon tempat wisata air terjun ini sudah masuk dalam salah satu stasiun tv acara perjalanan. Maka semakin terekspost lagi tempat ini. Dan sebaliknya, untuk waduk keliling yang terlantar ini, maka senyaplah selamanya tanpa ada inisiatif lebih untuk memperbaiki kondisi.
Adapun alasan yang sering muncul  terhadap berkurangnya minat turis, atau terabaikannya tempat ini ialah faktor lokasi yang cukup jauh, penunggu hingga fasilitas yang terabaikan sehingga tak layak lagi digunakan. Hemat penulis jikalau beralasan kurangnya minat tempat ini karena lokasi, maka air terjun semahani lebih ekstrim jarak tempuhnya jadi bukannlah jarak yag menjadi kendala terutama karena jalan menuju ke waduk keliling yang sudah sangat bagus maka tentu alasan ini bisa dibantah. dan bahkan jikalau faktor penunggu kita tahu untuk danau toba pun dipercaya ada penunggu sehingga untuk alasan seperti kurang bisa dipertanggung jawabkan. bagi saya alasan yang sesuai ialah dukungan dari pemerintah terhadap tempat ini yang sangat kurang. Seadainya tempat ini kembali diperbaiki tentu akan berbeda jauh kondisi, oleh karena itu tugas kita ialah membangun dan memperbaiki kembali tempat ini. Sebagaimana kita sadar betapa besar potensi yang bisa ditimbulkan jikalau tempat ini kembali muncul kemuka publik.

 Saat ini kita berada pada masa pemburu spot, makanan hingga budaya. Dan sudah sepatutnya kita bisa memaksimalkan hal ini untuk meningkat pemasukan. Karena kita tahu bagaimana hari ini Aceh sedang koncar kancirnya mempromosikan destinasi wisata, hal ini karena kita sadar bagaimana potensi di sektor parawisata paling besar untuk dinikmati. Maka sudah sepatutnya segala tempat yang berpotensi kembali dibenahi, terutama karena faktor kemudahan dalam promosi diera sekarang yaitu melalui jejaring sosial yang bisa diakses oleh setiap kalangan tanpa batas usia dan waktu.
Dilain pihak kita juga tahu perekonomian masyarakat bisa terbantu seandainya tempat ini kembali berjaya. Karena jikalau tempat ini berjaya otomatis akan menciptakan lapangan kerja dan pastinya bisa membantu mengurangi jumlah penggangguran disekitaran lokasi. Hari ini para warga sekitar hanya bisa mendapatkan upah untuk membersihkan area waduk sebesar 70 ribu dan itu tidak terhitung setiap hari. Sangat berbanding jauh jikalau mereka punya izin untuk membuka kios ditempat ini. Juga pada konteks lain bisa membantu keamanan yang kurang. Seandainya tempat ini kemball berjaya pastinya tingkat keamanan semakin baik, maknya tidak ada yang berduaan ditempat ini, balapan liar, hingga beberapa pendatang yang iseng merusak tempat ini. Adapun kita sadar alat kontrol disini masih sangat terbatas, oleh karena itu dengan kembali dihidupkan tempat ini bisa menjadi salah satu alat kontrol para muda mudi untuk menyesuaikan tatanan yang seharusnya.
Namun sayangnya izin dari pemerintah sendiri tidak didapati untuk sekedar kios kecil. Sehingga ketika turis datang tidak ada magnet khusus untuk singgah ditempat tersebut. Hal ini sudah sepatutnya menjadi tugas bersama untuk menyelesaikan persoalan dengan harapan, waduk keliling tak lagi menjadi layaknya bunga tanpa kumbang.  



Don't Call Me Ukh

February 16, 2019 15

Ukh atau secara makna yang dituju adalah kakak dalam serapan bahasa arab ukhti, kini kata ini menjadi salah satu kata tren bagi para muslimah yang dalam proses hijrahnya, but actually  i dont like people call be like this. Bukan persoalan yang dianggap oleh sekelompok makhluk dengan kata ke arab-arab tapi lebih kepada proses penggeseran maknanya yang 630 derajat wow sungguh terkejut!!.

Bagi saya pribadi, Fb selain sebagai tempat share shitpost merupakah tempat mencari judul proposal. tentunya hal ini didasari karena banyaknya persoalan yang selalu muncul diberanda. Mulai dari kelakuan kids jaman now yang bikin gubrak, bacotan para cebong kempret, hingga tingkah usil people negara flower. Hal tersebut selalu berhasil membuat saya berkerut kening ketika menemukan statement atau hal unik yang menarik untuk dikepoin ketahap selanjutnya, yaps akhirnya saya jadi suka memilah banyak masalah di Fb dan salah satunya ialah fenomena Panggilan ukh.

Berawal dari grup Hijrah Fb

Saya tidak sadar sudah berapa lama saya mengendap dalam beberapa grup yang berfokus pada muslimah khusus hijrah dan baru berapa minggu ini saya tertarik untuk mengikuti berita terbaru dari beberapa grup tersebut. Sejujurnya isinya lebih kepada pengenalan atau tukeran wallpaper muslimah “ Assalamualaikum Ukht dari mana aja ni, ana dari banten..” dan  hebatnya berakhir hampir 2000 ribu koment isinya Hanya , aceh , meda, surabaya, palempang bahkan ada yang lengkap dengan nama kampung, ( yang gue mikir sanggup dibaca emang 2000 koment tempat doang, lagipun kalau dibaca mana sanggup respon sebanyak itu -_- )  akhirnya mulai berubah status menjadi reader di grup fb tersebut. Dan melihat sejauh mana hijrah ini berlangsung. Sumpah  sampai lowbat saya stalk tidak ada isinya yang bisa membuat saya betah karena isinya terlalu dasar “ assalmaualaikum adakah istilah pacaran islami??” gitu pertanyataan .  akhirnya saya pindah ke grup hijrah lain karena ternyata usia para anggota anak SMP wkwwk. Dan di grup lain kembali kendala muncul yaitu penggunan Istilah Ukh .
Alasan saya benci dipanggil ini pertama karna pengggeseran makna so pls dont call me ukh terserah asal bahasa yang bermakna baik, tapi saya tidak suka. Bagi saya singkatan ukh terkesan pengucapan selayaknya unch. Yang mana unch sendiri mempunyai arti yang cukup jorok yaitu berjurus selangkangan manusia dalam bahasa slang atau bahasa gaul bule.  Jadi itu dasar pertama saya benci di panggil ukh, Dan kedua sekalipun dengan tulisan lengkap saya juga akan merasa tak jaman, karena lazimnya kata tersebut bagi saya terkesan agamis jadi saya pribadi melihat kata tersebut cukup sulit dipakai oleh sembarang orang. Maksutnya gimana sih ?? Iya maksutnya orang yang panggil ukti harus sesuai dengan karakternya , jangan sampai panggil ukhti sedangkan dari sikap gak terkontrol   atau pada satu kondisi orang yang coment ukti yang sabar ya tapi profil aja gak pakek jilbab, jadi rasanya gimana gitu.  
Mungkin kalau lihat anak pondok diwajibkan bahasa arab ya wajar panggil ukti ana, wong pondok kan ada minggu bahasa tapi kalau orang disekitaran luar dalam artian baru mulai.  lucu aja sih , soalnya pengamalaman pribadi kala asrama dulu wkwkw,  tapi saya gak membantah atau gak ngelarang, bagus malahan selama kalian imbangin dengan alat kontrol dalam perbuatan gitu, seperti kalau ngomong ukti ana,  jangan duduknya capslock, tertawa sampai muncrat atau latah di fb semisalnya.  Intinya berwibawa sesuai perkataan sih kalau menurut saya. Oya jangan panggil ukh ya