Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Aceh dengan lima karakteristik di mata luar

January 28, 2024 1

Tulisan kali ini sedikit berat jadi saya ingin menarasikan dengan bahasa yang cukup santai alias curhatan seorang acehnese yang saya lepaskan tanpa memikirkan seo dan peranakannya. Hoho anggaplah isi curhat untuk sesi kali ini. Tapi sejujurnya ini isi yang cukup lama dan Panjang untuk saya utarakan berdasarkan pengalaman saya pribadi sebagai acehnese. Semoga gak terdetect pelanggaran yak.


            Bercerita pengalaman sendiri, Bagi saya Aceh itu punya banyak warna di mata orang luar Aceh, hal ini benar-benar saya rasakan kala saya yang dulunya polos  perdana keluar aceh hingga sekarang , pertanyaan gak jauh dari gitu-gitu terus. yaps yang mana selalu mendapatkan pertanyaan yang seakan menjadi buah topik basa basi ala orang ketika pertama kali ketemu.

  • Ganja

 Sumpah nulis ini aja rada-rada bingung pertama kali keluar aceh ketika SMA mendapat pertanyaan ini masih setengah terheran “Ada bawa ganj*?” saya yang kala itu setengah bego hanya bertanya ”haa” seakan memperjelas pertanyaan itu sebelum akhirnya guru saya yang menjawab “Ada pak mau berapa kg?” intinya basa basi gitu sambil terkekeh cuma tetap ekspresi kita gak bisa  bohong kesel ya, merasa lebih ke dihina gitu, tapi emang nyatanya Aceh terkenal dengan daerah penghasil ganja jadi gak heran pertanyaan atau basa basi perihal topik ini selalu muncul lagi berulang kali, bahkan pernah kedapatan salah satu berita yang menyebutkan aceh sebagai salah satu daerah penghasil  jenis ganja terbaik. See… laknat banget, mau mengelak berita begituan tapi selalu ada pelengkap dari berita lain, seperti berita yang sudah tersebar kemana mana  bahwa ganja sudah sangat dekat dengan orang aceh bahkan jadi bumbu masakan dapur kayak Kuah beulangong, hmm entah benar atau gak mungkin dulu ia benar dan sekarang sudah illegal, saya pun tidak tahu bagaimana bisa tanaman ini muasalnya terlihat ramah di telinga masyarakat, sampai-sampai ni ya, kalau misal ketemu satu tempat makan yang Kuah Beulangong nya enak banget dan rame orang yang berdatangan, ada aja curiga ini pakai ganja kali ya? gak ada mikir penglaris diludahi setan adatnya udah beda pdahal gak tahu jangankan rasa, bentuk ganja secara pasti aja tidak pernah lihat langsung kecuali di google, bayangannya kayak daun umbi tapi bergigi gitu, bahkan ada kenalan yang oon nemu tanaman sejenis krisan malah dikira ganja. duh itulah kenapa polos ada takarannya juga yak.

  • Tsunami

Ini menjadi pertanyaan popular juga kala ke suatu daerah diluar kota, “Waktu tsunami kemarin kamu lari kemana?” Ok pertama ada beberapa daratan yang gak tersentuh oleh air salah satunya daerah saya karena lokasinya yang berada jauh dari kota, kedua sekiranya orang yang berada di Kawasan laut yang nyatanya banyak juga yang selamat lari kemana? Nah  untuk kasus ini sesuai pengalaman teman yang beralamatkan di sana katanya mendaki bukit, karena kebetulan di Kawasan lhoknga sendiri dikelilingi banyak bukit yang menjadi tempat pelarian satu-satunya, karena waktu dan kecepatan air sampai 60 km/jam jadi tidak ada harapan selain ke bukit- bukit terdekat. Tsunami memang maha dahsyat ngerinya setelah liat gambar penampak di satelit, belum lagi kapal PLT yang berhasil di berpindah ke pusat Kawasan padat penduduk yang berakhir kini menjadi salah satu tempat wisata sejarah. Sempat takjub sekaligus ngeri karena penampakan airnya betul- betul liar untuk menyelamatkan diri, makanya banyak kejadian diluar nalar juga yang terjadi dan gak buat terkejut lagi. Btw ada beberapa photo kala tsunami aceh yang pernah saya dapatkan kala pameran refleksi mengenang momen duka itu. dan bakal rame kalau sudah tanggal peringatanya. 

  • DOM

Gerakan Aceh Merdeka ialah sebuah kelompok yang dianggap separatis dan akhirnya menjadikan Aceh berada dalam Kawasan Daerah Operasi militer (DOM) waktu itu. Sejujurnya banyak pro kontra perihal Gam kalau misal kalian pribadi bertanya kepada orang Aceh, misalnya yang setuju karena merasa dikhianati oleh sukarno perihal janji yang pernah disampaikan bahkan bertindak sebaliknya dan membatasi gerak ruang lingkup aceh. (kapan- kapan kita bahas secara spesifik tentang ini yaps),  Untuk pihak kontra nya ialah yang lemah jantung gak sanggup dengar suara peluru tiap waktu, kita yang tidak terlibat tapi kita juga dicurigai, belum lagi setiap mau bepergian bakal diperiksa, hidup kita sangat tidak nyaman kacaunya korban tetap bertambah, dan semakin memunculkan ketakutan,  DOM Adalah masa yang cukup membekas untuk orang aceh bahkan meskipun bukan orang yang tergabung dalam GAM yang menjadi target dari milter, Salah satunya ialah banyak kejadian yang salah tangkap hingga ketakutan yang berakibat kepada setiap orang tanpa terkecuali, anak-anak. Makanya ada info banyak pelanggaran HAM juga, Kalau misal kalian mau tahu daerah berkonflik itu betul2 mengerikan, gak usah jauh2 palestina, saya sempat menemukan video rekaman dari seorang jurnalis aussie meliput tentang kejadian kala itu. dimana seorang anak balita tergeletak tak bernyawa layaknya berlumuran darah persis seperti anak palestin yang kalian temukan di media saat ini, debu sudah mirip korban tsunami. dan orang tetap melarikan diri karena sistemnya lebih ngeri ditangkap ketimbang mengikuti empati, karena bakal disiksa sumpah  seram. Saya pribadi punya teman dari 2 pihak dengan ceritanya yang tragis kala kecill, satu teman dimana dia disembunyikan di kandang sapi berhari hari kala kecil  karena ayahnya  tergabung dalam GAM, disisi lain saya juga punya teman anak dari salah satu TNI yang kala itu ia sampai harus disembunyikan didalam lemari oleh neneknya ketika GAM  beraksi, Kalau dengar cerita kedua pihak bikin  merinding. Dan kalian tahu gimana akhirnya bisa terjadi perjanjian damai? salah -satunya ialah kala Tsunami aceh.

  • Syariat Islam

Sedikit lucu tapi selalu menarik untuk di ulang lagi, “ Eh teman aku awal tahun mau lomba di Aceh orangnya agak tomboy gak biasa pakai rok boleh gak sih pakai celana?”Sepertinya orang-orang membayangkan aceh lebih dari serambi mekkah muasalnya. Sangat ketat dan padat aturanya. Belum lagi perihal jilbab harus pakai jilbab kah untuk yang nonis? Jawabnya enggak, kadang bingung berita dari mana  ngabarin kalau Aceh seram banget udah kayak korut hukumannya. Aceh memang punya hak otonomi khusus tapi gak di paksa buat berjilbab untuk nonis di aceh sendiri ada yang nonis semisal Kawasan peunayong jarak gereja dengan masjid raya bahkan kurang dari 500 meter. Bahkan saya sendiri pernah terkejut dan benar-benar gak nyangka ketemu bule yang berpakaian agak kiblat ke semi bikini di sabang. Sumpah masih kepikiran kok bisa lolos ya… ya walau grandma tetap agak gimana ya melihat media bilang Aceh syariat islam udah Arab Saudi, mana dulu pernah heboh gak boleh duduk ngakang lagi pakai motor lengkap banget warna drama Aceh. Belum lagi Ketika awkarin review aceh. Ia katanya syariat Islam tapi di laut kok bisa ada yang duduk berduaan, ya gimana ya mengontrol umat yang nafsuan hanya mengandalkan polisi syariat gak akan berhasil. Makanya walau sekencang apapun syariat kalau orangnya mindset “Buka Toko” dan sejenisnya tetap aja bakal ada ketemu berita khalwat masuk koran.  

  • Otonomi daerah khusus,

Perihal ini menjadi topik yang paling suka di bahas di berbagai forum, Fyi Otsus itu merupakan hak yang khusus diberikan untuk daerah yang punya sejarah konflik dengan tujuan mendapatkan kesejahteraan dan persoalan lain yang  dapat membantu dalam beragam sengketa di daerah itu, jadi selain aceh contoh daerah yang mendapat otsus ialah papua. Nah Aceh sendiri mendapat keistimewaan dalam 3 bagian pokok yaitu Agama,  Adat dan Pendidikan, makannya di aceh ada qanun layaknya cambuk, dan dulu perna viral parah perihal cambuk di aceh karena salah satu yang pernah jadi mangsa ialah nonis pada kasus maisir atau judi, tapi media nasional brutal banget framing kala dimana seakan2 islam di Aceh itu maksa nonis, padahal kenyataanya dia memilih sendiri karena dikasih opsi kalau dipenjara sampai 6 bulan kalau di cambuk sekian jumlah, sedangkan temannya di cambuk semua,  jadi mungkin yaaa dia milih cambuk  karena bisa bareng temannya, bayangin lu masuk penjara sendirian teman lu sehari selesai di cambuk sudah bisa berkeliaran sedangkan lu 6 bulan di penjara mana gosipnya ada ospek setiap orang masuk penjara lagi. Tapi ini bukan perihal cambuknya tapi media nasional yang sangat brutal, ada banyak media nasional yang britain tapi yang satu ini agak brutal makanya agak gemes, dulu saya ikut beritanya aduh kacau banget thumbnailnya. Btw Kembali ke topik Otonomi khusus (yaelah jauh banget larinya lagi) Aceh mendapat dana Otsus yang lumayan tapi kenapa perkembangannya masih sangat lambat ya, mana otsusnya banyak banget tapi perkembanganya kayak jaringan T3 , Berada dalam salah satu Kawasan termiskin belum lagi Pendidikan yang rendah. Salutnya saya ni, di aceh gak pernah ketemu orang yang tidur di bawah jembatan, tapi ada yang masuk berita tinggal di kandang sapi tempo dulu emang rada-rada lucu kalau diingat. Alangkah lucunya negeri ku ini. Btw udah hamper 1500  tahun Panjang gini kata mending buat artikel khusus perbagian

#aceh #gam #syariatislam #otsusaceh #tsunamiaceh #infoaceh



Jangan sekolahkan anak anda di pesantren

December 23, 2023 0

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menonton salah satu video dakwah lokal, ada beberapa statement yang menjadi titik temu untuk saya sehingga mengingatkan segala memori berkaitan dengan pesantren. Hemat saya "Inti dari penceramah itu ialah hari ini banyak sekali orang tua menyekolahkan anaknya yang pintar di sekolah unggulan sebaliknya untuk anak yang bandel dan bertingkah alias susah diatur dibuang ke Pesantren atau dayah" inilah yang membuat saya melahirkan postingan kali ini dengan judul topik . "Jangan sekolahkan anak di Pesantren" Kalau Anda berniat dia berubah menjadi baik.
     Saya nggak tahu apakah ini bisa dibilang mengulik sisi gelap ponpes yang jadi rahasia umum, atau sekedar refleksi untuk para orang tua yang merasa nggak sanggup ngurus anak sehingga dilempar buangkan ke Dayah dan pesantren, agak kasar sih. tapi poin pentingnya ialah memang ceramah yang Saya dengar itu sangat realistis dengan pengalaman yang terjadi di lingkungan saya. Jadi kali ini saya ingin berbagi cerita.
      Saya menghabiskan masa SMA saya di boarding School, dengan beragam latar orang yang saya jumpai kala itu, dan salah satunya ialah para alumni Pesantren dari berbagai wilayah, ada yang buat saya lebih spesifik mempertanyakan kondisi saat itu ketika saya berada pada masa orientasi, kenapa saya nggak bisa ngebedain alumni Pesantren dengan alumni SMP umum, kasus lainnya yang saya temui malah lebih unik, saya tidak bicara perihal pakaiannya yang oh ternyata tidak memenuhi kaidah sebagai alumni pesantren semisal jilbab yang tebal pakai kaus kaki dan sejenisnya, layak ekspektasi kita alumni Pesantren tapi sikapnya karena kondisi saat itu yang bandel adalah para alumni Pesantren ketimbang anak-anak alumni SMP biasa " Vocabulary bahasa Arab yang saya pelajari ketika pertama kali berinteraksi dengan para mereka kala itu ialah kirdon yang artinya monyet" sejenis kata ejekan atau sapaan mungkin untuk orang yang nggak disukai mereka. Agak shock pasti gk semua tapi yg muncul di permukaan malah mereka.
     Akhirnya suatu ketika saya berkesempatan mendengar beberapa cerita dari teman-teman yang ternyata mereka dipaksa orang tuanya untuk masuk ke pesantren salah satunya teman saya yang laki-laki yg cukup bandel sering ribut dan gangguin anak lain, dia bercerita kalau misal bapaknya sangat ngotot dia tidak boleh keluar dari pesantren (jadi ceritanya dia lulus pesantren tingkat SMP dan ingin melanjutkan di SMA biasa) tapi bapaknya tidak mengizinkannya berakhir dia pindah sekolah dari pesantren ke boarding School umun sebagai keringanan tapi tetap harus diasramakan. Ya sekarang saya paham dia ingin bebas susah diatur tapi bapaknya tetap ngotot mengatur anaknya di dalam "penjara suci" kalau kata anak boarding school. Versi ceweknya lebih lucu lagi dia bercerita sengaja pindah dari pesantren ke boarding School biar nggak ketat kali aturan keagamaan tapi berakhir kayak masuk pesantren lagi, dia mengeluh karena ternyata di boarding School kami diwajibkan juga pakai ciput jilbab tebal pakai kaos kaki sampai manset tangan ya hampir sama sih kayak Pesantren bedanya kami nggak belajar bahasa Arab dan beberapa aturan yang lebih dimodifikasi lebih ringan, kami juga ngaji malam ngaji kitab pokoknya kalau denger cerita orang nih bikin ngakak soalnya mayoritas mereka masuk ke sini pelarian juga dari pesantren yg cukup ketat peraturannya.
     Ada beragam polemik lain yang menjadi alasan kenapa tidak boleh membuang anak ke pesantren, salah satunya ialah menjadikan anak baik atau yang tidak bersalah sebagai korban. Bullying di pesantren pun juga bisa lebih parah dari SMA umumnya, pengalaman saudara saya Dia disuruh cuci piring sampai ke baju oleh seniornya tapi syukurnya dia orang yang nggak lembek alias nggak bisa didikte. Sayangnya saya pernah suatu ketika dalam perjalanan pulang kuliah berhenti di kios tempat pengisian bensin tiba-tiba sang ibu penjual menyelentuk dek nanti kalau misal ada anak kecil yang jalan kaki pakai ransel tolong bentar ya dia orang baru kabur dari pesantren kasih tumpangan, tadi dia nangis pinjam hp telepon orangnya tua suruh jemput tapi nggak ada yang mau jemput, padahal dia di tendang sama seniornya perihal air galon. Sayang banget denger cerita ibu ini nangis tapi saya kurang beruntung ketemu anak itu lagi di perjalanan pulang. Yang bisa menempuh jarak mungkin beberapa kecamatan.
    Bagi saya sebenarnya kejadian seperti ini tuh bukan suatu hal yang baru lagi ketika saya di boarding School pun sering terjadi. Bedanya dari pengalaman teman-teman saya yang jadi korban lebih kuat nggak sampai ke tahap kabur lebih ke nangis. Makanya kenapa dari awal sekiranya orang-orang yang merasa tabiat anaknya buruk jangan dilempar ke dayah atau pesantren dengan harapan anaknya menjadi baik karena itu kesalahan fatal mungkin ada berubah dan berimpact tapi hanya sebagian kecil. Bully memang selalu ada entah dari SMA atau Pesantren namun yang membedakannya adalah bullying di pesantren berefek lebih banyak, entah pihak anak yang tidak bersalah sampai ke pondok pesantrennya sendiri sehingga dianggap Pesantren sebagai institusi Islam bukannya mengubah anak menjadi sholeh tapi malah menjadi anak yang salah dan terkenal kasus pelanggaran yang mencuat. Kalian pasti sering dengar bullying di SMA atau pelecehan di SMA sama gurunya tapi kalau misal kejadian ini terjadi di pesantren itu beritanya bakal lebih meledak kan?


    berita ini sempat heboh beberapa minggu atau bulan yang lalu dan pastinya orang langsung membabi buta menghantam statement hafiznya padahal itu tidak bisa menjadi barometer seseorang Soleh atau enggak. Karena dari pengalaman ada yang memang karena permintaan orang tuanya anak dimasukan ke sekolah hafalan Quran dengan harapan berubah tapi karakternya dia gk bisa diubah walau cukup pintar karena kemampuannya hafalannya bisa mengejar target hafalan 30 juz dengan mudah tapi ya tabiatnya nggak bisa dirombak cuma hafalannya aja bertambah. 
        Kasus parahnya lagi saya pernah benar mendengar cerita teman saya yang jadi korban dis*domi oleh temannya, bukan teman satu sekolah tapi teman pesantren luar kota yg gak bisa saya sebut merk dan hal ini ternyata banyak juga kejadian di pesantren sempat shock, tapi sekarang saya paham kenapa ketika saya tinggal di boarding waktu kuliah para ustazah selalu memperingatkan untuk tidak tidur sekasur berdua dengan teman walau sebatas lagi nonton, karena kita nggak tahu pikiran asli dari teman kita normal atau enggak. Dulu waktu SMA saya sering tidur di kamar teman saya dan dipanggil keamanan suruh balik ke kamar masing-masing, nggak boleh walau tidak dibuat aturan secara khusus. Pencurian pun juga nggak bisa dihindari, nggak baju jilbab ya selalu ada kemungkinan hilang, junior saya dulu pernah hilang dalaman tapi kayaknya nggak mungkin cewek mau nyolong bekas kayaknya emang ada orang luar yang masuk sejenis laki2 mesum ke jemuran, atau salah ambil.
     Namun terlepas dari beragam skandal yang sering kejadian di asrama atau Pesantren sebenarnya sangat menarik saya tidak pernah menyesal pernah di boarding walau mengalami beragam drama juga layaknya di pesantren karena cerita asrama itu sangat menarik untuk diceritakan di kemudian "apakah saya pernah menangis" ya pastinya. Namun saya tidak mempermasalahkannya kini. Satu satunya yg saya khawatirkan ialah ada orang tua yang berekspektasi anaknya yang bandel bisa berubah di pesantren padahal sebaliknya anaknya menjadi pelaku perundungan, dan sejenis membuat kekacauan lain yang membuat jelek nama sebuah instansi keislaman itu.
     Seringnya persepsi orang terhadap pesantren yang berharap bisa mengubah semua orang sehingga membiarkan anaknya dididik keras ternyata tidak selalu baik untuk semua orang, beberapa memang bisa menjadi kuat secara mental dan disiplin dalam banyak hal tapi itu tidak bekerja pada semua orang, sehingga saya pribadi melihat kepada setiap orang tua atau calon orang tua wajib mengenali karakter anak, dan menyelami ilmu parenting dengan cara terbaik sebelum mengambil tindakan layaknya di pesantrenkan. Banyak kasus anak dengan kondisi fatherless berakhir di pondok, apakah harapan mereka selayaknya akan dirawat oleh anaknya nanti di hari tua setelah spam ayat hadits berbakti orang tua? Belum tentu. Karakter anak harus dibentuk dari keluarga sendiri, bahkan sekiranya pondasi kuat tidak perlu masuk pesantren pun insya Allah tetap bisa sholeh, kalian bisa becermi dengan penulis Dewi Nur aisyah alumni SMP SMA sampai Ph.D di negeri sekuler tapi pondasinya masih kuat, jadi jangan berharap sekolah yang merubahnya karena sebenarnya itu adalah memori awal setiap anak dalam berproses kedepan, kita tidak bisa menuntut anak menjadi sholeh jikalau lingkungan yang dilahirkan sudah bermasalah dari awal dan berharap pesantren bisa memperbaikinya, yang ada kembali ke setelan pabrik setelah keluar dari pesantren karena dari awal semua yang dilakukan di pesantren adalah tekanan bukan kesadaran atas ketaqwaan. Kalian bisa lihat bagaimana ramainya juga santri yang bertingkah di tiktok yang isi kontennya selayaknya masalah fathul izar dan sejenis perangai layaknya berita yang viral tentang rokok kemarin. Kacau tentu membuat orang semakin was was, saya bahkan berteman dengan yang sholeh justru dari alumni smp biasa ketimbang pesantren dan dia yang paling soleh di angkatan kami, jadi tidak jadi jaminan kalau yang alumni pesantren bisa jadi sholeh yang ada mentok bisa bahasa arab dipakai buat telponan sama pacar waktu pulang kerumah jadi orang rumah tidak tahu yang di omongin apa.
     Perlu diingatkan walau judulnya jangan menyekolahlan anak di pesantren, disini saya tidak serta merta mengatakan tidak untuk menyekolahkan anak ke pesantren tapi saya melarang membuang anak ke pesantren. Faktanya pesantren tempat terbaik untuk bersekolah, ada banyak juga teman saya yang benar-benar bergairah jadi pencadu ilmu setelah jadi alumni ponpes dan betah sekali ketika dipesatren banyak cerita seru yang bikin saya penasaran terutama dramanya yang lebih meriah ketimbang boardhing school umum, point penting ialah ia dapat tempat yang tepat selama di pesatren, Ia dapat suport orang tua yang penuh, teman yang positif sehingga ia tidak merasa terbuang atau diasingkan. Pesantren bisa menjadi tempat yang sangat bagus tapi pastikan kalian sudah seleksi dari berbagai berita "tidak lurus". jangan sampai juga berakhir kayak drama al zaytun.




#ponpes #pesantren 

Wisata Alam ke Data Luah, Bukti Aceh surganya wisata alami .

January 23, 2022 38
Sebenarnya wisata ini bukanlah tempat yang baru, konon saya mencari referensi berdasarkan tagar terbaru di instagram ia mulai lahir di media social 2019, dalam referensi lain saya mencoba mencari di youtube yang paling mendekati angka setahun yang lalu. Ya sepertinya ini menjadi tantangan baru, karena kurangnya akses informasi dengan trek yang akan saya lewati kesini jadi saya harus siap dengan beragam kemungkinan layaknya nyasar atau jalanan yang tak sehati, namun sisi positifnya saya bisa jadi salah satu yang tercepat nulis dalam bentuk artikel haha ( semoga tribun gak tahu)
Data luah sendiri merupakan sebuah bukit yang cukup menawan indahnya, ia berada di Lamtanjong, Suka Makmur, Aceh Besar Regency, Aceh 23764, dengan rute perjalanan searah layaknya perjalanan ke wisata air terjun kuta malaka. Perbedaanya ialah wisata air terjun kuta malaka belok kiri sedangakan ke data Luah belok kanan. Adapun kondisi jalan menuju ke wisata kuta malaka bisa di lalui mobil tapi saya tak dan tak jamin kalau kalian mau coba ke data luah dengan mobil.
Nah, Jika sebelumnya kita ke bukit jalin melewati rute yang ganteng, kali ini kita sedikit menguji nyali untuk bisa sampai ke Bukit Data Luah. Yaps. Pesona alam yang indah selalu dilalui dengan bersusah payah. Sialnya kala itu kami yang berpersonil 14 seorang hanya di temani satu laki sebagai navigator, bayangkan bagaiamana bebannya kami kala melewati jalan gunung berbatu yang terjal dan tajam, kami harus melewati 2 sungai minimalis dengan posisi langsung naik tanjakan,  sudah ban basah terus terus langsung nanjak, beberapa teman harus turun untuk bantu dorong kebanyakan malah harus di ganti posisi karena jalannya lumayan menguji adrenalin, dan of course sebagai seorang laki yang bertindak sebagai navigator beliau selalu naik turun tanjakan untuk menolong beberapa beban yang tak bisa mengotrol motornya. Ckckck akhirnya si laki pitam karena yang bisa urus diri cuma 2 motor dari sekian banyak beban ckckc .
btw dalam perjalanannya saya sempat mampir kesini, sayang kalau dibuang ckckckc
Turunannya cukup banyak tapi dua y  ekstrim . 

Tanjakan dan turunan disinipun juga jauh jadi beberapa kali harus naik turun karena tak mampu mengontrol motor dengan yakin, kami harus turun baik untuk turun mendorong atau untuk menahan semisal turunan tangannya mulai keram, kondisi paling parah kala motor sampai berdiri tegak tanpa cagak saking kacaunya jalan. Hoho sebenarnya rutenya gak jauh tapi karena jalanannya yang cukup kalang kabut jadinya gitu. Kasus terparah ketika salah satu beban dari kami tiba2 bilang gak sangup lagi ketika perjalanan sudah sampai 80% persen dan berkata “pulang aja yok”, huhu ingin ku menampol, walau itu hanya gemas sesaat. aku juga mulai capek karena harus turun mendorong, tapi tentu sungguh tak mungkin bilang pulang. Faktanya kami yang sebenarnya bertim 4 biasa pergi ke tempat wisata alam yang lumayan ekstrim begini, jadi ketika ada yang minta ngekor dan membayangkan perjalanan layaknya seperti ke bukit siron sungguh sangat tidak singkron. Belum lagi drama mendakinya setelah sampai di pos pemberhentian. huhu sungguh sangat drama pemirsah walau capek tetap lanjut prinsipnya gitu gak boleh gagal, karena besok hunting yang baru lagi, sekiranya sudah capek ya berhenti sejenak istirahat gak minta pulang di tengah jalan apalagi kurang dari 100 meter udah nampak postnya, pada akhirnya dia berhenti di post dengan berapa yang lainya yang ikutan gugur kami lanjut lagi dengan tahap mendaki kini, capek sih tapi gak mungkin tiba2 minta pulang pada akhirnya yang sampai ke puncak adalah harga diri.


sesi mendakinya gais 
Akhirnya beberapa berhenti di post karena sudah lelah dalam mendaki. Kami yang siap santap makanan langsung bergegas mendaki tepat disiang terik, serasa ayam panggang yang sedang mendidih, menurut saya perjalannya dalam mendaki tidak terlalu melelahkan karena tingkat kemiringannya cuma sedikit namun panasnya terik matahari tepat jam 12 siang nauzubillah menzalimi, saran saya sekiranya kalian berniat kesini perbanyak bawa muatan manis seperti air sirup merah atau buahan karena kala makanan layaknya nasi itu paling demennya beberapa suap doang kalau kesini. Jangan lupa bawa sandal cadangan karna kasus sandal copot, dan kalau mau sedikit rempong bawa kipas mini sama topi kalau, oya Air sebanyak mungkin karena disini tak ada warung layaknya main ke bukit jalin atau siron, dan terakhir bawa mantel hujan,  sekiranya gak hujan bisa jadi tempat buat rebahan buat kalian waktu disana. 




Sedikit gambaran video singaktnya bisa dilihat disini...

traveled #travelled #travelingstuff #wanders #travellist #lppathfinders #travellocal #travellight #wandergram #wanderlove #wandermore #travelingplanet #travelingworld #travelingislife #travelingsoul #travelpicsdaily #travelingfoodie #wanderings #wanderfull #wanderlost #travelplans #wanderlife #wanderlustlife #wanderfar #wanderoften #travelphotograph #wandertheworld #travelnowlifelater #travelpassport #travelpassion #travelphotooftheday #travelwithlove






Baju Lebaran Untuk Alif.

August 17, 2021 0

Senja mulai meredup seiras munculnya si merah saga, sayup-sayup alunan ngaji mulai terdengar kala kerumunan mulai terlihat langka. Ada banyak hal yang berubah di Ramadan kali ini. Terlihat jelas makhluk beroda dua dan empat menjadi asing, suara di jalanan tak lagi bising, bahkan tak terdengar lagi suara pak Usman yang menawari lemang sambil berkeliling.      
             Tahun ini sangat berbeda, terutama setelah wabah covid. Semua kedok ditampakkan menjadi penjelas dari karakter manusia, jenis kekacauan mulai bermunculan, para penimbun masker hingga hand sanitezer berserakan, sungguh benci dengan segala pesakitan ini, terutama faktor paranoid yang berhamburan layaknya virus tersebut.
             Tiba-tiba Suara sirene tanda berbuka membuyarkan lamunanku. lantas segera kubasahi tenggorokanku sebelum berlanjut menuju tempat wudhu.

***** 

“Ummi, Alif kapan beliin baju lebaranya? kata Alif memulai percakapan.           
“Tadi waktu ke rumah Zaki, dia sudah membeli baju lebaran lengkap dengan sandal barunya” Alif tak berhenti bicara sekalipun mulutnya masih mengunyah. Bagi kami Alif ibarat anak emas, faktor anak bungsu dan laki-laki semata wayang membuatnya cukup manja pada Ummi.     
“Sekarang masih hari ke dua puasa, awal sekali masih, doain biar ada uang ya, supaya bisa beli baju lebaran untuk Alif.” Balas ummi        “Ammin semoga Ummi cepat punya uang supaya Alif bisa punya baju lebaran juga seperti Zaki” Kini ia terlihat lebih fokus dalam doanya yang tak sampai satu menit tersebut. “Shalat yang rajin juga, tarawih jangan ditinggalin karena itu kesempatan yang paling berharga selama Ramadan! Tambah Ida.    
             
 
          
             
              "Oke kak." Suaranya terlihat manja kala itu.
 “Jangan sampai kepergok main lempar sarung di luar sana ya.” Ucapku sambil menutup topik tersebut. Alif kecil tersenyum melihat ke arahku sebelum menanggapi lebih “Hehe.”

*****

“Pokoknya Alif pengen baju lebaran segera..!!” Kata-kata itu tergiang di telingaku, setengah sadar aku terbangun melihat muasal keributan yang terdengar mulai jelas ini.       
            “Lho kenapa ini? Kan kemarin udah janji bajunya bakal dibeli waktu ada uang?”
            Alif setengah terisak mulai berguman “ Iya tapi kata Zaki kalau telat nanti tinggal yang jelek baju lebaranya.”            
            Sepertinya Zaki memberikan dampak yang buruk untuk Alif. Aku menyesal tidak memberikan batasan dalam pertemanan mereka “Mana ada, baju kan banyak di pasar masih, nanti kakak pastiin Alif dapat yang paling bagus sesuai keinginan Alif ya?       
            “Gak mau, Alif pengen sekarang!!” Kini ia mulai merajuk.  
            “Tapi sekarang Ummi lagi gak punya uang, Alif tahu kan  gara-gara corona Ummi gak bisa kerja?” Tambahku           
            “Yasudah kalau gitu ngutang.” Tak peduli dengan masa sulit Alif mulai bertingkah.
            “Biarlah nangis, nanti bakal diam kalau sudah capek.”Respon Ida tak mau ambil pusing.  
            “Hushh kamu ini” Ummi menegur kelakuan Ida yang sangat dingin. Kini terdengar suara Alif yang kembali menangis sejadi-jadinya.        
            “Kamu kalau merasa gak perlu gak usah ngomong Ida.!” Tambahku           
            “Jadi gimana apa nasehat kakak bisa membantu?” ia selalu bersikap menyebalkan.  “Sudah kalian diam semua, Ummi janji bakal  beli bajunya dalam minggu ini jadi Alif gak perlu nangis lagi ya.” Tanggapan Ummi terlihat cukup mempan dan kini sayup-sayup suara Alif mulai tenang. Sementara aku dan Ida menjadi tak senang.

*****

            Sudah kuputuskan..! Aku akan membeli baju lebaran untuk Alif tanpa merepotkan Ummi. batinku, pertimbangan ini ku dapati setelah bepikir panjang semalaman  bagaimana caranya mendapatkan uang, sekalipun statusku yang masih sarjana pengangguran. sungguh  tak tega membiarkan Ummi terbeban dengan tingkah Alif yang sedang keras kepala di kondisi yang sedang tidak bersahabat ini.    
            Lihat Alif gak..? Aku langsung mencarinya. Hari ini rumah terlihat sepi sekalipun PSBB sedang berjalan.            
    “Gak tahu, mungkin main ke rumah Zaki. seperti biasa Ida menjawab dengan pasif. Ingin ku mengomelinya, namun kekesalan pada diri sendiri lebih besar, aku merasa tak becus menjaga Alif yang selalu bermain dengan Zaki. Bagiku pertemanan mereka terbilang tak cocok selain perbedaan status sosial, karakter kedua anak ini bertolakkan, satu tukang pamer dan satu cemburuan. “Aku benci diriku sendiri”  lagi-lagi aku hanya bisa berguman.           
            Tiba-tiba Alif muncul dengan baju nya dipenuhi bulu kucing.          
“Astaga kenapa ini …? ” Ia tertawa kecil melihat bajunya. Namun aku mengontrol diri sebelum menyampaikan misi ini yang telah ku pikirkan secara matang.      
“Alif pengen baju lebaran kan??        
“Udah dibeli ya kak?  Responnya antusias kala itu   
“Ehm.Bagaimana kalau kakak yang belikan?
“Mau mau!” responya terdengar antusias.     
“ Iya dong ditambah sandal baru sekalian biar sepasang terus.” Alif kecil kegirangan
           Ida tercengang, tak tahan, ia menumpahkan tanya. “emang punya uang?”  ia selalu menyebalkan namun yang bisa kulakukan hanya mengabaikan. Dan kembali fokus kepada harapan Alif kecil terhadap baju baru untuk lebaranya nanti.          
 “Tapi syaratnya Alif bantuin kakak ya..? ”Setengah bingung ia bertanya, “Bantu apa?”    
“Gampang banget, yang penting Alif nurut dan bantuin kakak maka harapan untuk dapat baju baru bakala terkabulkan.” Ia menganguk  walau masih ada tanda tanya yang belum terjawab.

                                                            *****
            Alif…! Suara Zaki terdengar jelas kala itu.  Ummi langsung menghampiri  sebelum Alif bangun untuk menemuinya. “Biar Ummi saja, Alif bantuin kakak ngaduk adonan disini ya.” Kataku langsung memotong pergerakkan Alif yang ingin keluar, ia hanya mengangguk kecewa ketika melihat langkah Ummi yang menuju keluar rumah. Aku merasa tak enak hati mencoba memisahkan mereka namun memang inilah opsi terbaik selain karena ia harus membantuku membuat kue untuk dijual di sore nanti.            
     “Assalamualaikum” tiba-tiba Zaki datang dengan antusiasnya. Sedikit terkejut namun ku merespon pelan. Sepertinya Ummi memberikan dia cela“
    “Waalaikum salam Zaki, maaf ya Alif lagi sibuk buat kue sekarang jadi gak bisa main sama Zaki dulu.” Kataku memberi tanda
 Iya tadi Ummi ada bilangin kalau Alif lagi buat kue untuk dijual nanti sore, boleh Zaki bantuin  biar bisa cepat selesai?           
    “Eh jangan, ini tugas kakak, Zaki lihat aja ya..?        
    “Tapi Zaki pengen bantu biar cepat dibeliin baju Alif nya, jadi bisa lebaran bareng nantinya.”
 Jleb..! tiba-tiba aku merasa menjadi orang paling jahat setelah mendengar ucapannya. Entah siapa yang memberi tahu Zaki tentang tujuan utama dari  membuat kue ini. Namun ini cukup memperjelas bagaimana karakter Zaki sebenarnya. Kini dalam keadaan bersalah kuizinkan ia memberi bantuan.       
      “Eh nanti waktu lebaran kita ke rumah pak Mukhlis hari pertama ya soalnya kalau hari kedua beliau tidak ada di rumah” Alif terlihat begitu bahagia dan bahkan memposisikan ku selayaknya tidak berada ada disitu.  
       “ Ia dong, pak mukhlis harus hari pertama soalnya kalau kasih THR paling banyak.” 
Aku tersenyum melihat perbincangan mereka yang bahagia  itu. Dan ini menjadi kenangan terindah yang akan membekas di kemudian hari.

*****

Sudah 4 hari Zaki tidak terlihat. Ekspresi Alif terlihat bingung ketika ku tanya tentang Zaki karena sebagai teman dekat dia juga tidak mendapat kabar. Tetiba aku menjadi kangen dengan bocah bandel itu.
            “Memang keluarga bu ningsih jarang nampak beberapa hari ini.” tambah  Ummi.
            “Kakak belum tahu gosip ya?”          
            “Gosip Apa..?” tanya nya setengah bingung.
           “Kabarnya Suami Bu Ningsih positif Covid “Aku setengah terkejut mendengarnya.                                 
“Astagfirullah Serius kamu,jangan menyebarkan gossip.”    
            “ia semoga hanya sebatas gossip saja ya” tambah Ida.             

Dan ternyata semua itu adalah fakta kala Sebuah ambulance datang ketika malam untuk menjemputnya Pak Isa, Keluarganya pun kini berstatus ODP, dan harus di isolasi sekeluarga. Fokus ku masih sama ke arah pak Isa sebelum sadar bocah beransel mungil keluar dalam keadaan ketakutan dan kebingungan.“ aku terkejut.! 
        “Kak, Zaki berangkat ya? Alif bertanya kepadaku dalam keadaan bingung, untuk anak berumur 7 tahun terlalu sulit untuk menjelaskannya. 
         “Ia tapi bakal pulang lagi kok” kata ku menghiburnya. Kulihat tatapan Zaki sekilas, sebelum melihat ke arah Alif yang terlihat kosong. Paranoid pun kembali bermunculan, bukan saja faktor warga pertama yang positif di daerah sini tapi juga karena kami sempat berinteraksi langsung dengan Zaki. Aku merasa cukup khawatir terutama karena ia teman dekat Alif. Namun aku hanya bisa berdoa sekaligus memastikan kami semua juga dalam keadaan baik di saat genting seperti ini.

                                                                        *****
             Tak terasa dua hari lagi suara gema takbir akan terdengar , harum kuah sie reboh mulai tercium dari dapur ke dapur. Ucapan Minal Aidhil pun mulai dirangkai dari berbagai sisi. Terlihat suasana lebaran mulai kembali, setelah korona mulai terlihat pergi.    
        “Wi Tadi bu ningsih mampir kasih ini” kata Ummi sembari memberikan sebuat kertas berisi baju, Kulihat sejenak sebelum bertanya untuk penjelas, cukup mudah kupahami kondisi ini, Namun yang menjadi permasalahannya bagaimana bisa aku memberikannya untuk Alif di sisi lain ia masih menunggu kepulangan Zaki hingga hari ini.” Harapan untuk mempunyai baju baru sudah terpenuhi jauh hari. Namun ada harapan baru yang sempat pupus setelah janji lama yang tidak bisa terpenuhi. Ya Kali ini Alif harus ke rumah pak mukhlis seorang diri.  

 


Anyway cerita ini fiktif ,yang digunakan untuk ikut lomba dulu, ada beberapa jenis cerpen lainnya juga yang bisa diakses selengkapnya ada di Wattpad, Mungkin kita bisa berteman juga disana @inialutarfus

Hasta aqui hemos ilegado. (Kita Sudah Sejauh Ini)

October 26, 2020 8

   


btw hak cipta gambar @satriocandra_ model @_khalid.syah
  Konon, penggunaan kata takdir sering kali harus melalui momen dramatis, yang dibawa oleh kata kebetulan. Tapi kali ini, istilah kebetulan sangat melesat jauh kala saya menyadari makhluk tua beroda 4 ini kambuh asmanya sampai 12 kali uhuk. Sumpah ini terlalu dramatis untuk sebuah kisah nyata yang menjadi perjalanan perdana bagi mereka dengan menggunakan l300.  Kala itu rombongan saya melintas lebih awal sehari dengan kendaraan yg berbeda, sehingga segala pernak Pernik perjalanan unik mereka tidak saya alami. Saya tidak ingin bersikap kesetanan dgn berkata syukur saya tidak mengalaminya, nyatanya perjuangan saya baru dimulai dikemudian hari. Hasta aqui hemos ilegado. kutipan ini terlintas pertama kali dalam perjuangan mereka yang sedang menghadapi mood swing nya si tua l300 karena study kasusnya sama alias mogok, jadi kisahnya ini kutipan ini saya dapatkan disebuah film perjalanan yang berkisah sekelompok sohib bandit pergi melintasi gurun pasir untuk menjenguk teman lama yang sedang sakit, mereka mengunakan mobil butut yang pernah  digunakan dalam perjalanan kala muda dulu. sialnya mobil tersebut malah mogok ditengah padang pasir dan hampir saja mereka mati, namun ditengah jalan kala mereka hampir menyerah, salah satu  sadar "Aku tak mau mati konyol, kita sudah sejauh ini" akhirnya mereka berinisaitf memperbaiki mobil dengan segala cara agar mobil itu kembali nyala. gitu lho. Tapi, nyatanya tidak pada penepatan yg tepat. Ini lebih dari haluan anak wattpad, dengan kisah yg bisa ditebak ending tanpa di spoiler. 
     

    Huh. Sungguh perjuangan sebenarnya baru di mulai kala kami sudah berkumpul semua, yaitu tepat saat musim hujan sedang semaraknya memeriahkan lautan. kami melakukan perjalanan menggunakan kapal, dengan doa yang tak lupa dibarengi bekal story ig sebagai syarat anak hits jaman now. segala perlengkapan dan kabar keberangkatan sudah tersampai melalui jejaring sosial kepada sanak famili dirumah, topi, dan kacamata pun menjadi bahan wajib kala itu lima menit sekali cekrek. tak lupa Dadah dadahan untuk memunculkan keramahan pada para nelayan kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kegembiraan keberangkatan kala itu. Sumpah bahagia kali awalnya walau kemudian ada yang sampai muntah 20 menit setelah perjalanan, siapa lagi kalau bukan si anak antimo huhu buka saya ya pemirsa sumpah bukan saya yang muntahnya walau saya mabuk kapal kala itu 😂 . 

      Dan tiba-tiba sang nahkoda memutar haluan, kala perjalanan sudah memasuki dua jam "lah kok balik?" Setengah heran kami bertanya. "Nampak badai dari jauh", duh gusti dan tahukah kalian sebernarnya apa yang lebih parah dari badainya?? Adalah berita dalam beberapa menit sudah memenuhi beranda ig dengan kalimat hiperbolanya. "Ombak berkecambuk lantaran angin kencang sehingga kapal terombang ambing".Ya Rabbi Padahal disisi lain ada yang sempat-sempat nya ketiduran. Dan kalau ada ombak gak sampai terombang ambing karena hujan, jadi secara ilmu anak laut eh anak pelaut katanya mendingan begitu jadi hujannya mukul angin (gak kebayang kalau emak ane baca), kami memang takut ombaknya tapi lebih takut hujannya yang cukup deras, demam, bau jemuran gak kering itu berabe banget sumpah, gak jadi ke pulau banyak sampai muntah di tengah laut. akhirnya kami kembali  dan gantian para nelayan yang dadahin kami kali ini, saya tak tahu apakah ini ejekan atau ucapan selamat datang versi baru😂


   Dan berlanjut perjuangan kami belum berakhir, besoknya tapak kaki sudah berbunyi di jalanan subuh hari untuk menghindari kala kesiangan, berbekal niat yang tulus dan gak mau story dulu akhirnya kami berangkat lagi, Dan dihari kedua gelombang mulai terasa bikin dag dig sekalipun kala itu tidak hujan, dan sudah pernah kejadian hari sebelumnya tapi tetap saja masih serasa takut haduh serasa naik kora-kora jadinya. namanya juga ngelawan arah jadi beresiko. Kami masih takut karena hari ini tidak hujan, sehingga gelombangnya betul terasa, tapi sisi lain kami mau ke pulau banyak, sehingga setengah takut kami tetap berharap kapalnya gak putar balik kayak kemarin, Btw kala itu kata putar adalah sebuah kata horror yang paling kami hindari. Tapi akhirnya kata itu tersampaikan “Kita putar” wkwkw masih keingat ekspresi kemarin. Kecewa, bingung sampai pasrah. belum lagi penasaran media kemarin update lagi ternyata haha, parah memang tu kayak lambe jadinya, tapi masa bodoh yang penting emak gk baca sudah aman. Adapun  mengingat waktu yang banyak terbuang percuma  mempertimbangkan tiket dan segala peranakanya akhirnya dalam keadaan terpaksa kami melakukan plan cadangan yaitu melakukan pengabdian di kawasan aceh singkil. 


btw semua photo hak cipta @satriocandra_

Namun disi lain keinginan ke Pulau banyak masih menggiang di kepala, Hingga suatu ketika big bos mita bertanya, "kalian gimana masih mau lanjut apalagi yang self funded, karena kita bakalan nambah hari  karena mau coba sekali lagi, alhasil kalian yang self bakal nambah lagi pengeluaran, dan saya selaku self funded langsung teringat dengan quotes kemarin "Hasta aqui hemos ilegado. KITA SUDAH SEJAUH INI, gak mungkin gue mundur, uang bisa di cari pengalaman gak bisa dibeli, kalau gak sekarang kapan lagi, gak ada jaminan bisa sampai ke pulau banyak lagi kalau gak saat ini"akhirnya lanjut, walau masih semi ngutang wkwk soalnya harapan untuk kesana masih stonk banget.  

Ini kak andin gais
    Namun disisi lain salah satu harus mundur untuk mencoba lagi kepulau banyak, mengingat sumpah dokternya dalam berapa hari ini namanya kak Andin, beliau sekamar bahkan sedivisi dengan saya, sehingga terasa banget perjalanan jadi tak lengkap. Semoga ada kesempatan jumpa lagi kak andin. miss you so much. Btw tahukah kalian, setelah segala bumbu2 pelengkap drama pengabdian memenuhi kuali, akhirnya diperjalanan ketiga kami sampai ke lokasi. Dan tempatnya pun kece badai keren, gak nyesel pokoknya minum antimo banyak-banyak kemarin wkwkw, belum lagi bisa lanjut belajar budaya baru yang bertepatan dengan acara tolak bala di kawasan sana. suatu yang gak nyangka banget pokoknya, karena kalau yang ke tiga kali gak berhasil berarti dalam adab silaturahmi suruh pulang, gk usah coba lagi, kayak ketuk pintu rumah orang wkwkw. Oya masih kepikiran sama media kemarin, ada nulis berita apalagi ya, setelah drama berkepanjangan kami mereka ikuti, apakah ada berita positif yang bisa ane pamer ke sanak family?. atau mengadopsi sistem bad news is good news. mencari judul buruk untuk menarik empati readers. terutama kami sampai ke pulau banyak dengan personil tak lengkap ternyata, takutnya judulnya lebih majas hiperbola lagi jadinya alias lebih lucknut.  "Niat baik pengabdian, seorang mahasiswi cantik gugur ditengah perjalanan setelah terombang ambing dua hari ditengah lautan." " 

 #JelajahBudaha #PENGABDIAN #IndonesianMilenialOfChange

Baju Karnaval

August 16, 2020 3
Dalam rangka memperingati Kemerdekaan ke 75 akhirnya saya berinisiatif untuk mempublish cerpen perdana saya dulu kala ikut lomba, kebetulan juga faktornya tentang HUT RI jadi anggaplah hadiah saya untuk bangsa ini, Inia lutarfus )







     Langkah kaki berkejaran terdengar di alun-alun perkarangan. Cuaca yang tidak bersahabat, diiringi dengan tapak sepatu yang cukup uzur juga tidak membuatnya lelah dalam berlari. Ia masih semangat, selayaknya terik sang surya kala itu. Bahkan semangat 45 nya kini semakin bergejolak, kala sadar pintu rumahnya mulai terlihat dari kejauhan. Langkah kaki itu semakin meningkat lajunya, dengan garis bibir yang kini mulai melengkung. Ia tersenyum melihat ke arah rumahnya sebelum berhasil membuka pintu. 

Kreek … “Assalamualaikum ummi..!” Suara dercit pintu terdengar dalam lelahnya nafas yang bersahutan. Ia melirik ke arah sekeliling sembari membuka sepatunya. Tangan kirinya bergerak lihai melepas tali sepatu dengan piala di tangan kanannya. 

“Ummi dimana, Maryam pulang!” ia berteriak kembali dengan melirik sekeliling ruangan mencari ummi, dan berakhir mendengar sahutan dari dapur. 

“Waalaikusalam. Maryam ummi sudah pulang rupanya” kata ummi dalam posisi mengaduk sop. Kini Maryam langsung berpindah haluan menuju dapur dan dalam sekejap ia sudah dalam posisi memeluk umminya dari belakang. 

“Lah kenapa ini tiba-tiba datang meluk.” ummi yang terkejut langsung melirik sepasang tangan mungil yang memeluknya sembari memegang piala mungil ditangan kanannya.

“Maryam menang lomba tadi di sekolah” ucarnya lincah sembari menunjukan piala. 

“Wah pandai sekali rupanya anak ummi, lomba apa ini?” Kata ummi tidak kalah gembira. 

“Lomba Baca puisi, dan hadiahnya botol minum katanya sembari menunjukan botol minum bermotif panda yang sedang melambaikan tangannya. 

“Dan karena menang lomba ini Maryam mewakili sekolah untuk lomba baca puisi 17 Agustus nanti. Selayaknya hero yang sedang naik daun Maryam mulai menceritakan panjang lebar proses pencapaiannya kali ini. Ia bahkan sudah mengambil posisi lesehan dengan baju seragam yang masih menempel di tubuhnya. Lelah terlihat asing kala itu. Hingga membuat ummi tidak tega menghentikan ceritanya yang mengebu-mengebu. Di akhir cerita Ummi merespon dengan cukup bangga kisah heroik versi anaknya. 

“Alhamdullilah Memang anak ummi semuanya hebat-hebat, apalagi yang satu ini masih kecil sudah berprestasi“ Maryam tersenyum puas mendengar tanggapan umminya.

“Ia dong. Kecil cabe rawit kan ummi hehe, Oia Maryam 17 Agustus nanti, Maryam Ikut Karnaval baju adat Aceh ya”. Katanya yang kini telah berdiri. Dan seketika mimik wajah Ummi berubah. 

“Hmm gimana kalau baju dokter saja, soalnya kalau baju adat Aceh susah waktu sesi jalannya, pakek high heels, belum lagi panas karena bajunya,” bujuk Ummi. 

“Gak mau dokter, Maryam maunya baju adat.“ 

“Tapi nanti Maryam kepanasan gimana, jalannya kan jauh sampai satu km”

“Tidak masalah ummi Maryam sanggup, Maryam gak mau pakai baju lain selain baju adat pernikahan atau Maryam gak mau ikut kalau bukan baju adat.” Suaranya terlihat kecewa dalam langkahnya yang menghilang dari dapur. ummi hanya menghela nafas, sembari membalikan posisinya lagi. Hingga Bang Amar datang dari bilik kamar mandi dengan air wudhu diwajahnya.“Kenapa tadi ummi, Amar dengar tadi ada suara ribut ?”

“Maryam ingin pakai baju adat waktu karnaval nanti, sedangkan ummi sedang tidak punya uang nak, tadi saja beli beras setengah karung supaya bisa beli ikan untuk kalian makan hari ini, mana bisa mikir sewa baju karnaval. Make up sudah 100 ribu harga, belum lagi baju. Pasti diatas 200 ribu” Amar terdiam, rasa buntu muncul dalam lamunannya.

“Sudah tidak perlu dipikirkan, nanti juga baikan kalau lapar. Kamu shalat terus sana, jangan sampai telat.” 

“Eh iya” ucapan mi memecahkan lamunannya. Ia pun meninggalkan dapur secara hening, dalam kebingungannya memandangi ummi yang cukup uzur memikirkan perkara itu.

                                                                        *****

"Adik abang lagi ini.” Amar tiba-tiba muncul dalam celoteh Maryam dengan kucing orennya. Namun hal itu tidak bisa membujuk raut wajah gadis 10 tahun ini, Ia masih terdiam dengan tangan yang tidak hentinya membelai si “Comeng.”

“Sudah makan? ummi masak enak lho sama ada perkedel kesukaan Maryam,” Ia masih terdiam, hingga membuat Amar kembali bertanya. 

“Maryam marah sama abang? padahal abang tadi sudah ambil sepeda Maryam dibengkel, jadi Maryam besok tidak perlu pergi sekolah jalan kaki lagi, masak tidak ada ucapan terimakasih, malah marah dengan abang.” 
“Bukan begitu Maryam lagi kesel aja jadi males ngomong, makasih sudah ambil sepeda Maryam di bengkel,” kini ia mulai merespon walau masih dalam nada yang terpaksa.“Kesel kenapa, cerita sama abang, mana tahu bisa abang bantu…?” kini Abang bertanya seakan tidak mengetahui alur masalah yang telah terjadi. 

“Maryam ingin pakai baju adat waktu karnaval nanti, tapi ummi tidak izinin malah suruh pakai baju dokter, alasan panas, capek, Maryam kesal karena Maryam ingin banget,” Kini ia mulai berani menumpahkan cerita kepada abangnya. 

“Tapi betul kan kata ummi baju adat pernikahan itu bakal “rempong” belum lagi pakai belum lagi panas nanti. Kalau gak mau pakai baju dokter gimana kalau baju pejuang?, karena17 Agustus itu memperingati kemerdekaan negara, jadi cocok karena kemerdekaan kita hasil dari perjuangan mereka para pahlawan. Kata bang Amar mencoba membujuk“Abang inilah, sedikit pun gak dukung Maryam. Maryam ingin banget walau panas atau rempong, Maryam malu tiap karnaval selalu berdiri dibelakang, Maryam ingin berdiri di depan karena selalu diledekin Tantri Tiap karnaval kayak semut hilang tidak nampak. cuma yang pakai baju pengantin yang paling disorot karena berdiri didepan.“Oh itu masalahnya toh, jadi Maryam ingin disorot juga? 

“Bukan masalah disorot tapi berdiri didepan, Maryam mau nunjukin kalau Maryam bisa berdiri dalam kawasan barisan terdepan waktu karnaval karena cuma yang pakai baju penganti yang berdiri di depan, pejuang ditengah sama aja kalau begitu Maryam tetap dibelakang dan tidak kelihatan kayak semut nanti.” 

“Ya Rabbi jadi cuma masalah di depannya??” Kini Bang Amar tertawa melihat kelakuan adik semata wayang yang sangat polos.” 

“Nyesel Maryam cerita sama abang” kembali wajah nya terlihat masam.
“Haha, kalau masalah ingin berdiri didepan itu mudah, Cuma yang abang sayangkan ialah karena niat maryam yang sudah salah, niat Maryam berdiri didepan bukan karena suka tapi karena persaingan sama kawan sekolah saja kan?” Maryam menunduk.

“Abang bukan tidak berpihak sama Maryam, abang cuma tidak ingin adik abang salah niat. Kalau diladenin, besok dia akan semakin benci dan semakin beramibisi ngalahin Maryam, Dan Maryam akan semakin sulit karena meladeninya. Itulah kenapa kita terkadang harus belajar berlapang hati. Karena tidak semua hal harus ditanggapi. Beberapa hal harus dilepaskan untuk menyelematkan banyak hal. Semisal Ambisi yang bukan pada tempatnya.” Maryam masih terlihat membisu. Bang Amar kembali berucap. “Tapi kalau Maryam gak mau juga gak masalah, abang cuma ingatin, cuma kalau mau denger saran abang jangan baju adat. Melihat juga kondisi bakal kepanasan dan kecapean demi menuruti hawa nafsu mengalahkan, eh keinginan maksutnya.”

 Maryam memandangi abangnya pasrah “ Yaudah deh gak jadi karnaval pakek baju adat.”

“Nah gitu dong, sekarang Maryam sudah paham. Mau denger lagi saran abang?” Maryam memandangi abangnya dalam tanda tanya. 

“Karnaval nanti Maryam pakek Baju pejuang mau?” 

“Dokter aja deh kayak Saran Ummi.” 

“Inikan Saran dari Abang kalau mau jadi pejuang, Maryam dapat hadia dari abang?”Kini ekspresi wajahnya berbalik 180 drajat dari sebelumnya. “Hadiahnya apa?”“Rahasia dong” sontak itu membuat tanda tanya semakin besar kepada Maryam. Okeh deh kalau gitu jadi pejuang ya. 

“Tapi jadi pejuang Cut Nyak Dhien ya..?” 

“Kenapa Cut nyak Dhie ?” Jawab Maryam polos. 

“Karena 17 Agustus memperingati kemerdekaan, maka sewajarnya jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dimunculkan. Nah Cut Nyak Dhien merupakan salah satu pejuang wanita dari Aceh yang mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional karena kegigihannya dalam mengusir para penjajah, bayangkan jikalau Cut Nyak Dhien tidak bergerak, setelah para laki-laki banyak yang meninggal dalam perang, mungkin hari ini kita masih dalam penjajahan. Karena tidak ada yang menuruskan perjuangan, Dan Cut nyak Dhien lah yang memimpin barisan terdepan dalam berdiri melawang para penjajah dari kaum wanita.. sedikit bocoran ya, Aceh merupakan satu satu nya daerah yang tidak berhasil dikuasai penjajah sehingga bisa dikatakan, Aceh Modal utama lahirnya Indonesia. Hal ini juga berkat para wanita Aceh yang mengambil posisi penting dalam mengusir penjajah.
“Wah gak nyangka keren banget rupanya Cut Nyak Dhien itu, Kalau gitu Maryam jadi Cut Nyak Dhien aja waktu Karnaval” katanya kembali semangat.
“Sip Tapi sebelumnya temanin abang dulu ya pergi kebun cari bambu sekarang ya, karena pejuang perlu bambu sebagai tombak” 
“Oh ok ok Siap, kita berangkat Sekarang kalau gitu” Kini Semangatnya kembali muncul.
“Tapi sebelumnya Maryam Ambil sepeda sana, karena kita perlu sepeda untuk bawa pulang bambu berat gak sanggup taruk dibahu.”Sip”

                                                                        *****

Hari yang ditunggu pun tiba, kini, jalanan dipenuhi bendera merah putih dengan sekolompok orang dengan keanekaragaman kostum yang beragam, ada yang berkostum, Dokter, suster, hakim, wartawan, polisi, hingga badut. Baju adat pun cukup bervariasi warna menghiasi lapangan bola, Maryam pun datang dengan baju karnaval yang telah disiapkan jauh hari. Rasa deg degan masih memenuhi benaknya terutama ia juga sebagai perwakilan lomba baca Puisi dari Sekolahnya. Tiba-tiba. Tantri dengan baju adat pengatin datang menghampiri Maryam yang sedang mempelajari puisinya. 

“Eh bukanya kemarin daftar pakai baju pengantin, kok jadi berubah jadi pejuang, gak jadi berdiri didepan dong bareng aku,” Tantri bertanya dengan setengah mengejek.“Jangan gitu dong beberapa anak yang melihat kelakuan Tantri menegurnya. Sedangkan Maryam Ia masih sibuk mempelajari puisi Tanpa melirik kepada Tantri. 

Tantri pun pergi dengan nada tidak bersalah ia kembali mengejek iya” Maaf ya Maryam, jangan sedih, mungkin dikesepatan lain bisa dibarisan terdepan.” Maryam masih terdiam.

                                                                         *****
Dan Tiba waktu pengaturan barisan, kini semua siswa dikumpulkan untuk membentuk formasi. Tantri yang berpakaian Adat sudah berada diposisi depan tepatnya dibelakang para pemegang spanduk sekolah. Ia berdiri dengan rasa puas karena berhasil mengalahakan Maryam, namun disisi lain mengipas ngipas diri yang kepanasan. Karena cuaca panas hingga Tiba-tiba Maryam dengan Baju karnaval nya sebagai Tokoh pejuang Langsung menuju kearah depan bahkan melewati Tantri yang menggunakan kostum adat pernikahana, ia datang dengan sepedanya yang disulap menjadi rakitan kuda dari bambu, dengan pedang kreasi abangnya ia berdiri paling depan bahkan lebih depan dari para pemegang spanduk sekolah. Hal itu cukup membuat Tantri panas terutama ketika melihat beberapa teman yang mengejek persaingan Tantri yang dimenangi oleh Maryam. 

Selesai pawai berjalan Maryam menjumpai abangnya yang menunggu Maryam , Tantri melihat kesal dari kejauhan. Namun Maryam tak mempedulikan Tantri karena ia telah berhasil mengotrol diri dari ambisi dalam persaingan memenangkan ego.

“Bang Maryam senang banget dengar nasehat abang pakai baju karnaval pejuang, karena gak kecapean bisa naik sepeda, Dan bisa berdiri paling depan, hihi gak nyangka banget hadiahnya seperti ini. coba gak dengerin abang pasti sekarang sudah kepanasan sama capek, belum juga mikir lomba baca puisi bentar lagi, bisa pingsan duluan deh.” 

“Iya semangat, semoga Lomba nanti menang ya” ia menganguk, perjuangannya masih berlanjut dan kini baju karnavalnya akan sangat membantu untuk mendalami puisisnya yang berjudul "sang pejuang." 





















Cerpen perdana si maniak dongeng sebelum tidur

December 28, 2019 0
Inilah proposalku
Berapa hari yang lalu saya baru menyelesaikan final periklanan, tugasnya mudah yaitu mengarang bebas tentang kelebihan atau prestasi anda. Singkatnya sang dosen ingin melihat kamu mengiklankan dirimu agar layak diterima Dalam persaingan dunia kerja kelak. Lantas sempat berpikir apakah ini kondisi yang sama seperti dalam interview “Kenapa saya haru menerima anda?” Hmm saya harus menjawab dengan rendah hati tapi satu kondisi mengaungkan prestasi duh ini merendah untuk melonjak atau gimana sih?
            Maka meluncurlan segala kesombongan dalam setiap tulisan. Demi sebuah Nilai walau faktanya juga gak ada prestasi wah atau istilah Acehness Cilet-Cilet. Namun tetap bersyukur karena saya pernah menikmati, nikmatnya berkarya melalui lisan hingga tulisan. Dan  salah satu yang paling berharga hingga berkesan adalah ini, walaupun bukan juara 1 malah sekedar masuk 100 besar bagi saya ini yang paling memikat hingga saat ini.


            Tujuh jam yang lalu saya baru menonton video penulisan dari Tere liye. Saya selalu tertarik dengan menulis cerpen atau novel, namun tidak banyak yang saya selesaikan atau jikalau selesai tak pernah coba saya kirim ke sebuah majalan hingga event. Kegemaran menulis sendiri diawali dengan kegemaran membaca buku cerita yang sudah menjadi tradisi lama sebelum tidur, bahkan kala SD kelas tiga, saya tidak akan tidur sebelum bapak bercerita dongeng kancil. Dan jikalau bapak telat pulang maka kakak yang menggantikannya, saking ambiusnya dengan cerita saya akan memijit kakak saya untuk tahu cerita sangkurian, hingga timun mas. Kegemaran itu berlanjut hingga SMP bapak yang sudah tahu kegemaran saya akhirnya selalu memberikan oleh-oleh banyak buku untuk memenuhi kegemaran saya. Saya masih teringat kala bapak menyembunyikan dulu satu kardus besar buku yang baru dibeli nya karena takut saya menghabiskannya dengan cepat, wkwk maklum kalau habis minta di beliin bobo kala pergi kepasar Aceh. Bahkan kondisi gajian juga suka dibawa tempat jualan buku atau komik dan sampai merasa terlalu lelah akhirnya kaka yang turun tangan, yaps hampir tiap bulan kala SMP kakak menyempatin diri untuk sewa komik atau buku bobo, dan karena harga sewa yang murah alias seribu jadi bisa pinjam banyak, kalau bapak beli buku bobo bekas dapat seribu juga cuma kalau bapak beli buku itu pasti perjalanan keluar daerah jadi jarang. Dan perjalanan ini berlanjut sampai SMA sumpah masih ingat banget pernah mimpi sampai ke Kabbah setelah baca cerita sahabat. Hobi membaca membuat terlena untuk memulai menulis fokus, padahal fanatik banget dengan cerpen dan novel bahkan hingga kuliah di Unsyiah masih kebiasaan yang sama. Tapi suatu ketika bapak nyindir “Dari dulu baca cerita orang, ceritamu kapan dibaca orang?” Jleb ngenak banget sumpah, Tapi merasa setuju dengan bapak kala itu, saya terlalu lama berada pada zona yang sama. kapan saya bisa berkarya jika hanya bermodal inspirasi tanpa bisa menginspirasi, akhirnya mulai beraksi yaps kala itu disela magang saya mencoba mengikuti lomba ceroen yang diselenggarakan oleh creator.id dengan teman perjuangan itupuna hari deadline kirimnya dan taraa surprise banget ketika liat tengah malah masuk top 100 terbaik, suatu kebanggan banget karena ini adalah cerpen pertama setelah muntah-muntah baca cerpen dan novel orang dari SD hingga kuliah sekarang. Hihi pastinya ini menjadi salah satu pintu pembukaa untuk karya cerpen hingga novel ke depannya. Mungkin kemarin masih sebatas nulis di blog ini tapi 2010 punya resolusi baru untuk gerak lebih. Aamiin.
             

Barat ke Timur mengenang sebuah kisah kasih di titik tengah indonesia

December 10, 2019 2

Cerita ini bukan sekedar campaign namun kisah kasih di perjalanan yang singkat kala itu. Sekiranya kalian sedang tak santai, maka terima sarannku untuk melewati diary milenial ala diriku, inia lutarfus.
                “Disanalah kami berjumpa tanpa membuat janji terlebih dahulu” : Kata orang, penggunaan kata takdir selalu melewati momen dramatis. Namun saya tidak menemukan scenario tersebut dalam cerita kali ini, lebih tepatnya saya percaya dengan istilah takdir, namun tidak dengan syarat bumbu-bumbu  dramatisnya.

                Hallo kenalin “aku Sufra senang banget bisa jumpa kamu lho” Begitulah suara hati mulai membantin. Ah tiba-tiba teringat sinetron yang suara hati bisa diketahui para penonton, ckck. Singkatnya saya tak berani menyampaikannya, entah karena terlalu pendiam, atau takut dia tak paham hingga mempersulit ia dalam menerjemahkannya. Akhirnya saya memendam dan memilih bercerita melalui tulisan saat ini. Hmm sedikit menyesal mengingatnya, mungkin ini menjadi PR untuk saya agar belajar bahasa baru atau lebih tepatnya bahasa isyarat.
                Namanya Sifra, gadis pendiam ini mempunyai nama yang hampir serupa dengan ku, bedanya hanya penggunaan huruf konsonan satu, Dia Sifra dan aku Sufra, sesuatu banget, terutama ketika sadar  saya dari pulau paling barat Indonesia bertemu dengan dia yang berasal dari pulau paling timur Indonesia di titik paling tengah Indonesia. Pertemuannya dengannya terbilang singkat namun, mampu menggali kenangan lama tentang seseorang yang terkubur rapat.”  
                                                                               
                                                                                                                    *****
         Status maba mempertemukan saya dengan seorang anak yang berasal dari papua. Kita sekelas tapi tak sekarib kelas di SMA.  Kalian pasti tahu Mk Umum bagaimana sistemnya. Saya hanya sekedar tahu nama karena pernah melihat dia muncul kala diskusi tentang Freeport, ya seorang lelaki padang menyebut contoh Freeport sebagai PR lama yang tak becus diselesaikan, Dan saat itulah dia muncul dengan narasi kotra pada lelaki tersebut, Singkat cerita dia berdebat panjang dalam artian dia terniat membela Freeport. Saya yang se idealis dengan si lelaki lebih memilih diam, bukan karena persoalan takut berdebat tapi tidak ingin Berlagak menjadi tuan rumah yang lebih tahu tentang kondisi itu, dan dari diskusi tersebut  saya berseluncur lebih tentang mosi ini, dan ternyata banyak juga tokoh penting papua yang memilih diperpanjang alasannya juga beragam sesuai dengan keuntungan masyarakat sekitar hingga kelihaian humasnya. Dari sinilah saya pahami bahwa setiap orang berbicara sesuai kadar pengalamannya jadi saya tidak bisa berkata saya paling benar atau dia yang paling salah, karena pengalaman dia memberikan pemahaman demikian. Begitupun saya,  sebesar apapun peluang yang ditampilkan saya masih  tetap pro dengan si lelaki padang dengan dalih sampai sekarang papua masih tidur diatas emas yang kadang beratapkan langit langsung, belum lagi melihat bangkai tambang yang tidak bisa diperbaiki. Namun disini saya mencoba menghormati perbedaan pendapat dengan landasan diatas tadi, “kita berbicara sesuai pemahaman, jadi yang perlu saya lakukan ialah mentolerir pendapatnya walau sejujurnya saya tak seide denganya. Wah akhirnya saya bisa mempraktekan toleransi tingkatan ke dua Yes..!!berdamai dengan perbedaan pendapat.

           Setelah tiga tahun berpindah ke kampus tetangga, tanpa sadar bulan puasa 2018 saya bertemu dengannya di belakang masjid raya baiturahman, sejujurnya tak niat menyapa karena memang tak akrab, “Hai mar,” namun jiwa sangguinis tiba-tiba saja muncul, sontak dia terlihat bingung, namun dalam bingung dia membalas menyapa untuk menolong saya yang terlihat kobong, duh dia terlihat berpikir keras sejatinya pernah jumpa tapi lupa nama dan dimana, “Kita pernah satu mk umum dulu, waktu aku masih di ekonomi sekarang aku pindah kampus.” Tambahku untuk membantu menjawab rasa penasaranya “Owalah, aku ingat! Ya ampun apa kabar ” katanya terlihat antusias sambil memeluk saya secara spontan. Dan sekarang saya yang terkejut karena berulang kali ketemu dengan teman lama dari fakultas yang sama tak ada yang merespon seantusia begini. Bahkan sebaliknya untuk orang yang  masih terlihat asing ternyata lebih ramah kala berkesempatan jumpa lagi. . Saya masih ingat kala terakhir ucapan sebelum berpisah “semangat puasanya” bentar lagi berbuka. Duh dia lebih peduli ketimbang doi yang tak pernah kabarin Dari sinilah saya mulai tertarik dengan papua lebih dari daerah metropolitan lainnya. Dia terlihat cukup ramah dalam mempraktekan keragaman. Karena umumnya ada sekolompok orang yang kala pergi kesebuah daerah, kota atau negeri akan memilih bergabung dengan komunitas asal / tidak membaur dengan masyarakat sekitar. Saya belajar toleransi dari sekolompok orang seperti dia,  yang mana bisa mempraktekan budaya berbagi kasih  dimanapun berada. Karena saya percaya kelak saya akan menjadi minoritas di negeri orang entah sebagai mahasiswa, bekerja atau sekedar happy-happy. 

             Dear readers " Tak masalah dengan perbedaan, karena dengan berbeda kita bisa belajar menghormati keragaman. kelak dunia akan lebih warna-warni lagi, begitupun dengan perjalannmu nanti.