Tuesday, 30 December 2025

Tempat Makan Praktis di Cowes untuk Keluarga Saat Musim Liburan

December 30, 2025 0

Musim liburan selalu mengubah ritme Cowes. Jalan utama menjadi lebih ramai, stroller dan sepeda anak lalu-lalang di tepi pantai, dan agenda keluarga terasa padat, dari bermain pasir, melihat satwa, hingga menunggu matahari terbenam. Di tengah semua itu, ada satu kebutuhan yang selalu sama: tempat makan yang praktis, nyaman, dan ramah keluarga.

    Di Cowes, menemukan tempat seperti itu bisa jadi penentu apakah hari liburan berakhir dengan senyum atau kelelahan. Karena saat anak mulai lapar dan orang tua butuh jeda, pilihan makan yang tepat membuat segalanya kembali terkendali.

Cowes di Musim Liburan, Seru Tapi Menantang

Cowes adalah jantung aktivitas Phillip Island. Pantai yang landai dan mudah diakses membuatnya ideal untuk keluarga, sementara deretan toko dan kafe di sepanjang jalan utama menambah pilihan hiburan. Namun di musim liburan, kepadatan pengunjung sering berarti antrean lebih panjang dan waktu tunggu yang menguras kesabaran, terutama saat jam makan siang atau makan malam.

Di momen seperti ini, keluarga biasanya mencari tempat yang:

  • mudah dijangkau dari area pantai

  • tidak ribet soal menu

  • penyajiannya cepat

  • nyaman untuk anak

  • tetap menyajikan makanan hangat dan mengenyangkan

Pilihan Praktis di Cowes

Pika sushi kerap menjadi pilihan keluarga yang ingin makan tanpa drama. Dari luar tampil sederhana, namun begitu masuk, suasananya terasa lebih tenang, cukup untuk menurunkan tempo setelah pagi yang aktif.

Restoran ini bekerja baik untuk konteks liburan keluarga karena alur makannya efisien: memilih menu cepat, menunggu tidak lama, dan langsung menikmati hidangan hangat. Tidak perlu menyesuaikan banyak hal; semuanya terasa lurus dan mudah.

Menu yang Memudahkan Keluarga

Saat liburan, keluarga jarang ingin bereksperimen terlalu jauh. Yang dicari adalah menu yang aman, familiar, dan bisa dibagi. Di Salah satu tempat makan praktis di Cowes yang menarik adalah .Cowes, beberapa pilihan ini sering jadi andalan:

  • Bento Box
    Paket lengkap dalam satu sajian, nasi, lauk utama, salad, dan sup miso. Praktis untuk anak dan orang tua.

  • Chicken Katsu Curry
    Kari Jepang yang lembut dan creamy, mudah disukai anak-anak, mengenyangkan tanpa terasa berat.

  • Sushi Pack atau Sushi Platter
    Mudah dibagi dan cepat disantap, pas untuk keluarga yang ingin makan bersama tanpa menunggu lama.

  • Katsu Ramen
    Opsi hangat saat angin laut mulai terasa dingin di sore hari; membantu mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas.

Menu-menu ini membantu keluarga makan dengan tenang, tanpa harus menunggu terlalu lama atau menghadapi pilihan yang membingungkan.

Lokasi yang Mendukung Itinerary

    Letak yang strategis memudahkan keluarga untuk singgah sebelum atau sesudah aktivitas utama, entah setelah bermain di foreshore, sebelum menuju agenda sore, atau sebagai makan malam ringan sebelum kembali ke penginapan.

Tersedia juga versi  untuk para vegetarian

Selesai makan, banyak keluarga melanjutkan hari dengan berjalan santai, membeli es krim, atau kembali ke pantai untuk menikmati sisa cahaya matahari. Ritmenya tetap terjaga, tanpa rasa tergesa.

Musim liburan di Cowes memang penuh energi, dan di tengah keseruan itu, tempat makan praktis menjadi penopang utama hari yang menyenangkan. Dengan suasana yang tenang dan menu yang mudah dinikmati seluruh keluarga,menawarkan jeda yang tepat, hangat, cepat, dan nyaman.

Untuk keluarga yang ingin menjaga alur liburan tetap ringan, memilih tempat makan yang tepat sering kali membuat perbedaan besar. Di Cowes, jeda itu bisa berarti satu meja sederhana, makanan hangat, dan momen tenang sebelum petualangan berikutnya.

#bloggerfood #foodie #mukbang #rekomendasimakanan #vegetarian #vegan #foodslovers #sponsored

Tuesday, 23 December 2025

Ketika fitnah jadi hukuman mati : Membaca Witch Hunt lewat film “The stoning of Soraya”

December 23, 2025 4

Ini Adalah salah satu dari sekian banyak film yang cukup emosional bagi saya kala pertama kali menontonnya terkhusus lagi kala sadar jikalau film ini dari kisah nyata. Film ini berakhir saya rewatch lagi untuk saya review di blog setelah sekian lama mengendap terkubur diingatan.

Membaca Witch Hunt lewat film “The stoning of Soraya”

The Stoning of Soraya Adalah film yang diadopsi dari sebuah buku yang berjudul “La Famee Lapidee” yang berarti The stoned Women karya jurnalis prancis iran “Freidoune sahebjam” buku tersebut merupakah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1986 negara Iran. Film ini akhirnya berhasil di rilis pada tahun 2008 sekalipun sempat mendapat larangan penayangan di sejumlah negara timur Tengah.

Adapun alur kisahnya menceritakan tentang kondisi yang tidak stabil dengan Wanita sebagai objek misoginis dan korban dari praktik patriaki kala itu yang terjadi di desa Kuptan e Malu, Iran. Kisah dimulai dengan Soraya sebagai pemeran utama yang menjadi seorang ibu dari 2 anaknya dengan bersuamikan seorang lelaki yang kebelet nikah lagi, setelah segala kekerasan dan polemik yang telah dia lakukan kepada istrinya, ia tidak mau menalak istri untuk menikah lagi karena akan ada tanggung jawab anak, nafkah iddah dan mut'ah jadi pihak si laki merasa rugi. 

Kondisi semakin rumit Ketika posisi daerah yang kental akan patriaki ini ternyata tidak berpihak kepada wanita, beragam cara dilakukan sang suami agar bisa berpisah dengan istri dengan aman ataupun tak aman. Ia bahkan berani mengambil resiko dengan cara mengfitnah istrinya,  scenario terburuk yang bisa membuat istrinya juga meninggal karena hidup di negara yang menerapkan hukum islam (rajam) demi bisa menikahi “wanita daun muda” yang jadi incaranya. Parahnya, sekalipun beresiko besar yaitu sang suami jikalau ketahuan berbohong bisa ikut dieksekusi, namun ia tetap tak bergeming  dengan tekadnya itu, bahkan sebaliknya kini ia semakin bertindak berani. Terkhusus melihat posisi wanita tak punya suara di daerah tersebut untuk membela diri.

Membaca Witch Hunt lewat film “The stoning of Soraya”

Polemik ini semakin parah Ketika pihak si lelaki bahkan berhasil menghasut orang, beberapa orang terdekat baik anak lelaki Soraya atau pun ayah Soraya juga tidak mempercayai anaknya sendiri, film ini benar-benar membuat emosional terkhusus dengan sinematografi nya yang cukup dramatis. Scene perajaman adalah bagian yang cukup traumatis untuk  dilihat terkhususnya lagi ada bagian mencekam dimana sang anak dan  ayah dari Soraya juga ikutan melempar batu untuk merajamnya. Faktanya cerita ini berlanjut terungkap di tahap akhir kala seorang wartawan yang tidak sengaja lewat desa ini, wartawan inilah yang menjadi sumber dari buku “Freidoune sahebjam” atau the Stonned women“ tersebut, yang kemudian mengalami adaptasi judul baru pada filmnya yaitu “The stonning of Soraya”. Jikalau kalian tertarik untuk menontonnya, kalian bisa akses langsung di youtube dengan gratis. 



 "Ketika fitnah menjadi hukum. “Rajam dan api unggun”

Saya yakin ada banyak pro kontra dengan film ini dengan segala asumsi yang bertebaran liar. Pastinya ada yang menyebut film ini kospirasi untuk menjatuhkan islam atau alat propaganda baru kepentingan beberapa pihak yang ditambah drama berlebihan agar lebih tragis. Padahal itu adalah kejadian pelaku yang memanfaatkan agama dan itu juga terjadi di agama lain, selalu ada spesies yang sama.   Karena faktanya pada zaman Rasulullah pun rajam sngat jarang terjadi bahkan ada yg menyebut dua kali satu kasus ma'iz dan satu lagi kasus wanita yang hamil yg cukup familiar di telinga kita, itupun pengakuan dari pelaku sebagaiamana poisisi wanita itu sendiri yang datang meminta di rajam setelah mengaku berzina, bahkan posisi kala itu nabi tidak langsung menerima pengakuannya dan memalingkan wajah, Wanita ghamidiyah tersebut datang berulang kali dan bersikukuh sampai memberi tahu ia telah hamil.  Sebagaimana termaktub dalah hadis Dari budaidah r.a

“Mengapa engkau menolakku? Mungkin engkau ingin menolakku seperti engkau menolak Ma’iz, Demi Allah aku hamil.”

Akhirnya Rasulullah meminta ia melahirkan anaknya dulu dan bahkan setelah melahirkan ia Kembali meminta dirajam Rasulullah menyuruhnya untuk menyusuinya dulu sampai anak berumur dua tahun baru setelah semua tuntas ia bertanya Kepada penduduk siapa yg berkenan merawat anak tersebut untuk memastikan kondisi, sang wanita benar-benar telah selesai dengan semuanya urusan dunianya dan kekhawatiran terhadap kondisi masa depan anaknya pudar.  Sejauh itu perlakuan islam memastikan keadaan anak ia kedepannya. Bahkan bukan sekedar terpenuhi hak sebagai wanita tapi juga diberi kesempatan menjadi ibu kala itu. Sehingga tidak bisa dijadikan landasan film ini untuk menjatuhkan islam karena praktiknya misoginis tubur liar di setiap wilayah tanpa melihat penganut daerah tersebut, contoh di negara bukan penganut muslimpun seperti eropa misoginis dan pratriaki tubur subur. Sehingga akan mudah kita temukan orang memanfaatkan agama hingga budaya dalam menekan wanita jikalau mau diselidiki. Baca juga Review movie "The great kitchen" Cara membungkam wanita

Adapun sebagai Contoh di negara eropa tepatnya di kisaran 1400-1750 dengan puncaknya di kisaran 1550-1650 dimana muncul istilah witch hunts untuk menyingkirkan mereka yang dituduh sebagai penyihir dengan korban 78% Adalah Wanita dengan status janda, Perempuan tua, Perempuan miskin sampai Perempuan yang vocal, diperkirakan ada sekitar 40.000–60.000 orang yg jadi korban. Kejadian ini terjadi paling parah di Kawasan Eropa yaitu jerman, swiss, perancis skotlandia, belanda, eropa timur dengan pemicu utamanya yaitu wabah penyakit (black death), agama, patriaki dan buku Malleus Maleficarum, dimana berapa point yang ditonjolkan dalam buku karya Heinrich Kramer tersebut ialah, penyihir kebanyakan Perempuan, mereka mudah tergoda, dan emosional. Buku tersebut bahkan memberikan penjelasan gimana cara menyiksa agar mengaku dan mematikan para penyihir agar tidak bisa bangkit lagi entah dengan cara digantung, ditenggelamkan atau sampai dibakar. ya begitulah misoginis membunuh perempuan. Maka tak heran ada yang menyebut fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan kan?   

Dari penyihir hingga penzina pola yang sama untuk mengfitnah Wanita.


 #reviewmovie #film #rekomendasifilm #movie #iran #girlzone

 

Sunday, 21 December 2025

Begini cerita. Troma Aceh gelap efek bencana Banjir.

December 21, 2025 0



Suara Langkah kaki terdengar lebih lembut kala ini, tapak kaki seakan hilang tenaga untuk melangkah dalam iringan waktu jam 4 pagi. “Kak sudah tidur?”, terdengar suaranya dibalik pintu kamar, dari suaranya terlihat lesu, seakan baru di phk dikarir barunya yang baru dimulai kurang dari sebulan. Dalam gelapnya malam yang tak diterang sedikitpun obor saya menjawab, “belum kenapa” firasat memang sudah kacau dari awal kala ia jam satu tak pulang. “Aku jatuh hp sudah keliling banda tapi gk ketemu juga”. Kudengar suara lelahnya sangat pasrah “sudah coba hp?” langsung kubuka pintu, sembari meraba kunci. Aku bertanya waswawas menyadari benar firasatku kali ini. “Gk dapat sinyal hp diluar servis area, ia langsung memberikan power banknya yang tak berarti lagi untuk saya carger hp saya yang sudah mati dari tadi siang, “entah diambil orang atau memang karena gk ada sinyal mati lampu”. Setengah lesu ia terduduk, Opsi Cuma dua spekulasi bermunculan karena jatuhnya di jam rawan yaitu jam 12 dengan posisi padam lampu sehingga kehilangan sinyal jadi susah di track pakai aplikasi find me bawaan hpnya. Memang petaka kali ini juga bervariasi selain bencana banjir yang benar datang dengan tsunami kayu yang membuat Kawasan aceh rusak layaknya tsunami 2004.
 

            Tiang Listrik dan puluhan jembatan rusak totak, longsor rumah tertimbun begitu parah, jarak dan sekat tanah hilang membuat aceh dan skitaran yang menjadi Kawasan lezat untuk disantap mafia tanah, semua kini dimulai dari nol. Desember Kembali menjadi troma untuk aceh sekalipun bukan semua Kawasan yang menjadi target amukan alam  namun bikin seluruh aceh jadi kewalahan. Pemadaman lampu yang tak disangka membuat seluruh aceh kacau Listrik hilang sinyalpun hilang untuk semua provider layanan, kasuus ini mempersulit kondisi untuk mencari hp memang benar doble kill setelah puasa Listrik hampir dua hari kini mendapat berita buruk lagi di kondisi begini. Dua hari setres gk hidup lampu bertambah stress berita baru.

            “Besok coba cari kalau gk dapat urus aktivasi kartu dulu biar gk di salah gunain orang kalau kedapatan dan di pasang no di Whatsap baru” segala kemungkinan baru bermunculan memang hp ada password tapi semisal kartu di ambil di pasang di hp lain dan download whatsap  untuk ngaku jadi dia tentunya bisa bahaya. “ia menganguk lesu” Akhirnya di jam yang mengusung hampir pagi dengan segala kecemasan saya meyuruhnya tidur agar pagi yang sebentar lagi bisa berangkat memperbaiki apa yang bisa diselematkan sekiranya tak berjodoh dengan hpnya lagi.


Saturday, 13 December 2025

Review Buku Selimut Debu “Membedah negara Thaliban”

December 13, 2025 1

Review buku Selimut Debu

Siapa yang tidak tahun negara afghanistan, sebuah negara yang cukup terkenal karena perang suburnya dan dengan thaliban sebagai laskar khasnya. Negara ini memang familiar ditelinga banyak orang, tapi tak banyak yang tahu jikalau negara ini pernah menjadi negara suci umat budha sedunia layaknya umat muslim dengan kota mekkahnya.

            Saya benar-benar tidak menyangka banyak insight baru setelah baca buku setebal 400an halaman ini. Perjalanan Agustinus ke negara berselimut debu benar-benar utasan dengan beragam kejutan baru yang perdana saya dengar sebagai contoh, para thaliban mengharamkan makan dengan menggunakan meja dan kursi agak ekstrim kedengaranya.  Syukurnya itu berupa pengalaman dulu jadi dengan sekarang pastinya sudah berbeda Ketika negara ini perlahan mulai berani membuka tirainya.

               Buku selimut debu ini Adalah perjalanan era awal 2000an Dimana batas akses ke negara yang dihujani perang ini cukup terbatas informasi dan internary. Perjalanan Panjang agustinus sang penulis cukup menarik untuk disimak dengan nuansa thaliban yang masih sangat kerasa kala itu, bentuk cerita story tellingnya benar-benar mengalir rapi walau tidak ada daftar isi yang memilah bagian perbab seperti normalnya buku. Minusnya Jumlah gambar yang ditampilkan terhitung sedikit tapi kaya dengan deskripsi sehingga memperluas imajinasi.

            Siapa yang tidak tahu thaliban, sebuah laskar yang berhasil mengusir pasukan uni soviet dengan kekuatan imam dan taqwa. Kemuculannya sempat dijadikan pahlawan sampai berlarut waktu berubah menjadi ketakutan. Nyatanya di awal keberadaan thaliban cukup aktif merekontruksi aturan untuk segala kasus criminal, pemerkosa dan kejathatan berkurang namun berlanjut dengan aturan ketat lain yang membuat ruang gerak Masyarakat umum juga jadi kecil. Music haram, Wanita wajib memakai burqa dan bahkan disembunyikan dirumah.

            Bagi sebagian orang perlakuan ini adalah cara melindungi Wanita walau opsinya dengan mengurung mereka di rumah atau keluar wajib dengan mahram. Namun faktanya kejahatan tetap tidak berhenti Dimana tetap lelaki sebagai pelakunya lagi. Tidak dapat perempuan kali ini lelaki muda yang terlihat mulus menawan jadi incaran.  Ada sebuah adat yang menargetkan anak lelaki muda sebagai pelampiasan tradisii ini terkenal familiar di kalangan Kandahar namun tidak menutup kemungkinan di daerah lain yang merambah sampai ke negara tetangga di Peshawar Pakistan. Namanya bachazbazi tradisi haram ini bahkan enggan diakui walau faktanya bersimbah bocah yang jadi alat permainannya. Kata bachabazi sendiri diambil dari dua kata bacha yang berarti bocah dan bazi bermain sederhanannya bisa dikatakan bermain dengan bocah untuk kesenangan untuk berdansa bahkan sampai tahap segs ada juga yang bahkan punya bocah peliharaan yang versi kita ani ani simpanan untuk kesenangan bedanya ini kasus sejenis. Entah bagaimana berkembang suburnya praktik homo di negara yang dimeriahkan hukum syariat  disini tapi tidak bisa di jadikan alasan karena wanita dikurung, karena kasarnya ponny,  seekor orang hutan yang dijadikan psk di kalimatan adalah bukti ada atau tidak adanya Perempuan lelaki yang tidak mengontrol diri bisa seperti babi liar alias semua di trabas.

 Saking larisnya cerita ini bahkan ada yang menyebut jikalau menemukan uang jangan sembarangan membungkuk untuk mengambilnya karena dengan membungkuk dianggap sama saja memberi izin untuk ditrobos lewat belakang. Agustinus sendiri pernah dua kali menceritakan pengalaman yang membuatnya hampir menjadi korban pelecehan oleh lelaki ditambah satu kali berhasil diremes amunisinya oleh lelaki kala pemeriksaan bahkan pada satu cerita lain ia menuturkan “Berbeda dengan di Peshawar yang mana dalam sehari saya bisa mengalami lebih dari sekali pelecehan”  Setingkat laki-lakipun tidak aman posisi.

Review buku Selimut Debu

     Menariknya lagi cerita thaliban bukanlah satu satunya pemeran utama di perjalanan agsutinus ini, Selain tradisi bachabazi, mengulik budaya  Bertani opium sampai senjata rakitan adalah kejutan baru yang baru saya dapatkan langsung di buku ini. Kisah patung budha yang dihancurkan thaliban juga menjadi bagian menarik untuk dilirik. Alur perjalanan biksu yang mencari kitab suci dalam cerita kera sakti kala kecil Adalah bagian yang menjadi histori dari negara ini. Dalam kaidah kepercayaan kera sakti nya hanya pelengkap dari cerita murni sang biksu dari dinasti tang, tiongkok yang benar-benar melakukan perjalanan ke arah barat untuk mencari kitab suci, Saya jadi paham tentang konsep budhisme dari buku ini tentang asal usul lahirnya patung budha yang mulanya berasal dari perpaduan seni kultur Yunani yang berkombinasi dengan konsep ajaran budha, penjelasan dibuat ringkas namun lugas, siapa sangka negara afganista pernah sesakral Mekkah untuk orang yang beragam budha sebelum islam? mulanya budhisme digambarkan sebagai symbol – lingkaran dan chakhra, tapak kaki hingga stupa yang berlanjut berkembang setelah pengaruh budaya Yunani dengan ciri khasnya dewa dan patung saling berkaitan akhirnya munculah patung budha raksasa di negeri Afghanistan.

Negara tetangga selayaknya Pakistan hingga iran juga ikut di mention banyak dalam perjalanan kali ini, walau bukan membidik secara spesifik pada negara iran atau Pakistan namun penampakan negara yang terbuka uluran tangan untuk menolong saudara yang sedang konflik tersemat cukup membantu memahami kondisi politicalnya. Belum lagi cerita tentang raja Amanullah yang sempat mencoba mengsekulerkan negara thaliban dengan mengikuti arah kiblat turki layaknya ratu nya yang melepas kerudung dan aturan lain yang mendukung kearah kebijakan sekuler, namun kisah ini hanya bertahan beberapa tahun saja hingga kudeta dilakukan (1919-1929). Pihak presiden partama M daud juga mencoba memulai program moderanisasi dengan pengurangi penggunaan hijab. Namun tidak ada yang serta merta berhasil.

Membaca buku ini benar- benar kompleks dalam membedah negara yang berselimut debu ini, buku terbitan 2010 tersebut menjadi salah satu buku best sellernya setelah beragama perjalanan mengerikan yang telah dilewatin. Setelah berhasil dituangkan dalam bentuk buku, nyatanya 400 halaman terlihat singkat setelah baca buku ini. Ada banyak sekali intisari menarik yang bisa dijadikan ibrah terlepas dari sisi gelap negara yang kayak history juang ini faktanya negara ini pantang di jajah harga diri yang layak untuk di banggkan walau luluh lantak penampakan

#reviewbuku #selimutdebu #afganistan #thaliban #mujahidin

 






 

Thursday, 27 November 2025

Banjir kali ini salahin siapa lagi?

November 27, 2025 7

Akankah banjir kali ini salahin konser yang sudah di cancel dan tak tampil lagi? Jujur ini Adalah fenomena unik kala setiap musibah terjadi di Kawasan Aceh. Seakan alam mengazab pada setiap acara atau kejadian yang diprediksi bakal menjadi lahan “maksit”. Namun kali ini mari kita bedah dengan nalar sekuler untuk mencari penyebab lain kenapa kajadian separah ini.
Banjir aceh, sumut, sumbar
Banjir di kawasan Aceh, Kembang tanjong, beureunuen

        Dalam seminggu ini hujan tak jera membasahi bumi Sumatra dan sekitarnya. Rumah di bikin kuyup tanpa sempat kering karena hujan yang berlarut datang tiap hari. Terkhusus di Aceh lampu ikutan mogok sampai jangka waktu 12 jam lebih bahkan mungkin untuk beberapa Kawasan sampai 20 jam karena lokasi yang lebih susah aksesnya. Listrik padam, jaringan hilang, Tiang Listrik runtuh di sapu banjir longsor, jembatan putus, bahkan menara patah semua terjadi beriringan tanpa jeda seakan azab kaum Sodom. Orang kesulitan mengabari atau mencari tahu. Akses terputus! Bukan sekedar untuk contact telpon tapi untuk mengantar bantuan jalur daratpun tak bisa kini ditambah debit hujan yang bikin orang mengungsi ke atap rumah sunggu melarat masih dengan ketinggian banjir di beberapa tepat yang hampir seatap juga. Benar-benar bencana nasional yang saya belum tahu apakah sudah diumukan.

Namun sejujurnya untuk Kawasan aceh dan Sumatra utara yang berada pada tepi Kawasan ekstrim memanglah akhir tahun selalu disambut dengan cuaca begini. Hujan dan petir yang bersahutan memang menjadi penutup akhir tahun yang sebernarnya sudah normal, namun siap duga sampai banjir longsor separah kali ini bahkan ada 30 korban yang meninggal yang telah ditemukan di Kawasan sumatra. Tentu timbul pertanyaan… kenapa bisa begini.

     Fenomena kali ini sebenarnya Adalah investasi jangka Panjang terhadap apa yang telah kita perbuat pada alam. Hutan yang dibuat mandul akhirnya menjelma menjadi bencana baru. Tidak ada lagi yang menahan air dan akhirnya Banjir longsor terjadi setelah beribu kali peringatan untuk menjaga alam diidahkan. Sepertinya terlihat sulit untuk tidak menebang hutan dan memilih mengubah hutan jadi ladang sawit. Tidak sekedar warga tapi Perusahaan dan para kapitalis yang dengan leluasa berkarya padahal posisi sendiri tinggal diluar daerah dan luar negeri, alam dijarah di keruk sedemikian liar dan brutal tapi Ketika kejadian seperti ini mereka aman dengan posisi diluar negeri. Masyarakat individual pun tak kalah kacau, kala pasang badan membela para pengusaha dengan cara berdemo ke pemerintah Ketika melakukan penebangan emas dengan alat berat. Beberapa yang lain bahkan menjual kawasan hutan lindung secara illegal untuk disulap jadi ladang sawit dan tempat tinggal kemudian berlanjut update video tiktok dengan caption perintis bukan pewaris dengan hastag #tokesawit. dan ternyata itu belupun belum cukup untuk pemerintah pun ada juga yang  membuat gebrakan dengan berniat  Deforestasi, yaitu Pembukaan lahan untuk kebun sawit, pertanian, atau tambangPembangunan jalan dan pemukiman. Akibatnya hutan jadi berkurang, hewan kehilangan habitat, cuaca makin panas, dan risiko banjir meningkat.

Penampakan hutan Aceh melalui satelit

 Harus bagaimana kini? Menyalahkan konser lagi atau rakyat atau para pengusaha kapitalis atau bahkan pemerintah sendiri yang merongrong semua alam kita untuk memperkaya diri. Sementara itu, gajahpun kini mengungsi diusir sebagai tuan rumah asli yang telah semakin minoritas posisi. Seperti kisruh keributan di taman nasional tesso nilo. Padahal posisi harimau yang sudah berulang kali keluar dari hutan saja sudah jadi pertanda jikalau habitatnya telah rusak parah, babi yang rantai makanan harimau dimusnakah oleh kita karena di anggap hama,kambing hutan diburu dan sembelih, harimau akhrinya mati dijerat kala keluar kebun dan memangsa ternak warga. Akhirnya hutan lebih leluasa di bedah karena tidak ada predator alami lagi. Pada akhirnya alam sendiri yang ambil sikap, sepertinya memang benar azab tapi bukan konser sebagai kambing hitam.

#Bencanaalam #sumatra #sumbar #aceh #sumut

       

Tuesday, 25 November 2025

Why we never hear men support men?

November 25, 2025 4

Why do we rarely hear the phrase “men support men”? Why does it feel almost taboo to talk about male solidarity, while “women support women” is widely celebrated and highly visible? On TikTok, the hashtag #Womensupportwomen has over 118K uses, yet #Mensupportmen barely reaches a few thousand. The difference is huge—and it raises an important question: What’s happening with men?

After digging deeper into this topic, I found several reasons why male support is rarely seen, rarely talked about, and often misunderstood.

1. Many men are raised to be emotionally restricted

     From a young age, boys are often told things like:“Don’t cry, be tough,don’t act soft.”  Parents usually believe they are preparing their sons for a harsh world, but the result is the opposite: boys grow up with very limited space for emotional expression. Showing vulnerability is seen as weakness, so they learn to hide it. Meanwhile, girls are generally encouraged to express their feelings, seek comfort, or cry when they need to. This early emotional conditioning shapes how men relate to each other as adults.

2. Male friendships discourage emotional connection

     In many cultures, male friendships come with strict, unspoken rules. Men are expected to act strong even when they’re struggling. Showing affection—like crying together or giving emotional support—is often mocked as “too soft” or even “gay.”

     On the other hand, women freely compliment each other, comfort each other, and openly show love. A woman telling her friend “You look great today, i like your outfit, tell me if u feel unwell, is normal. But if a man says that to another man, he risks being teased. This social stigma limits how men support each other.

3. Society pushes men to compete, not connect

     Men are taught to measure their worth through dominance—being the strongest, the toughest, the smartest, the most “alpha.” When competition becomes the culture, solidarity becomes rare. Instead of collaborating, many men feel they must prove themselves all the time, even in front of their closest friends.

4. Men fear looking weak—especially to other men

     Research shows men fear judgment from other men more than from women. They stay silent even when they badly need help. They don’t talk, don’t ask, and often carry the burden alone. This silence contributes to rising mental-health issues among men worldwide.

5. Male support does exist—it's just invisible

Men often support each other quietly, helping without asking questions,showing up when needed listening without emotional language but because the support is silent and non-verbal, people rarely notice it. Society expects emotional displays as signs of support—something men are discouraged from doing.

So why is “men support men” so rare? Not because men don’t care.

     Another reason why men support men looking a little bit in social media is  not because they don’t want to support each other. But because traditional masculinity punishes vulnerability, and emotional connection is treated as a threat to a man’s identity. When the culture teaches men to hide their feelings, it’s no surprise that male support becomes invisible and underrepresented.

1.      .   They support each other with silent. Like show up without talking too much or being reliable but since it’s not verbal, it often goes unnoticed because show emotional as men is taboo so that's why the hastag unpopuler like womensupportwomen..

How do we change this? We start by creating environments where men can speak honestly without being mocked. When society stops ridiculing male vulnerability, men will finally have permission to show care openly—just like women do. And when that happens, “men support men” could become more than a rare hashtag; it could become a normal, healthy culture where men uplift each other instead of competing for strength.

Men deserve support too. They just need the space to show it

#womensupportwomen #mensupportmen #hastag

Monday, 24 November 2025

Bahaya toxic positivty kala di bungkus agama

November 24, 2025 2

Belakangan, banyak orang mendorong kita untuk “selalu berpikir positif.” Tapi, kalau dipaksakan terus-menerus, sikap ini berubah jadi toxic positivity—sebuah pola di mana emosi negatif dianggap salah, ditolak, atau disuruh dihilangkan begitu saja. Masalahnya, kondisi ini sering “dibungkus” dengan kata husnuzon (berbaik sangka), padahal sebenarnya berbeda kasus.

Bahaya toxic positivty kala di bungkus agama

    Istilah toxic positivity bukan lagi kata asing di sekitar kita. Meski begitu, banyak orang masih salah memaknai konsep ini—apalagi ketika dibungkus dengan logika agama. Tidak jarang, ajaran tentang kesabaran, prasangka baik (husnuzan), atau keteguhan iman justru menjadi target penyalahgunaan yang membuat kita merasa wajib selalu tampak kuat, tabah, dan positif dalam kondisi apa pun. 

    Kala posisi kita tidak berpikir positif atau husnuzon maka acapkali label kepribadian kita di cap minus (suuzhon mulu) atau rekontruksi akhlak kita dianggap buruk karena tidak punya positif vibes padahal kondisi yang kita lakukan adalah standar pembanding pada kedua sisi agar tingkat kewaspadaan dan sikap kritis kita tidak tumpul,  orang yang tidak menerapkan toxic positivity alias tidak selalu berpikir positif (dicap suuzhon ) Padahal, Kenyataannya pola pikir seperti ini tidak hanya keliru, tetapi juga bisa menjadi tekanan emosional baru yang berdampak buruk bagi kesehatan mental dan spiritual seseorang dikemudian hari. 

     Toxic positivity adalah kebiasaan memaksa diri atau orang lain untuk tetap ceria dan optimis, bahkan saat sedang terluka, sedih, stres, atau marah. Contohnya: “jangan sedih Allah gk kan nguji kamu sejauh ini untuk berakhir nangis” Kalimatnya terlihat baik, tapi intinya menolak realitas emosi manusia. Padahal, sedih dan kecewa itu normal. dan malah di paksa untuk Husnuzon yang mana penerapan kasusnya berbeda. Bahkan nabipun pernah sedih kala meninggalnya istrinya yaitu khadijah yang berlanjut pamannya Abu thalib secara beriringan sehingga nabi menyendiri hingga lahirnya tahun kesedihan nabi. 

    Dalam agama, husnuzon artinya berprasangka baik kepada Allah dan manusia, tapi tetap mengakui kondisi yang kita alami beda dengan toxic positivity. Ketika seseorang dituntut untuk “selalu kuat” dan “harus tetap positif”, ia akhirnya menjadi tidak jujur terhadap dirinya sendiri. Inilah bentuk awal dari emotional repression atau penekanan emosi, yang bisa berbahaya bila berlangsung lama.

Contoh Kasus: Dipaksa Kuat Saat Tragedi Terjadi

     Kasus yang bisa kita ambil sebagai study bandingnya ialah kala kejadian ambrukknya pesatren kemarin. Orang-orang malah menekankan emosinya untuk bersikap tegar dengan cara focus ke santri sebagai orang yang Syahid alih – alih mempertanyakan kejadian runtuhnya bangunan tersebut. “Insha Allah surga untuk mereka yang syahid karena posisi sedang shalat. Namun berapa persentase dari wali yang fokus pada kelalaian dari pihak pondok? Bukanya membuat laporan, malah Pembangunan dengan dana APBN yang ditawarkan tentunya istilah kapok sangat pantang terdengar di kalangan mereka kalau kasusnya begitu.

    Ucapan seperti: “InshaAllah mereka syahid, jadi jangan berlarut- larut dalam kesedihan.” merupakan penerapan yang jadi penyelamat sekiranya si pelaku benar melakukan kelalaian. Hal ini terdenga menenangkan. Tapi ini juga bisa menjadi bentuk penolakan emosi, terutama ketika keluarga masih membutuhkan jawaban— bukan kalimat penutup pembicaraan. yang lebih berbahaya, narasi seperti ini bisa membuat pihak yang bertanggung jawab merasa aman dari kritik. Fokus masyarakat dipindahkan ke “keikhlasan”, bukan ke aspek keselamatan, kelalaian, atau anggaran yang mungkin bermasalah.

Padahal, agama tidak pernah meminta kita untuk menutup mata dari kebenaran atas nama “sabar”. 

    Dalam banyak kasus, toxic positivity ditanamkan sebagai cara cepat untuk menutup pembicaraan yang dianggap “negatif”, padahal pembicaraan itu penting. Beberapa dampak buruknya: Emosi tertunda dan meledak kemudian, Kehilangan makna spiritual (jikalau berhasil terbongkar kelalai) hingga tidak ada ruang untuk evaluasi. Ketika semuanya dianggap “sudah takdir”, kita menutup pintu untuk memperbaiki sistem agar tragedi tidak terulang kembali.

Baca juga : jangan sekolahkan anak anda di pesantren

     Banyak yang tidak sadar bahwa toxic positivity bukan sekadar “berpikiran positif berlebihan”. Ini adalah bentuk tekanan batin yang membuat seseorang: menolak emosi sendiri, pura-pura kuat saat tidak mampu, mengabaikan luka psikologis, kasus dalam jangka panjang, penekanan emosi semacam ini dapat menurunkan kemampuan regulasi emosi seseorang (dalam teori psikologi disebut emotion regulation). Ini membuat seseorang kesulitan memahami, menerima, dan mengekspresikan perasaan dengan sehat.

Ini bisa dikatakan salah satu kasus toxic positivity yang mengandeng ayat paling viral bagi kita di tahun 2025. Jauh sebelumnya sudah sering kita dengan tocix positivity yang gk kita sadari menjadi ayat sehari-hari.  udah jangan sedih rezeki gk pernah tertukar kalau hakmu pasti kembali kala orang kehilangan hpnya, seakan-sekan, sekiranya tidak ketemu berarti itu bukan hak kita. Banyak kutipan toxic positivity yang membuat kita merasa tenang sesaat padahal aslinya itu adalah bumerang diwaktu lain yang memaksa kita untuk selalu kuat menerima kondisi alih alih intropeksi diri.

#husnuzon #suuzhon #prasangka #toxic #positivity  



Sunday, 23 November 2025

Berburu gua jepang yang berada di Aceh.

November 23, 2025 2

Kolonial jepang meninggalkan banyak jejak di aceh selain troma penjajahan, Adapun salah satu Kawasan yang kaya dengan nilai stories dari negara nipon ini yaitu kota sabang.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

Perjalanan liburan ke kota sabang benar benar membuka insight baru perihal peninggalan jepang yang masih membatu, tujuan utama untuk liburan ke iboeh untuk melirik dolphin membuat penjelajahan berlanjut terus. Rahmat pelatih snorkling saya merekomendasikan gua jepang yang posisinya tidak terlalu jauh dalam perjalanan pulang dari jalan utamanya. Akhirnya list saya bertambah terkhusus jam kami masih cukup banyak untuk berselucur ke beberapa tempat asing lagi.

Baca juga : wisata ke taman safari jantho 

            Perjalanan pulang dengan jam diangka 11 membuat jalanan terlihat kosong melompong, siapa yang tertarik siang Terik di kota tepi berlalu Lalang saat begini? Tentunya hanya turis balapan yang dikejar waktu mau effort segini.  Posisi tempat yang dituju nyatanya masuk kedalam 5 km dari jalan utama, benar-benar diluar ekspetasi karena seperti rute ke kebun paman tapi dengan inovasi jalanan mulus dan sinyal bagus. Sayangnya lalu Lalang orang terlihat lesu. Kami sempat ciut mentalnya kala semakin dalam masuk kedalam. Beberapa kali kami melewati penginapan atau dengan konsep alam yang terlihat milik pribadi, sesekali penampakan laut biru sebelum disapa pohonan rimbun lagi, sangat jarang bertemu orang dan hanya bertemu satu dua orang laki-laki yang baru keluar kebun memotong pakan ternaknya, benar-benar sepi sampai akhirnya kami melewati markas tni yang membuat mulai ada gerakan yang lebih ramai.     

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

            Tiba melewati markas inilah penampakan tempat yang dimaksud mulai terlihat perkirannya. Posisi tempat yang berada di bawa membuat penampakan dari parkir saja sudah sangat indah, rimbun tanaman yang berpadu dengan warna laut menambah kaya akan keindahan tempat ini. Akhirnya kami memarkiran motor pada tanjakan yang cukup miring posisi tempat cukup terbatas untuk parkir tapi mungkin karna posisi tempat wisata di dalam rimbun hutan jadi parkirnya cukup untuk kami masih. Akhirya kami masuk dengan tiket 5000 per orang tanpa bayar parkir lag. Syukur sekali kota ini bersih dari pungli pencurian motor dan tukang parkir.  Inilah bonus leb bertamasya ke kota ini.

Kamipun menuruni tanjakan dengan hati-hati, padangan tak bisa lepas dari laut yang semakin dekat semakin indah dinikmati, sebuah tempat makan yang berada di Kawasan bisa mejadi alternatif jikalau ingin makan siang atau hanya sebatas untuk lihat gua jepang dan photo disini. Ayunan menjadi aksesoris khas yang sering di jadikan tempat memacu adrenalin ada juga yang sebatas bergaya untuk di jadikan memori story, sebuah pohon rumah juga berdiri beriringan yang masih di naiki untuk mengambil selfie. Tempat ini benar-benar membuat saya takjub dengan harga 5k saja. Saya tak menyangka ini lebih cantik dari photo yang saya cari kalau berselencar mencari  tahu tempat ini. Akhrinya saya ikutan antri untuk mencoba adrenalin ini.

Berburu gua jepang yang berada di di Aceh.

 Wanita yang sedang mengunakan ayunan terlihat turis sekali, dari fashion jelas bukan orang aceh. Sadar sedang mengantri seorang bapak berumur setengah baya yang posisi dekat kursi tiba-tiba berbasa basi, akhirnya ketahuanlah jikalau Wanita tersebut berasal dari Malaysia dengan posisi si bapak sebagai tour guidenya. “Hari ini air pasang, jadi gk bisa turun kebawah kalaupun gk pasang malas kali tangganya banyak banget, saya gk rekon” Saya menganguk bengong menyadari ternyata destinasi aslinya bukan di atas sini tapi terjun menuruni ratusan anak tangga lagi untuk ke guanya, terlihat kurang beruntung jadinya.  Tapi menyimak statement bapak sangat capek juga kalau bisa airnya gk pasang, tentu hal wajar karena beliau tour guide yang pastinya sudah muak bolak balik naik kesana sementara kita yang perdana pasti sangat antusias ketempat baru walaupun tangga ratusan. Kita analogikan Imbarat tembok raksasa china seklipun sudah tahu bikin sendi gemetar tetap saja ada turis yang excited mendakinya kan ?.  Akhirnya kami gagal kebawah dan memilih memperkaya photo di ayunan saja.

wisata di sabang aceh besar

Pohon kayu menjadi target selanjutnya setelah khatam eksisi di ayunan, tangga yang punya jarak cukup jauh membuat saya mengangkat sedikit rok agar tidak terpijak, sesekali saya lebih focus ke bawah ketimbang ke atas karena dibawa pas posisi kakak yang juga sedang menaiki. Jumlah tangga tidak banyak ini akhirnya berhasil membuat saya lega terkhusu penampakan langsung lautnya yang semakin cerah. Kamera Kembali on sembari menunggu kakak diatas saya melepas jacket tas untuk segera berpose. Langit benar benar mendukung kali ini. Warna tosca di himpi biru cerah membuat indah penampakan ini. Namun posisi semakin tinggi tetap tidak menolong banyak untuk menemukan gua yang di maksut. tapi tetap viewnya bikin betah untuk berlama-lama disitu, belum lagi pilihan makanan beraneka ragam untuk teman makan sederhana semua polesan terlihat lengkap dengan posisi yang masih aman dijangkau walau rada sepi sih, btw kalian tertarik setelah melihat spot ini?

#travel #trip #sabang #aceh #destination 

 

 

             

Thursday, 23 October 2025

Review buku Cinta Brotosaurus

October 23, 2025 7

Kalian pasti familiar dengan Raditya Dika, seorang aktor yang mulanya mengawali karir nya dari dunia kepenulisan. Siapa duga ternyata mengikuti stand up comedy untuk mengenalkan karyanya malah menjadi jalan cemerlang untuk karirnya hingga menjadi aktor kini. For you information semua cerita Raditya dimulai dari journal yang ditulisnya di blog lho... dan ini juga salah satu faktor yang menginspirasi saya dengan mengawali hobi nulis di blogspot, berharap suatu saat nanti punya buku mandiri wkwk. Entah kapan kesampaiannya. 

Cinta Brontosaurus

    Pertama kali saya mendengar nama dia dari  video stand up yang sangat meriah di tahun 2014, dulu saya juga belum tahun kalau ia telah mengeluarkan buku sampai saya follow akun sosmednya, dan ternyata saya juga sudah telat kala itu (Maklum anak yang terkurung di penjara suci jadi kurang eksis dunia maya). Sampai akhirnya salah satu filmya keluar saya baru sadar jikalau perkembangan karirnya cukup melejit kuat yang membuat saya semakin penasaran. Hokinya lagi selain sempat nonton filmnya yang merah jambu saya juga sempat baca bukunya yang saya pinjam dari teman maniak buku, perbandingan buku yang menarik seiras dengan filmnya menjadi alasan saya juga akhirnya untuk mempunyai buku beliau versi series lain yang belum saya baca dan nonton, adalah Cinta Brontosaurus

    Cinta Brontosaurus  ialah salah satu karyanya yang cukup bikin nostalgic dengan film diary of wimpy kid  (Saya yakin film ini juga familiar dengan kalian walau mungkin beda generasi) Saya menjadikan list di 2015 dan baru tercapai di tahun 2025 sangat berjarak sekatnya imbarat nyicil motor sudah lunas. Buku ini sendiri berhasil saya dapatkan juga faktor kado ultah dari adik, sistemnya kami request kado kala lagi keluar dan akhirnya ketemu buku ini di waktu yang bersamaan dari sekian banyak list buku lain yang ingin saya pinang, kalau kata orang takdirnya sekarang dan taraaa jadilah dia di tangan saya kini. wkwk maish gk nyangka setelah 10 tahun lamanya.

     Alasan saya mengatakan jikalau buku ini membuat saya nostalgic dengan diary of wimpy kid ialah karena isi cerita nya berupa potongan diary yang berbeda judul tentang kehidupan radit, kisahnya seperti membaca atau menonton film diary of wimpy kid dimana isinya tentang kehidupan sial dan apes melulu, bedanya kalau yang radit dia yang buly adiknya kebalikan dari diary of wimpy kid yang selalu jadi korban bully dari abangnya. Hmm mungkin jatuhnya yang satu pov versi abang dan satu lagi versi si adiknya ya. 

    Sekilas tentang Cinta Brontosaurus, buku terbitan 2006 ini dengan halaman sekitaran 190an  dari penerbit gagas media. Buku ini laris di mana-mana bahkan  pada semua series nya, saya juga baru tahu semua filmnya berhasil di filmkan dengan aktor hemat budget dari beliau sendiri. buku ini sendiri difilmkan ditahun 2014 setelah berhasil bestseller penjualan bukunya yang masih di cetak hingga kini. cerita ringan dan kocak adalah salah satu bumbu utamanya. berkisah dengan beragam kesialan dan keluh kesah kehidupan yang dibungkus jenaka membuat buku ini laris manis dalam beragam setuhan seperti percintaan dimana kisah patah hati di bungkus komedi hingga trauma yang bisa bikin kita baca tertawa terngingik membayangkan posisinya. 

     Cerita di buku ini mempunyai daya tarik utama yaitu tentang percintaan radit yang ombang ambing melewati situasi, namun tidak menutup kemungkinan dengan beragam sisi apesnya bahkan sampai operasi mencret tak kambuh kambuh kala diluar negeri atau kasus dunia sekolah yang bikin tromatis serasa dikerjain. Adapun jikalau menarik benang merah untuk melirik perbab dari buku ini, isi pengalaman pahit radit terbagi 8 cerita yaitu : 

Isi per Bab (ringkasan singkat):

  1. Cinta Itu Seperti Brontosaurus
    Radit membandingkan cinta dengan brontosaurus — dulu pernah ada, besar, tapi sekarang punah. Ia mempertanyakan apakah cinta sejati masih ada di zaman modern ini.

  2. Cinta dan Nasi Goreng
    Cerita tentang cinta yang sederhana, tapi kadang penuh harapan palsu. Seperti nasi goreng — enak di awal, tapi bisa bikin eneg kalau kebanyakan 😆.

  3. Cinta yang Tidak Salah Tempat
    Tentang perasaan yang muncul ke orang yang salah — kadang kita jatuh cinta bukan karena alasan logis, tapi karena terbiasa.

  4. Cinta dan Kambing Jantan
    Mengaitkan kisah cintanya dengan pengalaman lucu saat kuliah di Australia. (Beberapa tokohnya nyambung dari buku sebelumnya, Kambing Jantan).

  5. Cinta di Dunia Maya
    Radit mengalami hubungan “online love” dan menggambarkan kelucuan serta jebakan cinta digital (jaman awal sosial media).

  6. Cinta dan Mantan
    Refleksi soal move on yang susah — apalagi kalau mantan kelihatan bahagia duluan 😂.

  7. Cinta dan Kucing
    Analogi lucu antara cinta dan kucing: susah ditebak, manja kadang, dan bisa pergi kapan aja tanpa pamit.

  8. Cinta Itu Bodoh, Tapi Lucu
    Bab penutup yang menyimpulkan: cinta itu tidak bisa dijelaskan logika, tapi justru itu yang membuatnya menarik dan manusiawi.

         Kisah yang balut ringan dan jenaka sanat cocok dibaca di beragam sesi, bahkan sekiranya pun sedang sibuk tidak bisa baca terburu-buru juga masih aman karna kisahnya yang terbagi ke beragam kisah berbeda pada setiap bab sehingga jikalau cuti seminggu untuk bab selanjutnya masih aman karena berbeda kasus dan alurnya lagi, Kasus saya baca juga begini kemarin kala sibuk berhenti kala setres lari lagi kebuku ini cari sebagai obatnya, jadinya sangant aman untuk di koleksi, nah jadi gimana kalian tertarik dengan buku ini?

    #review #buku #booklovers #radityadia #kambingjantan #cintabrontosurus 

Monday, 6 October 2025

Wajib Masuk Wishlist! Bukan FOMO, Emang Seindah Itu Bromo

October 06, 2025 8

Beberapa hari yang lalu teman saya eksis spam story honeymoon kala berada di bromo. sejujurnya story teman liburan ke bromo bukan ranah asing di beranda saya sehingga saya tidak terlalu fokus walau belum pernah kesana, tapi karena berulang kali dalam seminggu itu dia update dengan beragam sisi dan template video yang berbeda, akhirnya hal itu membuat kepo juga untuk melirik lebih cerita seru dari honeymoon mereka. Disitulah akhirnya saya sadar bromo seindah itu untuk di romantisasikan ternyata.  

         Jujur saja saya belum pernah kesana, tapi mutual di instagram saya cukup ramai yang sudah update story disini, terkhusus teman dekat saya yang notebennya sama-sama berasal dari aceh, bahkan herannya beberapa teman saya memang terniat kesana honeymoon dalam arti bukan lagi jakarta atau tugas kerja jadi mampir kesana sekalian. Padahal, tiket Aceh kesana itu lumayan juga harganya bisa dikatakan setara ke luar negeri jika gk dapat harga hoki, pokoknya salut banget sama effortnya. Mereka berhasil explorer tempat yang sering masuk timeline dan beranda tiktok saya, entah melalui video douyin yang disulap keren atau photo sweet dengan sound lagu "About me". Yang pastinya pernah berita pasangan yang prawed sampai kebakar setengah bromo juga sudah sampai di feed saya. Singkat cerita, akhirnya sekalipun belum pernah kesana. Saya menabung pengalaman teman liburan dalam rangka honeymoon  kesini yang cukup beragam, tinggal nunggu story teman yang lamaran disini aja yang belum.  

 Bromo: Tempat yang Indah untuk Dirindukan, Meski Belum Pernah Didatangi

         Bromo sendiri  adalah salah satu tempat wisata  yang berada Taman nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)  pada diketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Posisinya meliputi empat kabupaten yaitu probolinggo, pasuruan, Lumajang dan malang, Jawa timur. Jadi untuk jarak tempuh kesini bakal berbeda tergantung posisi kita berangkat dari kabupaten mana. Bisa dari probolinggo Atau malang Bahkan juga bisa dari Surabaya. Nah untuk lebih aman mending gunain agent atau tour travel seperti dari awan tour yang sudah cukup berpegalaman menangani tur domestik hingga mancanegara, langsung kalian akses awantour.com mengingat ini jenis trip alam dan juga tempat ini masih berstatus sebagai gunung api aktif yang masih mengeluarkan asap belerang walau kondisi ringan ya. Jadi cari aman saja karna kita pun tak tahun kondisi asli disana gimana.  

          Dulu kala pertama kali  melihat teman update story membuat saya sempat kebingungan karena memakai jaket tebal di kawasan gunung berapi, jujur secetek itu dulu pemahaman saya tentang bromo yang ternyata suhunya bisa mencapi 10 sampai 5 drajat pada kondisi tertentu (Herannya saya pernah lihat  kreator douyin eksis dengan costum yang cukup terbuka untuk ditempat yang cukup tidak hangat tersebut jadi agak membingungkan kalau kita tak pengalaman langsung merasakan cuaca disitu, mungkinkah ia datang dimusim kemarau kah jadi suhu tidak terlalu dingin? hmm sayapun hanya menyisakhkan tanda tanya kala itu).
sumber creator douyin
     Tempat ini nyatanya menawarkan banyak daya tarik dalam sekali trip.  Baik penampakan gunungnya, spot sunrise, lautan pasir, sampai penampakan padang savana dan bukit teletubis pada bulan tertentu yang terlihat cukup cerah seperti golden sunrise di bulan tertentu juga. Tak lupa jasa kuda yang bisa di pakai untuk berswa photo atau untuk mengintip kawah nya langsung jikalau otot kaki tak cukup kuat untuk bergerak dengan jarak tempuh 2 km. Tak heran banyak yang kabur kesini untuk refreshing karena sebanyak itu daya tarik yang di sajikan belum lagi yang prawedding pastinya. Opsi praweding kesini menjadi paket komplit karena bakal dapat beragam spot berbeda dalam sekali jalan siapa yang tidak tertarik coba.?     

#Bromo #bukitteletubis 



   

Sunday, 28 September 2025

Gagal berburu dolphin berakhir snorkling di pulau rubiah

September 28, 2025 24

Saya masih tidak menyangka bisa ke sabang dalam satu bulan dua kali di tahun ini, rasanya benar-benar kejutan. Kondisi berpihak ke saya setelah penantian hampir lima tahun lebih untuk bisa sampai ke tugu Nol KM (wishlist lama berhasil juga saya tunaikan).  Akhirnya kulit yang belum tuntas kebakar terik lanjut part dua lagi huhu.

snorkling di pulau rubiah
            Keberangkatan kali ini memenuhi janji dari kakak untuk mengintip dolphin di laut lepas, target dan pembukuan sudah saya buat dengan denah dana dan list tempat yang bakal kami kunjungin. Chat gpt kembali jadi andalan namun  jadi gagal ketika kakak  bertitah "jangan ngikut gpt, bisa jadi gk relevan karena mereka ngumpulin informasi dari web yang mungkin sumber terbitnya gk ketahuan takut bukan yang terbaru. seperti beberapa kasus yang pernah kejadian" Kata-katanya terdengar make sense  dan akhrinya modal simsalabim saya pindah kiblat ke  igeh dan menemukan info tapi rada terbatas. Berangkatlah kami di jam 7 pagi dengan harapan naik kapal jam 8 pagi seperti perjalanan dengan squad KPI kemarin. sejujurnya kondisi kali ini sedikit beda tipis tapi tetap agak ngosngosan efek gk booking  tiket kapal sebelumnya jadi walau pergi cepat harus antri lagi. 
    Alurnya masih sama kami sewa motor dan setelah turun kapal langsung berburu tempat makan, tempattnya pilihan opsi awal dari kakak yang sudah kesini, makanan dan view sepaket bagus untuk direkom, tempat ini juga masih populer dan jadi spot utama yang sangat ikonik untuk mereka yang main kesabang. sekalipun banyak tipe tempat makan dengan konsep pemandangann yang melimpah ini adalah tempat yang paling ramai di mention di tiktok dan ig. Akhrinya kamii makan dan melepas leha sejenak sebelum ke tempat utama di iboih. 
liburan ke sabang
Tempat ishoma sebelum lanjut ke iboeh, salah satu tempat hits di sabang
    Perjalanan ke iboh terhitung waktu yang lumayan untuk kami mampir ke banyak tempat dulu, karena jaraknya bisa menempah waktu kisaran dua jam atau lebih tergantung banyak bertentinya kala mengendarai motor, melewati kota utama membelah gunung yang begitu berbelok naik turun benar-benar dilaur ekspetasi saya setelah kesini 10 tahun lalu, rasanya seperti beda alur padahal saya dulu sudah sampai kesana. Fyi Iboeh adalah salah satu kawasan di kota sabang yang menjadi destinasi incaran di kota sabang, ciri khas yang dijual di tempat inI ialah air lautnya yang jernih banget sehingga jadi tempat berkumpulnya para penggemar snorkeling & diving yaitu di Pulau Rubiah yang jarak tempuh dari iboeh kisaran lima menit menggunakan speed boat, tempat ini lah yang terkenal sebagai taman laut, kesanalah para turis luar kota umumnya berkiblat selain NOL KM nya, bahkan banyak juga yang kesini untuk berburu dolphin yang menjadi spot (ets disini maksutnya cari keberadaan dolphin yang terbit pagi-pagi  bukan berburu untuk dimakan ya..  tapi ngntip dolphin liar yang kejar-kejaran untuk kasih makan igeh story)  sayangnya untuk trip ini ternyata cukup hokian alias gak selalu ketemu mereka, lantas timbul pertanyaan kalau gk ketemu gimana? Nah pada opsi ini biasanya pemilik boat bakal nyoba sore lagi untuk cari dolphin tapi terkadang memang gk rejeki ketemu aja dan jikalau tidak ketemu uang tetap hangus karena bayar bensin mbok.

    Setelah mendengar penjelasan tersebut kami yang tiba di iboeh jadi puyeng, stengah mikir segala pontesi dan peluang yang paling aman akhrinya kami gk jadi alias skip trip dolphin karena harga boat dihitung perkapan bukan perorang jadi semakin ramai semakin murah sedangkan posisi saya pergi cuma berdua alias tidak bergroup, jadi agak mahal kalau untuk dua orang patuan jika berakhir gk ketemu, beda khusus kalau ada 5 orang patungan kalau gk ketemu dolphin gk nyesek banget keluar uangnya. disini kami langsung berpikir beruntung banget  yang trip rame. Haduh akhrinya list utama kami berubah haluan menjadi snorkling saja berhubung itu yang paling aman dan save kantong. 

    Kala kami sampai di iboeh orang-orang langsung menghampiri menawarkan jasa agent beragam jenis, entah diving, snorkling hingga trip dolphin. seorang kakek terlihat gigih mengejar sampai mengantar kami cari penginapan juga sekalipun kami bilang sudah tahu kemana harus pergi, karena ini bukan perdana untuk kakak saya. Agak nyebelin sebenarnya, karena kami juga paham kemana, dimana dan harus gimana, namun karena capek akhirnya saya ambil no beliau setelah beragam upaya yang dilakukan membuat saya ingin langsung pergi jauh dari berbicara dengan beliau, bukan durhaka ya, baru sampai setelah dua jam perjalanan langsung di tawarin snorkling benar-benar bikin puyeng. Pegal encok belum selesai langsung snorkling? yang benar aja dah. Mending langsung kabur ke penginapan tidur.

penginapan di sabang
Penginapan  di iboeh

      Balik ke si kakek, beliau menawarkan snorkling sore setengah memaksa namun karna lelah kami iyain walau dalam hati ogah orang baru sampai suruh nyemplung, akhirnya kami langsung gercep ke penginapan  tidur dan bangun kala jam lima dimana gk cocok lagi snorkling, ceritanya setelah magrib baru kami keluar untuk cari makan eh langsung kepergok beliau dong, seakan diintai keberadaan kami. Akhirnya lanjut lagi part dua jiwa sales beliau "tadi saya mau ngetok kamar gk sopan, tapi lupa minta no adik karena gk miskol gk jadi deh, padahal sebelumnya anak saya mau berangkat saya tahan suruh tungguin dua orang lagi, tapi karena benar-benar gk kabar langsung lanjut juga si anak karena bawa orang lain juga kan (kasusnya jasa yang di tawarkan snorkling pakai guide dengan sewa peralatan sama beliau dan jasa guide dari anak beliau juga) kami mengangguk setengah kelelahan wajah letih merespon pelan sembari menjawab singkat ia pak capek kali tadi, kebangun bahkan siap ashar itupun gk kuat keluar masih pegal tadi, setengah mengelas kami jawab singkat walau sebenarnya kami gk bohong kalau tidur karena capek perjalanan dari jam 7 pagi udah gerak dari rumah dan  jam 1 siang baru sampai ke penginapan di iboeh. Namun seperti saya kata bapak ini sangat gigih dan sekarang meminta no saya. otak saya berputar cepat "gk kan lolos ni" dalam hati batin saya. tapi tiba-tiba saya jadi pinter bersilat lidah akhirnya entah gmana cara kami lolos lagi dari beliau lagi, sumpah benar nguras energi kasusnya seperti di sergap sama buibu di kampung inggris pare yang maksa beli pensil jadinya, saya langsung ingat kesana waktu berinteraksi dengan beliau.

    Malamnnya kami berdiksusi sebelum pagi bakal disergap bapak itu lagi, sejujurnya tanpa pakai guide aman saja karena ini bukan perdana kami kesini, namun namanya orang cari uang ya, akhirnya kalau besok disergap ambil aja tapi sebatas sewa alat snorkling untuk saya saja, karena kakak bisa berenang tapi tetap gagal alias bapak itu maksa di paginya harus berdua sewa karena udah ambil di bawah agennya bapak ini jadi merasa bertanggung jawab entah tiba-tiba bisa keram beliau kekeh pokoknya kami kalah padahal bisa saja kami sewa alat snorkling lain dipulau rubiah setelah nyebrang sana, memang terlahir sebagai sales. "Pokoknya sewa dua pelampung", akhirnya beliau menang, setengah jengkel sebenarnya kami bukan persoalan uang karena merasa tidak nyaman di atur semua dan tak sampai disitu, kini kembali beliau manawarkan paket guide plus photo di bawah laut dan kali ini kami berhasil kabur alias karena merasa selalu kalah kami iyain aja sampai disana kami cari guide lain. karna beliau bilang nanti setelah nyebrang ke tempat ini terus ya,  Intinya kami diarahin pakai jasa di beliau semua jadinya nyebelin karena kami mau milih tapi di setting semua sama orang. Setelah berhasil pindah ke pulau rubiah yang menjadi destinasi tempat kami snorkling dari pulau iboeh tersebut, akhirnya kami cari tempat diluar perintah bapak tersebut, karena pasti bapak itu banyak banget dapt target dari iboeh saja semua yang datang langsung disambut beliau. Rata-rata yg sewa alat snorkling dan boat lewat beliau karen gigih banget nyamperin setiap muka baru. akhirnya kami menang juga sesi ini.

snorkling di pulau rubiah

     Akhirnya kami menemukan tempat baru untuk sewa jasa guide yang membuat kami lebih tenang karena  menawarkan senormalnya jasa alias gk ngebet jadi lebih nyaman walau trip dolphin nya gagal. Ini benar-benar kondisi yang pas, suasana pagi emang lebih merekah untuk snokling ketimbang siang, hari kemarin kebetulan siangnya keluar penginapan di jam 10 kami sudah langsung ke pulau rubiah dengan kondisi terik dan lupa bawa sunblock. guide saya juga cukup membantu banyak untuk saya yang pemula sampai mengarakan pose yang pas dengan beragam ikan, makhluk laut ini sangat akrab dengan manusia sekan sadar mereka adalah primadona yang membuat orang-orang cus kesini. melihatnya benar-benar pengalaman yang luar biasa karena saya yang pernah punya pengalaman hampir tenggelam rada sedikit was-was syukurnya guide sangat membantu walau sedikit dag dig dig kala saya di ajarin untuk  bercerai dengan pelampung alias modal kacamatan dan alat bentu bernafas saja di kedalaman 4 meter , disini guide memberi  arahan agar bisa mendapatkan moment pengambilan photo yang bagus di dalam air dan tidak terhalang dengan pelampung yang bikin kesulitan dan mode video dan photonya. sisi lain ada sebuah sepeda motr yang seakan sengaja di bumi museumkan di dalam kedalam 4 meter tersebut untuk photo, dengan tawaran photo disana akhirnya saya tahu kedalam asli setelah didorong agar bisa duduk di motor tersebut untuk berpose. telingan saya sakit karena perbedaan tekanan yang jauh, namun dari situ saya menyadari saya di kedalam yang cukup merinding untuk tidak mengunakan pelampung. Tiba-tiba ketika saya kembali naik kepermukaan setelah naik dibantui guide akhirnya saya menemukan kakak saya yang dari tadi ngopi di warkop sembari jaga tas, sedikit terkejut karena dia bilang gantian ternayta malah sudah disini juga, benar-benar diluar bayangan saya karena ia datang untuk ngomong "cincinmu masih adakan? tadi lupa di lepas, kalau jatuh berabe harga emas juga lagi naik"    

    #snorkling #iboeh #wisatabawahlaut #diving #wisataaceh #nolKM #visitaceh