Waspada!! Membongkar bisnis berkedok lomba, beragam drama pemburu lomba.
Group info hingga akun lomba tidak pernah pensiun membagikan postingan event terupdate, sama seperti akun loker, Tapi siapa yang bisa jamin jikalau tidak ada info scam hingga hoax…?
| Bisnis berkedok lomba |
Nah Bercerita dari pengalaman saya. Berburu lomba menjadi salah satu kiblat pelarian kala darah muda masih membara. Tentunya dengan ragam jenis eventnya, mulai, kuis, giveaway sampai lomba dan pengabdian. hampir semua pernah saya cicipi dengan banyak rasa yang berbeda, delima pun tidak kalah banyak, entah karena kalah, atau karena merasa tertipu. Saya pernah nangis ketika malam di batas waktu mau kirim malah terkendala berakhir cancel ikut lomba, atau kasus lain pernah tertipu tapi masih dalam jangka aman jadi tidak terbebani, harapan saya semoga tidak ada lagi yang berakhir dengan nasib sama seperti saya.
Lomba jalan-jalan
Sebenarnya sah-sah saja kalau sebuah lomba berkedok bisnis tapi ada beberapa kondisi kita malah dirugikan, sebagai contoh lomba pertukaran studi banding atau pelajar dan sejenisnya, yang mana kasus yang pernah saya dapatkan yaitu iuran daftar sekitar 100 ribu bahkan ada yang lebih dengan pemenang yang dipilih hanya 3 orang, dan yang menjadi keresahan saya ketika mempelajari isi brosur hingga alurnya yang tidak sepaham dengan tujuan dari judul event yaitu jalan-jalan berkedok pertukaran, sehingga uang peserta yang tidak lulus menjadi tanda tanya ? saya sempat menghitung berapa peserta yang daftar karena umumnya ada penggunaan twibbon yang di tag di akun penyelenggara dan ternyata lebih dari 300 orang yang ikut padahal itu lomba berbayar, sehingga timbul tanda tanya ini uang yang gak lulus dikemanain? Bayangkan 300 kali 100 hasilnya 30 juta.
| Jenis kegiatan di luar negeri seperti pertukaran budaya juga menjadi salah satu wadah yang paling ramai dimanfaaatkan |
Merujuk dalam hukum islam uang para peserta ini sekiranya digunakan oleh pemenang untuk tiket dan sejenis uang jajan maka larinya terlarang karena kasus layaknya judi, ada yang dirugikan meskipun bukan taruhan ya. Sebenernya tidakmasalah membuat lomba yang berbayar, yang tidak diperbolehkan sekiranya panitia menggunakan uang para peserta lain untuk dihadiahkan ke juara pertama karena larinya pendanannya tidak ada.
Beda dengan pengabdian karena uang para pendaftar bisa dialokasikan untuk menambah list untuk membeli perlengkapan sekolah ke tempat yang menjadi target pengabdian, atau keperluan bahan pokok yang akan membantu proses pengabdiannya kasus ini diperbolehkan selama panitia tidak memfasilitasi para pemenang layaknya tiket dan penginapan dari uang para peserta yang tidak lulus. Bahkan beberapa kasus memang tercantum dengan pengabdian self funded dan sah sah saja kita ingin liburan versi mudahnya, pengen liburan ke Lombok tapi dalam naungan pengabdian sehingga selain bisa mempercantik cv juga bisa refreshing.
Saya pernah berapa kali ikut event yang sistemnya perjalanan jarak jauh, mulai dari event berbayar dan tidak lulus event berbayar dan lulus sampai yang gratis dan lulus plus dapat uang jajan juga. Tips paling aman pelajari skemanya, event dari mana, sponsornya siapa, penyelenggara ke berapa kalau misal lebih dari satu kalian bisa cari kontak para alumni untuk mendapatkan informasi lebih rinci lagi.
Lomba nulis
Saya pernah dua kali ikut lomba nulis yang berakhir sedikit kecewa meski tidak seutuhnya rugi. Lomba pertama yaitu lomba berbayar, walaupun harga pendaftaran tidak sampai 100rb tapi cukup mengecewakan karena saya mendapat hadiah buku bajakan, plus medali dan sertifikat, saya cukup senang karena masuk 100 besar lebih dari 500 orang peserta tapi setelah melihat bukunya saya agak kecewa karena bukunya bajakan dan halamannya perlahan rontok sebelum dibaca, akhirnya saya tidak membaca lagi. Padahal salah satu buku dari penulis terkenal yang pernah saya anggap bisa saya koleksi karyanya.
| Lomba menulis menjadi salah satu titik paling diminati dalam berbisnis baik secara terang-terangan atau secara halusnya. |
Kasus ini memang sedikit beruntung karena masih dapat buku, namun drama kepenulisan dalam dunia event tidak berakhir disini. Saya pernah juga berada pada kondisi sebuah event yang mana karya pesertanya dibukukan bagi yang masuk 100 besar selain dapat hadianya untuk juaran 1, 2 dan 3 . Ternyata diluar dugaan saya masuk 30 besar sehingga karya saya beritanya bakal dibukukan tentu cukup bahagia, akhirnya saya di contact untuk proses mencetak bukunya, dan syukurnya cuma bayar uang ongkir tentu cukup bahagia walaupun keluar uang ongkir lumayan untuk lokasi saya di aceh tapi karena buku perdana jadi tidak masalah, namun sialnya ternyata buku saya dikirim tidak dengan sertifikat pemenang, akhirnya beberapa saat setelah itu saya mencoba kembali mengontact penyelenggara di whatsapp , namun tidak direspon sampai seminggu lebih, sialnya ternyata ada yang lebih malang ketiban saya dimana ada begitu banyak para peserta yang bahkan tidak dikirim bukunya setelah transfer ongkir, duh sangat kacau terutama akunnya tidak memberi klarifikasi sampai sebulan lebih. Isengnya saya, setelah 3 bulan berlalu mencoba menyapa salah satu peserta yang sempat nimbrung memeriahkan di kolom komentar akun penyelenggara untuk menanyakan kepastian apakah bukunya sudah dikirim, dan jawabnya ternyata tidak sampai sekarang. 
Kasus seperti ini umumnya banyak terjadi diluar sana, dan umumnya target anak SMA atau pelajar baru, sebenarnya berbisnis dalam menulis masih aman selama berbisnis tidak dengan cara menipu, diluar sana ada cukup banyak paket antologi yang bisa di cari untuk punya karya sendiri, jadi tidak melulu menang lomba untuk punya buku sendiri. saya juga pernah menemukan lomba photo anak-anak yang sepertinya ada indikasi problematik juga dan cukup viral waktu itu, karena kualitas photo pemenangnya sangat biasa dengan pose sejuta umat dibandingkan beberapa orang yang sangat terniat, karena kasus saat itu beli dan photo dengan produknya ternyata yang menang malah pihak ordal kabarnya, ya sejenis desain logo kemarin mungkin ya.
Setelah kejadian itu saya jadi kapok ikut lomba yang berakhir dengan embel-embel uang. Ketimbang keluar dana saya lebih suka ikut lomba gratis, mulai dari kuis, give away yang modal share story dan komen, atau upload photo dan reels dan alhamdulilah nya pernah beberapa kali memenangkan hadiah yang cukup menarik, mulai dari tumblr, hodi, flash disk, buku hingga uang ya walaupun 50-100 hoho. Btw kalian pernah kena scam ketika ikut lomba gak nih?
#lomba #event #giveaway #education #scam #pengabdian






