Mengenang Tsunami Aceh 2004 Duka ditanoh rencong
Inia lutarfus
April 11, 2017
9

Waktu itu saya sedang menonton film Doraemon bersama teman saya. Tak pernah terlintas sedikitpun akan datang sejarah baru untuk orang aceh kala itu. Hingga tiba-tiba ibu saya berlari mematikan Tv dan menarik saya dengan teman saya keluar rumah, masih dalam keadaan bingung, hingga sadar ketika saya sudah berada diluar pagar rumah saya runtuh, getaran tersebut semakin keras hingga membuat lemari piring di PKK depan rumah saya ambruk, suara terdengar gaduh. dalam hiruk piruk, tasbih terdengar dimulut orang tua saya, saya yang kala itu masih tidak menyadiri hanya terdiam. Sontak pandangan saya fokus meperhatikan orang yang berdiri dalam ketakutan, apakah itu kiamat saya masih terlalu polos untuh memahaminya. Saya yang masih berumur sekitar 8 tahun hanya terdiam dengan kebingungan sembari melihat ke arah sekeliling.
![]() |
| Penampakan kapal PLT yang sudah berada di kawasan padat penduduk setelah tsunami melanda aceh. |
Nekat ke Banda Aceh
Masih teringat setelah getaran tersebut meruntuhkan beberapa tempat, saya dan keluarga langsung menghubungi kakak, yang tinggal di rumah saudara di daerah perkotaan. namun kami tak mendapat respon, hingga tiba-tiba orang datang berlalu lalang berkata, "Air naik..! "kala itu pikiran saya sejenis banjir belum ada penggunaan kata Tsunami, bapak yang kelihatan ketakutan langsung beranjak mengambil kereta untuk pergi ke kota, memastikan kakak kami yang tidak ada kabar, saya lupa bagaimana akhirnya mendapat izin ikut , akhirnya saya pun berangkat menemani bapak berdua.
Cukup shock ketika kami disambut dengan wajah baru kota Banda Aceh, saya menyadari bagaimana ketakutan bapak sepadan dengan apa yang saya lihat, mayat berserakan dipinggir jalan, orang berjalan mencari bantuan dalam linangan air mata dengan baju seadanya, bahkan ada yang berbalut sebatas handuk saja. Tangan wajah penuh luka. Sempat juga terlihat beberapa ekor ternak diatas pagar yang tingginya lebih 2 meter, saya berpikir bagaimana bisa binatang tersebut bisa selamat dan berada diatas tersebut dikala manusia berserakan dipinggir jalan. Jalanan juga penuh dengan air dan lumpur, rumah dan gedung porak- poranda seperti baru di bom. semua terlihat hancur luluh lantak, orang terlihat kebingungan, ada yang menangis, ada yang terdiam hening dalam tromanya dipinggir jalan. saya bahkan sempat melihat evakuasi mayat perempuan dengan posisi hampir telnjang total dari bawah jembatan dengan mata yang melotot dan rambut panjang sepinggang persis seperti suzana, sangat mengerikan karena lingkaran matanya yang sangat gelap dengan warna kulitnya yang sudah pucat total padahal baru kejadian beberapa menit yang lalu. Air setinggi saya, membuat saya harus naik kepundak bapak, saya teringat sekali ketika saya tanpa sengaja menginjak mayat yang sudah terkubur oleh lumpur yang bercampur dengan sampah sisa gempa. Orang menyebutnya Tsunami disini. ya memang cukup membekas terutama mereka yang langsung berkejaran dengan ombak yang berkecepatan 60/jam. Dan dari situlah saya tahu istilah Tsunami untuk pertama kali.
Kala itu kami gagal menemukan kakak kami dengan kondisi rumah sudah ditinggalkan dan air masuk ke dalam, tentu sangat ketakutan terutama dari pihak tante dan keluarga ternyata selamat pulang ke kampung halaman, sedangkan beritanya kakak terpisah. Hal ini cukup membuat orang dirumah histeris. karena sampai 2 hari orang tua saya kembali lagi ke banda untuk melihat ke setiap pos mayat apakah ada mayat kakak saya, Tapi beruntung nya kaka selamat setelah 2 hari tak berkabar. gak nyangka sekali, ketika orang tua sudah terlihat ikhlas sampai suruh buka hambal waktu itu heee mungkin pulang mayat.
KAKAK PULANG DENGAN SELAMAT.
Cukup mengejutkan ketika melihat bayangnya muncul, banyak pertanyaan yang muncul dan pandangan orang yang berbondong-bondong penasaran, " Bagaimana bisa survive?" Pertanyaan ini tentu muncul terutama lokasi tempat tinggal kakak yang masih tidak jauh dengan kawasan laut, ceritanya ia bahkan sempat melihat air ombak ketika belum pecah setinggi rumah satu lantai. Sempat memanjat pohon juga, hingga kakinya ke jepit dengan mobil yang mana di dalam nya berisi mayat. sungguh kejutan yang buat histeris ketika melihat ia bisa kembali dengan selamat, sedangkan saya yang ke banda kala itu setelah air mulai surut saja pincang karena ke pijak barang sisa tsunami. Bahkan ada orang di kampung saya yang meninggal karena kena gelombang tsunami ronde lanjutan ketika ingin mencari kakaknya (kasus persis seperti saya dimana pergi ke banda dengan ayah untuk mencari kakaknya yang tinggal dibanda, ternyata berakhir adiknya yang tidak selamat.)
Kalau kalian melihat orang yang survive kala tsunami pasti merinding, saya sempat medengar ada yang potong kaki sendiri karena ke jepit runtuhan gempa, kasusnya 15 menit sebelum tsunami ialah gempa yang juga sangat parah. jadi dobel di ratakan tempat- tempat di seluruh aceh yang berlanjut daerah terkhusus di banda aceh, dan kawasan dekat pesisir kena rata lagi di pukul gelombang tsunami, tapi yang bikin saya tercengang ialah teman saya yang selamat tinggal di pesisir laut berhasil melarikan diri dari tsunami karena jikalau merunjuk photo salah satu masjid yang berhasil selamat dari amukan gelombang laut terlihat mustahil untuk selamat, karena kondisi rumahnya cuma 3 menit dari masjid ini yaitu masjid Rahmatullah.
![]() |
| Salah satu masjid yang selamat kala Tsunami yang berlokasi di Lhoknga. Posisi rumah teman saya cuma 3 menit, pertanyaa saya kemana dia melarik diri kala itu? |
Faktanya ternyata teman saya selamat karena melarikan diri ke bukit, jadi posisi nya daerah laut sana ada beberapa bukit sehingga orang-orang melarikan diri kesana.
Sebenarnya tidak ingin mengenang, cuma tanpa sengaja saya kembali melihat album dari pameran Tsunami Aceh yang kala itu diadakan dalam rangka memperingati 12 tahun Tsunami Aceh. Berikut ini adalah beberapa photo yang saya photo pada pameran peringatan Tsunami Aceh yang di selenggarakan pada museum Tsunami Aceh.
1. pilu masyarakat Aceh kala itu.
2. Bekas tsunami.
3.makna "Bhineka tungga ika" terlihat
4. Bukti kekuasaan Allah
















