Setelah sekian lama akhirnya saya kembali sampai ke sabang, sejujurnya saya tidak terlalu minat lagi menuju ke tugu titik nol km karena banyak sekali list tempat wisata baru yang bisa saya kunjungi, tapi karena searah perjalanan menuju iboeh akhirnya tempat ini kembali saya kunjungi juga. Mengingat jaraknya yang tidak terbilang jauh. Wisata tugu km nol sendiri sebenarnya bukan bagian paling ujung parat Indonesia, tapi entah kenapa teman ini yang jadi iconnya. Mungkin juga faktor pulau yang menjadi batas paling barat sangat mustahil untuk jadi sarana wisata apalagi di komersilkan karna ketat akan keamanan dan penjagaan karena batas negara. Adalah pulau rondo sebuah pulau yang menjadi titik paling barat yang jarang di mention di pemberitaan. Tempatnya juga tidak kaya akan akses sarana hanya di huni para milter infonya.
Nah Kembali ke
titik nol km sabang. Akhirnya sayapun berangkat dengan mengendari sepeda motor
dengan kakatk menuju Lokasi yang berada
di pulau weh tersebut. Jalanan beraspal rapi dan sepi membuat lalulintas
terlihat cukup mulus, sesekali sebuah motor dan mobil tour menyalip di jalanan
yang rimbun akan penampakan alam yang asri. Laut dan perpohonan rimbun adalah makanan
mata selama perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam lebih dari pusat kota
sabangnya sendiri
Kami melaju santai
sampai tak sadar posisi sudah sampai dilokasi yang dituju. Semula saya berpikir
ini bukan tempat wisata tuga km nol karena penampakannya yang disambut oleh
ruko pasar oleh oleh langsung, tapi ternyata saya salah. 9 tahun tidak menjenguk tempat ini perbedaan terlihat sangat drastis
dari perjalanan saya dulu.
Kami disambut
dipintu masuk dengan uang masuk or parkir kurang lebih 5 ribuan, harganya masih
aman ditambah udah hitungan parkir. Berlanjut kami mencari posisi terbaik untuk
parkir motor di belakang ruko para penjual baju yang mempunya arah petunjuk
temapt parkir. Tiba-tiba dari depan muncul buibu yang langsung keluar memanggil
kami “Dek kalau ada makanan taruh di jok motor aja ya, banyak monyet suka ngambil”
kami menganguk sembari menjawab santai “ia buk makasih infonya.” dan
lucunya di waktu ya sama ada monyet yang sedang makan nasi bungkus dengan
santainya di bawah pohon. Firasat saya itu baru bukan nasi sisa.
Memang banyak
sekali kejutan. Dahulu kala kesini juga tida ada penampakan monyet semeriah ini,
bahkan kini seperti tidak ada sekat antara
saya dan monyet. Jarak dia dengan saya di parkir kurang lebih 2 meter, tidak ada
ketakutan sama sekali dari gerak gerik mereka, justru sebaliknya untuk turis
yang baru pastibakal ketakutan mengingat
mereka cukup berani (khawatir seperti monyet dibali atau daerah yang sering
nyopet hp terus di tukar dengan makanan atau snack) menurut saya hal ini sangat
mencemaskan karena membuat tumpul isnting liarnya.
Denga porsi
yang sama kami memesan rujak, sebatok air kelapa dan sepiring gorengan, memang pasangan
makanan yang aneh namun opsi yang ditawarkan hanya demikian akhrinya kami menikmati
sembari melepas penat setelah perjalanan Panjang. Herannya Langi ruko yang
posisi mengarah kelaut ini mempunya beberapa pohon yang membuat monyet kembali
muncul namun karena ada bagian dahan yang hilang besar kemugkinan dilakukan
dengan sengaja supaya si monyet tidak melompat ke warung tesebut. Btw posisinya
cukup bagus melihat laut sambil ngerujak kala itu.
Dan akhirnya
setelah rehat selesai kamipun menuju ke spot utamanya yaitu mengintip tugu yang
menjadi alasan orang menuju kesini. Sebuah penampakan yang juga mengalami cukup banyak perubahan yang membuat saya bahkan sempat kebingungan mengingat Ddimana posisi tempat
saya selfie dengan temat- teman dulu. Banyak orang yang mulai berphoto yang
mana beberapa bisa dikonfirmasi turis dari Malaysia dari style fashionnya hijabnya. Tak lupa monyet kembali
muncul dikawasn ini, tidak ada antrian khusus untuk photo semua bisa bergabung
rebutan entah ditulisan titik km sabang atau penampakan tugunya sendiri.
Sayapun meminta
tolong kakak untuk menjepret beberapa photo untuk dokumentasi tapi memang susah
sekali kalau jalan-jalan dengan beliau, semua photo yang ada saya tidak ada
yang beres, ada yang mata tertutup, posisi bungkuk akhirnya saya nyerah dan
memilih landscape view saja sebiji.
Disisi lain,
ada tempat yang juga masih satu kawasan yang sama di tugu km nol yang mempunyai
desain unik jika ingin mengambil gambar. Namun, sekali lagi karena momen saya
pergi dengan kakak saya, jadi tidak banyak berharap mendapatkan photo yang kece
alias yang penting lansdcape tempatnya dapat sudah cukup alhamdulilah karena kemarin ketika
pergi dengan teman ke tempat Anoi hitam saya ambil video sampai lupa photo
hampir tidak ada. Disisi lain monyet kembali muncul saya yang kini mulai ingin
merekam beberapa view jadi batal karena dia cukup agresif sampai mengekor turis
yang membawa eskrim. Akhirnya kami beli dengan bahan konten photo landscape
lumayan tapi video sangat sedikit.
#kmnol #tugukmnol #sabang #wisataaceh





No comments:
Post a Comment