Sunday, 7 June 2026

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"


 Saya masih teringat 9 tahun lalu ke tempat ini dengan teman seleting untuk pertama kalinya. Dahulu kala kesabang saya bahkan ketinggalan kapal dan berakhir berangkat seorang diri dengan waktu sekitar 2 jam kurang lebih. Tapi,  syukurnya walau melewati drama bahkan beberapa tempat karena telat seorang diri. Saya tetap sampai diujung km nol dengan mateman yang membuat core memori jadi cukup berkesan untuk dikenang saat ini. saya ingin mengupload versi dulu sebebarnya tapi gk ketemu di leptop lagi. 

           Setelah sekian lama akhirnya saya kembali sampai ke sabang, sejujurnya saya tidak terlalu minat lagi menuju ke tugu titik nol km karena banyak sekali list tempat wisata baru yang bisa saya kunjungi, tapi karena searah perjalanan menuju iboeh akhirnya tempat ini kembali saya kunjungi juga. Mengingat jaraknya yang tidak terbilang jauh. Wisata tugu km nol sendiri sebenarnya bukan bagian paling ujung parat Indonesia, tapi entah kenapa teman ini yang jadi iconnya. Mungkin juga faktor pulau yang menjadi batas paling barat sangat mustahil untuk jadi sarana wisata apalagi di komersilkan karna ketat akan keamanan dan penjagaan karena batas negara. Adalah pulau rondo sebuah pulau yang menjadi titik paling barat yang jarang di mention di pemberitaan. Tempatnya juga tidak kaya akan akses sarana hanya di huni para milter infonya.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"Nah Kembali ke titik nol km sabang. Akhirnya sayapun berangkat dengan mengendari sepeda motor dengan kakatk  menuju Lokasi yang berada di pulau weh tersebut. Jalanan beraspal rapi dan sepi membuat lalulintas terlihat cukup mulus, sesekali sebuah motor dan mobil tour menyalip di jalanan yang rimbun akan penampakan alam yang asri. Laut dan perpohonan rimbun adalah makanan mata selama perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam lebih dari pusat kota sabangnya sendiri

Kami melaju santai sampai tak sadar posisi sudah sampai dilokasi yang dituju. Semula saya berpikir ini bukan tempat wisata tuga km nol karena penampakannya yang disambut oleh ruko pasar oleh oleh langsung, tapi ternyata saya salah. 9 tahun tidak menjenguk  tempat ini perbedaan terlihat sangat drastis dari perjalanan saya dulu.

Kami disambut dipintu masuk dengan uang masuk or parkir kurang lebih 5 ribuan, harganya masih aman ditambah udah hitungan parkir. Berlanjut kami mencari posisi terbaik untuk parkir motor di belakang ruko para penjual baju yang mempunya arah petunjuk temapt parkir. Tiba-tiba dari depan muncul buibu yang langsung keluar memanggil kami “Dek kalau ada makanan taruh di jok motor aja ya, banyak monyet suka ngambil” kami menganguk sembari menjawab santai “ia buk makasih infonya.” dan lucunya di waktu ya sama ada monyet yang sedang makan nasi bungkus dengan santainya di bawah pohon. Firasat saya itu baru bukan nasi sisa.

Memang banyak sekali kejutan. Dahulu kala kesini juga tida ada penampakan monyet semeriah ini,  bahkan kini seperti tidak ada sekat antara saya dan monyet. Jarak dia dengan saya di parkir kurang lebih 2 meter, tidak ada ketakutan sama sekali dari gerak gerik mereka, justru sebaliknya untuk turis yang baru pastibakal  ketakutan mengingat mereka cukup berani (khawatir seperti monyet dibali atau daerah yang sering nyopet hp terus di tukar dengan makanan atau snack) menurut saya hal ini sangat mencemaskan karena membuat tumpul isnting liarnya.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"

Akhirnya saya keluar dari area parkir yang di kelilingin oleh beragam ruko baju dan aksesoris khas sabang, suasananya terlihat lebih sepi terkhusus lagu di jam siang tepat. Saya tidak menduga jam rawan sampai disini, tapi syukurnya dari sekian banyak  tempat jualan baju dan aksesoris ada juga tempat makan nasi, namun karena masih kenyang kami memilih opsi makan rujak setelah perjalanan jauh dengan terik bikin dahaga haus. Ya sebuah rujak yang terlihat sangat nikmat di jam segini.

Melirik gerbang awal indonesia bagian barat. "Wisata tugu nol Km sabang"Denga porsi yang sama kami memesan rujak, sebatok air kelapa dan sepiring gorengan, memang pasangan makanan yang aneh namun opsi yang ditawarkan hanya demikian akhrinya kami menikmati sembari melepas penat setelah perjalanan Panjang. Herannya Langi ruko yang posisi mengarah kelaut ini mempunya beberapa pohon yang membuat monyet kembali muncul namun karena ada bagian dahan yang hilang besar kemugkinan dilakukan dengan sengaja supaya si monyet tidak melompat ke warung tesebut. Btw posisinya cukup bagus melihat laut sambil ngerujak kala itu.

Dan akhirnya setelah rehat selesai kamipun menuju ke spot utamanya yaitu mengintip tugu yang menjadi alasan orang menuju kesini. Sebuah penampakan yang juga mengalami  cukup banyak perubahan yang membuat saya bahkan sempat kebingungan mengingat Ddimana posisi tempat saya selfie dengan temat- teman dulu. Banyak orang yang mulai berphoto yang mana beberapa bisa dikonfirmasi turis dari Malaysia dari style  fashionnya hijabnya. Tak lupa monyet kembali muncul dikawasn ini, tidak ada antrian khusus untuk photo semua bisa bergabung rebutan entah ditulisan titik km sabang atau penampakan tugunya sendiri.

Sayapun meminta tolong kakak untuk menjepret beberapa photo untuk dokumentasi tapi memang susah sekali kalau jalan-jalan dengan beliau, semua photo yang ada saya tidak ada yang beres, ada yang mata tertutup, posisi bungkuk akhirnya saya nyerah dan memilih landscape view saja sebiji.

Disisi lain, ada tempat yang juga masih satu kawasan yang sama di tugu km nol yang mempunyai desain unik jika ingin mengambil gambar. Namun, sekali lagi karena momen saya pergi dengan kakak saya, jadi tidak banyak berharap mendapatkan photo yang kece alias yang penting lansdcape tempatnya  dapat sudah cukup alhamdulilah karena kemarin ketika pergi dengan teman ke tempat Anoi hitam saya ambil video sampai lupa photo hampir tidak ada. Disisi lain monyet kembali muncul saya yang kini mulai ingin merekam beberapa view jadi batal karena dia cukup agresif sampai mengekor turis yang membawa eskrim. Akhirnya kami beli dengan bahan konten photo landscape lumayan tapi video sangat sedikit.

 #kmnol #tugukmnol #sabang #wisataaceh 

No comments:

Post a Comment