Penyelenggaran PKA ke 8 resmi buka

Beragam jenis rempah yang di tampilkan dalam pergelaran Pekan Kebudayaan Aceh ke 8 beserta produk olahan dari bahan pokok rempah. 
Perhelatan akbar yang di tunggu selama bertahun tahun akhirnya kembali datang, gemerlapnya antusia masyarakat tidak bisa di control sampai akses jalan jadi kacau brutal, pengunjung dari berbagai kabupaten hingga provinsi pun berbondong-bondong memeriahkan kota Banda Aceh apalagi kalau bukan Pekan Kebudayaan Aceh.
Sumber Dispubdar Aceh
        PKA adalah salah satu acara terbesar dalam memperkenalkan adat istiadat dan budaya aceh kepada khalayak luas, acara ini menjadi salah satu tradisi yang dimulai dari tahun 1958, dengan ragam tahun yang berbeda yaitu 1958, 1972, 1988, 2004, 2009, 2013, 2018 dan 2023. Acara PKA sendiri menjadi salah satu momen yang paling diminati karena beragam kuliner, seniman, hingga atraksi menarik di pertontonkan. Mulai dari karnaval, festival busana, lomba permainan tradisional hingga pawai kapal hias.                                              
     Festival ini sendiri diadakan dengan durasi waktu yang lumayan dalam sekali pergelaran yaitu seminggu lebih, Adapun setiap waktu mempunyai tema yang berbeda mulai dari perhelatan PKA pertama dengan tema “Adat poteumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala” hingga tahun ini PKA -8 ini dengan mengusung tema yaitu “Jalur Rempah” yang mana dilaksanakan pada 4-12 November 2023 berpusatkan Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh serta beberapa lokasi pendukung lainnya seperti Blang padang hingga Museum Aceh.    

 Jujur penyelenggaraannya baru saja di buka malam kemarin dengan beragam atraksi hingga musik yang memeriahkan taman safiatuddin, namun di sayangkannya ialah banyaknya kritikan yang bermunculan karena alasannya pembukaan hanya untuk para pejabat, beritanya diberi pagar pembatas sehingga para penonton hanya bisa melihat dari layar, layaknya nonton di tv, beberapa bahkan berkomentar “Layaknya orang miskin yang nonton di rumah orang kaya karena tidak punya tv, duduk dekat pintu masuk karena segan sama yang punya rumah, ets padahal beberapa memang terniat perjalanan jauh dari lhokseumawe, dan sekitaranya tapi berakhir tidak beda dengan saya yang duduk di rumah nonton live di tiktok.
Menyambut pembukaan PKA Aceh ke 8
     Sangat disayangkan pastinya mengingat kesan pertama saja sudah memberikan perpekstif negatif padahal disisi lain konsep tahun ini di usung cukup go green dan ramah, ada himbauan bawa tumbler ada air tersedia dan totebag tapi nyatanya sekilas 2018 lebih baik, dimana acaranya di buka di stadion yang di pecah keberapa pusat yang berjauhan sehingga tidak terlalu macet (tahun ini memang dipecah juga tapi lokasinya sangat berdekat) sehingga tahun ini sangat brutal sampai saya hari pertama gak jadi masuk setelah pergi karena terlalu sesak lihat lautan manusia. Namun perlu diingat, kita tidak bisa 100% menyalahkan panitia karena faktanya setiap tahun populasi keragaman semakin ramai memeriahkan bumi seuramoe aceh. Beberapa upaya yang sudah dilakukan pasti mempunyai beragam pertimbangan juga, sehingga kita cukup menikmati jangan terlalu kebanyakan protes sana sini. (hihi padahal itu yang baru saya lakukan tadi)

  lokasi macet di berbagai tempat berefek hari pertama
Pintu masuk taman utama
       Saat ini saya berharap untuk setiap stan dari berbagai penjuru bisa memaksimal tampilan mereka di penjuru lokasi penyelenggaraannya, Karena saya sangat tidak sabar untuk berburu setiap penjuru tempat entah makanan atau tampilan manis yang di poles dari setiap ciri khas suatu daerah hingga dinas pemerintahan daerah tersebut. For you information saya baru tahu pertama kali jikalau adat setiap daerah itu mempunyai perbedaan yang sangat signifikan setelah ke PKA, mulai dari rumah aceh yang berbentuk panggung hingga non panggung begitupun kasus untuk baju adatnya ynga lumayan mengalami perbedaan dari setiap kabupaten, saya yakin akan kesulitan untuk dideteksi sekiranya itu salah satu baju khas aceh jikalau bukan orang aceh. Sangat berharap bisa menemukan banyak hal baru terutama sesuatu yang saya tabung dalam bentuk tulisan di blog nanti hehe. btw saya akhirnya hari ke 3 baru bisa sampai di taman utamanya karena macet berimbas ikutan stress kebanyakan lalu lalang  orang-orang. Btw ini sudah mendingan banget di hari ke 3, kalian jangan berekspetasi macet di aceh seperti mudik org jakarta bisa berjam2 ya hoho.

    Sesuai dengan temanya Jalur rempat " Konsep kali ini  membuat taman safiatuddin di kelilingi dengan beragam rempah- rempah dari beragam kabupaten cuma kala itu saya tidak bisa mengelilingi sekaligus karena faktor waktu saya hanya melirik beberapa stand rempah-rempah sehingga bahan nulis kurang, (niat besok berangkat lagi untuk berhunting ria hihi). Oya ada beragam stand dengan konsep yang serba unik untuk menarik perhatian pengunjung beberapa di poles dengan bentuk tradisional beberapa di poles dengan dukungan produk makanan, hingga obat- obatan yang di oleh dari beragama rempah- rempah tersebut.  seperti contoh beberapa tampilan ini menunjukan beragama cara di usakakan agar terlihat menarik. ada tempat berphoto layaknya twibbon, kasih suvernir sampai konstum pendukung lainnya yang membuat stan terlihat menarik.  Saya sampai  lupa ini dari stan mana saja.

     Cukup menarik melihat beragam hiasanya yang di buat membuat saya lupa waktu sehingga kesempatan ini masuk ke setiap stan rumah adat terlewatkan karena kelamaan disini. Pasalnya selain memberkenalkan produk yang di produksi menggunakan bahan pokok dari beragam rempah- rempah ini, banyak juga hal menarik lain yang bikin saya tertarik. seperti stan makanan yang cukup banyak baik dari makanan tradisional hingga junk food dengan segala menu anehnya, sayangnya karena waktu saya tidak bisa berburu ke setiap rumah adat daerahnya. dan ini masih satu tempat, ada 3 tempat lagi yang belum sempat untuk datangi.

     Anyway kalau misal kalian ingin mampir ke aceh maka saat inilah momen terbaiknya, Aceh juga  memang punya kalender event setiap tahun seperti kuliner food, maritim, tapi untuk festival pekan kebudayaan yang satu ini, kalian harus menunggu sampai 4-5 tahun lagi bahkan bisa lebih untuk melihatnya. Kalian akan menemukan warna warni di aceh disini, karena jujur sekalipun lahir di aceh saya tahu daerah luar kabupaten dari sinilah muasalnya. 

#PKA #PEKANKEBUDAYAANACEH #PKA-8 #ACEHFESTIVAL



47 comments:

  1. Terlihat sangat meriah sekali acaranya, saya jadi pengen hadir di acara-acara lokal seperti ini. Karena biasanya memang sedikit mager. Padahal lumayan bisa digunakan untuk bahan menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kalau kesini bahan tulisan melimpah ruah jadinya

      Delete
  2. Wah seru ya acaranya. Kalau saya dekat mungkin pengen ke sana juga lho kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang seru banget bahkan orang medan pun banyak yang berbondong bondong kesini kalau lagi acara PKA

      Delete
  3. Paling senang kalau ada pekan kebudayaan kayak gini. Apalagi lihat jajanan kulinernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener cocok banget buat cuci mata dan perut hihi

      Delete
  4. Bagus ya acara PKA ini. Biasanya dari acara pekan kebudayaan kita jadi tahu kekhasan suatu daerah dari budaya, adat, kuliner, kearifan lokal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener saya jadi tahu ciri khas semua daerah terlepas dari rempah2 khasnya

      Delete
  5. seru banget ya bisa belajar mengenal budaya dan keragaman kekayaan alam daerah dengan festival begini, bisa sambil jajan juga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jarang-jarang soalnya festival begini diadakan

      Delete
  6. Menarik banget ya acara yang ditunggu-tunggu. Dan kalau dilihat, Aceh memang cukup maju untuk Indonesia bagian barat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena mendapat hak otonom terhadap kebudayaannya mungkin jadi faktor PKA yang tetap jalan sampai sekarang

      Delete
  7. Klu kulineran gini jadi kangen kampung halaman, soalnya sering ngadain acara kebudayaan, terus banyak jajanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jajanannya makanan khas yang udah jarang ketemu jadi cocok banget nostalgic

      Delete
  8. Eh ini yang Nabila Idol tampil juga bukan ya, kaya pernah lihat flyernya cmiiw. Aku selalu happy liat kebudayaan Aceh. Soalnya jaman kuliah pernah join juga belajar tarian Aceh ;) sayang jauh huhuhu penasaran sama kulinernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Nanti penutupannya ada Nabila . Ya banyak banget lomba tarian Aceh baju adat Aceh sampai cara pakai Henna aja pun ada

      Delete
  9. Event seperti ini tuh bisa jadi momen buat wisata kuliner bareng keluarga juga ya, apalagi dengan pameran yang lain, bisa jadi ajang quality time bersama keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget, banyak yang ngabisin waktu kesini dari luar daerah bahkan.

      Delete
  10. Event seperti ini tuh bisa jadi momen buat wisata kuliner bareng keluarga juga ya, apalagi dengan pameran yang lain, bisa jadi ajang quality time bersama keluarga

    ReplyDelete
  11. Saya jadi rindu pekan raya di kota saya. Sudah lama gak sejak pandemi.

    Pekan Kebudayaan Aceh ini bikin seru aja ya. Bisa jajan kulinernya, pernak perniknya, juga nelihat hasil karya lokal yg indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gak terbatas kuliner, semua barang yang di museum kan dikeluarin, entah baju adat, barang peninggalan kesultanan sampai rumah ada yang di poles sebagaimana khas daerahnya

      Delete
  12. Oh ternyata PKA ini Pekan Kebudayaan Aceh yang digelar 5 tahun sekali ya.. Wah acara yg bagus sekali ya, salah satu upaya melestarikan budaya daerah .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya waktunya bisa berubah sempat 4 tahun dan 5 tahun juga

      Delete
  13. Sayang juga kalo festivalnya ga diatur maksimal yaa. Agak ngerasa gimanaaa gitu kalo pengunjung cuma bisa lihat dr layar pas pembukaan ..

    Seandainya aku di Aceh pengen bgt pastinya kesana. Selalu suka kalo ada event yg mana banyak menjual kuliner Aceh. Aku msh blm bisa ngelupain kuliner sana yg enak2. Wajar aja, Krn memang besar dan lama di sana, jadi lidahku auto terbiasa Ama makanan Aceh mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kecewa banget disini karena tahun sebelumnya meriah banget, berharap penutupan panitia nrima kritikan untuk lebih welcome kepada para pengunjung yang bahkan jauh2 dari medan udah stand by seminggu disini

      Delete
  14. Wahh seru ya, banyak ragam rempah per kabupaten yang ada di Pekan Kebudayaan Aceh.
    Anw ada pembeda nggak ya kak, rempah yang ditonjolkan per kabupaten itu akan jenis rempahnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada ciri khas tertentu misal yang dkat laut sama yang hidup di daratan tinggi

      Delete
  15. Wah, seru yah Pekan Kebudayaan Aceh ini. Kebayang ramai dan serunya festival dengan berbagai macam acara di dalamnya. Penasaran dengan festival kulinernya deh, karena setau saya masakan Aceh itu lezat-lezat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seru banget acaranya terpecah lagi terlepas dari festival kuliner, juga budaya seni tari dan banyak lomba unik yang di tampilkan,

      Delete
  16. Seru sekali bisa datang ke pekan budaya seperti ini
    Kalau dikelola secara maksimal, pekan budaya seperti ini bisa jadi daya tarik pariwisata ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ini menjadi pusat daya tarik banyak orang di luar daerah hingga kota kesini karena penyelenggaraan cukup besar yang mana menyedot anggran sampai 22 M

      Delete
  17. Menarik sekali acara PKA ini. Dari pengalaman Pekan Kebudayaan sebelumnya, kita selalu dapat memahami keunikan suatu daerah melalui paparan tentang budaya, tradisi, kuliner, dan kebijaksanaan lokal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener terkhusus setiap tahun penyelnggaran punya topik yang berbeda sehingga kita lebih rinci untuk menelusuri info terbaru

      Delete
  18. Wah, keren sekali udah yang ke 8 perhelatannya. Bagus ada PKA, semoga bisa diikuti juga di daerah lain bukan hanya di Banda Aceh saja. Sangat menarik untuk dikunjungi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pusatnya memang di Banda Aceh tapi menampilkan seluruh kabupaten dan semua kota di aceh

      Delete
  19. Yang selalu dinanti masyarakat Aceh salah satunya PKA ini selain keramaian juga pembelajaran bagi anak-anak soal budaya Aceh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar salutnya yang dari luar daerah udah stand by sekluarga ke Banda bahkan sampai seminggu juga

      Delete
  20. asiknya ada festival seperti ini sehingga bisa jadi alasan nih untuk bisa berkunjung ke sana alias jadi destinasi wisata juga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya destinasi langka banget sehingga gk ada alasan gk pergi

      Delete
  21. Agenda wajib banget ya..
    untuk turut serta meramaikan agenda budaya, kuliner hingga pertunjukan seperti PKA Banda Aceh ini.
    Alhamdulillah, kini sudah gak pandemi, jadi bisa berkumpul kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget saya benar2 ngerasa obat selesai pademi adalah PKA dulu acara kecil pun gk bisa buat skrg bisa ngerasai PKA seperti sebuah hadiah

      Delete
  22. wah keren ini ada pekan kebudayaan seperti PKA Banda Aceh. bisa jadi wisata lokal dan penambah wawasan. seperti rempah2 di atas, mungkin ada sebagian rempah yang belum kita ketahui bentuk dan fungsinya xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak banget ternyata yang saya gak tahu, sampai kepirkiran protugis sampai mampir ke indo ternyata emang surganya rempah

      Delete
  23. Wah unik bnget acara kayak gini, jadi menambah pengetahuan n wawasan ini saat mengunjungi pekan ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener belajar budaya dan sejarah paling pas momentnya waktu PKA

      Delete
  24. kenapa pka ini tidak diselenggarakan setiap tahun, mbak? kan bagus kalau jadi acara tahunan. tapi kayaknya ini besar ya skalanya jadi dibikin tiap beberapa tahun sekali. seru banget nih kalau bisa ke aceh buat melihat acara pka ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga kurang tahu kenapa bisa 4 sampai 5 tahun sekali, bisa jadi juga karena anggaranya, karena untuk PKA tahun ini saja sampai 22 milyar, atau mungkin kalau tiap tahun di anggap kurang persiapan untuk skala event yang mengadopsi setiap kabupaten

      Delete