Tuesday, 26 May 2026

Review buku kitab Firasat "Mencoba memahami manusia tanpa banyak suara"

 Ada pertanyaan dasar untuk membuka postingan kali ini. Kalian percaya gak dengan konsep kepribadian yang bisa dilihat karakter fisi kita?

     Sebuah buku yang tidak sengaja saya temukan di lemari dengan status berkepemilikan kakak saya akhirnya membuat saya penasaran. FYI Buku ini pernah cukup laris di beranda tiktok dulunya, bahkan saking larisnya sayapun sempat baca potongan video yang menunjukan satu halaman yang berhasil bikin  videonya ramai akan interaksi dari rasa rasa kepo para netizen. (Mungkin beberapa dari kalian juga pernah ketemu terkhusus lagi yang fypnya keseringan tentang buku)

Review buku kitab Firasat "Mencoba memahami manusia tanpa banyak suara"


Buku karangan dari Imam Fakhruddin Ar-Razi mempunyai ketebalan 200 halaman. Beliau ini sendiri adalah seorang ulama besar yang juga ahli tafsir, logika, filsafat, dan sains alias merangkap kebanyak keilmuan dalam beragam konteks terlepas dari memahami karakter orang saja.

Adapun dalam buku ini ada 3 bab besar, dimana pada setiap bab terpecah ke beragam Bab lagi mulai dari watak kepribadian yang berhubungan dengan tahapan usia hingga berhubungan dengan ekonomi. Ada juga petunjuk dari organ tubuh atau dari penampilan. Saking luasnya konteks yang dibahas sampai sampai buku ini dianggap “melampaui zamannya” pada saat itu karena membahas pembacaan karakter manusia jauh sebelum ilmu fisiognomi populer di Barat kala itu. Begitulah judul covernya mendeskripsikan. Untuk lebih Rincinya berikut point dari :
 
Isi dan Pembahasan

  • dasar-dasar ilmu firasat,
  • hubungan sifat batin dengan ciri fisik,
  • pembacaan karakter dari mata, dahi, suara, cara berjalan, tertawa, hingga bentuk tubuh,
  • pengaruh usia, lingkungan, dan kondisi sosial terhadap watak manusia.

Beberapa bagian terasa seperti gabungan psikologi klasik, pengamatan sosial, dan hikmah tasawuf. Namun terhitunga kurang detail penjelasannya atau mungkin kurang di otak saya saja karena gabungan dengan tasawuf juga ?

Kelebihan Buku

  • Bahasannya unik dan jarang ditemukan di buku modern.
  • Banyak observasi tentang perilaku manusia yang masih terasa relevan.
  • Cocok untuk pembaca yang suka psikologi Islam, tasawuf, atau filsafat manusia.

.

Kekurangan Buku

  • Sebagian penilaian karakter berdasarkan fisik terasa subjektif jika dibaca dengan sudut pandang modern. Alias secara keilmuan pasti tidak ada penjelasan yang mendukung dalam melihat fisik yang bisa diterjemahkan pada kepribadianya.
  • Ada pembahasan yang sulit divisualisasikan karena memakai istilah tubuh klasik.
  • Tidak semua isi bisa dianggap ilmiah menurut standar psikologi modern. Alias jangan diterima secara mutlak ya. Hitung hiburan aja gak papa sih. Karena saya pribadi juga kurang percaya dengan konsep membaca karakter orang dari fisik.  

Saya Pribadi juga tidak percaya dengan konsep membaca karakter dari fisik, namun siapa sangka buku dengan tulisan yang selalu laris di tiktok ini akhirnya sampai di tangan saya juga melalui cara yang berbeda. Mumpung gratis kepo juga saya jadi ikutan baca.

Review buku kitab Firasat "Mencoba memahami manusia tanpa banyak suara"

            Secara konsep ada beberapa yang saya percaya dimana nalarnya bisa dihubungkan ke logika, artinya penjelasan yang cukup ilmiah bisa saya terima terlepas dari melihat persoalan karakter dari fisik saja, namun beberapa tidak bisa saya cerna, sehingga mengingatkan saya pada konsep seperti kitab fathul izzar  atau kitab lain yang juga sempat viral bab nikah dengan gambaran konsep rada mirip tapi lebih puyeng lagi, dimana missal yang bibir nya tebal berarti  orang tersebut hyper atau sejenis alis tebal yang pelariannya gk jauh dari konsep bab kawinnya. Ini juga salah satu kitab yang cukup banyak di jadikan alat untuk melecehkan banyak orang karena konsep yang dipelajari tak jauh dari konsep karakter melihat kepribadian demikian, sampai- sampai saya pernah ketemu video tiktok yang isinya “pakailah cadarmu ya ukhti karena saya bisa melihat karaktermu hanya diri bentuk bibirmu saya” parahnya lagi vt ini dipelopori oleh para santri kebanyakan.       

Tapi syukurnya kita Firasat ini tidak membahas konsep seperti yang di kitab fathul izzar  walau ada satu dua point yang nyelip dan gk make sense di saya juga. Jadi untuk para cabulers buku ini tidak direkom. Tapi tenang saja buku ini tidak sekedar membahas tentang kepribadian tapi kompleks ke banyak hal lain semisal struktur sosial. Saya ambil contoh yang make senses menurut pandangan saya yaitu di bab watak manusia yang berhubungan dengan kondisi economy ialah “orang yang memiliki nasab mulia biasanya sangat mengagungkan kehormatan. Sebagai contoh mereka banyak mengikuti tradisi penduhulu karena dalam anggapan semakin tua usia tradisi maka semakin sempurnalah tradisi tersebut.” Penjelasannya putus disini namun dalam secara tafsiran pemahaman saya bisa menangkap nya cukup baik. Semakin tua semakin di sakralkan tradisi  tersebut membuat posisinya semakin di pandang besar begitupun pelakunya.

            Adapun contoh sisi yang tidak bisa saya cerna ialah “Orang yang memiliki mata bewarna seperti minuman jernih adalah orang yang bodoh. Petunjuk ini diambil berdasarkan mata domba Sebuah penjelasan yang tidak bisa diduga dan tidak tuntas juga penjelasanya. Apa kaitannya coba dengan mata domba? Tentu kalian juga pasti akan complain mirip atau tidaknya ciri mata tersebut dengan mata kita sendiri.

Kesan Umum

Buku ini lebih cocok dibaca sebagai:

Warisan pemikiran Islam klasik, tapi tidak cocok untuk jadi rujukan memahami dan menafsirkan karakter orang langsung. ingat ya Bukan sebagai “alat pasti” untuk menghakimi karakter seseorang. Jadi bisa dikatakan sebagai khasanah bahan refleksi tentang hubungan lahir dan batin terkhsusus lagi penjelasan beragam struktur sosial juga yang masih bisa diterima akal pikiran perkembangan.

 
#reviewbuku #kitab

 

No comments:

Post a Comment