Sebuah spot yang ternyata kenyang antrian setiap malam dengan modal murah meriah untuk di jangkau. Yaa siapa sangka akhirnya saya sampai disini juga dengan mode ngegembel. Padahal niat awalnya yaitu berkiblat ke sky garden Thamrin nine yang juga posisinya lagi boomingnya di sosmed (itu lho Thamrin nine tower hotel yang bisa lihat view Jakarta bahkan ada spot photo khusus dengan ayunan yang bikin makin seru untuk eksis bergaya)
Sky Deck Bundaran HI dengan View Cityscape Keren

Namun
setelah pertimbangan waktu dan satu dua hal lainnya. Akhirnya, Haluan saya berakhir ke Bundaran HI
yang letaknya juga searah dengan jalan balik sehingga tidak menguras banyak
waktu, tenaga maupun biaya lagi. Saya baru sadar jikalau tempat ini menjadi
salah satu spot photo yang cukup diminati para turis, yang mana saking bagusnya
kala malam ternyata saya harus antri untuk mengambil photo di halte Bundaran HI
tersebut yang menunjukan landmark ikonik kota Jakarta dengan Background gedung pencakar
langitnya yang bertebaran mewah. Terkhusus ada ucapan selamat datangnya juga. Tempat
ini sendiri viral awal 2025 dimana banyaknya photo membanjiri jagat sosmed dengan
puncak viralnya masuk jadi spot wajib warga Jakarta di maret- April 2025.
Adapun konsep rooftop sendiri baru selesai di revitalitas dan dibuka di akhir
2024 yang di sambut ramai di tiktok di awal tahun 2025 kemarin beruntung banget
saya gk telat banget tapi heranya niat untuk ngepost telat lagi seperti biasa
wkwk.

Modal kartu masuk halte saja (kurang dari 5000
tarif masuknya alias 3500 saja ) Akhirnya saya berhasil sampai kesini. Bahkan
sekiranya jikalau tidak punya kartu, ada saja orang yang menawarkan jasa untuk
sewa kartu masuk halte bagi mereka yang datang semisal dengan mengunakan jasa grab.
Perjalanan kesini cukup mudah baik dengan kendaraan pribadi, grab maupun transjakarta,
minusnya dengan modal transjakarta harus mode siaga agar tidak salah atau kelewatan
ditambah target menjelang malam membuat bus transjakarta jadi membludak parah,
maklum saja bukan
pemain inti jadi tidak terbiasa ngafal satsat keluar
pindah masuk halte lagi. Setingkat untuk tempat pegangan tangannya saja jadi kekurangan
kala jam pulang kerja jadinya harus ekstra perjuanganan juga naik trans di jam
rawan seperti saya kala itu. Syukurnya
kami sampai dengan posisi yang gak malam banget membuat suasana disana sangat
kemilau dengan spot air terjun di bundaran HI
yang aktif yang bikin makin meriah. Info lainnnya waktu sunset juga
cukup cocok untuk di dokumentasikan disini terkhusus, background pecakar langit
Jakarta yang di barengi hiruk piruk aktifitas yang terlihat padat tapi tertata
indah dan tetap mewah penampakannya.
Diatasnya sembari
mengantri giliran photo, ada beberapa stand minum dan tempat duduk yang
mendukung kondisi, bahkan box photo pun tersedia disini. Beberapa papan informan
yang mendukung bisa di baca sembari menunggu giliran photo ada sekiranya ingin
berphoto diluar background air mancur di bundaran HI pun masih aman karena kiri
kanan Gedung pecakar langit yang membuat gemerlap malam semakin meriah.
Daya tarik lain yang
ditawarkan:
Menariknynya lagi, Masih di area yang sama, kita
juga bisa jalan kaki keliling Bundaran Hi terlepas untuk photo dengan Landmark
ikonik Jakarta atau Air mancur besar +
patung legendaris, disisi kanan halte ada Mall (Grand Indonesia, Plaza
Indonesia) yang berposisi tepat diseberang jalan sekiranya ingin cuci mata,
atau cafee dan street food yang cukup
bervariasi di seputaran yang sama, terkhusus lagi sekiranya malam minggu,
Nongkrong di sekitaran Thamrin Adalah salah satu pilihan terbaik karena Lokasi yang
menaungi banyak tempat secara bersamaan. Jadi untung maksimal kalau pergi
kesini.

Saya
yang kala itu sudah mengantri untuk mengambil gambar harus dipaksa puas dengan
waktu yg terbatas plus dengan mode baju
yang gk banget untuk hunting disini yang konon katanya pemandangannya ada vibes
luar negerinya, antrian Panjang di barengin photographer ala kadar membuat rusak
moment yang didukung dengan kondisi wajah yang juga gk candid ckckc akhirrnya
pemandangan di Sky deck Anjungan Halte Bundaran HI cuma bisa ambil random photo seperti layaknya ibu-ibu
fb pro saja untuk kenangan, karena harus
ngantri ulang lama, ambil asal-asal gk ada yang beres juga. Disisi lain saya melihat ada orang yang
terniat sampai bawa kamera dengan lensa yang lebih besar dari lengan saya ( pastinya
turis luar sih) Namun untuk saya seniat apapun style ootd kalau yang ngambil
photo gk berbakat gk kan masuk camera. Dan ya Akhirnya saya harus berbesar hati
dengan hasil sedemikian ada. Syukur banget sih sebenarnya bayangkan semisal
jadi ke sky garden Thamrin nine dan bayar 100 ribu lebih tapi gk masuk kamera
jadi sayang uang kan kalau dipikir, mending makan kenyang.

Tips tipis tipis
Jam terbaik (anti antre &
dapet vibes bagus)
1. Pagi (06.00 – 09.00) 🌤️
- Sepi banget, belum banyak orang
- Cocok kalau mau foto tanpa gangguan
- Bonus: suasana fresh + kadang langit cerah
2. Sore menjelang sunset
(17.30 – 18.30) 🌇
- Golden hour (cahaya terbaik buat foto)
- Mulai agak ramai, tapi masih oke
3. Malam (19.00 – 21.00) 🌃
→ PALING aesthetic
- Lampu gedung + air mancur di Monumen Selamat Datang
nyala
- View city lights = vibes “Jakarta rasa luar negeri”
- Tapi: ini jam paling ramai ⚠️
- Hindari jam 16.30–19.00 (peak banget, antre bisa
panjang)
No comments:
Post a Comment