Enam tahun sudah tempat ini tidak
ku tapaki. Dahulu. kala pertama kali kesini kala prawedd kakak yang posisinya
belum mengalami banyak polesan seperti sekarang, banyak tempat photo hingga
café untuk makan yang disukai para intagramable. Ada para pemburu photo prawed dengan konsep vintage, yang mana kadang jika momen pas didukung golden sunsetnya yang semakin memukau. Sehingga, tak heran jikalau Wisata maha corner ini tidak
pernah padam dengan pengunjung, bahkan setelah 6 tahun lebih! perjalanan kedua
saya setelah sekian lama tak menjenguk tempat ini, ternyata masih sangat hits!!
Perjalanan
kedua saya setelah sekian lama bertepatan masih dengan nuansa lebaran idul fitri,
dan siapa sangka orang bertaburan layaknya sedang di pasar ikan. Ekspetasi benar-benar
diluar bayangan, nyatanya lebaran orang banyak kabur liburan alih-alih lanjut silaturahmi
dan lebaran. Bedanya penampakan saya ialah mayoritas di kuasain anak muda
dengan gengnya hal ini kontras dengan saya yang datang dengan keluarga lengkap
juga dengan ipar. Memang sebenarnya cafe di maha corner ini lebih cocok anak muda karena konsep
yang lebih fokus di jual adalah penampakan alam lautnya.
Penampakan kala memasuki pintu utama tempat wisata maha corne, kami langsung di sambut oleh sepasang ayam kalkun yang
berjalan santai tanpa parno lagi dengan hiruk pirunya para pengunjung, ia
terlihat santai mesra berjalan berdua yang ternyata baru sadari ada lagi 6 ekor
di posisi belakang yang terlihat seperti sedang bergosip ria melihat para turis
berlalu Lalang, seketikan langsung saya bertingkah layaknya turis dan mengeluarkan
ponsel layaknya paparazzi, siapa yang melihat kalkun seayam kampung ini berlalu
Lalang dan percaya atau tidak ia langsung berbalik arah ketika saya ingin menjepret seakan memberi isyarat “no pic sir! Respect our privasi”

Akhirnya saya jalan lagi, ada beberapa penampakan bangunan yang terlihat dengan konsep semi batu alam dan kayu konsep vintage dan alami menjadi ciri khas kafe yang ada di maha corner, sebuah rumah pohon juga terlihat memukau menyambut rasa penasaran saya (ini rumah penjaga atau tempat yang bisa di kunjungi untuk berphoto ya? Bayangan harga juga muncul sekiranya sewa untuk prawed, karena dari atas pasti terlihat lebih wow pemandangan lautnya) sembari overthinking saya kembali berlalu sembari melihat kiri kanan yang kaya akan tanaman yang pernah jadi incar sepertihalnya sirih gading atau beberapa tanaman yang tidak saya ketahui tapi saya tanam juga dirumah, benar-benar tempat ini menjual banyak hal untuk cuci mata. Lalu bagaiamana dengan makananya? Baca juga wisata pantai Aia manih padang
Menu makanan
Nilai utama
yang menjual view bukan berarti menu makanan di maha corner sebatas mie layaknya tempat makan gazebo
tepi laut,konsep
tempat ini disulap seperti café yang mana menawarkan beragam makanan secara umumnya
café di tepi laut, layaknya kentang goreng, nasi goreng, mie, pizza, dimsum ikan
bakar dan beberapa makanan yang paksa translate kedalam bahasa inggris, serta beragam air dengan warna yang juga ikut meriah
untuk dipilih selain teh dingin dan air kelapanya. yang bikin salutnya walau posisi lagi rame membludak minumannya terhitung cepat. kalau makanan tergatung posisi pesan apa ya, dari awal sudah dikasih tahu 20 menit untuk pizza jadinya konfir dulu mau atau gk.
Tiket masuk
Menuju tempat
ini kita tidak perlu tiket masuk namun
memasuki Kawasan wilayah desa ini punya pungutan resmi seharga 3000k perorang yang berlanjut
kita bisa memilih pergi ke maha corner atau tempat wisata lain karena dalam Kawasan
ini ada beberapa cafe dengan konsep yang sama juga. Dan setelah memilih
maha corner yang mempunyai papan petujuk kurang dari 500 meter kita akan disambut
oleh pintu masuk Kawasan tempat ini dengan
parkir yang tersedia di luar dan di dalam . posisi kala itu saya parkir diluar dan gratis sedangkan infonya di dalam berbayar yang baru saya tahu setelah lihat review di google maps barusan.
Penampakan tempatnya
Seperti penjelasan diawal tempat ini mengunsung konsep café yang tersebar di dalam Kawasan ini. Sejujurnya saya sedikit kebingungan ini konsepnya apakah ini café semua satu tuan jadi mau duduk di café mana bayarya di tempat yang sama atau bukan, karena kita pun kebinggungan saking ramenya tidak Nampak lagi sekat antar cafenya terkhusus setiap bangunan punya spot menarik untuk photo layaknya tempat andala jadi orang pindah-pindah numpang photopun tidak bakal ketahuan untuk kasih makan kebutuhan instastory. Saya yang datang pentang dijam rawan para remaja berburu sunset hampir saja tidak mendapatkan tempatnya akhirnya pasrah dengan posisi yang tidak strategis, namun lucunya tepat di samping tempat kami duduk, ada sebuah tempat primadona untuk para user instagram berpose, penampakan saya seakan di hipnotis kesana, bukan sekedar karena mereka sangat percaya diri dan lihai berpose layaknya model tapi fashion dan wajah mereka juga mendukung. Semua spektrum yang sangat jauh dari saya seakan ini tempat sakral untuk para selebgram aceh. Serasa saya seperti tukang parkir kalau lihat mereka.
Sering dijadikan tempat prewed
Saking bagusnya tempat ini sering menjadi kiblat prawedding seperti era kakak saya, bahkan setelah 6 tahun tempat ini tempat dan masih sangat laris manis akan pengunjung, Seingat saya juga tidak ada harga khusus untuk prawed era kakak saya sehingga tempat ini sangat cocok untuk jadi pilihan, tapi entah masih sama untuk sekarang. Tempatnya selalu bersih. Laut dan pantainya benar-benar terawat dengan penataan yang cukup unik dilengkapin pernak Pernik ayam kalkunnya yang mungkin bisa nambah khasanah cuci mata maupun untuk foto prawedding.
Tips trick tipis-tipis
- Bisa dikatakan pilihan kesini sangatlah tepat kecuali waktuya yang radaa sekarat jadi saran pilihlah jam lebih awal sekiranya berniat untuk berburu sunset.
- Kalau mau berniat untuk foto buat prawedding sebainya konfirmasi ulang. Mana tahu sekarang berbayar untuk jaga-jaga.









No comments:
Post a Comment