Ini Adalah perjalanan di 2025
pada september yang baru terealisasikan untuk dituankan di blog pada tahun
2026. Benar diluar ekpetasi saya, niat untuk ditulis sebulan kemudian berakhir
6 bulan setelahnya. Memang “salah
satu musuh utama kita adalah penundaan yang berubah menjadi kelupaan.”
Nama
tempat ini Adalah Benteng Anoi hitam, sebuah kawasan yang terkenal
dengan view dan sejarahnya secara bersamaan, target kesini dibarengi teman adalah
pilihan saya dalam trip yang terhitung dadakan, siapa sangka tempatnya tidak
mengecewakan sama sekali. Berangkat dalam keadaan terburu dan status turis
baru, kami baru sadar tempat ini bersih dari tiket masuk dan bahkan tukang
parkir, (memang rata-rata tempat wisata disini tidak ada uang masuk dan parkir)
tempatnya juga terawat bersih dengan dua ruko yang tersedia. Tapi gk tahu dua
atau tiga tahun lagi bakal berubah atau tidak. Oya posisi tempatnya juga tersedia tempat beli makanan
sekiranya ingin mampir makan sebelum menanjak, tapi bukan resto layaknya di aceh herigate vintage ya,
senormalnya tempat makan pinggir laut dengan mie pelengkap mungkin dan snack
yang di jual diruko mini tersebut. Cocok buat berleha sekiranya tak sanggup
menanjak untuk milihat Meriam peninggalan yang dimaksut atau untuk orang tua
yang pegal encok menunggu anaknya mendaki sekiranya tak kuat. Langkah setapak setapak
untuk melihat benteng yang di maksud sebenarnya tidak jauh mungkin kurang dari seratus
juga.. menurut saya masih aman sekiranya eyang opa untu mencoba sekiranya sudah
disini sayang sudah setengah jalan juga kalau dipikir.

Sebuah
papan informasi petunjuk tertera sebelum menuju tangga, tempat ini adalah salah
saksi bisu dari perang dunia ke 2 dimana benteng tersebut di bangun oleh sang nipon kala menduduki aceh pada tahun 1942 sampai 1945 yang bertujuan untuk
menyimpan persenjataan dan juga untuk perlindungan atau pertahanan dari musuh,
mengingat posisi yang strategis untuk pengintaian, sebuah Meriam sepanjang tiga
meter pun masih tertanam di sana kala kami kunjungi, vibes teduh dan sejuk
mengiringi setiap anak tangga sehingga tak membuat Lelah pada pendakian puluhan
anak tangga tersebut. Terlihat ada tempat pernyimpanan yang masih terlihat
kokoh sekalipun hampir hampir seabad umurnya, tentunya coretan alay remaja
puber mewarnai tembok yang tidak bersalah itu, “Bocil” sebuah tulisan dengan
stip x melekat di pintu luar, Dirly, ria, singkil dan bahkan nama instagram
lebih berserak lagi memenuhi lengkap dengan @ nya, “siapa tahu mungkin nambah
following” mikir mereka. (Berharap jadi selebgram jalur nama di coret di tempat
bersejarah)
Saya
berlanjut mencari spot utama yang paling banyak diburu. Setelah melihat beragam
hastag mengarah kesana, saya pun langsung meluncur cepat kala sadar view alam
yang paling diminati untuk berpohoto terlihat. Langkah kaki saya sempat terjeda
sejenak kala menemukan Meriam yang dimaksut, benda ini memang tertancap masih,
namun ada bagian yang tiada, entah dilepas atau hilang dan rusak, ini adalah
bagian yang paling startegis untuk menyerang tentunya. Buah jamu yang di beli
di ruko bawah tiba - tiba terlihat ranup setelah terik penampakan matahari diantara
rerumputan yang terlihat cerah merekah kini. Akhirnya saya turun kebawah menuju
spot yang diincar, syukurnya tidak ramai orang kala itu jadi serasa layaknya property
milik pribadi. Penampakan alamnya sungguh cantik, laut biru beradu dengan
langit cerah dibarengin tanamam rumput rapi yang terpangkas dengan pohon sakti
yang berdiri gagah seorang diri. Ya inilah yang dicari. Spot yang paling cantik
berseliweran di tiktok kini.

TIPS TIPIS TIPIS!
- Datang pagi atau sore untuk pencahayaan terbaik.
- Bawa air minum sendiri diatas tidak ada penjual air
- Gunakan alas kaki yang nyaman untuk naik tangga
- pakai baju warna bertabrakan dengan alam. merah misalnya
- siapkan sunblock + kipas mini daerah panas dan kulit gosong
- terakhir Siapkan kamera… jangan sampai lupa seperti saya 😄
#wisataaceh #wisatasabang #anoihitam #wonderfulindonesia




kebayang kalau siang panasnya sepeerti apa ya
ReplyDeleteastaga, kata pembukanya itu aku setuju banget. Ada beberapa draft di blog yg usianya sudah dua tahun. Aku sampai lupa feel yang didapat dari jalan2 itu saking udah kelamaan. Sampai ada tempat yang sudah ganti nama. Ohya, kalau menurutku berarti tempatnya memang menyenangkan buat leyeh2 dan dinikmati dalam diam (mungkin karena kepanasan). makanya sampai lupa buat foto2
ReplyDeleteAceh sangat menarik untuk di kunjungi, wisata alam nya juga keren - keren, kebetulan tetangga saya juga asli orang aceh sering cerita tentang aceh, tentang hutannya yang masih asri, sayangnya Aceh jauh banget dari sini, semoga diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi aceh, terutama 0 KM
ReplyDeleteWajar mbak, kalau sampai lupa ambil foto banyak-banyak. Dengan pemandangan seindah itu, rasa-rasanya saya pun akan terpana dan lebih banyak berleha-leha sembari menikmati keindahan ciptaan-Nya sih.
ReplyDeleteApalagi kalau tempatnya penuh nilai historisnya macam ini, tentu lah bisa kita jadikan ajang napak tilas menarik seputar sejarah yang terjadi di Indonesia, hihihi.
Menarik Benteng Anoi Hitam ini bebas biaya retribusi atau biaya masuk kawasan wisata. View-nya pun indah, cakep, memanjakan mata.
ReplyDeleteAda kalanya, saking menikmati keindahan dan momen, jadi nggak banyak berfoto. Aku pun suka begitu dan emang seyogyanya hp jadi nomor kesekian kalau liburan hehehe. Istilahnya jadi lebih mindfulnes ya.
Cantik sekali benteng anoi itam ini yang merupakan tempat bersejarah sekaligus tempat wisata yang indah dan memang sebaiknya datang pagi atau sore ya karena kalau siang Selain panas dan cahaya juga Jadi kurang maksimal
ReplyDeleteSetuju kak, kalau jalan-jalan kek gini mah hape nomor 2, walau tetep bakal selalu di tangan karena buat mengabadikan momen maupun ambil konten. Meski yang utama adalah tetep menikmati pemandangannya dulu. Healing cakep, kapan lagi kan soalnya hehe
ReplyDeleteBenteng Anoi Hitam ini peninggalan Jepang ternyata ya. Pemandangannya dari atas memang masyaallah indahnya. Memanjakan mata sekaluli. Suka deh. Walaupun pasti naiknya butuh perjuangan hehehe...
ReplyDeleteDiriku ecinta pantai kak.... langsung kebayang keindahan view dari Benteng Anoi Hitam , pastinya memang juara ya kak, perpaduan sejarah meriam peninggalan Jepang dengan view laut birunya benar-benar bikin tenang.
ReplyDeletevibes perjalanannya yang no gadget dan lebih fokus menikmati momen ini agak langka menurutku, palgi di zaman sosmed yaaaaa kaya sekarang.
Meski galeri jadi "miskin" foto, tapi pengalaman "ngerujak" jambu sambil ngobrol santai itu yang mahal harganya.
Baru tahu ada jejak peninggalan Jepang sampai ke Sabang. Dan Benteng Anoi Hitam ini menjadi saksi bisu di antara masa penjajan dulu. Ga kebayang ramenya benteng ini saat masa penjajahan dulu ya kak. Pasti banyak tentara hilir mudik mengawasi perairan di sana.
ReplyDeleteSkrg view-nya makin cantik deh pantainya. Ini sih sekalian belajar sejarah dan healing tipis2 menikmati pantai indah seberang benteng. Jadi bisa mengingat perjuangan pahlawan kita dulu saat melawan pendudukan Belanda dan Jepang ya kak.
Jarang-jarang lho ada tempat wisata yang nggak ada Kang parkirnya. Mana ngga ada ticket masujnya pula. INI beneran?
ReplyDeleteTerkadang memang gitu, Kak. Sibuk menikmati sekitar eh terus lupa dokumentasi
Wah cantik banget pemandangannya
ReplyDeleteEmang bakal seru dan hepi ya klo nemu wisata hiddengem secantik ini
Pasti pengen balik lagi ya mbak
Baru tahu ada benteng ini di sana, ternyata Jepang sampai sana buat menyimpan persenjataannya ya.
ReplyDeleteBTW kadang emang kalau menikmati pemandangan tu maunya duduk dan melihat sekeliling, sampai lupa ya mbak mau mengabadikan dengan kamera.
Tapi nggak pa pa sih justru liburannya jadi lebih mindfull :D
Nah tipsnya menarik datang pagi atau sore biar nggak panas ya. Kalau sore keknya bisa bonus dapat senja, eh boleh sampai mendekati magrib nggak sih di sana?
Trus paaki baju warna terang yang kontras sama tempat wisata, selain bagus buat dipoto juga memudahkan kalau pas nyasar untuk nyarinya kali ya :D
pemandangannya indah banget yaa. tapi sayang juga nih nggak ada foto bentengnya dari luar soalnya aku penasaran sama bentuk bentengnya. dan pastinya benteng ini memiliki nilai sejarah yang tinggi ya
ReplyDeleteSaya banget ini mbak, sering lupa foto-foto spot lokasi wisata yang dituju, kadang sudah rempong sendiri sama kiddos kalau ga gitu asyik menikmati suasana
ReplyDeleteMasyaAllah cakep ya viewnya, lautnya biru banget, bersih
Aceh pun menyimpan catatan sejarah ini yaa..
ReplyDeleteKalau melihat viewnya, katanya pemilihan pembangunan Benteng Anoi hitam ini untuk bunker pertahanan yang tertimbun tanah dengan meriam besi di atas bukit, menghadap langsung ke Selat Malaka.
Wow bangeet.. kalau sekarang uda ga menyimpan kengerian seperti fungsinya jaman dulu...
Samaaa kita mbaaa. Aku pun sering, dtgnya kapaaaan, nulisnya ntah tahun berapa 😂😂😂. Tapiiii setiap traveling, aku selalu rekam saat itu juga, ttg objek wisatanya, kuliner, hotel dll. Jadi rekaman suara itu aku save mba. So kalau dah mau ditulis, aku dengerin lagu voice notes ku. Makanya ga lupa.
ReplyDeleteKapanlah aku bisa ke Sabang ya. Betul2 nyesel dulu ga nyempetin kesini pas msh tinggal di Aceh.
Issssh, kenapalah orang tangannya bisa merusaaak gitu. Dikira keren apa nama mereka atau nama IG ditulis di tempat2 bersejarah gini. Vandalisme banget. Malah ogah aku follow orang sampah begitu.
kebanyakan benteng dibangun dipinggir laut ya, jadi bisa melihat view lautan lepas yang biru seperti ini.
ReplyDeleteAku sendiri sepertinya baru denger ada wisata benteng Anoi Hitam di Sabang, tapi kalau tempat wisata lain di Sabang terutama untuk pulau atau destinasi yang sering disebut, pasti aku tau.
sedih kalau ada dinding di tempat wisata yang dicoret-coret oleh pengunjung yang nggak bisa menjaga warisan wisata seperti ini. Kan jadi kotor gitu liatnya
semoga aku ada kesempatan buat main ke Sabang, karena Sabang juga wishlist aku