Berburu spot dan kuliner di Aceh Heritage Vintage
Saya dan Mei Kembali melaju cepat kala menyadari rintik air membasahi bumi, gerimis pelan tanpa mantel membuat kami tak kuyup tapi tetap tak nyaman kalau tak sampai terus ke tempat yang dituju, sialnya sebagai si perdana ke tempat tersebut kami hampir kelewatan dengan klakson berulang dari Kawan yang memperingatkan, dan taraa sebuah gerbang tinggi menutup setengah penampakan dalam yang membuat kami tak sadar inilah tempat yang dimaksut. Seperti nama cafenya Aceh Heritage Vintage, perjalanan kedatanganpun disambut dengan rumah panggung yang di hias ornamen khas simobolik aceh dengan bendera merah putih berdiri kuyup di depanya, gerimis semakin keras menampar helm yang membuat saya langsung bergegas membuyar lamunan untuk mencari parkiran di tempat yang super padat merapat dengan mobil dan motor. Feeling saya tempat ini pasti dimeriahkan oleh turis luar daerah seperti Jakarta atau sekalian bule mancanegara.
Berkelana seharian dalam misi
berburu spot mewah dan alami di sabang membuat saya dan teman kelaparan kala
perjalan pulang. Setelah sekian kalkulasi dana dan waktu ternyata kita masih
bisa berburu tempat makan sebelum sapa pamit undur dari kota yang mega dengan
penampakan safa tersebut. Ya akhirnya kami menuju ke destinasi terakhir yang
terkenal selain kulinernya tapi juga alamnya yang bikin candu. dan benar
saja, penampakan pertama kala memasuki keruangan adalah sepasang bule dengan
celana pendek yang duduk santuy, mata saya langsung berburu spot nyaman untuk
regu yang berjumlah enam orang, agak kesulitan melihat tempat penuh hura hara
manusia diliburan di akhir pekan, sesosok Wanita dengan baju penganti terlihat
di bilik seberang sedang berpose postwedding, view mendukung sekalipun hujan
terlihat bagus dengan konsep indoor maupun outdoor ditempat sini. Pantesan semua
merekom tempat ini terlepas dari makanan yang belum dirasakan yang pasti untuk
penampakan sudah
Akhirnya
kami menepati spot pojokan yang menjadi tempat paling aman untuk kursi 6 orang.
Posisi tepat disamping ruang dapur membuat aroma beragam hidangan tercium
semerbak, penampakan hujan yang perlahan membudar membuat suasana Kembali membaik,
sekalipun terlihat banyak turis luar negeri namun pelayanan bergerak gesit
tanpa melihat penampakan orang kami yang bakal terlihat patungan nantinya ckckc,
Benar-benar membuat nyaman untuk service dengan harga yang dihitung masih aman
untuk kawasan café yang cukup mewah penampakan.
Pada akhirnya setelah berkutat diskusi singkat, kiblat makanan kami jatuh ke pizza lagi. Dengan harga 70an dan beragam menu tambahan layaknya kentang goreng untuk makan jamaah akhirnya sajian makanan terhidang pada meja berbentuk tak bundar tersebut. Pesanan siap kala matahari Kembali riang , seakan mendukup mood perjalanan kami yang bakal berakhir setelah ini, potongan pizza yang lumer tak pelit toping benar-benar bikin kenyang untuk satu potongan saja tanpa menyentuh kentang lagi, entahlah untuk teman saya yang lain, tapi memang lambung saya seakan sangat membatasi setiap sisi untuk menerima banyak energi.
Kenyang makan waktu berburu spot berlanjut, beragam penamakan dan hiasan membuat mewah pengambilan gambar, ayunan yang bisa digunakan untuk berswapoto kadang terlihat penuh sampai harus ditungguin, sembari menungu teman berselfie riang di didepan cermin yang tertata tepat disamping ayunan, pegambailan video dan gambar benar terlihat tak melelahkan dengan beragam spot posisi yang diusahakan.
Aceh
heritage vintage sendiri merupakan sebuah café yang terletak di Jl. H, Agus Salim
No.2, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Tempat ini bukan sekedar kaya
akan view alamnya yang mempesona tapi juga kayak akan kearifan local dari
beragam segi, mulai dari kulinernya yang cukup bervariasi sampai ornament pelengkap
khas aceh yang cukup bikin tempat jadi terlihat autentik. Untuk menu sendiri
juga tidak dibatasi pada khas kuliner khas aceh sebagai bentuk memperkenalkan aceh,
tapi juga beragam makanan fastfood familiar seperti pizza spaghetti, capcay,
sampa tomyam untuk para turis dari local aceh yang sudah familiar dengan kuliner
aceh dengan pengen coba menu lain. Baca juga wisata alam bagi pecinta buku dan laut
Untuk
konsep rumah aceh yang terlihat di aceh pada gerbang masuk sendiri faktanya
juga bisa di masukin dengan Beragam sajiah khas penampakan aceh, infonya itu adalah
tempat shalat yang diluar ekspetasi saya sendiri. Tempat parkirpun gratis dengan
posisi café tersebut yang juga masih berada pada Kawasan yang sama dengan resort, memang benar-benar hoki menemukan
tempat dengan paket lengkap seperti ini, terkhusus tempat cukup popular hingga
kini dan rame didatangi turis asing tapi tidak tebang pilih pada turis local yang
pesan makanan patugan lagi wkwk Akhirnya
kami pulang dengan kenyang perut, photo di galeri yang menimbun.
#travelkuliner #wisataaceh #sabang #resort#acehheritagevintage





