Setelah setahun
lebih tidak mendaki, akhirnya momen check otot betis sampai fisik Kembali dalam
mode on hari ini. Yaps akhirnya pendakian lagi!
Nama tempatnya Adalah Goh
leumo, tempat ini punya magnet yang cukup besar untuk saya dari tahun lalu
yang baru kesampaian tahun ini, Alhamdulillah terpenuhi juga. Saya cukup
bersemangat untuk trip kali ini setelah tahun lalu juga di bulan Agustus
melakukan pendakian, namun kali ini saya berangkat dalam mode wasawas karena
perjalana yang cukup jauh dari daerah saya “kita kumpul jam stengah 7 di warkop
arah keutapang ya” sebuah notif dari group trip muncul malamnya sebelum trip
besok. Sejujurnya shock karena
pemberitahuan tiba-tiba berubah dari jam 7 ke jam stengah 7 ini saya harus
berangkaat subuh berarti setengah kesal saya minta Solusi karena terlalu telat pemberitahuan,
seadaianya bisa lebih cepat pemberitahuan saya bisa nginap di rumah kakak yang
jaraknya lebih dekat. “kak ini kami yang jauh perlu solusi, tolong jangan
pemberitahuan saja ya.” Akhirnya saya yang maniak silent reader di group
muncul. Solusi jam tidak jadi ganti tapi
waktu turun bakal lebih dipercepat karena ada anak laki juga ingin camping dan
tidak boleh telat dalam artian berpaspasan. Ok saya merasa aman.
Akhirnya di hari H perjalanan saya gedebak gedebuk juga karena
ternyata setingkat jam 7 saja jalanan masih gelap penampakan batang hidung
manusia hanya sesekali. Benar benar kota slow living sih. Saya berkendara buru-
buru karena harus isi bensin dan jajanan dulu untuk bekal pendakian. Dan
lucunya setelah prediksi yang saya buat waktunya ternyata mepet, kalau saya
beli gak kekejar akhirnya saya nitip keteman sembari melaju terus, berharap
bensin aman sampai tujuan alias isi waktu pulang.
Dan taraaa Ketika saya telat 5 menit dilokasi ternyata cukup banyak
yang belum sampai alias jam seret kembali
berlaku, padahal saya sudah ngebut dengan kecepatan 80 km karena mikir telat
dan jalanan masih sepi juga. Akhirnya saya memilih makan pagi dengan nasi yang
saya titip beli sama teman saya, dan sampai habis nasi pun belum final. Singkat
cerita kita berangkat setengah delapan
juga. Well well well.
![]() |
Tiba tiba dua puluh lima menit setelah turun panitianya telah menyusul kami. Shock terlalu cepat rasanya. Kami bahkan belum berhasil menyusul Panitia rombongan tengah. Akhirnya Kembali disatukan dengan panitia rombongan akhir, siapa sangka bisa secepat itu. Bincang bincang dengannya ketahuan jikalau ia bahkan sudah menaklukan leuser pantesan sih jalannya cepat banget dan ternyata atlet juga, jadi wajar fisiknya Tangguh dan cukup bawa tim 2 orang teman sebagai mitra untuk menghadandle trip yang jarak pendakian 6 jam an naik turun atau setara 9 km kalau intip healty app.
Perjalanan terlihat rileks sesekali saya bertanya berapa menit lagi
kisaran ternyata 2 jam lagi masih, sangat lama dari prediksi. Akhirnya
mengencangkan ikan jaket di pinggang saya mulai bergerak lebih cepat sendiri
dengan harapan bisa mengejar panitia rombongan Tengah, namun agak sulit karena
berjalan seorang diri meninggalkan rombongan belakang menuju ketengah mata saya
malah terhipnotis pada setiap Semak yang punya kejutan. Ada saja hal indah yang
bikin terpana akhirnya Kembali mode hunting bunga, tumbuhan dan motret seperti
biasa. Tim belakang tidak napak yang
depan semakin jauh. Feelnya seperti saya melakukan pendakian seorang diri,
syukurnya ada jejak manusia yang bisa ditemukan setiap trek jadi aman walau
sendiri. Ketakuan saya Cuma satu ada ular saja sih karena ternyata tadi ada
yang ketemu ular pohon ternyata.
Saya berjalan dengan cepat tapi tetap sesekali berhenti untuk
berburu tanaman. percaya atau tidak saya menemukan 3 jenis anggrek dalam trip
kali ini sebuah keberuntungan yang jarang saya dapatkan,. Minusnya kacamatan
saya jatuh dan bros karena saya buka jilbab kepanasan. Kalau dipikir saya gk
sepenuhnya beruntung juga sih seperti trip sebelumnya. Belum lagi waktu pulang kaus
kaki saya bercak darah ternyata kaki saya luka gara gara kesandung terlalu
banyak tentengan.
Rute trip sendiri punya pola mudah mudah kemudian sulit. Saya akan
pilih pegal karena trek berbatu
dibandingkan trek sulit ini yang cukup tandus bahkan ada tali yang
membantu pegangan karena cukup curam ditambah jenis tanah yang tidak padat.
Salutnya dengan tentengan rempong saya bisa turun dengan selamat karena banyak
banget tanaman yang saya pungut dengan tas yang sudah cukup perat. Akhirnya saya sampai ke puncak dengan
melurusakn kaki penampakan kota lhoknga terlihat jelas dan indah sekali. Cuaca
mendukung ditambah sinyal internet pun masuk, benar benar paket lengkap. Tapi
saya memilih istiraha alih alih makan atau photo terus.
![]() |
| penampakan laut lhoknga dari ketinggian bukit goh leumo |
Tidak terasa mul menyusul. Ia yang ektrovert ekstrim terlihat jadi
pendiam, padahal dari tadi dia berteriak berulang untuk melepas stress katanya.
Sepertinya tenaganya pun mulai terkuras habis, Syukur Syukur tidak balik,
karena yang saya khawatirkan untuk orang perdana agak banyak ngeluh ditambah ia
cukup berisi. Ia pun mengisi tenaga dengan burger potongannya tidak besar namun
tenaga seakan terisi penuh. Selesai makan ia langsung mengajak photo kebawah.
Mengingat banyak antrian akhirnya saya ikutan turun karena khawatir makin telat
cuaca gk mendukung.
![]() |
Perlengkapannya lengkap tas, tongkat sampai Sepatu baru dan kecamata double
benar-benar membuat saya dibikin takjub, ini anak seefort itu. Semoga gk minta
turun ditengah jalan karena perdana dan ternyata memang bukan dia yang turun tapi nak lain, setelah perjalanan 30 menit
kurang lebih sudah ada yang gk kuat dan berakhir di antar oleh panitia.
Syukurnya belum terlalu jauh karena panitia hanya Wanita karena trip kali ini
girl only. Kami bergegas mempercepat Langkah karena panitia yang posisi di
belakang sebagai petunjuk kami sudah turun dulu akhirnya opsi kami mengejar
panita di rombongan tengah.
Dia terlihat excited. Tapi
antrian cukup Panjang ternyata, siapa sangka ada rombongan lain juga disana.
Heranya sembari menunggu ia sudah bekenalan lagi dengan orang baru. Tidak heran
kalau saya menyebutnya ekstrovert ekstrim. Personal branding nya kini Adalah
utee tren tiktok yang lagi viral. Oya Goh leumo sendiri merupakan bukit yang
berada di Kawasan aceh besar dengan ketinggian 812 mdpl. Penampakan aceh besar dan laut lhoknga ada
obat lelah setelah pendakian. Menariknya internet juga masuk di atas sehingga
bisa updte story atau live langsung. Tempat ini juga sering dijadikan camp tapi
hanya untuk laki-laki. Spot sunrise disini tentunya sangatlah cantik, melihat
tidak ada penghalan sama sekali penamapakan ke arah gunong seulawah.
Tiba -tiba saya melihat sepasang burung rongkang, mereka terbang
dari jauh yang tiba tiba memhancurkan lamunan saya yang sedang memperhatikan
pose-pose para member lain. Sayapun segera mengambil hp untuk merekam tapi
camera yang tidak premium membuatnya terlihat seperti titik jika tidak
mengunakan mata langsung, jadi kabur merusak mood. Setidaknya mereka Lestari di
Kawasan itu.
Akhirnya moment
kami pun tiba, siapa sangka di moment sendiri juga merasa kesulitan. Saya jadi
juru potreT mulu Karena dia blg saya ambil photo jelek, akhirnya berulang saya
tak photo untuk satu pose sampai dia merasa pun, disini saya mulai jengkel
karena saya tidak semaniak itu, Beberapa photo saja sudah cukup.. itupun pakai
hpnya karena lebih hd.. Bahkan gambar saya yang dia ambil tidak saya cek karena
saya gk terlalu narsis . Akhirnya saya mulai kesal karena kewalahan namun saya
coba berpikir positif karena ia perdana hiking jadi pasti excited wajar pengen
banyak stock photo karena belum tentu nanti ikut lagi. Singkat cerita sampai
dirumah dan di kirim photo ternyata dia
becusn’t alias mayoritas jelek semua di ambil photo ku. Kalau gk mata
ketutup gak focus. Syukur Syukur dapat anggrek jadi mood ku gk terlalu buruk.
#hikking #outdoor #trip #adventure #granola #aceh #acehbesar









No comments:
Post a Comment